Deviasi Hati

Deviasi Hati
Lovy vs Zeeta


__ADS_3

Lovy yang pagi ini berada di kamarnya di lantai tiga ruko baru saja terbangun dari tidurnya. Hari masih pagi. Setelah tadi malam tidur menjelang dini hari. Matanya masih terpejam. Ia meraih handphonenya yang baru saja terdengar notifikasi pesan masuk.


Pemberitahuan pesan masuk dari nomor yang tidak dikenalnya. Lovy membukanya. Ia mengernyitkan dahinya.


Temui saya di Mall X di restoran Y jam 11 siang. Saya memakai baju berwarna merah. Penting.


Lovy tidak mengenal nomor yang mengirim pesan tersebut. Lovy mencoba menelpon nomor tersebut tetapi tidak aktif.


Lovy berpikir siapa kira-kira orang yang mengajak nya bertemu. Ia meneruskan tidurnya, matanya masih mengantuk.


Dering handphone berbunyi, Lovy kembali membuka matanya melihat siapa yang menelpon.


" Beeeb.. " terdengar suara nyaring Sara di seberang.


Lovy menjauhkan handphonenya dari telinga.


" Gue belum budeg tau. " Lovy protes.


" Udah bangun belum? Tadi malam gimana?." Sara kepo.


" Ya ampun Ra, pagi-pagi ngebel cuma nanya itu doank. Gak mutu tau. " Lovy pura-pura kesal.


" Ya kan gue penasaran. " Sara masih dengan ke-kepoannya.


" Gue pagi ini ada janji. " ucap Lovy.


" Ciee.. yang janjian. Boleh ikut gak?." Sara sengaja menggoda Lovy.


" Ayo, boleh kok. " ujar Lovy.


" Beneran?." tanya Sara lagi.


" Iya beneran. Jam 11 janjiannya. " ucap Lovy.


" Ahh.. nanti gue jadi obat nyamuk. " ucap Sara.


" Gak lah. Gue tunggu lo di cafe. Dah gue lanjut tidur lagi. " Lovy menutup handphonenya.


Sara yang masih mau bicara, jadi kesal karena Lovy mematikan handphone secara sepihak.


Pukul setengah sebelas Lovy dan Sara menuju ke Mall yang tertulis di pesan masuk.


" Lov, gue nanti keliling aja cuci mata, gue gak mau ganggu kencan elo. " ucap Sara yang sok tau.


" Gak mau temani gue?. " tanya Lovy.


" Ya nggak lah, ngapain juga gue jadi obat nyamuk. " Sara sambil melihat-lihat mengamati pengunjung Mall.


" Lov, coba lihat itu bukannya Dave ya? Sama siapa dia? Anak siapa yang di gandengnya? . " Sara mengarahkan matanya ke arah seorang lelaki yang sedang menggandeng gadis kecil.

__ADS_1


" Mana?. " tanya Lovy mengikuti arah mata Sara.


" Iya, anak siapa yang di gandengnya?. " Lovy balik bertanya ke Sara. Sara mengedikkan bahunya.


Lovy dan Sara sudah sampai di lantai 3 Mall yang mereka kunjungi, tempat dimana restoran yang dimaksud di pesan Lovy.


Lovy mencari seseorang dengan pakaian berwarna merah. Lovy dan Sara mendekati meja seorang wanita yang membelakangi mereka.


Sara heran mengapa Lovy menuju ke meja yang diduduki seorang wanita bukannya akan kencan dengan Kenzou. Sara bertanya-tanua di dalam hatinya.


" Selamat siang Nona. " Lovy menyapa wanita yang membelakangi mereka.


Wanita tersebut membalikkan tubuhnya. Lovy dan Sara membelalakan matanya, mereka kaget.


Ternyata wanita tersebut orang yang mereka kenal. Ya, wanita tersebut ternyata tunangan Kenzou, Zeeta.


Zeeta tersenyum, ia mempersilahkan Lovy dan Sara untuk duduk, tetapi matanya menatap ke Sara seakan-akan memberi kode bahwa ia hanya ingin bertemu dengan Lovy.


Sara yang menyadari tatapan mata Zeeta akhirnya undur diri tidak ikut duduk tetapi ia akan berkeliling di Mall.


Suasana hening. Lovy dan Zeeta sama-sama terdiam. Tanpa bersuara Zeeta menyodorkan amplop di depan Lovy. Lovy mengernyit.


" Ini apa Nona?. " tanya Lovy.


" Buka saja. " jawab Zeeta.


Lovy menerima amplop tersebut dan membukanya hatinya berdebar menduga-duga dengan isi dalam amplop tersebut.


Deg


Jantung Lovy berdebar kencang.


" Ini maksudnya apa?. " tanya Lovy masih belum paham.


" Menurut Anda?. " Zeeta balik bertanya.


" Saya tidak paham sama sekali." Lovy duduk tegak dengan tangan bersedekap di dada.


Lovy sebenarnya paham kemana arah dari pembicaraan ini tetapi ia pura-pura bodoh.


" Saya hamil. " ucap Zeeta.


" Lalu?. " tanya Lovy matanya masih menatap tajam ke Zeeta.


Zeeta mengepalkan tangannya, ia salah menduga dipikirnya dengan dirinya mengatakan hamil, Lovy akan merasa sedih. Tetapi dari sorot mata dan bahasa tubuh Lovy ternyata kebalikan dengan yang dipikirkan Zeeta.


"Anda sudah tau saya tunangan Kenzou, bukan? " tanya Zeeta mencoba mengintimidasi Lovy.


Lovy hanya mengangguk tetapi sorot matanya tidak berubah, tetap tajam.

__ADS_1


" Saya harap anda sebagai wanita, memahami perasaan saya. " Zeeta mencoba bernego dengan Lovy.


Lovy mengerutkan alisnya.


" Anda salah paham. " ujar Lovy.


" Saya tekankan disini saya tidak ada hubungan apa-apa dengan tunangan Anda, Nona." Lovy menyerang balik Zeeta.


Zeeta menundukkan kepalanya. Mengepalkan tangannya kuat.


" Apapun urusan Anda dengan tunangan Anda tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Saya harap Anda paham." Lovy bergerak untuk beranjak dari kursinya.


" Sebaiknya Anda temui tunangan Anda dan meminta pertanggungjawaban darinya. Bukan malah menemui saya. Anda salah sasaran Nona Zeeta. Permisi. " Lovy pergi dengan wajah yang kesal.


Ia bukannya wanita yang mudah diintimidasi. Zeeta salah jika ia akan merasa iba kepada dirinya. Bagi Lovy orang yang sudah dewasa tau konsekuensinya dengan apa yang sudah di lakukannya.


Lovy keluar dari restoran meninggalkan Zeeta sendirian dengan tangannya yang masih dikepalnya kuat. Ia harus segera menyelesaikan masalahnya sebelum Oma Kenzou datang dalam minggu ini.


Lovy mengambil handphonenya di dalam tas, ia menelpon Sara. Bertanya dimana dirinya berada.


Sara yang ternyata sedang duduk satu meja dengan Dave dan seorang gadis kecil menerima telpon Lovy dan memberitahu Lovy dimana posisinya.


Lovy melangkah dengan anggun, dengan tubuhnya yang 170 centimeter dengan tubuh proporsional dengan kaki dan leher yang jenjang membuat yang melihatnya akan terpesona.


Lovy melihat Sara dan Dave duduk di sudut salah satu cafe di Mall tersebut. Lovy mendekati meja Sara dan Dave.


Dave memandang Lovy dengan wajah kagumnya. Gadis yang disukainya sekarang duduk satu meja bersamanya. Ia tidak menyangka akan bertemu Lovy dan Sara di Mall ini.


" Hai Dave, apa kabar?. " Lovy yang beberapa hari ini tidak melihat di Dave di cafe menanyakan kabar Dave.


Sara sedang bercengkrama dengan gadis kecil yang duduk di samping Dave.


" Gue baik, Lov. " jawab Dave.


" Ini anak siapa Dave? Cantik. " tanya Lovy.


Dave terdiam sesaat. Sebenarnya ia belum mau menceritakan tentang anak kecil yang duduk disebelahnya ini kepada orang lain. Cukup keluarganya saja yang mengetahui tentang gadis kecil ini.


" Ini anak gue, Lov. " jawab Dave.


Lovy yang mendengar membolakan matanya. Sedangkan Sara yang sudah lebih dulu tau dari Dave hanya diam saja.


" Beneran Dave?. " tanya Lovy lagi tidak percaya.


Dave menganggukkan kepalanya.


" Kalo Dave bilang gadis cantik ini anaknya berarti Dave gak bo'ong, Lov. " ujar Sara.


Lovy masih menatap Dave, ia masih belum percaya jika Dave sudah mempunyai anak yang kira-kira berumur 4 tahun.

__ADS_1


" Ceritanya panjang. " ujar Dave.


Lovy dan Sara menganggukkan kepala. Mereka tidak akan bertanya jika itu sebagai privacy Dave.


__ADS_2