
Minggu pagi suasana di rumah Daddy Matthew terasa sedikit sibuk. Oma yang selalu harus tampak sempurna sudah mempersiapkan dirinya. Ia sudah memanggil seorang fashion style dan perias ke rumah untuk mendadani dirinya.
Hari ini ulang tahun Oma akan diadakan di hotel berbintang, merupakan salah satu hotel yang masih dibawah Alex Property. Kenzou yang menyerahkan urusan persiapan untuk ulang tahun Oma ke Donny dan Inggrid sedang menghubungi Donny memastikan semua sudah beres atau masih ada kendala.
Perayaan ulang tahun Oma lebih spesial di tahun ini karena Oma ingin menunjukkan ke para undangan siapa calon cucu menantunya.
Oma tampak sangat senang, wajahnya berseri-seri usianya yang bertambah satu tahun hari ini merupakan karunia bagi Oma karena masih diberikan kesehatan dan masih bisa melihat cucunya yang sebentar lagi akan menikah. Itu menurut Oma.
" Siska, apa Kenzou sudah menghubungi Zeeta?. " tanya Oma ke Mama Siska.
" Kita tunggu Kenzou ya Oma. " jawab Mama Siska.
" Kemana cucuku itu dari tadi belum kelihatan?. " Oma menanyakan ke Mama Siska.
" Sebentar lagi Kenzou turun Oma. " Mama Siska yang selalu berkata lembut menjawab semua pertanyaan Oma.
Kenzou turun dari lantai dua, ia sudah tampak rapi dan harum sepertinya akan keluar. Mama yang melihat Kenzou sudah rapi dan harum bertanya ke Kenzou.
" Mau kemana sayang?." tanya Mama Siska.
" Mau keluar bentar Ma. " jawab Kenzou.
" Jangan lupa nanti malam jemput Zeeta, Zou. " ucap Oma.
Kenzou hanya diam. Kalau sudah disebut nama Zeeta, Kenzou merasa enggan. Entah mengapa semenjak melihat Zeeta berciuman dengan seorang lelaki Kenzou merasa semakin tidak respek ke Zeeta.
" Bagaimanapun Zeeta tunangan kamu Zou, jangan terus kamu abaikan. Oma akan merasa bersalah ke Oma Zeeta kalau kamu menyakiti Zeeta, Zou. " ucap Oma dengan wajah sendu.
Mama Siska melirik ke Kenzou. Meminta Kenzou meminta maaf ke Omanya. Kenzou yang dilirik paham segera mendekati Oma dan merengkuh bahunya.
" Oma tenang aja. Jangan bersedih." Kenzou membujuk Oma agar tidak sedih.
"Kenzou pergi dulu Oma. " Kenzou berpamitan ke Oma dan Mama Siska.
__ADS_1
Donny ternyata sudah menunggunya di dalam mobil.
" Ke cafe Lovy. " ucap Kenzou.
" Siap. " Donny menghidupkan mobil.
Selama di perjalanan, sambil mendengar kan musik kenzou memainkan handphonenya.
" Zou, apa kamu tidak ingat waktu malam yang kamu ketiduran itu? . " tanya Donny.
Kenzou mengangkat kepalanya menatap ke Donny.
" Kenapa?. " tanya Kenzou balik.
" Waktu itu gue liat Zeeta keluar dari kamar lo. " Donny memberitahukan ke Kenzou.
Kenzou mengernyitkan keningnya mencoba mengingatnya. Ia ingat malam itu ia langsung mengantuk setelah meminum jus. Ia tidak mengingat lagi apa yang terjadi.
" Gue waktu malam itu langsung pulang juga ke apartemen setelah tau kalo lo sudah tidur. Soalnya gue ketemu hanya ada om dan tante masih di ruang keluarga. " Donny menjelaskan.
Setelah beberapa menit akhir Kenzou dan Donny sudah berada di cafe Lovy.
Kenzou melihat Sara berada di meja kasir. Kenzou dan Donny menuju ke meja Sara. Sara yang sedang serius menjelaskan ke Nena tidak menyadari kedatangan Kenzou dan Donny.
" Hallo, cantik. " Donny mulai dengan keusilannya.
Sara mengangkat kepala, melihat siapa yang menyapanya. Sara merotasikan kedua matanya. Donny terkekeh.
" Cantik, ini Pak Kenzou mau ketemu Lovy. " Donny yang berbicara.
Sara tersenyum ke Kenzou, kemudian Sara masuk ke pintu dapur. Dipanggilnya Lovy yang sedang mengecek semua persiapan buat dessert nanti malam di acara ulang tahun Oma Kenzou.
Lovy keluar dari ruang dapur bersama Sara. Lovy tersenyum manis ke Kenzou dan Donny.
__ADS_1
Kemudian mereka menuju ke meja. Lovy yang melihat Kenzou berpakaian casual merasa semakin terpesona. Kenzou memang selalu bisa membuat hatinya berdebar-debar.
" Mas Kenzou dan mas Donny mau pesan apa?. " tanya Lovy.
" Seperti biasa saja. " jawab Kenzou.
Lovy mengangguk kemudian memanggil Dinda untuk menyampaikan ke staf dapur pesanan Kenzou dan Donny.
" Untuk acara malam nanti apa sudah selesai semua persiapannya?. " tanya Kenzou.
" Sudah Mas. " jawab Lovy.
Mereka berempat membahas tentang apa-apa saja yang harus dilakukan nanti malam di acara ulang tahun Oma.
Tanpa terasa malam ini semua sudah berada di hotel tempat acara ulang tahun Oma diadakan. Oma tampak cantik begitu juga dengan Mama Siska.
Daddy Matthew dan Kenzou juga tampak lebih tampan dengan stylenya. Acara ulang tahun ini tidak diadakan dengan mewah, Oma tidak mau terkesan berlebihan karena di usianya yang sekarang Oma hanya ingin dekat dengan keluarga nya mensyukuri segala hal yang terjadi di usianya yang bertambah hari ini.
Tampak Zeeta dan orangtuanya juga sudah ada di lokasi. Sedangkan Oma Zeeta sudah lebih dulu dipanggil Tuhan. Oma dan Oma Zeeta memang bersahabat lama. Oma merasa berhutang budi dengan sahabatnya itu. Makanya mereka pernah berjanji akan menjodohkan cucunya jika cucu mereka lelaki dan wanita.
Oma berada di tengah panggung yang menjadi pusat acaranya. Oma akan meniup dan memotong kue. Tak lupa disebelahnya berdiri cucu kesayangannya Kenzou, dan Zeeta calon cucu menantunya.
Oma tersenyum sumringah, hatinya sangat senang, bisa bersama orang-orang yang di sayanginya.
Di meja VVIP tampak Lovy, Sara dan Donny duduk satu meja. Donny memang diperintah oleh Kenzou untuk menemani Lovy dan Sara jika ia berada di depan panggung.
Lovy memperhatikan interaksi yang terjadi di depan panggung, ia melihat Zeeta yang mencoba selalu bersikap mesra dan meminta perhatian Kenzou.
Acara tetap berlanjut dengan hiburan dan menikmati hidangan. Slide di samping kiri dan kanan panggung yang menampilkan perjalanan hidup Oma. Sehingga tiba-tiba slide layar berubah menjadi tampilan yang membuat semua mata menuju ke arah slide di layar.
Semua mendadak jadi berisik Oma yang tadinya tersenyum sumringah. Tiba-tiba merasakan dadanya seperti tertusuk-tusuk. Oma merasa sesak. Oma tidak sadarkan diri. Oma pingsan. Semua orang menjadi panik. Terutama Kenzou, ia langsung mengangkat tubuh Oma berjalan cepat menuju ke mobil. Donny juga segera bergerak cepat menuju ke mobil Kenzou, mereka semua yang berada di ruangan merasakan ketegangan.
Donny membawa mobilnya dengan kecepatan maksimum, ia harus segera sampai ke rumah sakit. Kenzou yang berada di kursi belakang memangku Oma, matanya menggelap, auranya mengerikan. Siapa yang berani bermain-main dengannya. Kenzo mengeraskan rahangya, giginya gemelutukan.
__ADS_1
Sementara di hotel, Daddy Matthew dan Mama Siska menyusul ke rumah sakit. Begitu juga Lovy dan Sara. Di sudut ruangan tampak seorang wanita cantik tersenyum puas. Ia tidak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Ya, wanita itu Zeeta yang sudah menyusun rencana dengan menjebak Kenzou untuk mencapai tujuannya agar bisa menikah dengan Kenzou. Ia tidak memikirkan kondisi Oma yang sekarat, ia berpikir jika Oma akan berpihak kepada dirinya. Zeeta melangkah dengan dada membusung dan wajah menatap ke depan. Tersenyum licik.