
Dua minggu sudah berlalu sejak penculikan Lovy di Mall. Kenzou sudah mulai jengah, pelaku yang sudah di interogasi tetap mengaku dirinya melakukan sendiri tanpa ada yang menyuruhnya.
Kenzou tidak mempercayai begitu saja, dari detektif yang disewa oleh Donny belum juga mendapatkan titik terang. Kenzou meminta bantuan dari Deva yang menguasai bidang IT.
Deva yang mempunyai perusahaan di bidang IT, segera melakukan tugas yang diminta Kenzou. Deva memulai penyelidikan awalnya melalui handphone pelaku penculikan.
Deva menghacker handphone pelaku melacak riwayat percakapan dan nomor telpon yang dicurigai. Terutama pada saat kejadian penculikan nomor siapa yang paling banyak menghubungi pelaku.
"Bagaimana Dev?" tanya Kenzou di kantor Deva.
Kenzou dan Donny ke kantor Deva untuk menanyakan perkembangan kasus penculikan Lovy.
"Sepertinya pelaku dihubungi oleh nomor seorang wanita." ucap Deva.
"Apakah Lovy ada musuh?" tanya Deva lagi.
Kenzou sedang berpikir, feelingnya mengatakan ini bukan musuh Lovy tetapi ia khawatir orang yang melakukan ini adalah orang yang berhubungan dengan dirinya.
Karena Kenzou menyadari dirinya banyak digemari oleh cewek-cewek dan tidak pernah tertarik sama sekali. Apa mungkin ini ada hubungannya dengan Zeeta pikirnya.
"Apa bisa mengecek CCTV apartemen Zeeta?" tanya Kenzou.
"Apa lo mencurigai mantan tunangan lo?" Dave mengerutkan dahinya.
Kenzou terdiam untuk beberapa saat.
"Gue mencurigainya karena ia pernah menemui Lovy sebelumnya." ucap Kenzou.
"Oke, kasih gue waktu dua hari gue akan mengecek CCTV apartemen Zeeta dan juga nomor tersebut apakah nomor Zeeta." Dave melanjutkan pekerjaan di laptopnya.
"Oke, lusa gue hubungi lo, gue balik ke kantor." Kenzou beranjak dari duduknya dan melangkah keluar.
"Don, persiapkan semuanya jika ini ulah Zeeta." tegas Kenzou.
Donny mengikuti Kenzou di belakangnya.
"Apakah Nona Zeeta akan di penjara, Bos?" tanya Donny.
Kenzou tidak menjawab ia terus berjalan menuju ke mobilnya.
Tidak akan gue ampuni lo Zeeta jika ini ulah lo, batin Kenzou tangannya mengepal kuat.
Donny melajukan mobil Kenzou kembali ke kantor.
***
Sementara di apartemennya Zeeta yang mengetahui orang suruhannya masuk penjara, terlihat gelisah dan cemas, ia *******-***** tangannya.
Zeeta tidak ingin semua rencananya gagal, Zeeta masih kekeh tetap ingin memiliki Kenzou. Tetapi ia tidak ingin Kenzou mengetahui perbuatannya yang menyuruh seseorang untuk mencelakai istrinya.
__ADS_1
Saat Zeeta ingin keluar dari apartemennya, ia melihat seseorang yang sepertinya sedang mengawasinya, tetapi ia tidak menghiraukannya.
Zeeta yang akan pergi ke penjara menemui orang suruhannya tidak menyadari jika ia di ikuti. Zeeta melangkah masuk ke mobilnya. Ia memakai rambut palsu, kacamata hitam dan masker menutupi wajahnya.
Zeeta sampai ke kantor polisi, ia akan menemui orang suruhannya. Zeeta berjalan dengan melihat ke kanan dan ke kiri dengan gelisah.
Zeeta memasuki ruangan di kantor polisi ia memberitahukan akan menemui seseorang.
Seseorang lelaki yang merupakan orang suruhan Zeeta duduk di depan Zeeta.
"Keluarkan saya dari sini, Nona." lelaki itu memohon kepada Zeeta.
"Mengapa kau ceroboh? Aku membayarmu mahal. bukan untuk masuk penjara." ujar Zeeta dengan suara pelan dan marah.
"Saya salah Nona, tetapi saya ingin keluar dari sini."
"Kau saja yang menanggungnya." Zeeta segera beranjak dari tempatnya.
***
Kenzou yang sudah mengetahui kebenaran siapa orang yang ingin menculik istrinya dari Deva dan dari detektif yang di sewanya mengepalkan tangannya kuat.
Kenzou sudah mendapatkan buktinya bahwa Zeeta adalah biang kerok dari penculikan Lovy segera menghubungi Donny meminta Donny memberikan bukti -bukti perbuatan Zeeta kepada polisi sebagai otak penculikan Lovy.
Zeeta yang sedang berada di apartemennya setelah pulang dari kantor polisi, tidak mengetahui bahwa ia sudah diincar oleh pihak kepolisian.
"Ke-kenzou." ucap Zeeta gagap.
Kenzou datang bersama polisi. Wajah Kenzou mengeras, matanya menatap tajam ke arahnya.
"Ke-Kenzou? A-da a-pa?" tanya Zeeta gugup.
Tubuh Zeeta gemetar, tangannya dingin. Ia *******-***** ujung bajunya.
"Sudah aku peringatkan jangan kau berulah lagi." Kenzou seperti singa yang akan memakan mangsanya.
"Kau tidak menghiraukan peringatanku." tegas Kenzou dengan penuh amarah.
"Pak polisi dia pelaku dari penculikan istri saya." Kenzou masih tidak mengalihkan tatapan tajamnya ke Zeeta.
"Ke-Kenzou, apa ini? Kau ti-dak bi-sa menuduhku."
"Nona, silahkan ikut dengan saya, anda bisa berbicara di kantor polisi, sebaiknya anda hubungi pengacara anda.
Polisi meringkus Zeeta dengan tangan di borgol dan membawanya ke kantor polisi.
Zeeta teriak-teriak tidak menerima polisi menangkpanya.
" Kenzouuu! kau tidak bisa berbuat seperti ini padaku. Kenzou aku mencintaimu! Kenzou.. Kenzou!" Zeeta berteriak-teriak sepanjang jalan dengan polisi yang memegang tangannya.
__ADS_1
"Kau harus merasakan akibatnya Zeeta." Kenzou tidak mengikuti Zeeta ke kantor polisi. Kenzou sudah menyerahkan kasus ini kepada pengacara keluarganya.
Kenzou berjalan menuju mobil dengan Donny yang berjalan di belakang Kenzou. Tergesa-gesa Kenzou berjalan.
"Antar pulang ke rumah, Don." Kenzou meminta Donny menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.
Istri cantiknya sudah menunggu dirumahnya. Ia sudah berjanji akan memberitahu ke istrinya siapa otak pelaku penculikannya.
"Sayang," panggil Kenzou begitu memasuki rumahnya.
Kenzou tidak melihat keberadaan istrinya, ia mencari ke kamar tetapi tidak ada.
"Sayang.. sayang." Kenzou mencari-cari dimana istrinya.
Ternyata Lovy sedang berada di taman. Ia sedang asyik menikmati berbagai macam bunga berwarna-warni yang sedang bermekaran.
"Sayang," Kenzou memeluk tubuh istrinya dari belakang, ia meletakkan dagunya di bahu Lovy. Lovy memegang tangan Kenzou yang sedang memeluk dirinya.
"Mas sudah pulang?" tanya Lovy.
"Sudah sayang." Kenzou menciumi harum tubuh Lovy, diendusnya leher Lovy dengan hidungnya, bibirnya menyusuri leher jenjang Lovy.
"Mas," Lovy meremang, bulu-bulu leher dan tangannya berdiri.
"Eenggghh.." Lovy mengeluarkan suara yang membuat Kenzou semakin bersemangat.
"Mas ada kabar bahagia sayang." ucap Kenzou tetap dengan bibir yang menjelajahi leher dan belakang telinga istrinya.
"Kabar apa Mas?" tanya Lovy lirih.
"Nanti mas akan memberitahu sayang." Kenzou memeluk istrinya erat.
"Mas pingin jenguk twins, sayang, boleh ya?" gairah Kenzou sudah tidak bisa ditahannya lagi.
Setelah beberapa purnama Kenzou tidak bisa menyentuh istrinya menjenguk baby twins.
Kenzou menggendong tubuh istrinya ala bridal style membawanya ke kamar mereka.
Lovy mengeratkan pelukan tangannya di leher Kenzou.
Sambil berjalan mereka berciuman. Kenzou membuka pintu kamarnya. Membawa Lovy ke ranjang mereka, Kenzou merebahkan istrinya ke kasur, Lovy hanya pasrah saja.
Lovy yang juga menginginkan Kenzou membiarkan dirinya disentuh dan dicium oleh suaminya dengan penuh hasrat dan kelembutan.
"Mas akan pelan-pelan sayang." ucap Kenzou yang sudah membuka jas dan kemejanya.
Kenzou mulai bergerilya, tangannya sudah tidak bisa dikondisikan, menari-nari di setiap inchi tubuh Lovy. Lovy yang sudah lama tidak merasakan sentuhan-sentuhan nakal dari suaminya, menikmati setiap gerakan tangan suaminya dan bibirnya menjelajahi kulit halus tubuhnya.
Malam ini mereka kembali menikmati kenikmatan surga dunia setelah menahannya selama empat purnama.
__ADS_1