Deviasi Hati

Deviasi Hati
Kejadian di Depan Toilet


__ADS_3

Kenzo yang beranjak dari kursinya dengan perasaan berkecamuk mencari toilet untuk mendinginkan wajahnya dan menenangkan hatinya yang panas. Belum juga memiliki Lovy tapi Kenzou merasa sudah kebakaran jenggot melihat interaksi Lovy dengan cowok lain. Dengan langkah lebar Kenzou berjalan tergesa-gesa tanpa menyadari seorang yang sedang berjalan di depannya yang kebetulan juga sedang tidak memandang ke depan. Mata dan jari tangannya sedang sibuk dengan handphone yang ada ditangannya.


Bruukk..


Handphone terlepas dari genggaman dan gadis yang di tabrak Kenzou berteriak kesakitan.


" Aduuuhhh. " dengan wajah yang masih menunduk gadis tersebut belum menyadari siapa yang menabraknya.


" Maaf.. maaf Nona. " Kenzo yang belum menyadari siapa gadis yang ditabraknya masih berdiri di depan gadis tersebut, tanpa membantu gadis tersebut untuk berdiri dari jatuhnya. Mendengar suara bariton yang seperti dikenalnya gadis tersebut mengangkat kepalanya.


" Pa-Pak.. Ken.. Zou.. maaf.. maafkan saya Pak. Saya tadi jalan tidak melihat ke depan. " Kenzou yang baru menyadari siapa gadis yang ditabraknya sejenak terpaku. Pikirannya seperti blank. Dengan susah payah Lovy berusaha untuk berdiri tapi masih kesulitan dikarenakan bokongnya yang langsung menghantam lantai. Lovy meringis kesakitan.


Kenzou yang sudah kembali dari rasa kagetnya segera mengulurkan tangannya meminta tangan Lovy agar menyambutnya untuk membantunya berdiri. Lovy meraih tangan Kenzo yang terasa keras otot-ototnya. Setelah bisa berdiri, mata Lovy mencari-cari dimana handphonenya terjatuh. Kenzou yang melihat dimana handphone Lovy berada segera meraihnya. Dilihatnya handphone itu retak kacanya.


" Nanti saya akan ganti handphone kamu. " Kenzou menatap mata indah Lovy dari dekat. Jarak mereka hanya terpisah 2 jengkal. Kenzou merasa seakan-akan ada magnet yang menariknya untuk semakin mendekat ke Lovy. Lovy juga seakan terpaku tidak bisa berbuat apa-apa. Mata mereka saling menatap, Lovy merasakan hembusan nafas Kenzou semakin mendekat ke wajahnya. Seakan dunia berhenti berputar seketika. Lovy merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Mata Lovy membola, dadanya terasa berdegup kencang, Kenzou yang merasakan kelembutan bibir Lovy rasanya tidak ingin melepaskan kecupannya.


" Bos.. " tiba-tiba saja suara Donny mengagetkan 2 insan yang seakan terpaku masih belum menyadari keadaan yang terjadi. Donny yang tadi sempat melihat hanya nyengir kuda merasa salah tingkah sendiri sudah mengganggu dua orang yang ada di depan toilet yang tadi sedang berciuman.


" Sorry.. sorry Bos. " Donny langsung ngeloyor pergi ke toilet sambil nyengir-nyengir sendiri.


Kenzou dan Lovy yang masih merasakan keadan akward diantara mereka menjadi salah tingkah. Wajah Lovy memerah. Lovy buru- buru permisi meninggalkan Kenzou yang masih bergeming, meski dengan rasa sakit yang masih terasa di bokongnya. Kenzou tersenyum smirk sambil memegang bibirnya dan melangkah menuju ke toilet dengan kembali ke wajah datarnya dan dengan tatapan mata yang tajam seperti singa yang akan menerkam mangsanya.

__ADS_1


Di toilet masih ada Donny yang segera bergerak begitu tau Kenzou masuk ke dalam toilet.


" Tetap disitu. " Kenzou dengan suara lantangnya tak membiarkan Donny pergi menghindari dirinya.


Donny yang sudah bergerak menggapai pintu toilet terpaksa berdiri tegak seperti robot, tak berani membalikkan badannya. Kemudian ia berjalan mundur mendekati Kenzou masih dengan posisi yang membelakangi. Tengil memang tingkah Donny ini. Kenzou yang tadinya mau marah ke Donny jadi tak jadi, ditariknya kerah baju Donny. " Sini lo, belikan handphone buat Nona Lovy. " Kenzou memerintah sambil berjalan menuju pintu keluar toilet. Donny yang merasa ditinggal langsung berlari mengejar Kenzou. Kenzou yang sudah di luar toilet berjalan dengan langkah cepat meninggalkan Donny yang hendak mengejarnya.


"Bos.. Bos.. Zou.. Zou.. " Donny berlari mengejar Kenzou yang berada jauh di depannya, setelah mampu mengejar Kenzou, Donny berjalan beriringan disamping Kenzou.


" Maksudnya belikan handphone Nona Lovy buat apa Bos. " Donny dengan jiwa kepo nya mulai menanyakan hal yang menurutnya ini baru pertama kali Kenzou peduli dengan wanita.


Kenzou melirik tajam ke arah Donny. Donny menciut mengangkat kedua tangannya.


" Oke.. oke.. gue belikan handphone buat Nona Lovy. Apa ada yang lain lagi Bos?. " Donny masih juga nyerocos padahal Kenzou sudah tidak berada lagi di sampingnya.


" Bos.. mana Zeeta, udah selesai kan acaranya mau tunggu apalagi? Ayo pulang. " Donny tak menyadari omongan nya kembali membuat tanduk di kepala Kenzou muncul. Kenzou menatap Donny tajam.


" Waduuhh, salah lagi gue. Sorry.. sorry Bos bukan maksud memerintah. " Donny menyadari kesalahannya.


" Acara sudah selesai, ayo kita pulang. " Zeeta yang tiba-tiba datang duduk di samping Kenzou kembali merangkul lengan Kenzou.


" Yaahh.. sekali yayanknya ajak pulang anteng aja. Gak kena tatapan maut. Lah..gue.." Donny berbicara sendiri dengan suara lirih tapi tetap kedengaran oleh Kenzou. Kenzou kembali menatap tajam ke arah Donny. Donny menyerah angkat tangan.

__ADS_1


Kenzou beranjak dari kursinya, sebelum mereka pergi diliatnya Lovy dan Sara yang berjalan ke arah mereka bertiga.


" Terimakasih Pak Kenzou, Nona Zeeta, Pak Donny sudah bersedia mengadakan acara di cafe kami yang sederhana ini. Semoga berkesan dan kedepannya bisa mengadakan acara disini lagi." Lovy dan Sara menundukkan sedikit kepalanya dan mengulurkan tangannya. Kenzou yang biasanya tidak mau berjabat tangan dengan lawan jenis kali ini pengecualian, segera tangannya terangkat menerima uluran tangan Lovy. Donny yang di sebelahnya mengangkat sebelah alisnya. Begitu juga dengan Sara yang heran gak biasanya Pak Kenzou seperti itu. Kemarin gue dicuekin cuma dilirik doank batin Sara. Sedangkan Zeeta tersenyum ramah kepada Lovy dan Sara.


" Terimakasih kembali saya ucapkan, acara ulang tahun saya berjalan dengan lancar, saya juga terkesan dengan lagu yang Anda bawakan tadi Nona Lovely. " Zeeta tau nama Lovy dari MC yang tadi menyebutkan namanya.


" Baik.. kalo begitu kami undur diri. " Donny yang dari tadi diam saja tak mau kalah dengan cewek-cewek yang mengeluarkan suaranya. Sara yang mendengar suara Donny hanya menyipitkan matanya.


" Sekali lagi terimakasih. " Lovy dan Sara tersenyum mengantarkan tamunya sampai keluar pintu cafe. Lovy melihat tangan Zeeta yang tak lepas dari lengan Kenzou. Ada rasa sedikit terganggu dihatinya. Lovy dengan sadar mengalihkan pandangannya ke arah lain begitu Kenzou memalingkan wajahnya ke arahnya.


Lovy dan Sara kembali ke cafe karena acara sudah selesai, tim yang tadi sudah bekerja sekarang berkumpul di ruangan tengah cafe, mereka akan mereview kembali acara yang tadi sudah dilaksanakan. Lovy sebagai pemilik dan juga sebagai ketua tim mengadakan meeting sebentar sebelum pulang ke rumah masing-masing. Tim pun merasa senang karena akan mendapatkan bonus setelah bekerja lembur. Mereka seharusnya pulang pukul 10 malam setelah cafe tutup tapi sekarang sudah pukul sebelas lewat. Lovy dan Sara merasa puas karena acara berjalan lancar. Anggota band juga masih lengkap mereka belum pada pulang. Di sudut meja terlihat Dave yang sedang meminum kopinya sambil memperhatikan Lovy yang sedang memimpin rapat. Terbit senyum menawan dari bibirnya. Bagi Dave dengan hanya melihat sosok gadis pujaannya saja sudah membuat hatinya senang.


Setelah selesai rapat semua pulang ke rumah masing-masing kecuali tinggal lah Lovy, Sara dan Dave di cafe.


" Dave, kamu gak pulang?. " tanya Sara. Lovy mengalihkan wajahnya ke arah Dave yang masih betah duduk di pojokan.


" Ngusir nih?. " Dave beranjak dari kursinya.


" Gak gitu. " ujar Sara.


" Ya udah gue balik nih. Lovy terimakasih ya lagunya tadi pas buat gue." Dave mengambil jaket yang ada di kursinya.

__ADS_1


" Hah? " Lovy bengong menatap Dave.


" Ya udah gue cabut. See u again. " Dave pun melangkah berjalan menuju pintu keluar.


__ADS_2