
Kondisi Oma sudah lebih baik, Kenzou merasa lega. Besok siang Kenzou dan Oma akan bertemu dengan Zeeta menyelesaikan masalah perjodohan ini dengan Oma. Semoga besok semua berjalan lancar batin Kenzou.
Untuk Kenzou sendiri, ia sudah memutuskan pertunangannya dengan Zeeta, asalkan Zeeta tidak bertingkah dan membuat kesalahan lagi Kenzou akan melepaskannya tanpa melaporkannya ke polisi.
Setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya dan Oma, Kenzou mengendarai mobilnya menuju ke cafe Lovy untuk menjemputnya pulang. Sambil mendengarkan musik favoritnya Kenzou membayangkan wajah istrinya, ia rindu.
25 menit di perjalanan Kenzou sampai di cafe Lovy. Kenzou mengayunkan langkahnya memasuki cafe.
Suasana cafe malam ini lumayan rame, di panggung di lihatnya band sedang tampil. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 9 lebih 15 menit
Kenzou melihat Sara di meja kasir, Kenzou mendatangi meja Sara. Sara disikut oleh Nena kalau ada Pak Kenzou datang.
"Selamat malam Pak." ucap Sara dan Nena.
"Hmm" jawab Kenzou. Sara dan Nena saling lirik-lirikan. Sara merasa segan dengan Kenzou, meskipun ia sahabat dekat Lovy.
" Lovy ada?" tanya Kenzou ke Sara.
"Bentar dipanggilkan Pak, silahkan duduk dulu, Saya panggilkan." ucap Sara.
Kenzou mengangguk melangkah ke meja.
Beberapa menit kemudian Lovy datang ke meja Kenzou.
"Mas" panggil Lovy.
Kenzou tersenyum. "Sayang" Kenzou meraih tangan Lovy, seakan lupa dimana mereka berada.
"Mas, rame yang liat." Lovy segera duduk di depan Kenzou.
"Mas mau minum dulu? Atau langsung pulang?." tanya Lovy.
"Minum sebentar ya." Kenzou kangen dengan suasana cafe, ia merasa sudah lama tidak duduk di cafe Lovy.
"Bentar Mas, Lovy pesankan minum mas." Lovy melangkah ke Dinda pelayan cafe memesan minuman buat Kenzou dan dirinya.
Lovy kembali ke meja Kenzou.
"Apa kabar Oma mas?" tanya Lovy membuka pembicaraan.
"Baik" jawab Kenzou. Ia meraih telapak tangan Lovy dan menggenggamnya.
"Alhamdulillah" jawab Lovy.
Dinda datang membawa pesanan Kenzou dan Lovy.
Mereka ngobrol sambil meminum pesanannya. Waktu semakin malam, Kenzou mengajak Lovy untuk pulang.
Kenzou dan Lovy sampai di apartemen Kenzou. Kenzou memeluk pinggang Lovy membawanya masuk ke apartemennya.
Kenzou dan Lovy masuk ke kamar, karena Kenzou belum mandi, ia membersihkan dirinya ke kamar mandi, sedangkan Lovy sudah mandi di kamarnya di cafe.
Kenzou keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan tubuh yang masih ada airnya, sisa-sisa ia mandi, rambutnya basah dikibas-kibaskannya memakai handuk kecil ditangannya.
Lovy mendadak mematung, terpesona dengan wajah dan tubuh suaminya.
__ADS_1
"Ditutup mulutnya sayang, itu ada ilernya. Mas tau Mas tampan." Kenzou mendekat dan menggoda Lovy, di peluknya tubuh istrinya.
Lovy mencubit perut Kenzou yang seperti roti sobek, liat berkotak-kotak.
"Mas, kangen." Kenzou menduselkan kepalanya di leher Lovy.
"Geli mas." Lovy mencoba mengelakkan lehernya dari kepala Kenzou, bulu di lehernya meremang.
Kenzou semakin memeluk kuat. Ia mencium leher Lovy, membuat stempel di leher Lovy, Lovy tidak menyadarinya.
"Mas gak capek?" tanya Lovy.
Kenzou menggelengkan kepalanya.
Ia melepaskan handuk dari tubuhnya. Lovy menjerit.
"Maaass Kenzou!" Kenzou langsung mengangkat tubuh Lovy membaringkannya di atas ranjang.
Kenzou yang masih merasa sebagai pengantin baru, tidak pernah bosan membuat istrinya lelah di malam hari. Baginya tubuh istrinya adalah candu. Memabukkan dirinya.
Lovy terengah-engah, Kenzou tersenyum lebar, senyum yang langka, hanya untuk istrinya senyum langkanya tersebut.
Mereka menikmati malam mereka dengan perasaan membuncah. Selesai melepaskan hasrat nikmat dunia. Kenzou membaringkan dirinya di samping istrinya.
Kenzou memeluk tubuh Lovy, Lovy merebahkan kepalanya di dada Kenzou. Di dengarnya degup jantung Kenzou berirama kencang. Sama seperti degup jantungnya.
"Sayang," Kenzou memanggil Lovy sambil memilin-milin rambut panjang Lovy.
"Besok Mas sama Oma mau menemui Zeeta. Sayang ikut ya." ucap Kenzou.
"Hemm." Kenzou menjawab sambil memejamkan matanya.
"Nanti kalo Oma kambuh liat Lovy gimana?" tanya Lovy lagi.
"Ssstttt..jangan ngomong gitu, semua akan baik-baik saja besok." jawab Kenzou meyakinkan Lovy.
"Mas yakin?." tanya Lovy lagi.
"Hemm." jawab Kenzou, ia sudah mengantuk.
Lovy mendongakkan kepalanya melihat ke atas kepalanya, dilihatnya Kenzou sudah tertidur pulas, napasnya terdengar teratur. Lovy pun ikut memejamkan matanya.
Pagi hari, Lovy terbangun terlebih dulu daripada Kenzou, setelah membersihkan dirinya, ia sudah berada di dapur membuat sarapan. Roti bakar dan omelet dan susu.
Kenzou yang sudah terbangun melihat sebelahnya kosong, tidak melihat keberadaan istrinya segera bangkit dari ranjang. Masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Setelah berpakaian yang sudah disiapkan oleh Lovy, Kenzou menuju ke dapur di mana istrinya berada.
Kenzou yang sudah bucin dengan istrinya memeluk tubuh Lovy dari belakang, menghidu aroma harum tubuh Lovy. Lovy membiarkan suaminya melakukan ciuman di lehernya.
"Udah Mas, Lovy belum selesai ini." Lovy melepaskan tangan Kenzou di pinggangnya.
"Sebentar aja sayang." Kenzou memejamkan matanya sejenak kemudian membuka matanya kembali dan melepaskan pelukannya di pinggang Lovy.
Kenzou duduk di meja makan menunggu Lovy selesai menyiapkan sarapan.
__ADS_1
Kenzou dan Lovy menikmati sarapan pagi dengan hening. Setelah sarapan mereka akan berangkat kerja, Kenzou ke kantornya dan Lovy ke cafe.
***
Tiba di lobby kantor Kenzou berpas-pasan dengan Donny yang sudah lama tidak pernah muncul lagi di apartemennya.
" Pagi Bos." Donny menyapa Kenzou.
Kenzou hanya melirik sekilas. Mereka berdua menuju ke lift. Naik ke lantai 9 tempat ruangan Kenzou dan Donny berada.
"Gimana dengan kerjasama proyek dengan Mr. Han, Don?" tanya Kenzou.
"Aman Bos." Donny menjawab.
"Mr. Han mengundang acara ulang tahun pernikahan emasnya bos." beritahu Donny ke Kenzou.
"Atur aja Don, kapan?" tanya Kenzou.
"Sabtu ini Bos." jawab Donny.
"Hemm." Kenzou melangkah ke ruangan kantornya. Donny mengikuti di belakangnya.
"Bos, udah lama gak main ke cafe, makan siang di cafe bos siang ini?." Donny yang tidak tau Kenzou baru tadi malam ke cafe mengajak Kenzou main ke cafe.
"Gue mo ketemu Zeeta siang ini, Don. Oma ada di rumah Daddy." ucap Kenzou.
"Apa Nona Lovy ikut Bos?" tanya Donny.
"Hemm" Kenzou membuka laptopnya.
"Oke Bos, kalo tidak ada lagi yang mau disampaikan, gue kembali ke ruangan." Donny beranjak dari kursinya.
"Hmm"
Kenzou melanjutkan pekerjaannya.
Handphone Kenzou berdering. Ia melihat nomor Mamanya menelpon.
"Assalamu'alaikum, Ma." salam Kenzou.
"Waalaikumsalam, sayang." jawab Mama di seberang.
"Nanti jangan lupa ajak Lovy sayang, Papa Mama juga ikut nanti." ucap Mama.
"Baik Ma." ucap Kenzou.
Menjelang jam makan siang Kenzou melajukan mobilnya menuju ke cafe Lovy menjemput Lovy untuk bersama pergi bertemu Oma dan Zeeta di restoran X.
Sampai di cafe, Lovy sudah menunggu, Lovy berjalan mendekati mobil Kenzou dan masuk ke dalamnya.
"Sudah siap sayang?." tanya Kenzou sambil memasang seatbelt Lovy.
Lovy tersenyum "Siap Mas, kan ada Mas." ucap Lovy.
Kenzou mengacak rambut Lovy gemes.
__ADS_1