Deviasi Hati

Deviasi Hati
Cinta Kenzou-Lovy


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Kenzou-Lovy berjalan lancar, meski ada sedikit gangguan bagi Kenzou pribadi, itu tidak mengurangi rasa bahagia di hatinya.


Malam ini mereka menginap di president suite hotel tersebut. Ruangan kamar yang sangat luas dan sangat nyaman dengan fasilitas lengkap yang memanjakan, ranjang extra king, dapur, ruang makan, view ke arah pantai, ada balkon yang juga mengarah ke pantai.


Kenzou dan Lovy sudah berada di kamarnya. Tubuh mereka terasa lelah, Lovy yang sedang membersihkan diri di kamar mandi, merilekskan tubuhnya dengan berendam di bath up. Sambil memejamkan mata menikmati aroma terapi.


Lovy tidak menyadari suaminya yang sudah ada di depan bath up dengan tubuh naked nya. Perlahan Kenzou ikut masuk ke bath up. Lovy yang sedang memejamkan matanya seketika membolakan matanya melihat tubuh suaminya yang naked perlahan ikut masuk ke bath up.


"Maaas." Lovy sedikit berteriak melihat Kenzou yang naked.


"Hemm." hasrat Kenzou sudah tidak bisa ditahan.


"I want you, my love." ucap Kenzou dengan suara seraknya.


Kenzou yang sudah duduk membelakangi Lovy, memulai kenakalannya. Malam ini ia ingin menikmati istrinya dengan semua perasaan cinta dihatinya.


"I want you more.. more.. and more" Kenzou menciumi istrinya. Menyentuhnya dengan lembut. Lovy tidak bisa menolak sentuhan suaminya, ia juga menginginkannya.


Suara mereka saling memburu, Lovy menikmati yang Kenzou lakukan ke tubuhnya. Ia melenguh, merasakan sensasi penuh cinta dari suaminya.


"Mas.. I love u." ucap lovy di sela-sela percintaan mereka.


Kenzou terdiam sejenak. Ia sedikit kaget.


"Ulangi sayang" ucap Kenzou.


"Kan udah jelas, Mas." Lovy mencium bi bir suaminya. Kenzou membalasnya.


Memerlukan waktu yang lama untuk mereka 'membersihkan diri' di kamar mandi.


"Eeuhhh" terdengar suara sexy Lovy, Kenzou semakin semangat dengan gerakan-gerakannya.


Setelah mendapatkan pelepasan entah berapa kali, mereka menyelesaikan ritual mandi mereka.


Kenzou puas dengan istri cantiknya ia selalu menginginkan istrinya lagi dan lagi, tak bosan-bosan baginya menyentuh tubuh istrinya.


Sudah hampir dini hari mereka selesai dengan ritual intim mereka.


Kenzou dan Lovy tidur nyenyak dengan saling berpelukan.


Mentari sudah naik ke permukaan, suasana nyaman di kamar membuat sepasang suami istri yang baru saja merayakan pesta pernikahan, masih betah dengan pelukan dan selimutnya.


"Selamat pagi sayang, my love." Kenzou yang terbangun dari tidurnya mencium kening istrinya.


Lovy membuka matanya, tatapan mereka bertemu. Sorot mata penuh cinta dari suaminya, Lovy menyentuh pipi suaminya.


"Pagi, suamiku." Lovy menggeliat kan tubuhnya.

__ADS_1


"Lovy mau mandi dulu, bukannya kita harus sarapan dengan Oma dan keluarga besar Mas?" tanya Lovy.


Kenzou melihat jam di nakas, pukul 8,15 menit pagi.


"Sepertinya kita telat turun ke restoran." Kenzou bangkit dari tidurnya.


"Lovy mandi dulu, mas habis Lovy aja mandinya." ucap Lovy.


"Bukannya mau mandi bareng, sayang?" Kenzou mengerlingkan matanya.


"Gak, kelamaan, gak enak sama keluarga besar udah ditunggu di bawah." Lovy berjalan menuju kamar mandi.


"Mereka paham, sayang." ucap Kenzou.


Kenzou meraih handphonenya di atas nakas. Ada notif pesan masuk dari Donny.


Donny


Bos, semua sudah dibawah pada nungguin.


Kenzou hanya membacanya saja.


Donny, Sara dan keluarga besar Kenzou dan Lovy sudah duduk di kursinya masing-masing. Mereka akan makan pagi bersama. Pagi yang cerah, dimana semua wajah tampak sumringah.


"Assalamu'alaikum semua." ucap Lovy.


"Waahh.. pengantin baru kita wajahnya terang, seterang cahaya matahari." Donny yang memang kelebihan kosa kata bicara menggoda pengantin baru, yang tak lain dan tak bukan adalah sepupunya merangkap bosnya.


Wajah Lovy memerah, Kenzou menatap tajam ke Donny.


Donny nya cengengesan saja. Ia paling suka menggoda siapapun tak peduli jika Kenzou adalah bosnya di kantor.


"Makanya Don, segera nikah gih biar terang juga wajahmu seperti Kenzou dan Lovy." Mama Siska nyeletuk.


Bluussh..


Berbalik sekarang wajah Kenzou yang memerah. Ia meringis, senyum-senyum tak jelas.


"Rasain lo, kebanyakan bacot." Sara yang tidak jauh duduknya mengejek Donny, ia menjulurkan lidahnya ke Donny.


Donny yang mendengar suara Sara menoleh dan mengedipkan sebelah matanya ke Sara.


Sara melotot, ingin rasanya ia menimpuk kepala Donny dengan sendok yang ada ditangannya.


"Sudah-sudah, ayo kita mulai sarapannya." ucap Oma sambil mengambil minuman di depannya.


Kenzou dan Lovy duduk bersebelahan. Aura kebahagiaan di wajah mereka tak pernah pudar. Kenzou dan Lovy bersyukur dengan kehangatan keluarga besar mereka.

__ADS_1


Selesai sarapan mereka mengobrol dengan santai. Mereka akan pulang sebelum makan siang. Sedangkan Kenzou dan Lovy masih akan stay di hotel. Mereka sekalian berbulan madu. Karena kesibukan Kenzou dan Lovy mereka tidak bisa berangkat bulan madu dalam waktu dekat.


Hari sudah menjelang siang, semua keluarga besar Kenzou dan Lovy sudah pulang. Tinggalah Kenzou dan Lovy, Donny dan Sara.


Donny dan Sara tidak ikut pulang karena mereka masih ada urusan yang harus diselesaikan dengan pihak hotel.


Jadilah mereka berempat sekarang ada ruang tamu kamar Lovy.


"Ra, sudah selesai urusan dengan manajemen hotel?" tanya Lovy.


"Sudah beres semua." ucap Sara.


"Syukur lah." jawab Lovy.


"Bos, sebenarnya gue gak mau ganggu honeymoon lo berdua, tapi karena Inggrid kemarin mendadak harus pulang, gue terpaksa harus tinggal di sini." tumben Donny lurus ngomongnya batin Sara.


Kenzou hanya manggut-manggut saja.


"Ya udah gue sama Sara cari angin dulu diluar." Donny yang tanpa basa basi langsung menarik tangan Sara. Sara nya cengo, ni cowok apaan sih main tarik-tarik tangan orang saja.


Sara berontak ingin melepaskan tangannya dari Donny, tetapi Donny menggenggamnya erat.


Lovy yang melihat tersenyum menggoda ke Sara yang melihat ke arahnya. Kenzou hanya melihat dengan wajah datarnya.


Menjelang sore Kenzou dan Lovy berjalan di pantai indah yang ada di resort. Pantai dengan pasir putih dan halus dengan warna air lautnya yang hijau sangat memanjakan mata yang memandangnya.


Kenzou dan Lovy menyusuri jalan pantai sambil bergenggaman tangan. Angin laut yang kencang menerbangkan rambut panjang sebahu Lovy. Menghirup udara laut sore hari, ketenangan alam didepan matanya membuat ketenangan di dirinya bertambah berlipat-lipat.


"Sayang" Kenzou menghentikan langkahnya. Begitu juga Lovy.


Mereka saling berpandangan.


"Terimakasih" ucap Kenzou.


"Untuk?" Lovy mengamati wajah tampan suaminya.


"Untuk menjadi istri Mas." Kenzou memeluk tubuh istrinya. Ditemani angin laut yang berhembus Kenzou merasakan ketenangan batinnya.


Menjadi suami baginya hal yang baru, akan banyak rintangan yang akan mereka hadapi kedepannya. Ia mau setiap masalah yang datang menguji cinta dan rumah tangga mereka, mereka akan tetap saling menguatkan. Saling memberi dukungan. Saling mencintai.


"Sama-sama, suamiku sayang, Mas Kenzou yang tampan dan cool." Lovy terkekeh.


"Sayang, awas ya. Liat aja nanti malam." Kenzou mengancam istrinya. Ia ingin mencium istrinya.


Lovy berlari menjauhi Kenzou, menggodanya, Kenzou mengejarnya.


"Udah berani sekarang ya." Kenzou menangkap tubuh istrinya memeluknya erat.

__ADS_1


Lovy tertawa terbahak-bahak. Sepasang suami istri yang baru merasakan indahnya jatuh cinta. Indahnya menjadi pasangan pengantin baru. Semoga semesta merestui cinta mereka.


__ADS_2