Deviasi Hati

Deviasi Hati
Berkunjung Ke Rumah Papa Richard


__ADS_3

Pagi ini Kenzou dan Lovy berencana akan berkunjung ke rumah Papa Richard. Mereka sengaja tidak memberitahukan kepada orangtua Lovy. Mereka sengaja akan membuat kejutan.


Kebetulan hari ini libur, dari rumah Daddy Matthew selesai sarapan mereka akan langsung ke rumah Papa Richard, mereka akan singgah terlebih dahulu di supermarket untuk membawa buah tangan ke rumah Papa Richard.


Mobil memasuki halaman asri rumah Papa Richard. Suasana rumah tampak tenang.


"Assalamu'alaikum." salam Kenzou dan Lovy.


"Waalaikumsalam." terdengar suara lembut mba Rissa istri mas Gamma yang menjawab salam.


" Ehh.. Lovy..ayo masuk." Mba Rissa mengajak Lovy dan Kenzou masuk.


" Papa sama Mama masih di kamarnya. Bentar mba panggilkan." ucap Rissa.


"Biar Lovy aja mba." ucap Lovy.


"Mba aja, kamu temani suamimu aja." Rissa melangkah ke tangga menaiki lantai dua memanggil Papa Richard dan Mama Gea.


Papa Richard dan Mama Gea turun dari tangga tersenyum sumringah melihat putri cantik dan suaminya berkunjung.


"Putri cantik mama." Mama mengulurkan tangannya memeluk Lovy. Lovy berjalan mendekati Papa dan Mamanya diikuti oleh Kenzou di belakangnya.


Lovy mencium punggung tangan Papa dan Mama, hal yang sama di lakukan oleh Kenzou.


"Sini-sini duduk sayang." ajak Mama Gea ke Lovy dan Kenzou untuk duduk di sofa ruang keluarga.


" Apa kabar Papa dan Mama?" tanya Lovy.


"Sehat sayang, kamu sama Kenzou gimana kabarnya?" Mama Gea balik bertanya.


"Kami sehat, Ma." Lovy memandang ke wajah suaminya.


Kenzou mulai dengan mode silent, irit bicara. Kenzou hanya tersenyum kepada mertuanya.


"Aunty" seorang gadis kecil berlari menghampiri Lovy, Dearly anaknya Mas Gamma.


"Dearly sayang, sini." Lovy melambaikan tangan ke Dearly. Dearly mendekat ke arah Lovy. Lovy memangkunya.


"Aunty ada bawa oleh-oleh buat Dearly dan Daffa." Lovy mengeluarkan mainan anak-anak untuk ponakannya.


"Apa kabar adek cantik mas?" Mas Gamma datang dengan menggendong Daffa disampingnya mba Rissa sambil membawa minuman.


"Baik dan sehat, Mas." Lovy menjawab Kenzou hanya tersenyum saja.


"Gimana kalo malam ini kita barbeque? Ajak sekalian Sara dan Donny, Lov." ucap Mas Gamma.


Lovy menoleh ke Kenzou meminta izin.


Kenzou mengangguk.


"Nanti Lovy hubungi Sara, Mas." jawab Lovy.


"Nak Kenzou, gimana dengan Oma nak Kenzou? Apa sehat?" tanya Papa Richard.


"Oma sehat, Om." jawab Kenzou.


"Kok Om, Papa panggilnya Papa." ucap Mama.

__ADS_1


"Baik, Ma, Pa." Kenzou tersenyum tipis.


Mereka mengobrol di ruang keluarga sampai siang hari. Setelah selesai makan siang, Lovy dan Kenzou ke lantai dua ke kamar Lovy untuk beristirahat.


"Mas, Lovy hubungi Sara dulu ya untuk acara nanti malam." Lovy mengambil handphone di tas nya.


"Hmm.." Kenzou melangkah ke sofa duduk disana.


Kenzou membuka handphone nya mencari kontak Donny.


"Iya Pak Bos." jawab Donny di seberang.


"Malam ini datang ke rumah Lovy." Kenzou langsung mematikan handphone nya. Tanpa mendengar Donny menjawab.


Donny di seberang yang masih ingin bicara hanya mendengar bunyi tuuut.. tuuut. Ia geleng-geleng kepala untung Bos kalo tidak gak gue angkat tu handphone.


Lovy yang sudah selesai menghubungi Sara mendekati Kenzou yang sedang duduk di sofa kamarnya.


" Mas mau tidur siang dulu?." tanya Lovy sambil duduk di samping Kenzou.


Kenzou meraih pinggang Lovy, mode manjanya kumat lagi.


"Mas mau tiduri sayang." goda Kenzou ke istrinya.


"Ihhh.. Mas.. mesum terus. Gak capek apa?" tanya Lovy sambil merebahkan kepalanya di bahu Kenzou.


"Kan pengantin baru sayang." Kenzou mencubit hidung bangir Lovy.


"Biar cepat jadi Kenzou junior." ucap Kenzou lagi.


Bluuusshh..


"Nanti setelah Mas ngomong sama Oma tentang kita, Mas mau ajak sayang honeymoon." Kenzou memainkan rambut Lovy.


Wajah Lovy semakin bertambah merah.


"Kemana Mas?" tanya Lovy lagi.


Maunya kemana?" tanya Kenzou balik.


"Gak usah jauh-jauh ya Mas. Lovy maunya di dalam negeri aja." jawab Lovy.


Kenzou meminta Lovy duduk di pangkuannya. Iya ingin memandangi wajah istrinya puas-puas. Entah kenapa tidak pernah dirinya merasa bosan memandangi wajah cantik istrinya.


Lovy yang sudah duduk di pangkuan Kenzou memandangi wajah Kenzou, wajah mereka semakin mendekat, Lovy sudah memejamkan matanya, Kenzou juga sudah mencium lembut bibir istrinya. Ketika tiba-tiba pintu kamar diketuk dari luar.


"Lov.. Lov.. " terdengar suara Sara memanggil nama Lovy.


Lovy yang baru saja memejamkan matanya kaget. Ia segera melepaskan tangannya di leher Kenzou. Kenzou pun mengernyitkan keningnya. Mengganggu saja pikirnya.


"Looovv.. " Sara gak sabaran di depan pintu kamar Lovy.


Lovy membuka pintu kamarnya.


"Apaan si Ra, teriak-teriak, dasar sahabat tak berakhlak." Lovy segera keluar dari kamarnya meninggalkan Kenzou sendirian.


"Sorry.. sorry, beb. Gue kangen ma lo, beb..gue bawain makanan buat lo ma laki lo di bawah, ayo turun." Sara menggandeng tangan Lovy mengajaknya turun.

__ADS_1


"Bentar, gue kasih tau Mas Kenzou dulu." Lovy kembali ke kamarnya.


Dilihatnya Kenzou sudah terbaring di sofa memejamkan matanya.


"Mas, Lovy ke bawah bentar ya sama Sara." ucap Lovy sambil menggerakkan lengan Kenzou.


Kenzou membuka matanya menatap mata istrinya, ia menunjuk bibirnya. Lovy paham, dikecupnya sekilas bibir Kenzou, tetapi Kenzou langsung memegang tengkuknya mencium bibir Lovy ia tidak mau jika hanya dikecup saja.


Sara memukul-mukul dada Kenzou.


"Mmmpphh.. maaas." Lovy terengah-engah.


Kenzou melepaskan ciuman, ia tersenyum puas.


"Ya udah, Sara udah nunggu lama di luar kan." ucap Kenzou.


"Maasss ihhhh.. " Lovy bergerak kembali ke pintu. Dilihatnya Sara sudah tidak ada.


"Kemana tu anak." Sara berjalan menuruni tangga mencari Sara.


"Ehemm.. ehemm.. yang pengantin baru, temennya dikacangin." Sara pura-pura pasang wajah sedih.


"Jangan drama deh." ucap Lovy.


"Mana oleh-oleh lo bawa?" Lovy mendekati meja yang sudah ada Sara duduk di sana.


"Ini udah mo sore, bentar lagi gue pulang, malam gue kesini lagi." ucap Sara sambil memakan martabak bangka manis toping coklat yang disukai Lovy.


"Mas Kenzou mana?" tanya Sara.


"Di kamar lagi tidur." jawab Lovy.


"Dimaklumi, secara kan pengantin baru, bawaan ngantuk terus.. cieee.. yang lembur terus.." Sara menggoda Lovy.


"Liat aja nanti kalo elo nikah ya.. awas lo." Lovy mengancam Sara.


"Lalalalalaa.. " Sara yang digoda cuek saja.


"Ehh ada nak Sara, sudah lama datangnya?" tanya Mama Gea.


"Barusan kok tante." jawab Sara sambil mencium punggung tangan Mama Gea.


"Jadi kapan nak Sara menyusul nikahnya?" tanya Mama Gea.


Blusshh..


Wajah Sara memerah.


" Emm..belum tau tante." jawab Sara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jangan lama-lama, biar nanti punya anaknya jaraknya dekat sama anak Lovy." ucap Mama Gea mengingatkan.


Blusshhh..


Kali ini wajah Lovy yang memerah mendengar ucapan Mama Gea.


"Sara sudah ada calonnya Ma, Donny asistennya Mas Kemzou." Lovy mengejek ke Sara, satu sama batinnya.

__ADS_1


"Ng-gak tante Lovy bohong, Sara belum punya pacar Nte." ucap Sara sambil memonyongkan bibirnya ke Lovy.


Lovy terkekeh geli, rasain lo, gue terus kena bully ma lo, Ra.. batin Lovy.


__ADS_2