
Sore hari Lovy sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Dibantu Mama Gea dan Mama Siska di rumah sakit Lovy berkemas untuk pulang ke rumah.
Kenzou mendorong kursi roda istrinya menuju ke mobil, sedangkan baby twins Z digendong oleh oma Siska dan Oma Geanya. Dua Oma menggendong masing-masing satu bayi. Opanya mengikuti di belakang mereka.
Setelah menempuh perjalanan setengah jam, mereka sampai di halaman rumah yang tampak sepi. Kenzou menurunkan Lovy dari mobil dan membantu Lovy yang masih memakai kursi roda. Mereka berjalan beriringan dengan Oma Siska dan Oma Gea yang menggendong bayi dan Opa Matthew dan Opa Richard yang berjalan di belakang Oma Siska dan Oma Gea.
Pintu di buka lebar-lebar..
"Surprise," teriak Sara dan Donny. Tulisan besar "Welcome Baby Twins Z" tampak menempel di dinding ruang tengah dengan dekorasi balon dan pernak pernik lainnya sangat meriah.
Lovy merasa dejavu. Kejadian yang sama saat menempati rumah baru. Lovy terharu matanya berkaca-kaca. Ia memandang ke wajah suaminya. Kenzou tersenyum dengan sorot mata yang hangat.
"Welcome my dear wife and my baby twins Zio, Zia." Kenzou mengecup kening istrinya.
"Terimakasih Daddy." ucap Lovy, airmatanya menetes, airmata bahagia.
Tampak Oma, Mas Gamma, Mba Rissa, Donny dan Sara, bibi Ratih juga ikut menyambut kedatangan nyonyanya dan bayi kembarnya.
Mama Siska dan Mama Gea meletakkan baby twins ke box masing-masing. Kedua baby tampak anteng di box masing-masing.
Mereka memberikan selamat kepada Kenzou dan Lovy yang sudah menjadi orangtua. Senyuman terus terbit di wajah Oma, Oma duduk di tengah-tengah diantara dua box baby twins.
"Kalau Oma lihat, wajah Zio perpaduan Kenzou dan Lovy, kalau wajah Zia sama persis dengan wajah papanya." ucap Oma dengan tak henti-hentinya terus memandangi wajah cicitnya yang menggemaskan.
"Wajahnya masih berubah-berubah itu Oma." ucap Lovy yang sudah duduk di sofa berdampingan dengan Kenzou.
Mas Gamma dan Mba Rissa mendekati box bayi melihat wajah baby twins. Dearly dan Daffa juga merengek minta di gendong mau melihat adik bayi katanya.
Semua yang berada dalam ruangan berbahagia menyambut kedatangan baby twins Zio dan Zia.
Untuk menyambut kedatangan baby twins Kenzou mengadakan makan malam bersama keluarganya dan juga keluarga Lovy tak lupa dua orang yang selalu ada buat Kenzou dan Lovy.
Donny dan Sara yang selalu setia berada disamping Kenzou dan Lovy, yang biasanya gak pernah akur, tumben hari ini mereka anteng seperti baby twins yang tak bersuara.
Selesai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga, Kenzou yang tadi pada saat makan malam menyuapi Lovy, sekarang ia duduk disamping Lovy memberikan segelas susu.
"Minum susu dulu sayang." ucap Kenzou.
Lovy yang sedang mendengarkan Mama Gea berbicara, mengambil gelas susu dari tangan Kenzou. Lovy sudah kelihatan lelah. Kenzou permisi ke keluarga nya untuk membawa Lovy ke kamar beristirahat.
Semua memahami kondisi Lovy yang belum fit setelah melahirkan.
"Apa perlu Mama bantu naik ke atas Zou." tanya Mama Siska.
"Gak usah Ma, biar Zou aja." Kenzou menggendong tubuh istrinya ala bridal style naik ke lantai dua.
"Mas, pakai lift aja, ngapain mas gendong Lovy, berat Lovy Mas." Lovy memberontak tetapi Kenzou tidak menghiraukannya.
__ADS_1
Kenzou dan Lovy sudah berada di kamar, baby twins juga berada di box masing-masing di kamar Kenzou dan Lovy.
Kenzou membaringkan Lovy di atas ranjang. Kenzou mencium kening istrinya.
"Mas ada sesuatu." bisik Kenzou.
Lovy menatap wajah suaminya, matanya mengerjap.
"Apa itu Mas?" tanya Lovy.
"Tutup mata sayang." Kenzou bergerak menjauh dari Lovy. Ia membuka pintu lemari dan mengambil sesuatu di dalam laci lemari.
Lovy sudah memejamkan matanya. Ia tidak tau apa yang dilakukan suaminya.
Kenzou sudah berada di samping Lovy. Ia mengambil sesuatu dari kotak beludru yang di ambilnya dari lemari tadi.
Kenzou mamakaikan sesuatu di leher istrinya.
"Buka matanya sayang." ucap Kenzou.
Lovy membuka matanya, ia merasakan sesuatu yang dingin di lehernya.
"Mas" Lovy memegang benda yang sudah menggantung di lehernya.
Kenzou memberikan kotak beludru merah ke istrinya.
Lovy membuka kotaknya, matanya takjub, ada sepasang anting berlian dan cincin dengan mata cincin yang sama dengan anting-antingnya.
"Apa ini satu set dengan kalungnya Mas?" tanya Lovy matanya berkaca-kaca. Ia terharu.
"Iya sayang, ini Mas pesan dengan disain yang Mas buat sendiri." ucap Kenzou.
"Hah? Beneran Mas? Kapan Mas buat disainnya?" tanya Lovy heran.
"Benar sayang." Kenzou mengecup bibir istrinya sekilas.
"Terimakasih Mas, ini indah." ucap Lovy.
"Kamu suka?" tanya Kenzou.
Lovy mengangguk
"Mas yang terimakasih, kamu sudah memberikan baby twins ke Mas, itu hadiah yang tidak bisa Mas ungkapkan dengan kata-kata, sayang." Kenzou menatap wajah Lovy dengan penuh cinta.
"Sama-sama Mas, Lovy bahagia bisa ada di samping Mas. Ditambah dengan hadirnya baby twins." Lovy meneteskan air mata bahagia.
"Loh kok malah menangis." Kenzou menghapus air mata di pipi Lovy.
__ADS_1
"Kita jalani hari-hari bersama dengan baby twins, tegur Mas jika Mas salah." Kenzou memeluk tubuh istrinya.
Oek.. oek..
Terdengar suara tangisan baby Zia di dalam box. Kenzou melepaskan pelukannya. Ia melangkah mendekati box baby Zia.
"Mungkin Zia pup kali Mas. Coba Mas liat."
Kenzou melihat popok baby Zia.
"Iya sayang, baby Zia pup. Mas ganti dulu popoknya." ucap Kenzou.
"Apa Mas bisa mengganti popok bayi?"
"Jangan meremehkan Daddy, Mommy." ucap Kenzou mengerling ke istrinya.
Lovy tertawa. Ia senang karena Kenzou menjadi Daddy yang siaga. Kenzou yang kaku bak kanebo kering bisa begitu hangat dengan keluarganya. Lovy berharap mereka akan menjalani kebersamaan mereka bersama baby twins Zio dan Zia sepanjang umur mereka.
Sementara di lantai satu, keluarga besar masih bercengkrama, berbincang sambil menikmati cemilan yang ada.
Donny dan Sara tidak kelihatan diantara dua keluarga besar tersebut.
Ternyata Sara ada di halaman belakang sedang menikmati angin malam yang berhembus sepoi-sepoi.
"Malam cantik." Donny mendekati Sara yang sedang santai di kursi halaman belakang.
Sara hanya melirik sekilas dan kembali asyik dengan handphone dan cemilannya.
"Boleh Mas Donny duduk disini?" tanya Donny.
Sara memicingkan matanya sebelah, tumben normal ni orang batin Sara.
Sara tidak menjawab ia membiarkan saja Donny duduk di samping meja bundar disamping ia duduk.
Donny terus memandangi wajah Sara.
"Kenapa sih liat-liat terus." tanya Sara jengah tanpa menoleh.
"Karena kamu cantik dan enak dipandang, beb." ucap Donny dengan gombalannya.
Blushhh..
Wajah Sara memerah, Sara merasakan hawa panas menjalar di wajahnya. Untung malam hari batinnya pasti si playboy yang narsis ini tidak melihat wajahnya yang memerah.
Lovy merotasikan bola matanya.
"Gak mempan ke gue." ucap Sara.
__ADS_1
Donny tersenyum smirk, ia paling suka dengan kecuekan dan kejutekan cewek cantik di depannya ini. Donny makin penasaran saja dengan Sara.