Deviasi Hati

Deviasi Hati
Ngidam?


__ADS_3

Donny dan Sara sudah pulang dari rumah Kenzou. Mereka tidak ikut dengan Kenzou dan Lovy yang siang ini akan makan pecel lele di warung langganan Lovy dan Mama Siska.


"Kenapa pingin makan di tempat? gak di bawa pulang aja makanannya sayang?" tanya Kenzou yang sudah mengendarai mobilnya menuju ke warung pecel lele tempat mereka bertemu pertama kali.


"Mungkin baby twins yang pingin Mas. Biasanya juga Lovy belinya bungkus kok dibawa pulang." jawab Lovy.


Kenzou hanya mengangguk. Mobilnya sampai di pinggir jalan di warung pecel lele. Kenzou memarkirkan mobilnya di tempat yang teduh. Mereka berjalan berdampingan bergandengan tangan.


Banyak mata memandang ke arah mereka. Kenzou dengan tubuhnya yang tinggi dan kacamata hitamnya membuat mata yang memandang tidak mengedipkan matanya. Mereka terpesona dengan cowok peranakan yang tampan.


Kenzou mencari tempat duduk yang agak masuk ke dalam. Warungnya memang tidak terlalu besar tetapi bersih dan nyaman.


Cuaca siang hari yang panas, membuat wajah Kenzou dan Lovy memerah. Tidak ada ac di ruangan tersebut hanya ada kipas angin.


Pelayan datang menanyakan pesanan Kenzou dan Lovy.


"Pecel lele 2 piring, pedas, goreng kering ya mba, tumis cah kangkung 1 porsi, cumi gorengnya 1 porsi, ayam bakarnya 2 potong, minumnya jeruk dingin 2 dan air mineral 2, gak pake lama ya mba." ucap Lovy.


"Mas sama ajakan pesanannya atau mau nambah yang lain?." tanya Lovy.


"Samakan aja sayang.Kenapa banyak sekali pesannya sayang?" Kenzou heran dengan banyaknya makanan yang dipesan Lovy.


Lovy hanya mengedikkan bahunya.


Tidak lama kemudian pesanan mereka datang. Kenzou dan Lovy memakan makan siangnya. Lovy kepedasan, wajahnya semakin memerah.


"Sayang, kenapa harus pedas, tuh liat bibir jadi merah gitu." Kenzou mengelap keringat yang bercucuran di kening Lovy.


"Enak mas, sedaaap." Lovy masih kepedasan.


Selesai makan Kenzou kebelet ingin ke toilet dan Lovy masih duduk di kursinya.


Tiba-tiba ada seseorang yang menyapanya.


" Hai Lov, apa kabar?" Lovy kaget dan menoleh.


"Dave, apa kabar?" tanya Lovy balik.


"Gue baik." jawab Dave.


"Sama siapa ke sini? sendiri aja?" Dave hanya melihat Lovy duduk sendiri.


Agak jauh dari tempat Lovy duduk Kenzou melihat sosok yang di kenalnya, tangannya mengepal, bergegas dia mendatangi kursi Lovy.


"Sayang" Kenzou menatap tajam ke Dave.


"Mas" Lovy memegang lembut tangan suaminya.


Dave pun tak kalah tajam menatap Kenzou. Mereka seperti adu kekuatan lewat sorot matanya.


"Dave" seorang gadis cantik mendatangi Dave.

__ADS_1


"Dicari-cari disini rupanya. Ayo sudah ditunggu di mobil sama Cyra." gadis tersebut merangkul lengan Dave.


Dave dan Kenzou masih bertatapan tidak ada yang mau mengalah.


Sambil berjalan Dave masih sempat berbisik disamping Kenzou.


"Ingat, ucapan gue masih berlaku, jaga Lovy baik-baik." Dave berjalan sambil menyentuhkan bahunya ke bahu Kenzou.


Rahang Kenzou mengeras, giginya gemelutukan. Wajahnya memerah.


"Mas" Lovy kembali menyentuh dan menggoyang-goyangkan lengan Kenzou.


Kenzou tersadar tatapannya berubah, ia kembali duduk di depan Lovy.


"Minum dulu Mas." Lovy mengulurkan tangannya dengan sebotol air mineral untuk Kenzou minum.


Kenzou minum seperti orang yang kehausan, amarahnya sedikit mereda. Wajahnya kembali normal.


"Kita pulang, Mas?" tanya Lovy.


Kenzou tersenyum, ia bangkit dari duduknya mendekati istrinya dan mengenggam tangan istrinya.


Setelah membayar tagihannya. Kenzou dan Lovy menuju ke mobil. Cuaca sudah tidak sepanas sewaktu mereka baru tiba tadi.


"Kita belanja buat di rumah ya Mas sama beli susu ibu hamil Mas." Lovy masuk ke mobil disusul Kenzou di pintu kemudi.


Perjalanan ke Supermarket di Mall untuk belanja hanya 20 menit saja dari tempat mereka makan tadi. Kenzou dan Lovy berjalan sambil melihat-lihat kaca etalase-etalase yang di pajang di Mall.


"Bos" dari jauh suara Donny sudah teriak. Ia agak berlari mendekat ke arah Kenzou dan Lovy diikuti seorang gadis di belakangnya.


"Bos, sorry ini gue janjian bareng Poppy katanya ada yang mau disampaikan ke Bos tapi ia takut mengganggu Bos." ucap Donny.


Kenzou mengerutkan keningnya. Wajahnya datar.


"Nona Poppy apa mau langsung saja menyampaikan sekarang ke Pak Kenzou?" tanya Donny.


Lovy menatap ke Poppy melihat raut wajah Poppy yang nampak agak bersemu merah. Lovy mengerutkan keningnya.


"Em.. Pak Kenzou.. " Poppy akan menyampaikan sesuatu.


Tetapi Kenzou mengangkat tangannya.


"Don, lo urus."


"Ayo sayang." Kenzou merangkul pinggang Lovy segera melangkah menjauh dari Donny dan Poppy.


"Mas sepertinya gadis itu pernah Lovy liat tapi dimana ya." ucap Lovy sambil berpikir.


"Gak usah dipikirin sayang." sahut Kenzou.


Mereka masuk ke supermarket. Kenzou dan Lovy memilih barang-barang di kulkas untuk stok selama seminggu.

__ADS_1


Lovy juga membeli banyak stok susu ibu hamil dengan berbagai varian rasa.


Tanpa terasa waktu sudah hampir sore. Kenzou membawa pulang Lovy, ia tidak ingin Lovy kelelahan.


Kenzou tidak mengizinkan Lovy yang ingin mampir ke cafe terlebih dahulu sebelum pulang.


"Istirahat sebentar baru mandi ya sayang." Kenzou yang sudah berada di kamar meminta Lovy untuk istirahat sebentar.


Di rumah baru ini Kenzou memperkerjakan 2 orang asisten rumah tangga yang sudah paruh baya. Bibi Yami dan Pak Gino.


Selagi Lovy istirahat di sofa, Kenzou membersihkan dirinya terlebih dahulu di kamar mandi.


Selesai ia mandi ia membantu istrinya membersihkan diri. Lovy yang merasa kelelahan pasrah saja.


Kenzou benar-benar menjadi suami teladan. Ia tidak ingin istrinya terlalu kelelahan. Kenzou juga rajin searching membaca artikel tentang kehamilan. Dengan membaca ia lebih banyak tau bagaimana menghadapi istri yang sedang hamil.


Lovy sudah selesai mandi dan harum ia ingin turun ke bawah membuat susu, tetapi Kenzou melarangnya.


"Tetap disini sayang, biar mas yang buat susunya." Kenzou melangkah ke pintu kamar.


Lovy duduk di sofa menunggu suaminya datang. Rasa hati Lovy sangat bahagia di perlakukan Kenzou seperti ratu.


Kenzou datang membawa susu dan roti.


"Sebelum makan malam minum susu dan makan rotinya ya sayang. Vitaminnya diminum nanti malam aja." Kenzou memberikan gelas susu ke Lovy.


Hati Lovy menghangat.


"Lagi apa twins Daddy?" Kenzou mengelus perut istrinya yang mulai nampak sedikit buncit. Bulan depan mereka akan mengecek lagi perkembangan baby twins nya.


"Mas, menurut Mas baby twins cowok apa cewek? " tanya Lovy.


"Cowok cewek sayang." jawab Kenzou.


Kenzou duduk di samping Lovy tangannya masih mengelus perut Lovy.


"Kapan Mas boleh mengunjungi baby twins, sayang?" Kenzou tersenyum nakal ke istrinya.


Lovy membolakan matanya.


"Maaas!"


"Iya sayang." Kenzou mengecup pipi istrinya.


Tiba-tiba Lovy merasakan mual. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa sayang?" tanya Kenzou khawatir.


Lovy segera bangkit dan ingin berlari tetapi Kenzou menahan tangannya.


"Jangan berlari sayang, bahaya." Kenzou merangkul istrinya menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


"Muntah kan aja sayang, nanti Mas buat lagi susunya." ucap Kenzou.


"Huekk.. huekk.." Lovy kembali lemas.


__ADS_2