Deviasi Hati

Deviasi Hati
Makan Siang di Restoran


__ADS_3

Hari sudah semakin siang, sinaran cahaya matahari semakin terik, dua pasang lelaki dan perempuan memasuki restoran yang sebelumnya sudah di booking oleh sekretaris Inggrid atas perintah atasannya, Kenzou. Seorang lelaki muda manager restoran tersebut menyambut kedatangan mereka. Mereka berempat naik ke lantai dua ruangan VIP yang sudah dibooking.


Ruangan VIP tersebut tidak terlalu luas, dengan dekorasi yang memanjakan mata memandangnya. Hawa yang dingin dalam ruangan membuat susana semakin nyaman.


Kenzou mengambil tempat duduknya di kursi semi sofa yang empuk. Begitu juga dengan Donny yang duduk disebelahnya. Sedangkan Lovy duduk di hadapan Kenzou, Sara berhadapan dengan Donny.


Seorang pelayan datang memberikan menu makanan dan minuman. Mereka memesan menu makanan dan minuman yang akan di makan.


" Nona Lovy dan Nona Sara, jangan sungkan, anggap saja kami ini sebagai teman dekat. " Donny memang selalu membuat suasana menjadi hidup.


Lovy dan Sara saling memandang, mereka pasti berpikiran sama, apa maksud cowok di depan mereka ini, teman dekat..memangnya sedekat apa batin Lovy dan Sara bersamaan.


" Maaf ya Pak Donny, apa maksud Bapak dengan teman dekat. " Sara yang jutek protes.


" Maaf juga Ibu Sara cantik, maaf saya bukan Bapak-bapak, saya ini masih lajang, belum tua, jangan panggil saya Pak ya Ibu cantik..panggil aja mas ganteng." Donny kembali dengan mode tengilnya.


" Ehemm.." Kenzou berdehem menghentikan Donny.


Donny segera paham dengan deheman Kenzou. Ia langsung menutup mulutnya. Mengangkat tangan ke mulut dan seperti gerakan menutup sleeting ke mulutnya. Tanda dia harus diam. Sara tersenyum mengejek. "Kapok lo.." bibir Sara berucap pelan mengejek Donny.


Lovy yang melihat interaksi antara Donny dan Sara hanya geleng-geleng kepala.


Pintu ruangan terbuka pelayan masuk sambil membawa pesanan mereka. Menghidangkan ke atas meja.


" Silahkan Bapak, Ibu. " Pelayan mempersilahkan tamunya untuk menyantap hidangan yang sudah terhidang di meja.


" Terimakasih mba. " sahut Lovy, Sara dan Donny.


Mereka menyantap makan siang dengan tenang. Sesekali Kenzou melirik ke Lovy, dan sesekali tanpa sengaja mata mereka bertubrukan. Ada desir halus yang dirasakan Lovy di hatinya. Begitu juga dengan Kenzou. Donny yang sesekali melirik ke Kenzou juga tau Kenzou dan Lovy saling lirik-lirikan.


Waktu jadi begitu terasa lamban berputar, yang dimakan pun terasa tidak habis-habis. Lovy agak lama menyelesaikan makannya. Begitu juga dengan Kenzou. Tangan Kenzou terulur ke kotak tisu hendak mengambil tisu begitu juga dengan tangan Lovy. Tanpa sengaja tangan Kenzou menyentuh atas tangan Lovy. Tangan mereka sama-sama masih terangkat di atas kotak tisu. Lovy segera menarik tangannya. Dadanya berdebar kencang.


Sara yang tadi permisi ke toilet telah kembali duduk ke mejanya. Sedangkan Donny sibuk dengan handphonenya.


" Nona Lovy, apa ada yang ingin disampaikan terkait untuk acara hari Sabtu nanti. " Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba saja Kenzou mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


Lovy yang ditanya mengangkat kepalanya menatap Kenzou. Mereka saling bertatapan lama. Lovy merasa tenang menatap mata Kenzo, terasa teduh.


" Begini Pak, karena baru tadi di rapat kita membahas tentang band yang akan tampil, saya harus menyampaikan dulu ke grup band di cafe, karena saya belum tau apa mereka sudah ada jadwal untuk tampil di tempat lain hari Sabtu nanti. " Lovy menjawab pertanyaan Kenzou.


" Baik kalau begitu, kami tunggu kabarnya secepatnya, Nona. " lanjut Kenzou.


Pelayan datang kembali sambil membawa desert. Mereka pun melanjutkan makanan penutupnya dengan desert yang disukai Lovy banyak coklatnya. Rasanya sangat nikmat. Wajah Lovy berseri-seri setelah memakan desert rasa coklat.


Kecerahan wajah Lovy tak luput dari perhatian Kenzou. Dalam hati Kenzou bertanya-tanya apa yang menyebabkan wajah Lovy sangat cerah.


Setelah selesai makan siang mereka kembali ke kantor Kenzou. Lovy dan Sara berterimakasih kasih karena sudah dijamu makan siang oleh Kenzou. Mereka kembali ke cafenya.


Hari sudah beranjak sore, Lovy dan Sara sedang berada di cafe. Lovy harus menyampaikan ke Dave tentang undangan tampil di acara Sabtu nanti. Lovy akan menyampaikan langsung kepada Dave nanti malam. Kerena band hanya tampil di malam hari.


Setelah menyapa dan mengecek keadaan cafe, Lovy naik ke lantai 3 ke kamarnya untuk beristirahat. Sara sudah duluan ke lantai 3, Sara sedang berbaring di atas sofa sambil memainkan handphone nya.


" Lov, sini dulu." Sara memanggil Lovy yang baru masuk ke kamar.


" Napa?. " Lovy mendudukkan dirinya di samping Sara.


" Ah sok teu deh lo. " Lovy menampik pernyataan Sara.


" Ya taulah gue, dari gelagat Pak Kenzou semua juga tau. " Sara menaik turunkan alisnya.


" Ehh.. jangan sembarangan lo ya, denger pacarnya Pak Kenzou baru lo tau. Ntar habis gue kena cakar. " Lovy mencelos.


" Taruhan yuk.. Kalo gue menang gue mau lo cium Pak Kenzou di depan gue. " Sara menantang Lovy.


" Apaan si lo Ra, taruhan segala. Denger ya Pak Kenzou itu sudah punya pacar. Lagian gue kan sukanya sama mas Deva. " ujar Lovy membayangkan wajah mas Deva.


" Heleh.. Lov.. Lov.. kalo sayang sama mas Deva kok lo mau dicium Pak Kenzou..Hayyyoo." Sara semakin menggoda sahabatnya.


Wajah Lovy memerah, ia segera bangkit dari duduknya.


" Males gue ma Lo. " Lovy bergerak melangkah meninggalkan Sara.

__ADS_1


" Ehhh.. Lov.. Lov.. kok malah ngacir. " Sara kembali ke posisinya. Leyeh-leyeh di sofa.


Hari sudah menjelang malam, cafe mulai rame dikunjungi pengunjung. Banyak anak-anak muda yang datang, ada yang membawa pasangan, ada yang rombongan dan juga ada yang sendiri saja.


Anak-anak band yang sudah berkumpul bersiap-siap untuk tampil, kecuali Dave yang belum kelihatan.


Lovy yang sudah menunggu dari tadi tidak melihat sosok Dave. Lovy mendekati panggung, menanyakan keberadaan Dave.


" Dave lagi otw mba Lov. Barusan dihubungi. " Jerry pemain drum menjawab Lovy.


" Ohh.. oke.. " Lovy kembali masuk ke ruang staf.


10 menit duduk di dalam ruang staf bersama Sara, Dave datang menghampiri Lovy.


" Lo cari gue Lov?. " Dave menarik kursi duduk disebelah kursi Lovy.


" Ohh iya.. Ini Dave, mau menyampaikan, apa Sabtu siang dalam minggu ini band ada jadwal manggung?. " Lovy bertanya ke Dave.


" Seingat gue sih, Sabtu siang kosong gak ada jadwal manggung, kenapa?." Dave balik bertanya.


" Ini loh Dave, Sabtu ini ada undangan manggung launching perumahannya Pak Kenzou. " Sara menimpali.


" Pak Kenzou, siapa Pak Kenzou? ". Dave tidak mengenalnya.


" Itu loh yang kemarin malam Minggu pacarnya buat acara disini. Ingat gak?." Dave geleng-geleng kepala tanda tidak ingat.


" Itu Dave, Pak Kenzou itu pimpinannya perusahaan Alex Property, mereka mengundang band lo untuk tampil di hari Sabtu nanti. " Lovy menjelaskan ke Dave.


" Ohh.. oke.. oke.. kami sih oke aja. Nanti gue sampein ke anak-anak. " Dave manggut-manggut.


" Udah itu aja? Apa ada yang lain lagi?. " Dave bertanya.


" Udah kok itu dulu disampaikan. Nanti kalo ada info baru lagi gue kabari. " Jawab Lovy.


" Oke deh.. gue lanjut ke panggung ya.. " Dave berdiri sambil menjentikkan jari jempol dan telunjuknya ke wajah Lovy.

__ADS_1


Lovy dan Sara menganggukkan kepalanya. Membiarkan Dave keluar dari ruangan khusus staf.


__ADS_2