Deviasi Hati

Deviasi Hati
Mencari HP di Mall


__ADS_3

Lovy dan Sara sejak setengah jam yang lalu sudah berada di Mall. Rencananya mereka mau mencari handphone Lovy yang rusak kacanya. Sekalian mereka mau mencuci mata mencari barang yang mereka butuhkan.


Bersamaan dengan itu Kenzou dan Donny pun sudah sampai di Mall. Meski ada sedikit drama karena Zeeta maunya hanya pergi berdua saja bersama Kenzou tidak dengan Donny. Zeeta sedikit kesal karena tidak bisa berduaan dengan Kenzou. Tetapi kesal Zeeta terobati karena Kenzou tidak menolak lengannya ia rangkul seperti tadi malam. Zeeta selalu nampak percaya diri dengan pakaiannya yang dipakai selalu matching dengan tas dan sepatunya ditambah lagi dengan cowok yang berjalan disampingnya semakin menambah kepercayaan dirinya.


Donny yang berjalan di belakang Kenzou dan Zeeta asyik dengan handphone ditangannya. Tidak memperdulikan keadaan di sekelilingnya. Sedangkan Kenzou dengan pesonanya berjalan dengan sangat tegap. Pandangannya ke depan wajahnya dingin tanpa senyum. Kenzo hanya melirik sekilas tangan Zeeta yang merangkul lengannya. Mereka akan menuju ke toko perhiasan dulu sebelum mencari handphone.


"Lov..Lov..coba lihat ke arah samping sana. " Sara menyikut lengan Lovy dan mengarahkan matanya ke seberang. Lovy yang disikut lengannya mengarahkan matanya ke samping ke seberang pertokoan yang ada di Mall.


" Bukannya itu Pak Kenzou ya?. " Sara memastikan.


" Iya. " Lovy tetap berjalan, ia melihat Zeeta disamping Kenzou yang tidak pernah lepas tangannya di lengan Kenzou. Lovy melihat di belakang mereka Donny sedang memainkan handphonenya. Lovy merasakan sesuatu di hatinya melihat Kenzou yang begitu dekat dengan Zeeta. Wajar Zeeta kan pacarnya batin Lovy. Tapi ia berusaha menepis rasa tidak terima yang ada dihatinya.


Lovy dan Sara masuk ke dalam toko handphone. Mereka berdua sedang melihat-lihat pajangan handphone di etalase.


Tanpa mereka sadari ada sesosok lelaki yang melihat mereka masuk ke toko tersebut. Dengan melangkah dan melepaskan tangan Zeeta, Kenzou berjalan menuju toko yang dimasuki Lovy dan Sara. Zeeta yang heran dengan tingkah Kenzou yang tiba-tiba melepaskan tangannya menoleh ke belakang ke arah Donny. Donny yang tidak tau kejadian, melihat kemana arah langkah Kenzou hanya mengikuti saja. Begitu dilihatnya ternyata ada 2 orang gadis yang sedang berdiri di depan etalase, Donny pun paham. Iya mulai tersenyum smirk seperti mendapatkan ide cemerlang. Zeeta yang hanya mengikuti kemana arah Kenzou melangkah tidak menyadari apa yang terjadi.


" Yank.. " Suara Zeeta yang nyaring otomatis memancing pengunjung untuk menolehkan pandangan mereka. Begitu juga dengan 2 orang gadis yang lagi serius melihat-lihat pajangan handphone. Sara menyikut lengan Lovy.


" Apaan sih Ra. " Lovy mengalihkan pandangannya ke Sara.


" Cie.. cie.. ehem.. ehem. " Sara menggoda Lovy. Lovy yang digoda mulai salah tingkah. Kenzou mendekati Lovy dan Sara begitu juga dengan Donny, disusul Zeeta.

__ADS_1


" Hai Nona-nona cantik, ketemu lagi kita. " Donny mulai iseng. Kenzou menatap tajam ke Donny. Zeeta yang mencoba menarik lengan Kenzou, hanya mendapatkan penolakan.


" Selamat siang Pak Kenzou. " Lovy menyapa Kenzou berusaha bersikap normal karena bagaimanapun Kenzo adalah rekan bisnisnya. Meski hatinya tiba-tiba berdebar cepat. Kenzou yang menatap mata Lovy tersenyum tanpa menjawab hanya menganggukan kepalanya saja.


" Selamat siang Nona Lovy. Pak Kenzou aja nih yang disapa. " Donny mulai kumat.


" Siapa yang disapa siapa yang jawab. " Sara mengejek Donny.


" Kok Nona Sara yang sewot. " Donny membalas.


" Yank.." Zeeta yang berdiri di samping Kenzou memanggil Kenzou. Lovy dan Sara melihat Kenzou tidak melirik atau menjawab panggilan Zeeta. Zeeta tersenyum kepada Lovy dan Sara.


Lovy dan Sara saling memandang.


" Don.. temani Zeeta. " Kenzou memerintahkan ke Donny.


" Bukannya sama-sama aja Bos ke tokonya, atau Bos sama Zeeta aja biar saya tetap disini. Sekalian saya mau cari handphone disini Bos. " Donny protes. Kenzou menatap tajam Donny. Maksud Kenzou jangan membantah. Kalau saja sedang tidak di depan Lovy dan Sara Kenzou pasti akan menghukum Donny dengan mengancam memotong gajinya.


" Aku gak mau kalo gak sama kamu perginya, yank. " Zeeta bersikeras harus bersama Kenzou tidak mau kalau hanya di temani Donny. Zeeta merayu Kenzou untuk segera pergi dari situ. Zeeta pun sebenarnya paham dengan gelagat yang Kenzou lakukan kepada Lovy. Ia merasa sedikit kesal tetapi ia tidak bisa merajuk atau memarahi Kenzou karena Zeeta tau bahwa Kenzou tidak mencintainya dan tidak akan menggubrisnya. Perjodohan antara dirinya dan Kenzou terjadi karena Oma Kenzo berteman baik dengan Omanya. Dan Oma Kenzou tau kalo Zeeta suka dengan Kenzou.


Lovy dan Sara yang merasa tidak enak hanya bergeming tetap berdiri di tempatnya. Kenzou menatap Lovy intens, pandangannya tak lepas dari wajah cantik Lovy. Karena merasa sudah mengganggu waktu Lovy dan Sara akhirnya Kenzou mengkode Donny untuk pergi dari toko tersebut. Donny pun paham maksud Kenzou.

__ADS_1


" Nona cantik kami permisi dulu ya, saya jadi ingat Nona Lovy, untuk meeting launching Green Orchard nanti saya hubungi Nona. Kemarin sudah saya minta nomor Nona ke Ibu Inggrid." Donny mengingatkan Lovy tentang meeting yang akan mereka laksanakan.


"Baik Pak Donny.. ehhh.. mas Donny. " Lovy menjawab. Kenzou masih saja memandang Lovy dengan tatapan teduhnya. Kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan toko handphone.


Lovy dan Zara memperhatikan mereka bertiga keluar toko.


" Yank.. yank.. emang kepala peyang. " Sara mengeluarkan komentar pedasnya setelah Zeeta pergi. Lovy mengedikkan bahunya.


" Tapi ngomong-ngomong sayang juga Pak Kenzou sama pacarnya ya. Mau membelikan gelang ke pacarnya." Sara membayangkan kalau Kenzou yang membelikan perhiasan kepadanya. Lovy mengedikkan bahunya.


Dalam benak Lovy ia merasa Kenzou begitu perhatian ke Zeeta sebagai pacarnya. Yang tidak habis pikir kenapa Kenzou sudah punya pacar mau mencium dirinya. Apa Kenzou cowok yang punya banyak pacarnya. Apa Kenzou terbiasa mencium cewek-cewek. Lovy berpikir semakin liar.


" Lov, malah melamun. Jadi pilih yang mana handphonenya. Gue udah laper nih. " Sara menyuruh Lovy segera membeli handphonenya agar tidak berlama-lama di toko handphone.


Selesai membeli handphone, Lovy dan Sara bergerak menuju ke restoran yang ada di Mall. Mereka duduk di meja yang menghadap ke tengah Mall. Tanpa sengaja mata Lovy bertubrukan dengan mata Kenzou yang ternyata mau masuk ke dalam restoran tersebut. Tetapi tidak ada Zeeta hanya ada Donny yang berjalan disamping Kenzou. Entah sengaja atau karena kebetulan mereka bisa ketemu lagi. Donny yang melihat 2 gadis cantik tersebut langsung menghampiri meja mereka.


" Hai Nona-nona cantik ketemu lagi, sepertinya kita jodoh, semesta sepertinya sudah merestui. " Donny dengan gombalan tengilnya kembali berulah menggoda 2 gadis cantik tersebut. Lovy tersenyum sedangkan Sara merotasikan matanya ke atas seakan mengejek Donny.


" Boleh ikut gabung di meja Nona?. " Donny mengedipkan satu matanya ke Sara. Sara melotot.


" Silahkan. " Lovy yang menjawabnya. Kenzou dan Donny pun mengambil posisi masing-masing. Kenzou duduk di sebelah Lovy sedangkan Donny disebelah Sara. Lovy merasakan dadanya berdebar-debar Kenzou duduk begitu dekat disampingnya. Begitu juga dengan Kenzou ia merasa senang bisa bertemu dan duduk di sebelah wanita cantik yang sudah menarik perhatiannya.

__ADS_1


__ADS_2