
Cuaca panas di luar sana, tetapi tidak dengan hati sepasang pengantin baru yang baru saja merasakan honeymoon ala mereka. Hati mereka terasa adem. Senyum mereka merekah.
Kenzou sudah kembali dengan aktivitasnya di kantor begitu juga dengan Lovy.
Kenzou dan Donny pagi ini sedang mengadakan meeting di kantor Mr. Han, rencananya siang ini ia dan Donny akan langsung ke cafe Lovy makan siang di sana. Mereka juga sudah membuat janji dengan Deva, untuk membicarakan masalah pekerjaan.
"Selamat pagi, Mr. Kenzou, Mr. Donny." Mr. Han yang baru masuk ke ruangan rapat menyapa Kenzou dan Donny.
"Perkenalkan ini sekretaris baru saya, Nona Poppy." Mr. Goh memperkenalkan Poppy.
Poppy yang memang sudah mengenal Kenzou tersenyum cerah. Kenzou seperti biasa tidak terlalu peduli, mengabaikannya, ia menggangguk di depan Mr. Han. Sedangkan Donny hanya tersenyum ke Poppy.
"Untuk proyek yang kemarin sudah berjalan dan dari pihak kami juga sudah mengeceknya, saya rasa kita akan melanjutkan untuk kerjasama proyek selanjutnya Mr. Kenzou." ucap Mr. Han, Poppy menyerahkan berkas yang dibawanya ke Donny.
Sebagai pengusaha di bidang properti terutama untuk perumahan-perumahan elit, perusahaan Kenzou membutuhkan dana yang besar, itulah mengapa ia bekerjasama dengan Mr. Han sebagai salah satu investor di perusahaannya.
Setelah rapat berjalan satu jam, mereka mengakhiri rapat, bersalaman, Kenzou dan Donny akan segera pamit meninggalkan perusahaan Mr. Han.
"Terimakasih kasih Mr. Kenzou senang bekerjasama dengan Anda." Mr. Han mengantarkan Kenzou dan Donny sampai ke loby.
"Sama-sama Mr. Han." Kenzou menjabat tangan Mr. Han, Poppy yang berada di sebelah Mr. Han tersenyum menatap Kenzou, sorot matanya bersinar.
Donny yang menyadari tatapan mata Poppy ke Kenzou mengerutkan alisnya.
Tak bisa dibiarkan batin Donny, sedangkan Kenzou tidak merasakan tatapan Poppy ke dirinya karena ia memang tidak memandang Poppy disana.
Di dalam mobil perjalanan menuju ke cafe Lovy, Donny menoleh ke Kenzou.
"Bos, kayaknya sekretaris Poppy naksir sama Bos." ucap Donny.
Kenzou tidak merespon ia tetap tenang, duduk menyandar di kursinya.
Donny kembali menatap ke depan ke jalanan.
Mobil Kenzou memasuki halaman cafe, Donny memarkirkan mobilnya. Kenzou keluar dari mobil melangkah meninggalkan Donny di belakangnya.
Lonceng pintu cafe berbunyi begitu Kenzou membuka pintunya. Matanya mencari-cari sosok istrinya tapi tidak kelihatan.
Deva yang sudah duluan di cafe melambaikan tangannya.
Kenzou dan Donny mendatangi meja Deva.
"Hai bro" Deva men- toss kan tangannya ke Kenzou dan Donny.
Kenzou dan Donny duduk di kursinya.
Tampak dari tangga lantai dua, dua gadis cantik berjalan menuruni tangga.
Sara yang melihat Masnya dan Kenzou menyikut lengan Lovy.
"Ra, apaan sih, hobby banget nyikut-nyikut." Lovy menatap ke Sara.
__ADS_1
"Ihhh lo tu ya.. Liat itu noh.. " Sara memonyongkan bibirnya ke arah tiga cowok di satu meja. Senyum Lovy merekah. Entah senang melihat suaminya atau melihat Mas Deva.
Lovy dan Sara mendekati meja Kenzou.
"Sayang." Kenzou menepuk kursi disebelahnya yang kosong.
Lovy duduk disebelah Kenzou, sedangkan Sara duduk di kursi di tengah-tengah yang ditariknya dari meja lain, menghadap keluar jendela. Disampingnya duduk Donny dengan senyum jahilnya.
Entah mengapa kalau melihat Sara ia merasa senang dan selalu ingin menggoda Sara.
"Hai cantik." sapa Donny ke Sara. Sara acuh aja tak menoleh.
"Jangan macam-macam sama adik gue Don." Deva mengultimatum Donny.
Donny terkekeh mendengar kata-kata Deva.
"Satu macam aja bro gue ma adek lo." ucap Donny masih dengan senyum usilnya.
"Mas, sudah pesan makan minum nya?" tanya Lovy.
"Nyonya Lovy, masa Kenzou aja yang ditanya." protes Donny.
"Apaan sih mas Donny, nyonya.. nyonya.. terasa tua banget." Lovy juga protes ke Donny.
"Udah-udah, kapan pesennya klo ribut mulu." ucap Mas Deva.
"Ra, panggil staf mu, suruh kesini. Sudah siang ini. Mas sudah laper." ucap Deva.
Sara memanggil Dinda yang berdiri tidak jauh dari meja mereka.
Lovy dan Sara, menuju ke dapur mengecek pekerjaan di dapur.
Karena masih jam kerja. Kenzou dan Donny kembali ke kantor begitu juga Deva.
Lovy jadi ingat ia dan Kenzou akan pergi ke panti asuhan. Ia menelpon suaminya. Kenzou dan Donny masih dalam perjalanan pulang ke kantornya.
"Mas, Lovy baru ingat kita kan mau ke panti asuhan." ucap Lovy.
"Sore aja sayang, nanti Mas jemput." jawab Kenzou.
"Kita belum beli barang yang mau dibawa ke panti Mas." Lovy mengingatkan lagi suaminya.
"Mas suruh Donny nanti yang beli sayang." ucap Kenzou dengan suara lembutnya.
Donny yang sedang menyetir menoleh ke Kenzou. Biasanya gak pernah juga Kenzou bisa bicara lembut dan panjang lebar gitu batinnya.
"Don, belikan perlengkapan sekolah dan juga mainan buat anak-anak panti." perintah Kenzou ke Donny.
"Siap Bos" jawab Donny.
Mereka sampai di parkiran kantor Alex Property. Kenzou dan Donny masuk ke lobby kantor. Resepsionis memberikan hormat dan tersenyum ke atasannya.
__ADS_1
"Maaf Pak, tadi ada seorang wanita yang datang mau menemui Pak Kenzou." ucap resepsionis.
Kenzou mengernyitkan dahinya.
"Siapa namanya?" tanya Donny.
"Nona Dara, Pak." jawab resepsionis.
Kenzou tetap melangkah pergi menuju ke lift.
***
Sore hari Kenzou menjemput Lovy di cafe nya. Lovy sudah menunggu Kenzou dari lima belas menit yang lalu.
Kenzou membukakan pintu mobil, Lovy masuk dan duduk di sebelah Kenzou.
"Sayang, kenapa wajahmu pucat?" Kenzou memperhatikan wajah istrinya.
"Masa sih Mas" Lovy memegang kedua pipinya.
"Kamu sakit?"
"Kalau sakit kita cancel aja perginya."
"Gak kok Mas, Lovy gak sakit, Lovy baik-baik aja." Lovy merasa tidak sakit.
"Kalau sakit kasih tau Mas ya." Kenzou menyentuh pipi istrinya.
Lovy mengangguk.
Perjalanan ke panti asuhan memakan waktu 30 menit. Kenzou dan Lovy sampai di halaman panti asuhan. Anak-anak yang sudah mengenal Lovy berlarian mendatangi Lovy.
Keluar dari pintu rumah Ibu Aliyah, ia tersenyum menyambut kedatangan Lovy dan juga Kenzou sebagai donatur tetap panti asuhan miliknya.
"Apa kabar Pak Kenzou, nak Lovy?" tanya Ibu Aliyah ramah.
"Kabar baik Bu, kenalkan Bu, ini suami saya, Pak Kenzou." ucap Lovy mengenalkan suaminya.
"Pak Kenzou suami nak Lovy?" tanya Ibu Aliyah tersenyum senang.
"Iya Bu." jawab Lovy.
Kenzou hanya mengangguk, ia memang bukan type yang ramah jika bukan dengan keluarganya sendiri.
"Ini ada sedikit untuk berbagi dengan anak-anak dan kebutuhan panti ya Ibu." Lovy menyerahkan amplop kepada Ibu Aliyah.
"Terimakasih nak Lovy, Pak Kenzou. Semoga rumah tangga Pak Kenzou dan nak Lovy selalu diberkahi, langgeng sampai ke anak cucu." ucap Ibu Aliyah.
"Aamiin. Terimakasih doanya Ibu. Ibu jangan lupa selalu jaga kesehatan ya." ucap Lovy.
"Baik nak."
__ADS_1
Kenzou dan Lovy tidak terlalu lama di panti karena hari sudah menjelang malam. Kenzou dan Lovy berpamitan pulang.
Selama dalam perjalanan pulang Kenzou selalu menggenggam tangan istrinya.