Deviasi Hati

Deviasi Hati
Dara Naksir Kenzou?


__ADS_3

Pagi yang cerah, secerah wajah seorang pria tampan yang sedang berjalan menuju pintu lift di kantornya, tidak lupa dengan pria tampan lainnya yang selalu berada tidak jauh dari diri pria tersebut.


Kenzou dan Donny yang sedang menunggu di depan lift khusus pimpinan, disapa ramah oleh para karyawan yang juga sedang menunggu lift karyawan.


"Selamat pagi Pak Kenzou, Pak Donny." salam para karyawan sambil tersenyum.


"Pagi." jawab Donny yang memang selalu ramah.


Kenzou menganggukkan kepalanya dan tersenyum samar di bibirnya. Karyawan yang melihat senyum di bibir Kenzou meski sekilas saling berpandangan satu dengan yang lainnya. Dalam hati mereka tumben nih Bos biasanya juga wajahnya tetap lurus ke depan dan tidak pernah merespon salam dari karyawannya.


Kenzou dan Donny memasuki lift, beberapa saat kemudian lift terbuka di lantai ruangan Kenzou dan Donny berada.


"Ke ruangan sebentar." ucap Kenzou sambil berjalan. Donny mengikuti langkah Kenzou menuju ke ruangan Kenzou. Sudah ada Inggrid yang duduk di mejanya. Inggrid memberikan salam kepada atasannya.


Kenzou masuk ke ruangannya, membuka kancing jasnya dan duduk di meja kerjanya. Donny duduk di kursi meja depan Kenzou menunggu apa yang akan disampaikan Kenzou.


"Bagaimana dengan kasus Zeeta apa dia sudah mengaku?" tanya Kenzou.


"Menurut pengacara Pak Aska, Zeeta selalu bungkam jika ditanya, ia seperti orang yang linglung, banyak melamunnya. Sampai saat ini masih belum ada perkembangan yang signifikan Pak Aska akan terus berusaha dengan maximal, karena kondisi kehamilan Zeeta juga jadi pertimbangan dari kepolisian untuk mendapatkan pengakuan Zeeta." jawab Donny.


Kenzou mendengarkan dengan serius.


"Gue mau secepatnya masalah ini clear." tegas Kenzou.


"Antarkan gue ke Beauty's Butik siang ini." ucap Kenzou.


"Siap, Bos. Apa gue sudah bisa ke ruangan gue sekarang?" tanya Donny menatap Kenzou.


"Siapkan juga untuk acara tujuh bulanan baby twins." tambah Kenzou.


"Kapan acaranya?" tanya Donny.


"Gue kabari secepatnya." Kenzou menjawab tetapi wajahnya tidak melihat ke Donny ia sudah sibuk dengan berkas-berkas yang ada di mejanya.


Dengan kesibukan pekerjaannya, tanpa terasa sudah memasuki jam istirahat. Donny mengetuk pintu ruangan Kenzou.


"Masuk" terdengar suara bariton Kenzou.


"Sudah jam makan siang. Ayo katanya mau ke butik, makan siang dulu tapi ya Bos." Donny


mengingatkan Kenzou.


Kenzou menatap tajam Donny, siapa pimpinan siapa asisten batin Kenzou.

__ADS_1


"Gajimu dipotong 30%." ucap Kenzou.


"Hah?" Donny kaget.


"Tapi.. " Donny ingin meneruskan ucapannya.


"Berisik" Kenzou bangkit dari kursinya, mengambil jas yang tadi di lepasnya.


Kenzou melangkah berjalan menuju pintu, Donny masih belum menyadari salahnya dimana, ia menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal.


Kenzou dan Donny makan siang di restoran dekat kantor, setelah itu mobil yang di kendarai Donny langsung bergerak menuju ke Beauty's Butik.


Kenzou berjalan dengan tegap tidak lupa kacamata ray-bannya yang bertengger di hidung mancungnya. Diiringi oleh Donny yang berjalan disampingnya.


Seorang wanita muda dengan pakaian rapi dan rambut yang di cepol membukakan pintu buat Kenzou dan Donny. Kenzou dan Donny melangkah masuk dengan diikuti oleh pandangan memuja para staf-staf muda di butik tersebut.


Seorang wanita yang bernama Nisa, menghampiri Kenzou dan Donny.


"Selamat siang Pak, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Nisa ramah.


"Bos saya sudah ada janji dengan Ibu Silvia, mba." jawab Donny sambil mengerlingkan matanya ke gadis yang baru dilihatnya. Nisa menjadi salah tingkah.


"Baik Bapak, silahkan duduk dulu, saya akan panggilkan Ibu Silvia." Nisa berjalan menjauhi Kenzou dan Donny.


Kenzou dan Donny duduk di sofa menunggu pemilik butik datang.


"Selamat siang nak Kenzou." sapa Tante Silvia mendatangi sofa Kenzou dan Donny, Tante Silvia duduk di seberang Kenzou. Gadis mungil yang mengikuti Tante Silvia juga ikut duduk di samping Tante Silvia.


"Mau ambil pesanan Jeng Siska ya? Jeng Siska tadi sudah menelpon Tante, Jeng Siska juga menyampaikan ada hal yang nak Kenzou akan sampaikan ke tante."


"Iya tante, untuk lebih jelasnya nanti saya akan datang bersama istri saya. Saya mau ambil pesanan Mama dan menyampaikan undangan acara tujuh bulanan anak saya tante." ucap Kenzou.


Dara yang duduk disamping mamanya yang tadinya memasang wajah manis dan menggoda, tiba-tiba raut wajahnya berubah.


Donny yang memperhatikan Dara dari tadi menyadari perubahan wajah Dara yg duduk di depannya. Ia mengerutkan keningnya.


"Iya tadi Jeng Siska menyampaikan juga mengenai baju seragam keluarga buat acara tujuh bulanan nanti." ucap tante Silvia ramah.


"Maaf sebelumnya, pasti nak Kenzou dan temannya bertanya-tanya siapa gadis yang mengikuti tante dari tadi. Ini anak tante Dara, sedang latihan mempelajari hal-hal tentang disain baju." jelas tante Silvia.


Kenzou seperti biasa tidak menghiraukan ucapan tante Silvia.


"Sebentar tante ambilkan dulu pesanan jeng Siska. Dara kamu temani dulu nak Kenzou dan temannya sebentar, Mami ke atas sebentar ambil baju pesanan Mama Kenzou." Tante Silvia bangkit dari duduknya berjalan menjauhi mereka bertiga.

__ADS_1


"Emm.. Kenzou apa kamu masih tidak ingat dengan aku? Kita pernah sekelas di SMA, aku duduk di sebelah meja kamu duduk." Dara menjelaskan sambil mengingat masa-masa SMA nya.


Kenzou tetap dengan wajah dinginnya tidak menggubris apa yang di ucapkan oleh Dara.


Donny yang merasa kasihan melihat Dara diacuhkan Kenzou, menatap wajah Dara.


"Maaf mba, Pak Kenzou sedang tidak ingin diganggu." ucap Donny.


Dara yang dari tadi memandangi wajah tampan Kenzou dan menunggu respon Kenzou menjawab pertanyaannya menoleh ke arah Donny.


Dara tersenyum kikuk.


"Maaf Pak, saya hanya ingin mengingatkan Pak Kenzou bahwa kami pernah satu kelas di SMA." ucap Dara.


"Iya mba tetapi Bos saya sedang tidak ingin diganggu, mohon dimengerti mba." ucap Donny agak jengkel. Ni cewek keras kepala juga batin Donny.


"Saya ingin Pak Kenzou yang menjawab langsung pertanyaan saya Pak, bukan ingin mengganggunya." ucap Dara lagi tanpa mau mengalah.


Tuk.. Tuk.. terdengar langkah kaki sepatu high heels tante Silvia datang ke arah mereka bertiga dengan membawa totebag yang lumayan besar.


"Nak Kenzou ini pesanan jeng Siska." tante Silvia memberikan totebag tersebut ke Kenzou. Kenzou menerimanya. Kemudian ia memberikannya ke Donny untuk membawanya.


"Dara kenapa wajahmu cemberut sayang?" tanya tante Silvia ke anak gadisnya.


Dara tidak menjawab ia hanya tersenyum kecut.


"Dara tinggal dulu, Mam." Dara pergi meninggalkan Maminya yang masih berbicara ke Kenzou.


"Nak Kenzou untuk ukur baju seragamnya acara tujuh bulanan, nanti kabari tante sekalian pilih warna baju dan bahannya." tante Silivia masih dangan keramahannya.


"Baik tante." jawab Kenzou.


"Nanti asisten saya Donny ini yang akan menghubungi tante untuk jadwalnya. Saya akan datang dengan istri saya tante." ucap Kenzou.


"Baik nak Kenzou." tante Silvia berdiri dari duduknya karena Kenzou juga bangkit dari kursinya.


"Saya permisi tante." ucap Kenzou sambil berdiri.


"Baik nak, terimakasih sudah datang, salam buat Jeng Siska." tante Silvia mengulurkan tangannya mengucapkan terimakasih.


Kenzou membalasnya, diikuti oleh Donny. Kenzou dan Donny segera melangkah menuju ke pintu keluar.


Dara sudah menunggu Kenzou di pintu keluar butik.

__ADS_1


"Kenzou!" panggil Dara, ia mengulurkan tangannya hendak meraih lengan Kenzou, Donny segera menepis tangan Dara agar tidak mengganggu Kenzou. Kenzou berjalan mempercepat langkahnya dari butik dan menuju ke mobilnya.


Dara kesal tidak bisa memegang tangan Kenzou dan tidak direspon oleh Kenzou. Ia menggigit bibirnya tangannya terkepal kuat.


__ADS_2