Deviasi Hati

Deviasi Hati
Baby Twins Z (I)


__ADS_3

HPL tinggal menghitung hari, Kenzou dan Lovy hari Sabtu ini akan mengunjungi Mall, mencari tambahan pernak pernik buat baby twins.


Kenzou tidak bisa melarang istrinya yang kekeh mau cuci mata di Mall, padahal jalan aja sudah susah. Semenjak hamil ini entah kenapa hal-hal yang biasanya tidak disukai Lovy berbanding terbalik.


Lovy yang biasanya lebih betah di cafe atau di rumah, semenjak hamil suka jalan-jalan ke Mall, hanya pingin minum es krim di outletnya di Mall. Atau bermain games anak-anak di pusat permainan di Mall.


Kenzou hanya pasrah mengikuti keinginan istrinya. Kenzou tidak ingin istrinya merasa sedih dan tidak kesampaian keinginannya, kata orang itu akan berpengaruh ke bayi yang sedang dikandung ibunya.


Disinilah sekarang mereka, di pusat perbelanjaan yang selalu ramai dikunjungi pengunjung, terutama pada saat liburan atau weekend.


"Mas, itu ada trolly gandeng kembar. Lucu sekali. Ayo Mas kita ke situ." Kenzou mengikuti langkah istrinya.


"Di rumah kan sudah ada sayang, Mama Siska sudah belikan, baru juga kemarin barangnya diantar ke rumah." ucap Kenzou.


"Ya itukan dari omanya twins, dari Daddy nya kan belum, jangan pelit napa?" Lovy melepaskan genggaman tangan suaminya. Ia berjalan agak cepat menuju ke toko perlengkapan bayi.


"Sayaaang, kok malah merajuk." Kenzou mempercepat langkahnya menyamakan dengan istrinya.


"Sayang, bukan pelit, Mas kan cuma kasih tau aja." Kenzou tidak terima di bilang istrinya pelit.


"Udah.. udah.. males sama Mas. Lovy mau pilih-pilih dulu apa yang mau di beli." Lovy berjalan semakin cepat meninggalkan suaminya, tetapi tiba-tiba perutnya terasa mulas.


Lovy berhenti dari langkahnya, ia meringis menahan sakit di perutnya. Kenzou yang sudah di belakangnya melihat Lovy berhenti dari jalannya segera menghampiri Lovy.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Kenzou.


Wajah Lovy semakin meringis ia membungkukkan badannya menahan sakit. Wajahnya memucat keringat membasahi dahinya.


"Sayang, kamu mau lahiran?" tanya Kenzou gugup.


Kenzou segera memapah tubuh Lovy menuju ke parkiran ke tempat mobilnya di parkir. Sakit perut Lovy berhenti. Ia tidak merasakannya lagi.


"Mas, sepertinya Lovy mau melahirkan." ucap


Lovy.


"Kita ke rumah sakit sayang." Kenzou membuka pintu mobil, mendudukkannya di samping kursi kemudi.


Kenzou berlari berputar melewati kap mobil depan, membuka pintu mobil duduk di kursi kemudi dan segera melajukan mobilnya ke rumah sakit.


Kenzou tidak sempat menelpon siapapun. Lovy yang disampingnya segera mengambil handphonenya di dalam tas.

__ADS_1


Lovy menghubungi dokter Revania, ia mengabarkan jika perutnya terasa sakit. Sepertinya akan melahirkan.


Setelah menelpon dokter, Lovy akan menelpon mamanya mengabari, tetapi rasa sakit di perutnya datang lagi. Lovy menahan sakitnya dengan memegang erat lengan suaminya.


Kenzou yang merasakan genggaman tangan Lovy semakin erat di lengannya menoleh ke Lovy.


"Sabar sayang, sebentar lagi sampai. Sabar twins jangan bikin Mommy kesakitan ya, biar Daddy aja yang kesakitan yang merasakannya." sambil mengelus perut Lovy.


Lovy yang mendengar ucapan absurd suaminya semakin menekan lengan suaminya kuat-kuat. Matanya membola ke suaminya.


Kenzou yang melihat wajah Lovy yang tampak garang, tersenyum kikuk.


"Biar sayang tak sakit, makanya Mas yang gantikan." Lovy semakin melotot, suaminya ini memang bisa aja bercanda saat dirinya kesakitan batin Lovy.


Kenzou membiarkan tangan Lovy yang mencengkeram lengannya kuat.


Rasa sakit di perut Lovy hilang timbul, ia bisa menelpon keluarganya dan juga sahabatnya. Ia merasa baby twins sudah pingin keluar dari perut Mommynya.


Mobil memasuki halaman rumah sakit. Kenzou segera memarkirkan mobilnya. Di depan pintu masuk sudah ada petugas dengan brangkarnya menyambut kedatangan Kenzou dan Lovy karena tadi sudah menelpon dokter Revania yang memeriksa kehamilan Lovy.


Lovy yang masih bisa berjalan meski kadang-kadang muncul rasa sakit di perutnya, berjalan disamping suaminya.


Kenzou membantu Lovy naik ke brangkar. Lovy di bawa petugas masuk ke ruangan bersalin. Diruangan sudah menunggu dokter Revania dan 2 orang perawat. Dokter memeriksa detak jantung bayi, memeriksa sudah pembukaan berapa, memeriksa kondisi ibunya juga.


"Apa sudah merasakan kontraksi yang beberapa menit sekali Bu Lovy?" tanya dokter.


"Iya Bu dokter, ini sakitnya hilang timbul setiap beberapa menit." jawab Lovy.


"Oke kita tunggu sampai pembukaan sempurna ya, ini baru pembukaan 3 masih harus menunggu sampai pembukaan lengkap." terang dokter.


Lovy hanya mengangguk. Dokter meninggalkan Lovy. Kenzou yang tadi diluar masuk ke ruangan Lovy.


"Gimana sayang? Masih sakit?" tanya Kenzou.


"Masih Mas." Lovy kembali menggenggam lengan Kenzou kuat.


Sampai berapa jam Lovy belum juga melahirkan, Lovy merasakan perutnya lapar. Ia meminta di belikan makanan kesukaanya pecel lele.


Kenzou segera menelpon Donny, minta Donny membelikan pecel lele di tempat langganan Lovy.


Dokter sudah mengecek lagi sudah pembukaan berapa. Sepertinya baby twins masih mencari jalan untuk keluar, kontraksi di perut Lovy masih timbul tenggelam.

__ADS_1


Donny datang dengan membawa pesanannya. Lovy makan disuapin oleh Kenzou. Lovy seperti kelaparan makan dan minumnya semua habis dilahapnya.


"Hebat istri Mas makannya." ucap Kenzou.


Setelah beberapa jam berlalu Lovy merasakan kontraksi hebat, perutnya mulas, ia merasakan ingin pup, tetapi kemudian rasa itu hilang, nyeri di punggungnya jangan di tanyakan lagi. Lovy menarik napas dan menghembuskannya.


Kenzou segera memanggil dokter. Dokter datang dan memeriksa Lovy, pembukaan sudah sempurna, dokter menyiapkan semua alat-alatnya.


Kenzou terus menggenggam telapak tangan Lovy, wajah Lovy memucat, keringat banjir keluar dari dahinya. Lovy meringis menahan sakit sekali-sekali tangannya mencengkeram kuat telapak tangan Kenzou.


"Oke ibu Lovy, tarik napas kemudian hembuskan, kalau saya perintahkan ibu mengejan, lakukan perintah saya ya bu." ucap dokter.


Lovy mengangguk dengan ucapan dokter, rasa sakit semakin menjadi, Lovy berjuang melahirkan baby twins dengan Kenzou yang menyaksikan langsung.


"Ayo sayang, kamu bisa, iya terus sayang kamu pasti bisa." Kenzou terus memberikan semangat. Memberikan kekuatan untuk istri tercintanya.


"Iya bu, sedikit lagi bu, ini sudah nampak kepala bayinya bu. Ayo terus bu. Ini bayinya pasti pinter, mau segera keluar." dokter memberikan semangat ke Lovy.


Lovy mengejan..


Oeekkk.. oekkk..


Terdengar suara nyaring tangisan bayi. Kenzou menitikkan air matanya, begitu juga Lovy.


"Alhamdulillah, bayi pertamanya laki-laki." ucap dokter, dokter menyerahkan bayi pertama ke perawat untuk dibersihkan.


Lovy merasakan perutnya mulas lagi. Ia meringis kesakitan. Dokter langsung mengarahkan Lovy agar kembali mengejan.


"Ayo Bu, terus.. ini kepala bayinya sudah nampak, dorong sekali lagi ya Bu." ucap dokter.


"Kamu bisa sayang, ayo baby mau keluar, dorong sayang." Kenzou membisikkan ke telinga Lovy.


"Daddy love Mommy so much." bisik Kenzou.


Tiba-tiba terdengar tangisan kencang bayi..


Oek.. oeekkk..


"Alhamdulillah, bayinya perempuan. Selamat Ibu Lovy dan Pak Kenzou, bayi anda sepasang."


"Alhamdulillah" ucap Kenzou dan Lovy.

__ADS_1


Lovy segera di tangani oleh dokter dan Kenzou mengikuti perawat untuk mengazankan bayinya.


__ADS_2