Deviasi Hati

Deviasi Hati
Kepulangan Kenzou


__ADS_3

Pada saat Kenzou dan Donny yang berada di lokasi proyek mengalami musibah mereka segera di bawa oleh pimpro dan stafnya ke rumah sakit.


Kenzou dan Donny segera ditangani oleh dokter di rumah sakit. Kenzou mengalami cedera di bahu kirinya sedangkan Donny mengalami patah kaki kirinya ketimpa kayu.


Kenzou dan Donny masih berada di rumah sakit. Kenzou dan Donny masih harus opname dan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Mereka belum diizinkan untuk pulang.


Kenzou yang bahunya sudah dipasang penyangga dikarenakan tulang bahu yang sedikit bergeser, sedangkan Donny mengalami patah di pergelangan kakinya.


Kenzou sudah sangat gelisah memikirkan kondisi istrinya, orangtuanya sudah memberi kabar kepadanya. Kenzou sudah tidak sabar untuk melihat dan menemani istrinya di rumah sakit.


Donny yang sedang berada di ruang rawat inap Kenzou, menunggu perintah Kenzou selanjutnya. Donny sudah memesan tiket kepulangan mereka ke kota A.


"Bos, semua sudah beres, besok pagi kita berangkat." ucap Donny.


"Apa tidak bisa hari ini Don?"


"Dokter belum mengizinkan kalau hari ini."


Kenzou yang masih di atas ranjang rumah sakit menarik napas panjang. Ia mengambil handphone nya dan menghubungi nomor istrinya.


"Assalamu'alaikum, Mas." terdengar suara lirih di seberang.


"Waalaikumsalam, sayang" Kenzou menjawab salam istrinya.


Mata Kenzou berkaca-kaca mendengar suara istrinya.


"Sayang, apa baik-baik saja? gimana kabar twins sayang? Mas akan segera pulang." terdengar suara lirih Kenzou yang menahan kesedihannya.


"Lovy dan twins, baik-baik aja Mas" jawab Lovy.


"Tunggu Mas sayang, jaga twins di sana ya. Besok Mas berangkat pagi dari sini."


"Lovy dan twins menunggu Daddy pulang, apa Mas baik-baik saja? Apa Mas terluka?" tanya Lovy yang belum mendapatkan kabar kecelakaan yang menimpa suaminya.


"Mas baik-baik saja, sayang, jangan khawatir. Sayang sudah makan? Sudah minum susu?" tanya Kenzou lagi.


"Sudah Mas. Ini dokter datang nanti Lovy telpon lagi ya Mas."


"Baik sayang. Mas kangen. Love you. Mas tutup telponnya."


"Miss you too, Love you too, Daddy." Lovy menutup telponnya setelah terdengar nada putus-putus di seberang.

__ADS_1


Dokter datang mengecek kondisi Lovy, Lovy merasa dirinya sudah baik-baik saja. Setelah megecek kondisi Lovy, dokter menjelaskan kondisi Lovy sekarang sudah stabil, begitu juga dengan kandungannya semua hasilnya bagus dan Lovy di perbolehkan pulang hari ini.


Lovy mengucapkan syukur, di samping ranjangnya ada Mama Gea dan Sara, Papa Richard juga ada sedang duduk di sofa.


Mengetahui keadaan Lovy yang sudah membaik, Papa Richard dan Mama Gea merasa lega. Terutama kondisi kehamilan Lovy tidak bermasalah lagi, tidak ada kontraksi susulan.


Lovy bergerak beranjak dari tempat tidur, dibantu Mama Gea Lovy membersihkan diri. Mereka bersiap untuk pulang ke rumah. Lovy yang rindu dengan kamarnya dengan bau harum parfum suaminya di kamar sudah tidak sabar untuk segera merebahkan dirinya di kasur.


"Pelan-pelan aja jalannya, Lovy sayang." ucap Mama Gea sambil memapah tubuh besar Lovy menuju kamar mandi.


Jam 3 sore Lovy sudah berada di kamarnya. Suasana kamar yang membuatnya rindu. Dipandanginya foto besar dirinya dan Kenzou saat resepsi yang dipasang di atas kepala ranjang.


Sara mengikuti Lovy ke kamar, Papa Richard dan Mama Gea ada di lantai bawah. Mereka sedang menunggu kedatangan besannya Daddy Matthew dan Mama Siska.


"Ra, apa lo tau kabar tentang Donny? Mas Kenzou belum memberi kabar tentang Donny. Gue juga belum tau gimana kejadian kecelakaan yang menimpa Mas Kenzou dan Donny, apa mereka parah?" Lovy menatap Sara.


"Gue juga gak tau kabar mereka, Lov. Kita tunggu aja." Sara membantu Lovy berbaring di tempat tidur.


"Semoga mereka baik-baik aja Ra, gue sedih sih tapi gue gak mau menangis terus apalagi ada twins di perut gue, kalau gue cengeng mereka bisa-bisa ikutan cengeng juga." ucap Lovy.


" Iya, Lov, gue salut ma lo, kenapa lo gak nangis-nangis kejer gitu, nangis berhari-hari gak mau makan. Melamun gak mau ketemu orang."


"Yaileh lo kira ini sinetron gitu? Sorry, morry lah ya beb, kasihan baby twins kalo gak makan, bisa stunting nanti, janganlah."


***


Pagi hari pukul 10.15 Lovy yang masih tertidur menggeliat kan tubuhnya di balik selimut ia seakan bermimpi di peluk suaminya. Lovy semakin memejamkan matanya menikmati mimpi indahnya.


Kenzou yang ternyata sudah sampai di rumah pagi tadi segera menuju ke kamarnya. Dilihatnya istrinya sedang terlelap. Kenzou naik ke atas kasur dengan hati-hati. Kenzou memeluk tubuh istrinya yang tertidur dengan posisi miring ke kanan.


Kebetulan tangan kiri Kenzou masih memakai penyangga. Ia bisa memeluk tubuh istrinya yang tidur menyamping ke kanan.


Harum lembut tubuh Lovy membuat ketenangan di diri Kenzou, tangannya mengelus lembut perut istrinya. Kenzou tidak bisa memejamkan matanya.


Kenzou berkali-kali mengucapkan syukur karena istri dan anaknya tidak mengalami hal yang buruk. Kenzou menciumi harum rambut Lovy, disingkapnya rambut Lovy, di ciuminya tengkuk Lovy.


Lovy yang mengira ia masih bermimpi menikmati sentuhan bibir suaminya. Saat suaminya menggigit lembut daun telinganya Lovy mengerang. Lovy menggeliat membuka matanya.


Perlahan Lovy menoleh ke belakang dilihatnya senyum tampan suaminya. Lovy masih belum sadar. Apa ini mimpi? Lovy mengucek-ngucek matanya berulang kali. Kenzou mengecup bibirnya.


Lovy mengerjapkan matanya, apa ini nyata? Kenzou sudah tersenyum-senyum melihat mimik wajah istrinya. Sangat menggemaskan.

__ADS_1


Lovy mencoba mencubit tangannya kuat-kuat.


"Awww.." Lovy meringis.. ini nyata. Lovy masih bengong. Kenzou mengecup pipinya, dahinya, hidungnya dan terakhir bibirnya lama.


"Emmphhh.." Lovy seperti sesak tak bisa bernapas.


"Udah bengongnya, sayang?" Kenzou memeluk erat tubuh istrinya.


"M-mas.. Ken-zou..? ini mas Kenzou? beneran? apa ini mimpi?" Lovy masih tidak percaya. Ditepuk-tepuknya pipi Kenzou "Ini beneran.. ini gak mimpi. Mas Kenzou?" airmata Lovy menetes.


"Loh sayang, kok malah nangis? Iya ini Mas sayang, suamimu." ucap Kenzou.


"Mas Kenzou udah di rumah? kapan nyampe nya Mas? Waahh..Mas jahat gak kabari Lovy kalo udah berangkat." Lovy mencubit pipi suaminya keras-keras.


"Sakit sayang." Kenzou mengelus pipinya yang di cubit Lovy.


"Capek ya? Apa twins nakal? jam segini Mommy nya belum bangun?" tanya Kenzou.


Lovy menganggukkan kepalanya.


"Lovy tadi malam gak bisa tidur setelah Mas telpon menanyakan kabar twins." ucap Lovy.


Lovy belum menyadari dengan penyangga dan perban yang ada di bahu Kenzou.


Kenzou membuka selimut mereka ia bergerak untuk duduk di headboard ranjang, Lovy yang baru menyadari perban di bahu kiri suaminya. Membuka mulutnya dan menangkup kan kedua telapak tangannya di mulut.


"Mas kenapa? Mas harus cerita. Apa itu sakit?" tanya Lovy.


"Mas gak kenapa-kenapa sayang, cuma cedera bahu aja." ucap Kenzou sambil meraih tubuh Lovy untuk duduk di sampingnya.


"Aja kata mas? Bahu aja? Mas mau yang lebih dari ini sakitnya gitu?" galak Lovy yang khawatir dengan keadaan suaminya.


Kenzou yang melihat istrinya sudah mulai bertanduk menampakkan gigi taringnya menjadi ciut.


"Mas baik-baik aja sayang, Mas kangen jangan marah-marah ya Mommy. Nanti baby twins suka marah-marah loh." ucap Kenzou mencairkan suasana yang mulai panas karena Lovy.


Lovy merotasi kan matanya.


"Bangun yuk, ini udah siang, sarapan juga udah telat. Biar Mas bantuin mandinya." Kenzou beranjak dari duduknya dan berdiri membantu istrinya untuk mandi.


Sudah lama juga mereka tidak mandi bersama. Lovy hanya pasrah saja dengan perlakuan Kenzou pagi ini ke dirinya. Ia senang suaminya sudah berada si rumah sudah berada di sampingnya.

__ADS_1


"Syukur alhamdulillah ya Allah." ucap Lovy bersyukur.


__ADS_2