Deviasi Hati

Deviasi Hati
Resepsi (Kenzou-Lovy)


__ADS_3

Hari yang ditunggu akhirnya datang juga, acara resepsi pernikahan Kenzou dan Lovy yang tertunda diadakan di hall hotel berbintang di sebuah resort di pinggir pantai.


Perjalanan dari kota ke lokasi acara ditempuh dalam waktu 1 jam. Kenzou tidak mengundang semua relasi bisnisnya hanya sebagian saja yang diundangnya dan juga sebagian karyawan yang menjabat sebagai kepala divisi.


Begitu juga dengan Lovy, karyawan cafe dan keluarga besar saja yang diundang.


Acara akan di mulai pukul 8 malam.


Kenzou dengan pakaian yang senada dengan Lovy, begitu serasi. Pasangan idaman, lelakinya tampan wanitanya cantik.


Keluarga besar mereka sudah berada di meja bundar yang sudah disediakan. Dengan konsep pengantin yang akan berkeliling mendatangi meja-meja tamunya.


Tampak Oma wajahnya berseri-seri, Oma sudah sembuh dari sakitnya. Begitu juga dengan Daddy Matthew dan Mama Gea mereka sangat bahagia.


Semua tamu yang hadir sudah di posisi mejanya masing-masing.


Tampak sepasang pengantin tersenyum penuh kebahagiaan di depan para tamu hadirin. MC memulai pembukaan acara. Konsep acaranya dibuat santai tidak terlalu formal.


Dikarenakan acaranya diadakan hari Sabtu sebagian tamu banyak yang menginap bersama keluarganya di resort tersebut.


"Sayang" panggil Kenzou. Lovy tersenyum menatap suaminya.


"Apa sayang bahagia?" tanya Kenzou.


Lovy mengangguk, ini masih acara jika mereka hanya berdua saja rasanya Lovy ingin memeluk dan mencium suami tercintanya.


Ya.. Cinta..Lovy sudah mencintai suaminya meski ia belum pernah mengatakannya secara langsung.


Tampak tidak jauh dari Kenzou, Donny sedang berbicara dengan Inggrid. Lovy belum melihat di mana sahabatnya.


Lovy sedang mencari-cari di mana sahabatnya. Kenzou yang melihat istrinya seperti sedang mencari seseorang bertanya.


"Cari siapa sayang?" tanya Kenzou.


"Lovy belum melihat Sara, Mas."


Kenzou dan Lovy sedang berkeliling mendatangi tamu-tamu di setiap mejanya.


Sara ternyata datang terlambat ia datang bersama papanya. Sedangkan Mas Deva datang dengan pacarnya Agni.


"Hai, Lov.. selamat ya, beb." ucap Sara cipika cipiki ke Lovy, dan menjabat tangan Kenzou.


"Kamu sama siapa? kenapa telat?" tanya Lovy.


"Biasa berdebat dulu sama Papa." ucap Sara.


"Lo datang sama Om?" tanya Lovy.


"Yups, ya udah gue hampiri Papa dulu di mejanya." Sara meninggalkan Lovy dan Kenzou.


Karena terburu-buru Sara menabrak seorang cowok. Ia hampir terjatuh, tetapi tubuhnya segera di tangkap oleh cowok tersebut.


"Hati-hati, Nona" ucap cowok tersebut.


Sara seperti familiar dengan suara cowok yang ditabraknya. Ia mengangkat wajahnya.

__ADS_1


"Elo!" Sara melotot.


"Ohhh..nona cantik ternyata." Donny dengan gaya tengilnya seperti mendapatkan mangsa. Ia senang melihat Sara yang jutek dan galak.


"Untung ada gue, Nona cantik, kalo tidak pasti malu kan jatuh di depan tamu-tamu." Donny sengaja menggoda Sara.


"Ja.. " belum selesai Sara bicara dari belakangnya seorang cowok memanggil namanya.


"Sara" Sara menoleh.


Ternyata Dave yang memanggilnya.


Donny yang melihat Dave mengerutkan keningnya, ia ingat ini adalah vokalis band di cafe Lovy. Ia merasa tidak senang Dave memanggil Sara.


"Kamu jadi tampil Dave?" tanya Sara.


Dave mengangguk, ia sedang mencari dimana Lovy, ia belum melihatnya.


"Lo cari Lovy?" tanya Sara.


Dave mengangguk lagi.


"Itu mereka." ucap Sara yang melihat Kenzou dan Lovy yang berjalan menuju ke arah mereka.


Dave melihat penampilan Lovy malam ini, tampak memukau, ia terpesona.


Kenzou dan Lovy yang sudah berada di depan Dave, Sara dan Doni menyapa Dave.


"Dave, kamu datang?" tanya Lovy ia merasa senang karena Dave yang sudah beberapa lama tidak tampak kini hadir di acaranya.


Kenzou memandang tajam Dave, begitu juga sebaliknya.


Lovy menelan salivanya, Donny menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedangkan Sara mengernyitkan alisnya.


Dave mendekati Kenzou, menjabat tangannya, sambil berbisik Dave memperingati Kenzou.


"Jaga Lovy baik-baik, jangan sampai menyakitinya, jangan sampai gue yang akan membawanya pergi." Dave mengultimatum Kenzou.


Rahang Kenzou mengeras, ia mengepalkan tangannya kuat.


"Selamat Lov, apa kita akan berduet malam ini." Dave sengaja memanasi Kenzou.


Kenzou langsung meraih pinggang Lovy.


"Ayo sayang." Kenzou mengajak Lovy pergi kembali keliling mendatangi tamu-tamunya.


"Kenzou" Kenzou dan Lovy menoleh ke arah yang memanggil Kenzou.


"Apa kabar?" seorang gadis cantik dengan penampilan flawless menyapa Kenzou.


"Pasti lupa, gue Poppy satu kampus sama lo."


"Yang pernah bareng di BEM." ucap gadis itu lagi.


Kenzou mengernyitkan keningnya. Meskipun ia ingat ia tidak akan menjawab pertanyaan dari gadis tersebut. Tetapi ia memang tidak mengingatnya.

__ADS_1


Kenzou tetap tidak menjawab.


"Maaf Nona, mungkin suami saya lupa dengan Nona, terimakasih sudah hadir di acara kami, permisi." Lovy yang melihat Kenzou tidak menjawab segera bertindak.


Setelah berkeliling, Kenzou dan Lovy kembali ke mejanya. Meja mereka khusus hanya mereka berdua saja sebagai pengantin.


Kenzou dan Lovy menikmati hidangan yang disajikan. Tidak jauh dari meja mereka, Dave sedang berada di atas panggung dan akan segera tampil.


Lovy tidak berani melihat ke atas panggung karena ia tau, Kenzou tidak suka ia berinteraksi dengan Dave.


Dave memulai nyanyiannya, matanya tidak lepas dari tempat duduk Lovy.


Kenzou juga tidak lepas pandangannya ke Dave yang sedang bernyanyi. Seandainya saja ini bukan acaranya ia akan menghajar Dave sampai babak belur.


Wajah Kenzou memerah tangannya mengepal kuat.


"Mas." panggil Lovy sambil mengelus lembut lengan Kenzou.


Kenzou menoleh ke arah istrinya, wajahnya mengendur diangkatnya tangan Lovy diciumnya punggung tangan Lovy sambil matanya tak lepas dari Dave di atas panggung. Satu kosong batin Kenzou dalam hati.


Dave yang melihat Kenzou mencium tangan Lovy, menjadi panas.


Ia segera menyelesaikan lagunya dan akan segera pergi dari lokasi acara.


Kenzou merasa menang, ia menarik ujung bibirnya ke samping, sangat tipis, nyaris tidak kelihatan.


Acara berlangsung sampai malam, karena ini malam minggu, malam yang panjang bagi tamu-tamu yang datang juga betah bercengkrama.


Karena Lovy pintar bernyanyi dan sering tampil di cafe, MC memanggil Kenzou dan Lovy untuk ke panggung menyumbangkan sebuah lagu.


Lovy mengajak Kenzou ke panggung, awalnya Kenzou keberatan karena ia bukan seorang voaklis, tetapi Lovy memaksanya.


Akhirnya dengan terpaksa Kenzou mengikuti langkah Lovy naik ke panggung.


Mereka menyanyikan lagu Beuaty in White by Westlife.


Semua mata memandang ke panggung menyaksikan penampilan sepasang pengantin yang serasi sedang bernyanyi.


Di meja yang juga tidak jauh dari meja Kenzou dan Lovy, Donny dan Sara tampak duduk berdua. Sebelumya ada Inggrid dan papa Sara.


"Mau nyanyi, cantik? Mas Donny siap berduet." ucap Donny sambil nyengir.


Lovy memelototkan matanya.


Tiba-tiba saja tak ada angin tak ada hujan Donny mencium pipi Sara.


Sara terdiam, matanya membola untuk beberapa saat, ia mematung, setelah sadar dicubitnya tangan Donny kuat.


"Adduuuh.. duuhh" Donny meringis kesakitan.


"Rasain" Sara langsung beranjak pergi membawa tasnya.


Donny tersenyum puas. Ia paling suka menggoda Sara. Membuat wajah Sara memerah.


Acara selesai tengah malam, para undangan sudah pulang.

__ADS_1


Keluarga besar Kenzou dan Lovy sudah ke kamarnya masing-masing. Begitu juga dengan pasangan romantis Kenzou dan Lovy.


__ADS_2