Deviasi Hati

Deviasi Hati
Baby Twins Z (Il)


__ADS_3

Setelah dibersihkan oleh dokter dibantu perawat, Lovy segera dipindahkan ke ruang rawat inap VIP. Kenzou masih belum kembali ke ruangan Lovy dari ruangan bayi.


Oma dan orang tua Kenzou dan Lovy sudah berada di ruangan Lovy. Lovy masih terlihat lemah. Ia tersenyum ke semua keluarganya.


"Selamat sayang." ucap Mama Gea dan Mama Siska.


"Senangnya Oma, bisa lihat cicit Oma." Oma tersenyum sumringah.


Daddy Matthew dan Papa Richard juga mengucapkan selamat ke Lovy.


Pintu ruangan Lovy terbuka, Kenzou mendorong kereta box baby, di ikuti di belakangnya seorang perawat yg juga mendorong satu kereta box baby.


Semua tersenyum bahagia menyambut kedatangan baby twins.


Lovy yang melihat suaminya mendorong kereta box baby terharu, matanya berkaca-kaca.


Kenzou memberhentikan kereta box baby ke samping kanan Lovy di ikuti perawat di belakangnya. Kenzou dengan hati-hati menyerahkan bayi laki-laki mungil merah ke Lovy, Lovy menerimanya, setelah itu bayi satunya lagi yang perempuan. Tangan kanan dan kiri Lovy menggendong baby twins yang belum diberi nama.


Semua terharu, mata mereka berkaca-kaca, mereka bahagia. Lovy dan bayi kembarnya lahir dengan selamat.


"Siapa namanya Zou?" tanya Oma.


Kenzou menatap ke istri nya yang masih memandangi wajah baby twins nya.


"Namanya Arzio Dewangga Alexander dan Arzia Dewangga Alexander, Oma." Lovy memandang wajah suaminya, masih terharu.


"Nama yang bagus. Apa artinya sayang?" tanya Mama Siska.


"Arzio seorang yang bertanggung jawab, melindungi dan simpatik, Oma, kalau Arzia artinya kemenangan, sukses, panggilannya Zio dan Zia, Oma." Kenzou menjelaskan ke Oma.


Oma dan yang lainnya manggut-manggut.


"Nama yang indah." ucap Mama Siska dan Mama Gea.


Bayi twins akan menyusui, setelah menjenguk Lovy, para lelaki pergi ke cafe rumah sakit untuk meminum kopi.


Sara dan Donny juga ada di rumah sakit. Sara sudah berada di kamar Lovy, Baby Zio sudah selesai menyusui, sekarang baby Zia lagi yang sedang menyusu.


"Ya ampun lucu banget, ni baby, comelnya." Sara mencoel pipi baby Zia. Baby Zio sudah di dalam box sudah tertidur habis menyusui.


"Siapa namanya, beb?" tanya Sara.


"Yang cowok namanya Zio, onty, yang cewek namanya, Zia." ucap Lovy.


"Comelnya namanya kek babynya comel." Sara gemes liat baby Zia.


"Makanya cepetan biar bisa nyusul punya baby juga, nanti mainnya bareng sama Zio dan Zia." ucap Lovy.


"Lo kira gampang mo nikah and punya baby? Lo mah enak ketemu langsung dinikahi, lah gue mo nikah juga bayangan calonnya masih di awang-awang, masih ghaib." sara mencebikkan bibirnya.


"Husshh.. lambe lo. Sudah ada yang mau lo jual mahal, ya rasain sendiri." Lovy melepaskan baby Zia dari dadanya, si baby sudah anteng tidurnya habis menyusui.


Mama Gea mengambil baby Zia dari gendongan Lovy dan meletakkannya di box bayi.

__ADS_1


"Ini makan dulu, Lovy sayang." Mama Gea memberikan piring ke Lovy.


"Iya Ma." Lovy menerima piring dari Mama Gea.


"Lapar ya habis nyusui?" tanya Sara.


Lovy mengangguk.


Pintu terbuka, masuk Kenzou dan Donny.


"Sayang" Kenzou memanggil Lovy.


"Iya Mas."


"Sudah makan? baby twins lagi tidur?" tanya Kenzou.


"Sudah Mas, iya Mas." jawab Lovy.


Donny dan Sara meninggalkan ranjang Lovy. Mereka bergabung duduk di sofa bersama Mama Siska dan Mama Gea.


"Apa kalian sudah makan?" tanya Mama Siska.


Donny dan Sara sama-sama saling menatap, kemudian Sara segera memalingkan wajahnya.


"Ayo, beb kita makan dulu." ajak Donny meraih tangan Sara mangajaknya keluar.


Sara yang gak enak menolak di depan orang tua, membiarkan Donny menarik tangannya. Sampai di luar pintu Sara menghentakkan tangannya dari genggaman Donny. Donny semakin menguatkan genggamannya. Di dorongnya tubuh Sara di dinding. Donny semakin mendekatkan tubuhnya ke Sara.


"Ma- mau a-pa lo?" Sara gugup Donny semakin menempelkan tubuhnya.


"Don" tiba-tiba terdengar suara berat di belakang Donny. Donny kaget melepaskan ciumannya.


"Om" Donny nyengir, Sara segera menjauh dari Donny, wajahnya merah padam.


"Jangan di tempat terbuka." ucap Daddy Matthew yang sedang bersama Papa Richard sambil senyum-senyum menggoda Donny, Daddy Matthew dan Papa Richard mau memasuki kamar Lovy.


Wajah Donny memerah ia menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal. Donny nyengir kuda. Busyet dah.. ketahuan.. Donny jadi malu sendiri.


Sara sudah duduk di cafe di dekat rumah sakit. Ia sedang memainkan handphone nya. Donny datang menyusul duduk di depannya.


Sara yang masih kesal membiarkan saja Donny duduk di depannya.


"Sudah pesan?" tanya Donny.


Sara cuek aja, ia tetap dengan handphonenya.


Donny pindah duduk di samping Sara. Sara memelototkan matanya.


"Ngapain sih ke sini?" tanya Sara kesal.


"Mau makan sama yayank." Donny semakin usil ke Sara.


"Huek.. yayank.. yayank.. kepala lo peyang." Sara ingin beranjak pergi Donny menarik tangannya.

__ADS_1


"Eits.. mau kemana itu pesanannya udah datang." Donny menunjukkan arah matanya ke pelayan yang datang.


"Makan dulu, duduk dulu, nanti sakit perut nya kalo gak makan." Donny mendudukkan Sara ke kursinya.


Sara bengong, tumben lurus ngomongnya kemasukan jin apa dia batin Sara.


Karena Sara sudah kelaparan dia pun duduk di samping Donny. Donny memandangi wajah cantik Sara dari samping.


"Jangan di pandangin terus, nanti naksir." ucap Sara tanpa menoleh.


Donny tersenyum smirk.


"Kalo iya gimana? Mau jadi pacar Mas Donny yang ganteng ini?"


"Narsis amat." Sara menggigit sate yang di pesannya masih tanpa menoleh ke Donny. Donny yang gemes dengan Sara diciumnya pipi Sara.


Sara menolehkan kepalanya mukanya sudah merah padam. Donny langsung ambil langkah seribu. Ngacir.


"Maaaass.. Donnnnyy.. kamu yaaaa.." Sara melap pipinya dengan tisu. Emosi sudah di ubun-ubun.


Donny berlari kembali ke kamar Lovy sambil senyum-senyum gak jelas.


Kenzou yang melihat Donny datang dengan napas yang ngos-ngosan menatap heran ke Donny. Tapi ia diam saja.


"Mas Donny kenapa?" tanya Lovy.


"Habis liat hantu ya?" tanya Lovy lagi.


"Husshh.. sayang." Kenzou menggelengkan kepalanya.


Baby twins anteng aja tidur di boxnya. Besok siang Lovy dan baby twins nya sudah boleh pulang.


Oma dan orang tua Kenzou dan Lovy sudah pulang. Donny duduk sendiri di sofa sambil memainkan game nya.


"Mas Don, Sara mana?" tanya Lovy.


"Bukannya tadi keluar bareng mas Donny?"


Donny mengedikkan bahunya, ia masih senyum-senyum sendiri di sofa.


Lovy memandang wajah suaminya menanyakan kenapa Donny, Kenzou mengedikkan bahunya.


Pintu kamar dibuka, Sara masuk dengan wajah jutek nya.


"Panjang umur yang diomongin sudah datang." ucap Lovy.


Sara menunjuk ke dirinya.


"Maksudnya gue? napa emang? Mana si buaya darat itu?" Sara celingukan di lihatnya Donny yang masih senyum-senyum sendiri di sofa.


Pelan-pelan Sara mendekati Donny, dicubitnya lengan Donny kuat.


"Adduhhh.. addduhhh.. sakit beb." Donny meringis pura-pura kesakitan.

__ADS_1


Sara semakin kuat mencubitnya. Kenzou dan Lovy geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd sahabat dan sepupunya.


__ADS_2