
Setelah menjalani sesi GR dan cek sound bersama anak-anak band, Lovy menuju ke dapur untuk mengecek persiapan acara ultah nanti malam. Sedangkan Sara kembali ke meja kasir yang sebelumnya dijaga oleh Nena, kasir yang sudah lama bekerja di cafe meski kadang-kadang diganti oleh Sara yang sudah senior disitu jika Nena izin tidak masuk. Seperti yang kemarin Kenzou dan kliennya datang Sara menjaga meja kasir dikarenakan Nena sakit.
Sementara di sebuah apartemen mewah seorang lelaki sedang duduk di balkon menerima telpon dari seseorang yang sudah lama tidak bertemu dengannya. Kenzou lelaki tersebut menerima telpon dengan wajah yang tetap datar seperti biasanya.
" Yank, nanti malam jemput aku ya, jangan lupa kita pakai baju couple. Baju nya sudah kamu terima kan sayang? Kemarin aku ke rumah hanya ada Mama Papa dirumah. Ke kantor pun kamu sedang tidak ada, lagi ketemu klien di luar kata sekretarismu. Sedangkan di telpon kamunya gak angkat. Ingat ya yank nanti malam jemput pukul 7 karena acara dimulai pukul 8. " seorang gadis menelpon dengan suara yang melengking, Kenzou sampai harus menjauhkan handphonenya dari telinganya.
" Yank, jawab donk, kok diem aja sih. Gak kangen apa sama aku?." gadis tersebut masih terus bersuara meski lawan bicaranya tidak menjawab.
" Ya udah deh, pokoknya nanti malam kamu jemput aku, gak mau tau. " gadis tersebut mengakhiri telponnya, terdengar tarikan napasnya gusar sebelum menutup telponnya.
Kenzou yang masih tetap duduk di kursi balkon mencari nomor kontak asistennya Donny.
" Yap..Bos, ada yang bisa dibantu?. " Donny menjawab telpon dari kenzou dengan suara serak masih tidur sepertinya, Donny terbangun karena bunyi handphone.
" Malam ini jemput gue di apartemen sekalian nanti jemput Zeeta di rumahnya. " Kenzou yang tidak suka basa basi langsung to the point aja menyuruh Donny menjemputnya.
" Siap Bos Kenzou, emang mau kemana lo ma yayank ? Mau kencan kok ajak-ajak gue sih, apa gak ganggu nantinya. " Donny yang memang tidak pernah habis kata-kata selalu aja bisa menggoda Kenzou yang sangat kaku. Klik.. suara handphone dimatikan terdengar di telinga Donny.
__ADS_1
" Yaelah..dimatikan, punya Bos gini amat, untung gaji and bonus gue gede.. Zou.. Zou.." Donny bangun dari tidur siangnya. Siangkah ini jarum jam sudah diangka 5 lewat 25 menit. Karena Sabtu libur Donny bener-bener memanfaatkan waktu liburnya mancharge tubuhnya biar kembali fit.
Kenzou yang masih duduk di balkon menikmati udara sore, memandang jauh ke depan. Pikirannya berkecamuk, Zeeta gadis yang sudah dijodohkan oleh Omanya dengan cucu sahabat baiknya, mengancam akan mogok makan jika Kenzou tidak mau mengikuti maunya. Kenzou yang tidak mau Oma nya sakit mau tidak mau menerima dengan terpaksa perjodohan yang menurutnya hanya buang-buang waktu saja. Sedangkan Zeeta gadis yang berusia sama dengan Kenzou memang sudah lama tertarik dengan Kenzou. Mereka pernah satu sekolah di Sekolah Menengah Atas. Kenzou yang merupakan murid pendiam dan berprestasi banyak digemari oleh cewek- cewek di sekolahnya. Pada dasarnya Zeeta adalah gadis yang baik, mandiri, pintar dan berambisi. Bekerja sebagai Manager Marketing di perusahaan ayahnya bagi Zeeta kebanggaan tersendiri, selalu berinteraksi dengan banyak orang Zeeta menyukai hal itu.
Kenzou merasa 1 tahun bersama Zeeta tidak ada perasaan yang menggebu-gebu di hatinya, tidak ada getaran-getaran yang membuat hatinya terusik. Tetapi sejak bertemu dengan gadis ceria di warung makan pecel lele, Kenzou merasa pikirannya selalu terusik, seakan bayang-bayang senyum gadis tersebut selalu hadir mondar mandir di pikirannya. Begitu sulit menghilangkan bayang-bayang gadis tersebut.
Hari sudah beranjak petang Kenzou beranjak masuk ke kamarnya. Kamar yang didominasi warna abu-abu muda dan tua, Kenzou yang sangat suka dengan warna yang gelap. Ia merasa seperti hatinya yang selalu kesepian. Di usianya yang semakin matang Kenzo dituntut keluarganya untuk menikah. Selain karena Papa, Mamanya menginginkan cucu, dari Omanya juga selalu memaksakan kehendaknya dengan perjodohan yang tidak dikehendakinya.
Malam pun tiba, pukul 7 kurang 15 menit Donny dengan gaya tengilnya meski kadang terlihat cool Donny sudah berada di apartemen Kenzou.
" Kuy lah.., udah jam berapa ini, masih harus menjemput yayank lo lagi kan, syukur-syukur jalanan belum rame, belum macet, nanti kalo macet terlambat yayang lo marah. " Donny terus mengoceh sendiri, Kenzou sudah bersiap mengambil dompet dan kunci mobilnya di atas nakas.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang ke rumah Zeeta, tunangannya Kenzou.
" Hallo.. Don, kok kamu ikut mobil ini sih?. " belum apa- apa Zeeta sudah komplain. Di liriknya Kenzou yang duduk di sebelah Donny dengan muka datarnya.
Donny yang keluar dari mobil untuk membukakan pintu mobil buat Zeeta memajukan bibirnya ke arah Kenzou. Maksudnya tanyakan aja ke Kenzou.
__ADS_1
Ini siapa yang punya tunangan siapa yang bukakan pintu, hadeeeh.. Donny membatin.
Dengan menghentakkan kakinya Zeeta masuk ke. mobil.
" Terus aku duduk di kursi belakang sendiri gitu? Gak asyik banget. " Zeeta duduk dengan muka ditekuk. Sudah bergaya habis-habisan diperlakukan tidak romantis rasanya Zeeta mau teriak saja. Hatinya terasa ditusuk-tusuk padahal hari ini kan hari spesialnya. Jangankan kado, ucapan juga tidak didapatkannya dari Kenzou. Rasanya Zeeta mau menangis tapi gengsi, kalo make up nya luntur harus diperbaiki lagi butuh waktu lama perbaiki make up nya, Zeeta tidak mau itu.
Donny yang duduk didepan melirik Zeeta dari kaca spion. Nasiblah neng punya pacar kanebo kering ya terima aja batin Donny hihihi... Dia mau tertawa tapi gak enak. Akhirnya ditahan-tahannya senyumnya sendiri.
Kenzou duduk dengan tenang disamping Donny, dengan wajah datarnya ia hanya mendengarkan musik MLTR kesukaannya yang distel pelan.
Pukul 8 kurang 10 menit mobil sampai di depan Cafe Lovely. Suasana tampak tenang karena cafe tersebut sudah dibooking private oleh Zeeta.
Donny yang sudah memarkirkan mobilnya membukakan pintu buat Zeeta sedangkan Kenzou sudah berjalan duluan tanpa menunggu tunangannya. Kenzou memang tidak berperasaan. Tunangannya dibiarkan jalan cepat-cepat menyusul dirinya.
" Yank, tunggu. " dengan kaki yang agak kesakitan dikarenakan memakai heels tinggi, Zeeta segera menarik tangan Kenzou. Kenzou hanya melirik sekilas, membiarkan Zeeta berjalan disampingnya dengan tangannya merangkul lengan Kenzou.
Donny yang dari tadi sudah memarkirkan mobil dan berjalan di belakang sepasang lelaki dan perempuan tersebut hanya geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Kenzou yang datang berdua dengan tunangannya disambut oleh pegawai cafe untuk masuk ke ruangan cafe yang sudah di dekorasi dengan apik oleh tim Cafe Lovely. Semua staf cafe yang ada diruangan dan beberapa tamu yang sudah datang mengalihkan pandangan ke pasangan lelaki tampan dan wanita cantik yang sedang berjalan ke arah meja yang sudah disediakan. Kenzou memandang ke depan panggung. Ada beberapa anggota band sudah pada tempatnya masing-masing dan seorang MC Cafe Lovely yang disewa jika ada acara-acara khusus seperti malam ini. Mata Keanu masih mencari-cari seseorang. Tapi ia tidak menemukan apa yang dicarinya. Keanu duduk di meja yang sudah disediakan disampingnya Zeeta duduk masih dengan tangan yang menempel ke lengan Kenzou.