Deviasi Hati

Deviasi Hati
Minggu Yang Cerah


__ADS_3

Kenzou yang sudah berada di basemen parkiran mobil setelah pulang dari Mall, berjalan menuju apartemen mewahnya diikuti oleh Donny dibelakangnya. Wajah Kenzou terlihat cerah, ia senang karena tadi dirinya sudah memberikan handphone Lovy yang rusak secara langsung. Donny yang melihat wajah sumringah Bosnya geleng-geleng kepala.


Pintu apartemen terbuka mereka memasuki ruangan apartemen dengan Donny yang langsung merebahkan tubuhnya di sofa meluruskan kakinya, sedangkan Kenzou memasuki kamarnya. Kenzo mengingat kejadian yang terjadi di restoran tadi siang.


Flashback On


Ketika di restoran setelah mereka makan mereka berbincang-bincang sejenak. Kenzou yang merasa punya kepentingan menatap ke Donny. Donny yang ditatap paham dengan maksud Kenzou. Kenzou dan Donny seperti kembar yang memiliki telepati. Donny akan segera tau apa yang dimaksud Kenzou hanya dengan kode dari mata dan mimik wajah Kenzo.


Donny mengeluarkan sebuah kotak handphone dari totebag yang dibawanya dan memberikannya ke Kenzou. Lovy dan Sara hanya melihat saja tanpa berkomentar. Kenzou menerima kotak tersebut. Tubuhnya menyamping ke arah Lovy. Lovy kaget karena tiba-tiba Kenzou menatapnya tanpa berkata apa-apa. Kemudian Kenzou menyerahkan kotak handphone tersebut ke Lovy.


" Bukalah. " tanpa basa basi Kenzou menyuruh Lovy membuka kotak handphone tersebut. Lovy yang kaget menunjuk dirinya sendiri. Maksudnya apa itu untuk dirinya. Kenzo mengangguk.


" Pak Kenzou..kotak handphone ini maksudnya untuk saya? Apa Bapak tidak salah? Saya juga baru beli handphone." Lovy bertanya-tanya dalam hati kenapa ia dibelikan handphone, dirinya tidak ingat jika gara-gara tubrukan di depan toilet, Kenzou pernah mengatakan kepadanya akan membelikan handphonenya yang pecah kacanya.


" Bukalah Nona Lovy, handphone itu untuk anda. " Kenzou akhirnya mengeluarkan suaranya.


Sara dan Donny yang berada di depan Lovy dan Kenzou hanya melihat interaksi mereka berdua. Sara kaget, tumben bisa bicara lebih dari satu kata batin Sara.


" Terimalah, bukannya malam itu saya sudah mengatakan akan membelikan handphone untuk anda. " Kenzou masih menatap wajah Lovy.


Lovy yang merasa ditatap tanpa kedip jadi salah tingkah sendiri.


" Tapi Pak.. saya sudah membeli handphone sendiri. Bukan bermaksud menolak pemberian Bapak, saya merasa tidak enak Pak. " Lovy merasa sungkan menerima pemberian dari Kenzou karena ia merasa tidak begitu dekat dengan Kenzou. Tidak begitu dekat tapi kok gak menolak waktu dicium Pak Kenzou..batin Lovy.


" Sudah diterima aja Nona Lovy, jangan mengecewakan Pak Kenzou. Nona Lovy kan gak tau Pak Kenzou bela-belain ke Mall hanya untuk membeli handphone Nona. " Donny dengan ke- emberannya. Kenzou langsung menatap tajam ke Donny. Donny nya nyengir aja. Bakal kena potong banyak gaji gue nih batin Donny.


" Baiklah kalau begitu, saya terima pemberian dari Pak Kenzou. Saya ucapkan terimakasih Pak Kenzou sudah membuang waktu liburnya untuk membeli handphone ini. " bukannya ke Mall bareng pacar mau membeli perhiasan buat pacarnya batin Lovy.


Flashback Off

__ADS_1


Kenzou keluar dari kamarnya dengan pakaian santai baju kaos biru dongker tanpa kerah dengan celana pendek chinos warna krem. Dilihatnya Donny sudah tertidur pulas diatas sofa. Dibangunkannya Donny dengan menggerakkan lengannya. Donny terbangun sambil memicingkan matanya.


" Napa Bos, ini kan hari libur biarkan lah asistenmu ini istirahat disini. " Donny yang memang tidak pernah kehabisan kata-kata selalu saja nyerocos.


" Minta nomor Nona Lovy. " Kenzou yang tidak biasa menyimpan nomor cewek membuat Donny kaget dan langsung mendudukkan dirinya.


" Apa.. apa..Bos?. " Donny pura-pura tidak dengar.


" Jangan pura-pura tuli. " Kenzou duduk di sofa tunggal sambil memainkan handphone nya.


Donny mencari nomor kontak Lovy yang sudah disimpannya dan mengirimkannya ke Kenzou.


Donny bergerak menuju ke dapur mencari air dingin. Kenzou menyimpan nomor Lovy di handphone nya.


" Jadwalkan meeting besok Senin jam 10, Don. " ujar Kenzou.


" Nona Lovy biar gue aja yang hubungi. " ujar Kenzou tanpa melihat ke Donny. Donny pun paham tanpa banyak bertanya lagi.


" Gue cabut kalo gitu. " Donny beranjak dari duduk nya. Berjalan keluar pintu apartemen.


" Hemm.. " Kenzou pun bangkit dari sofanya menuju ke kamarnya.


Tiba di kamar Kenzo segera menuju balkon, hari menjelang senja. Udara sore yang tenang menerpa wajah Kenzou. Dicarinya nomor kontak Lovy.


Tuuut.. tuuttt.. belum diangkat. Kenzou mengulangi sekali lagi.


" Assalamu'alaikum, halo.. " Suara merdu dari telpon yang dihubungi membuat Kenzou terdiam untuk beberapa saat.


" Waalaikumsalam, ini dengan Nona Lovy? . " tanya Kenzou.

__ADS_1


" Iya bener, ini dengan Lovy. Maaf ini dengan bapak siapa saya bicara?. " Lovy mendengarkan dengan seksama suara di telpon seperti mengenal suara berat itu.


" Ini dengan Kenzou. " jawab Kenzou. Untuk sesaat hening. Tidak ada yang bersuara.


Lovy yang sedang berada di kamarnya dirumah orang tuanya, melihat kembali nomor yang tidak dikenalnya. Ia kaget apa bener ini Kenzou. Apa dia salah dengar. Atau ini Kenzou yang lain hanya namanya saja yang sama.


" Halo Nona Lovy saya ingin menyampaikan untuk jadwal meeting akan diadakan besok pagi jam 10." Kenzou menyampaikan informasi meeting untuk besok kepada Lovy.


" Ohh.. baik..baik pak. Maaf sebelumnya, bukannya saya berhubungan dengan Donny seperti perintah Bapak waktu saya datang ke kantor kemarin. " Lovy merasa janggal kenapa bukan Donny yang menelpon dirinya. Tetapi Bos Alex Property langsung menghubungi dirinya.


" Apa itu masalah?. " tanya Kenzou.


" Ohhh.. tidak.. tidak Pak. Saya tidak bermaksud.. " Lovy kehilangan kata-kata.


" Baiklah Nona Lovy. Itu saja saya sampaikan.Terimakasih. Saya tutup telponnya" Kenzou menunggu jawaban Lovy.


" Baik Pak, terimakasih kembali. " Lovy merasa dadanya berdebar-debar. Rasanya tak percaya Pak Kenzou yang biasanya irit bicara kenapa sekarang jadi lancar bicaranya. Kenapa bukan Donny yang menghubungi dirinya. Lovy bertanya-tanya dalam hati.


Kenzou yang sudah menutup telponnya tersenyum sumringah. Ia senang bisa mendengar suara merdu gadis yang sudah membuat pikirannya tidak tenang. Gadis yang selalu membuat pikirannya jadi berisik dan terusik. Hatinya selalu berdebar jika melihat Lovy apalagi tadi di restoran bisa duduk di sebelahnya. Harusnya ia memberikan bonus ke Donny karena sudah bisa membuat dirinya duduk berdekatan dengan gadisnya. Nah.. kok gadisnya.. belum juga bisa Kamu miliki Lovy, Kenzou. Kenzou merasa hari ini sangat indah.


Sedangkan Lovy di kamar rumahnya masih juga tidak habis pikir dengan Kenzou yang berubah 180 derajat menelpon dirinya. Lovy menelpon Sara agar besok ikut meeting di kantor Alex Property.


Dengan hati yang juga membuncah Lovy senyum-senyum sendiri. Gue rasa gue udah gila.. batin Lovy. Hari Minggu yang bersejarah bagi Lovy dia mendapatkan handphone dan juga telpon langsung dari Kenzou.


" Lovy.. Lovy.. " terdengar suara ketukan pintu mama Gea memanggilnya.


" Bentar ma.." Lovy membuka pintu kamarnya.


" Ayo ke bawah itu mas mu manggil disuruh turun ke bawah. Mama tadi sekalian ke atas mau ambil duit buat cucu mama jajan. " mama Lovy menarik tangan Lovy untuk ikut ke lantai satu.

__ADS_1


__ADS_2