
Setelah melewati hari yang melelahkan dan menguras emosi, Kenzou dan Lovy berencana untuk menikmati keindahan malam di kota dengan berkencan.
Rutinitas sehari-hari yang membuat pikiran dan tubuh mereka lelah. Rencananya malam ini mereka akan pergi berkencan untuk pertama kalinya selama mejadi suami istri.
Kenzou dan Lovy juga sudah merencanakan resepsi pernikahan setelah hampir dua bulan mereka menikah. Mereka akan membicarakannya dengan keluarga besar mereka. Kapan sebaiknya acara resepsi diadakan.
Dan di sini lah mereka sekarang berada di keramaian pasar malam di alun-alun kota yang berada di tepi laut.
Perjalanan dari rumah menuju alun-alun kota tidak sampai satu jam.
Kenzou dengan pakaian casualnya baju kaos berkerah warna dongker, celana jeans dan sepatu sportnya tak lupa dengan jam tangan mewahnya menambah nilai plus di tubuhnya. Penampilannya membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona.
Begitu juga dengan Lovy yang memakai kaos lengan panjang berwarna baby pink dan celana jeans ketat dengan sepatu sportnya, ia kelihatan seperti mahasiswa yang baru lulus SMA.
Rambutnya dikuncir ke atas, dengan make up tipis nyaris tak kelihatan membuat dirinya dikagumi oleh orang-orang yang melihat dirinya. Cantik natural.
"Mas, Lovy pingin makan seafood di pinggir laut. Itu disana." Lovy menunjuk sebuah restoran diatas laut tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Kenzou merengkuh pinggang Lovy, berjalan berdampingan menuju ke restoran pinggir laut.
Suasana restoran yang temaram, lampu-lampu kuning yang diletakkan di setiap sudut ruangan memberikan kesan romantis, dengan angin laut yang menerbangkan rambut mereka, terutama rambut Lovy yang panjang.
Kenzou menarik kursi untuk Lovy, Kenzou duduk di depan Lovy, mereka saling berhadapan. Pelayan datang memberikan menu pilihan.
Lovy memilih menu udang asam manis, kepiting lada hitam, sayur tumis baby kailan, sotong goreng tepung, dengan minuman kelapa muda dicampur dengan sirup merah, Kenzou mengikuti saja apapun yang dipesan Lovy.
Kenzou dan Lovy yang sedang menunggu pesanan dan saling mengobrol tanpa sengaja melihat Mas Deva dan Mba Agni sedang berjalan menuju ke tempat duduk mereka. Deva juga melihat keberadaan Kenzou dan Lovy.
Sebelum duduk di tempatnya Deva dan Agni mendatangi meja mereka.
"Hai bro" Deva menyapa Kenzou.
Kenzou hanya menarik sedikit ujung bibirnya.
"Hai, Lov" Deva juga menyapa Lovy dan mengacak rambut Lovy. Kenzou menatap tajam Deva. Lovy menelan salivanya melihat tatapan Kenzou.
"Hai Mas" jawab Lovy. Lovy tersenyum ke Deva dan Agni.
"Mas tunggu ya undangannya." ucap Deva ke Lovy, Deva tau tentang pernikahan Lovy dari Sara.
"Oke bro" Deva menepuk pundak Kenzou.
"Hem" Kenzou hanya berdehem.
__ADS_1
"Gue kesana dulu bro." Deva menunjuk mejanya dan menggandeng Agni menuju ke mejanya.
Lovy yang melihat kepergian Deva masih terus menatap ke arah Deva dan Agni. Ia kehilangan fokusnya, lupa jika didepannya ada suaminya.
"Sayang" panggil Kenzou.
Lovy yang tersadar segera menoleh ke suaminya.
"Emm.. Maaf, Mas" ucap Lovy.
"Kenapa sayang?" Kenzou sedikit curiga dengan perubahan wajah Lovy begitu melihat Deva.
"Nggak kenapa-kenapa Mas." Lovy berusaha bersikap normal. Ia membatin dalam hati kenapa dengan hatiku, Mas Deva tidak membuat hatiku berdebar tidak seperti Mas Kenzou yang membuat hatiku selalu berdebar dan merasa nyaman berada di dekatnya.
"Sayang ayo dimakan makanannya, udah datang dari tadi." ucap Kenzou sembari meraih tangan istrinya dan menggenggamnya.
Lovy membalas genggaman tangan suaminya, ia meyakinkan dirinya sendiri, ia tidak ada perasaan cinta untuk Mas Deva, ia hanya merasa kagum dengan Mas Deva, Mas Deva selalu baik dengannya.
"Sayang melamun lagi." tegur Kenzou.
Lovy tersenyum lembut ia merasa bersalah dengan suaminya.
"Lovy sayang Mas." ucap Lovy tiba-tiba.
"Sayang aja ni? hem? Gak cinta? " Kenzou mencoba menggoda istrinya.
Lovy tersipu malu, wajahnya memerah.
"Mas ihh, udah makan dulu. Malam kita masih panjang Mas, Lovy ingin menikmati malam ini dengan Mas Kenzou tanpa ada yang mengganggu." ujar Lovy.
Kenzou melebarkan senyumnya ingin dipeluknya istrinya tetapi posisi duduk mereka tidak memungkinkan.
Setelah makan malam, mereka berjalan menyusuri tepi laut sambil sesekali bercanda, Kenzou yang biasanya bermode dingin malam ini berbeda jika sudah bersama istrinya, malam ini Kenzou menghangat, sikapnya membuat Lovy semakin menyukai dan mencintainya. Meski Lovy belum mengungkapkan rasa cintanya secara verbal di depan suaminya, Kenzou Dewangga Alexander.
Malam semakin larut, kencan pertama mereka memberikan kenangan manis buat Kenzou dan Lovy. Sesekali Lovy membeli jajanan pinggir jalan, jajanan kekinian yang banyak digemari.
***
Kenzou dan Lovy sampai di apartemen sudah hampir tengah malam. Mereka masuk ke dalam kamar. Kenzou duduk di sofa, Lovy masuk ke kamar mandi membersihkan diri, Kenzou perlahan masuk ke kamar mandi menyusul Lovy.
Lovy yang tidak menyadari kedatangan suaminya, masih meneruskan mandinya di bawah shower. Tiba-tiba saja ia merasa ada tangan yang memeluk tubuhnya, Lovy menghentikan gerakan tangannya yang sedang membersihkan dirinya.
Tubuhnya tiba-tiba merasa lemah mendapatkan sentuhan nakal suaminya. Kenzou selalu bisa membuatnya melayang.
__ADS_1
"Mas" panggil Lovy lirih, ia tidak bisa melanjutkan lagi mandinya.
Suaminya yang suka tiba-tiba mesum jika sudah berdua bersamanya. Lovy tidak bisa menolak semua sentuhan dan ciuman suaminya.
Kenzou membawanya ke bath up, mereka saling menyentuh, merasakan sensasi yang berbeda. Mereka berdua menikmatinya. Pasangan suami istri yang sedang dimabuk asmara, Kenzou dan Lovy melakukan kembali penyatuan mereka meregut nikmatnya surga dunia.
Hampir satu jam mereka membersihkan diri di kamar mandi, sekarang mereka sudah berada di atas ranjang. Saling memeluk dan menyalurkan perasaan cinta mereka.
"Mas" panggil Lovy.
"Hem" jawab Kenzou.
"Lovy mau jujur ke Mas." ucap Lovy.
"Tentang?" Kenzou menatap ke Lovy.
"Em.. tapi janji mas gak marah." ujar Lovy.
"Janji" ucap Kenzou.
"Tadi Lovy melamun ya waktu liat Mas Deva?" tanya Lovy.
"Hmm" jawab Kenzou.
Kenzou mencoba menangkap apa yang ingin disampaikan istri cantiknya ini.
"Lovy gak mau Mas salah paham." ucap Lovy lagi.
"Langsung aja sayang, mau jujur tentang apa?" Kenzou yang tidak sabar ingin mendengar apa yang ingin disampaikan Lovy tidak mau berlama-lama menunggu lagi. Perasaannya menjadi tidak enak.
"Dulu sebelum Lovy ketemu Mas, Lovy menyukai.. ehh maksudnya mengagumi Mas Deva." ucap Lovy meralat ucapannya sambil melihat reaksi Kenzou.
Kenzou terdiam, rahangnya mengeras. Lovy menyadari reaksi dari suaminya. Ia menyentuh lembut rahang suaminya. Menyentuh bibir suaminya lembut.
Kenzou mengendurkan rahangnya, ia membiarkan Lovy menciumnya. Menikmati sentuhan bibir istrinya.
"Mas marah sama Lovy?" tanya Lovy.
Kenzou hanya diam direngkuhnya tubuh istrinya, dipeluknya erat.
"Mas percaya sama sayang" Kenzou mencium lembut kening istrinya.
Tatapan mata mereka beradu, dengan sorot penuh cinta. Kenzou dan Lovy menutup malam mereka dengan tidur saling berpelukan.
__ADS_1