Deviasi Hati

Deviasi Hati
Rutinitas


__ADS_3

Kenzou sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Pagi yang sangat cerah bagi Kenzou. Senyum tampannya menghiasi bibirnya. Kenzou keluar kamar menuju dapur, dilihatnya Donny yang sedang menikmati sarapannya. Kenzou yang biasanya berwajah datar terlihat berbeda. Senyum terbit dari bibirnya, Donny yang sedang menggigit roti terdiam, ia melongo, ada angin apa gerangan.


" Lo kesambet apa, Zou. " Donny menyebut nama Kenzou bukan sebutan Bos seperti biasa. Ini karena sikap Kenzou yang luar biasa.


" Berisik. " ucap Kenzou.


Kenzou duduk di samping Donny. Mereka menyelesaikan sarapannya segera mungkin karena acara launching Green Orchard tinggal 3 hari lagi mereka harus mengadakan meeting internal di kantor.


" Persiapkan semua dengan matang Don, jangan ada kesalahan. " Kenzou mengingatkan ke Donny.


" Siap Bos." Donny yang tengil mengangkat tangannya seperti sedang mengikuti upacara bendera.


Selesai sarapan mereka menuju ke kantor. Seperti biasa Donny yang membawa mobil Kenzou.


Memasuki lobby kantor para karyawan yang berpas-pasan dengan mereka memberi hormat. Donny menganggukkan kepalanya sambil senyum ke karyawan. Begitu juga dengan Kenzou, tidak seperti biasanya yang tidak pernah tersenyum. Karyawan yang melihatnya tertegun. Mereka heran apa ini mimpi? Mereka saling berpandangan satu sama lainnya.


Setelah lift terbuka Kenzou menuju ke ruangannya diikuti Donny, Inggrid sudah berada di mejanya di depan ruangan Kenzou.


" Selamat pagi Pak Kenzou dan Pak Doni. "Inggrid memberikan salam hormatnya.


" Selamat pagi Inggrid. " Kenzou membalas salam Inggrid.


Inggrid terkesiap, matanya menatap Donny. Donny hanya mengedikkan bahunya. Waahh.. ada apa dengan Pak Kenzou hari ini batin Inggrid, apa bintang jatuh dari langit. Bersinar berkilau-kilau hinggap di wajah Pak Kenzou, Inggrid tersenyum membayangkan akan mendapat bonus dikarenakan kondisi hati Pak Kenzou sedang bebunga-bunga. Mana pernah biasanya Pak Kenzou membalas salam, ini luar biasa.


" Siapkan rapat dengan semua divisi hari ini jam 10." Kenzou langsung memerintahkan ke Inggrid.


" Baik Pak. " Inggrid menganggukkan kepalanya.


Kenzou dan Donny masuk ke ruangan Kenzou.


" Bos, Siang ini ada pertemuan makan siang dengan Mr. Han melanjutkan pembicaraan meeting yang kemarin. " Donny mengingatkan Kenzou.


" Hemm.. " Kenzou menjawab tanpa melihat ke arah Donny.


Tok.. Tok..


Terdengar pintu diketuk dari luar.


" Masuk. " terdengar suara Donny.


" Maaf Pak, ada tamu mau bertemu dengan Pak Kenzou. " Inggrid menginformasikan.


" Suruh masuk. " ucap Donny.


Inggrid keluar ruangan mempersilahkan tamu Kenzou masuk.

__ADS_1


" Pagi Yank.. " Zeeta dengan langkahnya mendekati Kenzou.


" Gue balik ke ruangan, Bos. " Donny berdiri beranjak dari kursinya.


" Tetap di tempat. " suara berat Kenzou terdengar.


Zeeta dan Donny terdiam ditempatnya saling memandang, siapa yang dimaksud Kenzou untuk tetap ditempatnya, Donny atau Zeeta.


Kenzou mengerutkan keningnya menatap dua orang yang ada di depannya.


" Yank, aku mau ajak kamu makan siang nanti, sekalian mau ada yang harus dibicarakan. " ucap Zeeta.


Kenzou tidak menjawab. Moodnya yang tadi sudah baik kembali ke mode awal, kanebo kering.


" Maaf Nona Zeeta, siang nanti Pak Kenzou ada meeting. " Donny yang menjawab mewakili Kenzou.


" Jadi kapan yank kamu ada waktu? Bulan depan Oma mau datang. Aku sekalian mau berikan gelang yang kemarin Oma pesan yank. " Zeeta menarik kursi di depan meja Kenzou dan duduk disana.


" Aku sibuk. " jawab Kenzou tanpa mengangkat wajahnya.


Kenzou melihat jam di tangannya, sebentar lagi mereka akan meeting dengan semua divisi untuk persiapan launching Green Orchad. Kenzou bergerak dari kursi duduknya.


" Ayo Don, meeting. " Kenzou berjalan menuju ke pintu.


Donny pun bergerak mengikuti Kenzou.


Zeeta menghentakkan kakinya, ia merasa kesal diabaikan. Ia berjalan cepat sambil menyenggol bahu Kenzou yang sedang berjalan.


" Kamu jahat Ken. " Zeeta pergi dengan langkah terburu-buru tanpa menoleh ke Kenzou.


Sementara itu di Cafe Lovely, Lovy dan Sara juga sedang meeting bersama koki mempersiapkan pesanan snack box untuk hari Sabtu.


" Lov, apa snack box nya semua dalam bentuk kotak atau ada yang untuk tamu VIP nya dihidangkan di meja? " tanya Sara.


" Kita buat keduanya, mengantisipasi." jawab Lovy.


" Oke. " lanjut Sara.


" Untuk snack ada rasa manis juga rasa asin permintaan dari Pak Kenzou kemarin." Lovy menjelaskan.


" Asal jangan ada rasa pahit Lov, hidup sudah terasa pahit soalnya..haha.." Sara bercanda.


" Jay.. untuk pastry nya nanti pastikan ukurannya ya Jay, jangan terlalu kecil. " Lovy meminta kokinya membuat pastry sesuai dengan permintaan klien


" Siap, Lov. " Jaya si koki adalah teman sekolah Lovy dan Sara di bangku SMA. Mereka seumuran makanya hanya memanggil nama tanpa embel-embel Ibu, Bapak, atau Mba.

__ADS_1


" Untuk pengantaran snack box nanti sebelum makan siang ya Jay, lo nanti sebagai penanggungjawabnya. Karena gue sama Sara berada di lokasi. Sebelum pengantaran pastikan semua lengkap dalam snack box nya Jay. " Lovy tidak mau ada kesalahan nantinya.


" Siap Lov. " Jay memberi acungan jempolnya.


" Untuk bahan-bahan semua sudah dicek Jay? apa masih ada yang kurang?. " tanya Lovy lagi.


" Sudah semua Lov, sudah beres. " jawab Jay.


" Oke.. gue rasa cukup meeting hari ini. Sudah mau jam makan siang. Pengunjung pasti mulai rame. " Lovy menyudahi rapat kecilnya pagi ini.


Jay kembali ke dapur, Lovy dan Sara masih ditempatnya.


" Menurut lo, apa nanti pacar Pak Kenzou akan hadir Lov?. " Sara bertanya.


Sara mengedikkan bahunya.


" Kenapa emang?. " Lovy balik bertanya.


" Ya gak apa-apa sih. Gue khawatir dengan Lo. " ujar Sara.


" Kok gue?. " Lovy mengerutkan alisnya.


" Ya iyalah elo, mana tau lo nanti patah hati, menangis bombay..haha.." Sara tertawa ngakak.


" Sialan lo. " Lovy melemparkan pena ke Sara.


" Udah yuk.. turun, liat pengunjung cafe hari ini. " ajak Lovy. Lovy dan Sara turun ke bawah ke lantai satu. Mereka meeting di kantor administrasi cafe di lantai dua.


Sampai di bawah Lovy dan Sara melihat seorang gadis yang seperti dikenalnya.


" Bukankah itu Nona Zeeta? ". tanya Sara.


Lovy mengikuti arah pandang Sara.


" Iya. " jawab Lovy.


" Kenapa dia cemberut gitu?." tanya Sara lagi.


" Ya mana gue tau, jangan kepo. " Lovy mengingatkan Sara.


Sara kembali ke meja kasir sudah ada disana Nena, Sara datang mengecek kerjaan Nena. Sedangkan Lovy menuju ke ruang dapur. Ia akan membantu membuat desert. Desert spesial Cafe Lovely merupakan resep ciptaannya sendiri.


Hari semakin siang cafe semakin ramai. Sara melihat ke meja Zeeta, dia tidak sendiri tetapi sudah ada seseorang lelaki yang menemaninya. Siapa dia batin Sara. Jangan kepo Sara ingat pesan Lovy tadi. Sara tersenyum smirk, jiwa keponya mulai berontak tak mau di tahan ingin segera menggosip. Berita panas buat Lovy nih.. Sara cekikikan sendiri.


Zeeta yang sedang duduk berdua bersama seorang lelaki tidak menyadari bahwa seseorang memperhatikannya.

__ADS_1


Lovy yang barusan keluar dari ruangan dapur tanpa sengaja melihat ke meja Zeeta, ia mengernyitkan keningnya. Sama seperti Sara ia pun penasaran siapa cowok yang duduk bersama Zeeta.


__ADS_2