
Pernikahan yang mendadak dan tidak diketahui publik, membuat Kenzou dan Lovy kembali ke rutinitasnya sehari-hari. Mereka belum sempat untuk berkunjung ke rumah orangtuanya masing-masing dan rencananya nanti malam mereka akan mengunjungi orangtua Kenzou.
Kenzou mengantarkan Lovy ke cafenya, sedangkan ia langsung menuju ke kantornya. Kenzou membawa mobilnya sendiri dari apartemennya ke kantor.
Tiba di kantor didalam ruangan Kenzou.
" Waahh, Bos.. segar terus nih. " Donny dengan tidak sopannya menggoda Kenzou di ruangannya.
" Gaji lo di potong bulan ini Don. " Kenzou tetap dengan style nya, datar.
" Jangan donk Bos. " Donny nyengir.
" Bagaimana? Apa sudah kamu urus staf hotel itu? " tanya Kenzou.
" Beres Bos. " jawab Donny.
" Gue mau dia masuk penjara gimanapun caranya. " tegas Kenzou.
" Nona Zeeta, Bos?. " tanya Donny.
" Aku sendiri yang akan mengurusnya. Hubungi dia jumpai gue besok di restoran X siang. " Kenzou memerintahkan Donny menghubungi Zeeta.
" Siap, Bos. " Donny memberi hormat.
" Jangan lupa siang ini akan ada pertemuan dengan Mr. Goh, Bos. " Donny mengingatkan.
" Hemm.. " Kenzou hanya berdehem menjawab Donny.
Donny keluar pintu ruangan Kenzou.
Sementara di cafe Lovy, suasana pagi masih lengang hanya ada beberapa pengunjung saja yang ada di cafe.
Lovy berjalan ke dapur menemui staf yang ada di dapur. Staf yang hanya beberapa orang menunduk dan tersenyum ke Lovy.
" Pagi mba Lovy?. " sapa mereka.
" Pagi. " Lovy menjawab.
" Jay, bagaimana stok di dapur?. " tanya Lovy ke Jay.
" Aman, Lov. " jawab Jaya.
" Hai.. Hai.. beb. " Sara yang baru datang kepo langsung cipika cipiki ke Lovy.
" Lo kok dah masuk kerja sih Lov. " Sara bersuara dengan kencang.
Lovy menatap Sara, memberi kode lewat matanya agar tidak teriak-teriak.
" Oke.. Oke.. " Sara menggandeng Lovy keluar ruangan dapur. Mereka naik ke tangga menuju lantai dua ke ruangan kerja Lovy dan Sara.
" Gimana-gimana? Apa rasanya jadi pengantin baru?. " tanya Sara.
Lovy merotasikan matanya.
" Kasih tau gak ya?. " Lovy sengaja membuat Sara jengkel.
" Issshh.. gitu ya. " Sara sambil mengambil cemilan di meja.
" Kalo mau tau rasanya jadi pengantin baru, buruan nikah. Biar gak penasaran." Lovy duduk di meja kerjanya, membuka laptopnya.
__ADS_1
" Deeeeeuhh.. yang udah nikah, mentang-mentang deh. " ujar Sara.
" Ohhh iya Ra, gue penasaran dengan kejadian di hotel. Lo kan tau tu Ra, ceritain donk Ra. " pujuk Lovy.
" Wani piro?. " Sara menaik turunkan alisnya.
" Payah lo Ra, dasar madu lo. " ucap Lovy.
" Madu apaan?." tanya Sara.
" Kasih tau gak ya?. " Lovy mengejek ke Sara balik.
" Isssh..dasar lo ya. " Sara berdiri mengambil air minum di kulkas.
" Madu itu.. mata duitan.. hahhaa.. " Lovy cekakakan tertawa.
" Dasar sableng. " Sara mencebikkan bibirnya.
" Ra, gue gak tau apa yang terjadi antara mas Kenzou dan Zeeta setelah acara di hotel kemarin." tiba-tiba Lovy mengeluarkan suara dengan serius.
" Nah itu Lov, yang nanti Pak Kenzou mau jelasin ke elo. Klo gue gak ada wewenangnya jelasin ke elo, gue kan gak kepo.." Sara tersenyum.
"Hah? Yakin lo gak kepo?. " Lovy mengejek Sara.
" Pa kabar mas Donny lo Ra?. " Lovy sengaja menggoda Sara.
" Issshh.. jijay gue.. apaan sih lo Lov. " Sara mencebik.
Sore hari setelah lelah dengan pekerjaan di kantor, Kenzou menjemput Lovy di cafenya.
Kenzou masuk ke cafe, staf yang sudah mengenal Kenzou memberikan senyum. Kenzou naik ke lantai dua ke ruangan kerja Lovy. Tetapi Lovy tidak berada di ruangan. Kenzou naik ke lantai tiga.
" Sayang. " Kenzou tidak melihat Lovy juga di kamarnya.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, Lovy yang hanya mengenakan handuk, tubuhnya berdiri mematung. Wajahnya memerah.
Kenzou mendekatinya sambil tersenyum.
" Mas, Lovy pakai baju dulu. " ucap Lovy sambil melangkah. Tetapi gerakan Lovy kalah cepat dengan gerakan Kenzou.
Kenzou meraih pinggang Lovy, di peluknya Lovy, tubuh Lovy menegang seperti robot.
" Harum. " bisik Kenzou sambil menghirup wangi sabun di leher Lovy. Kenzou menciumnya lembut. Lovy meremang.
" Emm.. Mas. " Lovy memejamkan matanya.
Mas menginginkannya. Kenzou membawa Lovy menuju ranjang.
" Mas, Lovy baru mandi. " Lovy berusaha menolaknya mereka sore ini rencana akan ke rumah orang tua Kenzou.
" Sebentar aja. " ucap Kenzou.
Entah kenapa setiap berdekatan dengan Lovy, Kenzou merasakan getaran di tubuhnya, seperti ada magnet yang ingin menempel ke Lovy.
Kenzou mencium bibir Lovy, **********, menyesapnya, Lovy tak kuasa menolak. Tubuhnya juga menginginkan sentuhan Kenzou.
Semua terjadi begitu saja, pengantin baru itu mengulangi seperti malam pertama di apartemen Kenzou, bedanya sekarang mereka melakukannya di kamar Lovy di lantai tiga cafe.
Selesai dengan percintaan mereka, Kenzou memeluk tubuh Lovy. Ia merasakan hatinya nyaman dan tenang. Begitu juga dengan Lovy. Sepasang suami istri yang baru saja menikah, merasakan manisnya madu pernikahan.
__ADS_1
Tanpa terasa waktu sudah mulai gelap. Kenzou dan Lovy bergegas. Mereka akan mengunjungi rumah Daddy Matthew dan Mama Siska, sekalian Kenzou akan menjelaskan ke Lovy hal yang membuatnya harus segera menikahi Lovy.
Kenzou dan Lovy sudah sampai di rumah Daddy Richard, mereka akan makan malam disana.
" Assalamu'alaikum Dad, Ma." Salam Kenzou dan Lovy.
" Waalaikumsalam sayang. " Mama Siska dengan senyum lembutnya menyambut mereka.
" Cantiknya menantu Mama. " Mama Siska memeluk Lovy, cipika cipiki.
" Terimakasih, Ma. " ucap Lovy.
" Ayo masuk sayang. " Mama menggandeng tangan Lovy menuju ruang keluarga. Daddy Matthew sudah duduk di sofa.
" Dad. " Kenzou mendekati Daddynya mencium tangan Daddynya diikuti oleh Lovy.
Mereka sebentar di ruang keluarga, kemudian pindah ke meja makan setelah bibi Nurma asisten rumah tangga di rumah Kenzou selesai memasak.
Makan malam di meja makan hening, hanya ada suara sendok dan garpu yang terdengar.
Selesai makan, mereka pindah lagi ke ruang keluarga.
" Bagaimana Kenzou? Apa kamu sudah memberitahu Lovy masalah yang terjadi kemarin?. " tanya Daddy Matthew.
" Ini Kenzou dan Lovy datang memang untuk membahas itu Dad didepan Daddy dan Mama." jawab Kenzou.
Daddy manggu-manggut. Kenzou yang biasanya hanya bicara sepatah dua kata, malam ini berbicara panjang lebar.
" Maaf sebelumnya sayang. " ucap Kenzou di samping Lovy sambil tubuhnya duduk miring menghadap Lovy.
" Mas sudah memutuskan pertunangan dengan Zeeta. Dengan pertimbangan kondisi Oma yang sakit hal ini belum Oma ketahui. Oma tetap memaksa Mas menikahi Zeeta karena Oma merasa hutang budi ke Omanya Zeeta. Oma meminta Mas segera menikahi Zeeta, tetapi Mas belum memberikan jawaban ke Oma." Kenzou menjelaskan ke Lovy.
Lovy mendengarkan dengan serius.
" Zeetanya sendiri Mas? Apa dia terima keputusan Mas?. " tanya Lovy.
" Itu masalahnya, mau tidak mau dia harus tetap mau menerima keputusan Mas." Kenzou mengepalkan tangannya.
" Satu lagi Mas gak mau menikahinya karena dia sudah hamil. " Kenzou mengeraskan rahangnya. Ia memang di jebak oleh Zeeta tentang foto yang tampil di slide di acara ulang tahun Oma kemarin.
Lovy tidak terkejut. Ia tetap tenang karena ia tau Zeeta sudah memberitahunya terlebih dahulu.
" Lovy sudah tau Mas, Pa, Ma." ucap Lovy.
Semua kaget, Kenzou, Daddy Matthew dan Mama Siska mengernyitkan alisnya.
" Kok kamu tau sayang?." tanya Kenzou.
" Zeeta pernah ajak bertemu Lovy, Mas. Nanti aja Lovy ceritanya ke Mas. " ucap Lovy.
" Apa?! ". Kenzou kaget.
" Sayang harus cerita ke Mas, Mas tunggu. " Kenzou mengenggam telapak tangan Lovy.
" Ya sudah, sekarang kalian istirahat dulu di kamar Kenzou. " ucap Mama Siska.
" Kalian nginap disini malam ini kan?. " tanya Mama Siska.
" Iya Ma. " jawab Kenzou.
__ADS_1