Deviasi Hati

Deviasi Hati
Launching Green Orchard I


__ADS_3

Sabtu pagi yang cerah, jarum jam menunjukkan 6.30 pagi. Kenzou yang sudah terbangun dari subuh, sudah mempersiapkan semua kebutuhan untuk pakaiannya yang akan dipakai hari ini, acara launching perumahan elite Green Orchard, perumahan impiannya dengan konsep yang hijau alami dan nyaman dalam komplek perumahan.


Kenzou masuk ke kamar mandi, melepaskan kaos yang dikenakannya, berdiri di depan cermin wastafel mengambil krem pencukur janggut dan kumis. Mencukur bulu-bulu tipis yang tumbuh di kumis, rahang dan janggutnya. Ia ingin tampil rapi di karenakan ini hari yang sangat spesial. Menurutnya hari ini spesial karena ia akan bertemu dengan suasana yang berbeda di depan para mitra bisnisnya dan juga keluarganya terutama di depan gadisnya. Ya..Kenzou mengundang orangtuanya sebagai pemegang saham mayoritas untuk hadir di acara hari ini.


Kenzou yang wajahnya dominan mewarisi wajah Daddynya memang begitu tampan. Ia menyadarinya tetapi Kenzou bukan seorang lelaki yang mudah tertarik terhadap lawan jenis. Ia seorang yang kaku dan sulit mengungkapkan perasaannya.


Kenzou selesai dengan aktifitasnya di kamar mandi, tubuhnya tampak lebih segar, ia hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Otot-otot tubuhnya yang liat tampak terbentuk sempurna. Kenzou rajin berolahraga raga.


Setelah selesai memakai seragamnya, setelan jas berwarna silver, Kenzou keluar dari kamarnya menuju dapur. Hari ini ia belum melihat sosok Donny. Dikarenakan hari masih pagi. Kenzou membuat sarapannya sendiri.


Tuuutt.. tuuut..


Handphone Kenzou berdering. Diambilnya handphone di atas meja, dilihatnya siapa yang menghubunginya. Tertera nama Zeeta disitu. Ia mengabaikannya.


Pintu apartemen terbuka Donny datang dengan setelan jas biru laut. Donny juga tampak tampan. Tidak terlihat wajah tengilnya. Ia berjalan ke tempat Kenzou di dapur.


" Tumben lo, udah ready. Biasanya juga gue yang buat sarapan, mana sarapan gue? . " tanya Donny.


Kenzou tidak merespon, ia asyik sendiri dengan sarapannya.


Donny bergerak ke pantry membuat kopi, membakar roti dan mengolesinya, setelah selesai Donny duduk di samping Kenzou.


Selesai sarapan Kenzou dan Donny mulai bergerak menuju lokasi launching Green Orchard.


Mereka tiba di lokasi sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Suasana sudah mulai ramai. Mata Kenzou bergerak ke kanan dan ke kiri mencari-cari sosok gadisnya. Tapi tidak ketemu.


Donny sibuk menemui para tamu yang sudah mulai berdatangan. Acara akan di mulai pukul 10 pagi.


Terlihat Daddy Matthew dan Mama Siska baru saja datang. Kenzou mendekat ke arah orang tuanya.


" Assalamu'alaikum Dad, Ma. " Kenzou mencium punggung tangan Daddy dan Mamanya.


"Waalaikumsalam." jawab Daddy Matthew dan Mama Siska.

__ADS_1


Daddy dan Mama duduk di meja yang sudah disediakan. Acara akan segera di mulai. Meja-meja tamu sudah hampir penuh tapi Kenzou belum juga melihat sosok gadisnya. Ia duduk satu meja dengan Daddy dan Mama nya. Ia tampak gelisah.


" Kamu kenapa sayang? Seperti mencari-cari seseorang. Apa kamu mencari Zeeta?. " Mama Siska bertanya.


" Nggak Ma. " jawab Kenzou.


Daddy yang tadi ikut duduk sudah beranjak dari tempatnya melangkah menemui teman-teman lamanya.


Daddy yang sebelumnya sebagai CEO di Alex Property sekarang posisinya sebagai Komisaris Utama, sebagai pemegang saham mayoritas.


Zeeta yang baru datang tanpa kedua orangtuanya menghampiri meja Kenzou.


" Yank.. " Zeeta yang baru datang langsung duduk di samping Kenzou setelah memberi salam ke Mama Siska.


Kenzou menepis halus tangan Zeeta yang akan menyentuh lengannya.


MC di depan panggung mulai membuka acara. Tamu-tamu dipersilahkan duduk.


Kenzou tampil ke atas panggung memberikan kata sambutan.


Suasana tampak hening, semua mata mengikuti arah pandang Kenzou, semua melihat ke arah seorang gadis yang baru masuk yang tidak menyadarinya sama sekali menjadi pusat perhatian.


Sara menyikut lengan Lovy. Memberi kode. Lovy mengangkat kepalanya. Wajahnya memerah sudah seperti udang rebus. Lovy jadi salah tingkah.


" Ehemm.." Kenzou berdehem baru sadar setelah melihat wajah Lovy yang memerah.


" Baik, saya lanjutkan.. demikian sekali lagi saya ucapkan terimakasih. " Kenzou turun dari panggung dan kembali ke mejanya.


Donny yang berada di samping kursi Kenzou, segera mengambilkan minuman buat Kenzou.


Mama Siska dan Daddy Matthew yang melihat kejadian tadi masih bertanya-tanya dalam hati.


" Kamu kenapa, sayang?." tanya Mama Siska.

__ADS_1


Zeeta yang tadi awalnya duduk di meja Kenzou sedang permisi entah kemana.


" Gak ada apa-apa Ma. " jawab Kenzou.


" Siapa gadis cantik itu? yang membuat anak Mama hilang fokus?." Mama bertanya lagi.


Kenzou tidak menjawab. Mama Siska melirik ke Donny minta jawaban. Mama Siska tau pasti Donny tau sesuatu. Mereka sudah seperti amplop dan perangko yang tak terpisahkan.


Donny yang di lirik Mama Siska, hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Ennggg.. tanya sama Kenzou aja tante. " Donny menjawab pertanyaan Mama Siska.


" Kalian berdua memang sama saja." Mama mulai lagi merajuk. Daddy mengelus lembut tangan Mama Siska menenangkan.


"Baiklah untuk acara selanjutnya akan dilakukan pemotongan pita oleh Tuan Kenzou didampingi oleh Tuan Matthew dan Istrinya. Tempat dan waktu di persilahkan. " terdengar suara MC di atas panggung.


Kenzou yang akan memotong pita segera bergerak, ia melangkah lebar meninggalkan Daddy, Mama dan Donny. Ketiga orang itu heran dengan tingkah Kenzou.


Ternyata Kenzou mendekati meja yang ditempati Lovy dan Sara. Lovy dan Sara kaget.


" Pak Kenzou. " Lovy dan Sara berdiri mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Kenzou segera menerima jabatan tangan Lovy tidak di lepasnya di genggamnya dan di bawa menuju tempat pemotongan pita.


Para juru foto mengambil momen yang bagi mereka sangat langka.


Lovy masih seperti di awang-awang seakan-akan jalannya melayang. Ia masih belum menyadari dengan apa yang terjadi.


Setelah mereka berdua berada di depan tali pita yang akan di potong, Kenzou memposisikan Lovy di samping kirinya. Disebelah kanan Daddy Matthew di sebelah Lovy Mama Siska.


Pemotongan pita selesai semua tamu undangan bertepuk tangan riuh. Kenzou tetap menggandeng tangan Lovy berjalan kembali ke mejanya.


Tampak Donny sudah berdiri di samping Sara. Mereka berdua paham yang terjadi antara Kenzou dan Lovy. Mereka merasa senang jika Kenzou dan Lovy menjadi pasangan. Tetapi tidak dengan seorang gadis yang sedari tadi juga memperhatikan. Ya.. Zeeta merasa kecewa, hatinya merasa diremas-remas.


Banyak pertanyaan di benak para tamu siapa gadis cantik yang mendampingi Kenzou. Siapa gadis cantik yang bisa menarik perhatian pewaris tunggal Alex Property yang dikenal dingin dan irit bicara.

__ADS_1


Dari sudut ruangan, tampak berdiri seorang pria yang terus memperhatikan kejadian yang baru saja terjadi. Ia menarik napasnya. Merasa kalah sebelum bertanding.


Tapi namanya jodoh siapa yang tau.


__ADS_2