Deviasi Hati

Deviasi Hati
Masih di Beauty's Butik


__ADS_3

Kenzou dan Lovy masih berada di butik menunggu kedatangan Tante Silvia. Kenzou duduk berdampingan dengan Lovy, tak pernah lepas tangan Kenzou dari tangan Lovy, selalu digenggamnya.


"Selamat siang Kenzou dan Lovy." sapa Tante Silvia.


"Siang Tante." jawab Lovy yang sudah mengenal Tante Silvia.


"Ayo kita ke ruangan fitting." ajak Tante Silvia.


Kenzou dan Lovy beranjak dari duduknya dan mengikuti Tante Silvia ke ruangan fitting.


Di ruangan fitting sudah ada dua orang asisten Tante Silvia. Mereka membantu Lovy memakai pakaian yang akan dicobanya di bagian-bagian mana saja yang akan dirombak di sesuaikan dengan tubuh Lovy yang semakin membesar.


Lovy mencoba pakaiannya, dirasakannya dibagian mana yang tidak pas yang membuatnya tidak nyaman, itu yang akan di perbaiki.


Kenzou tidak melakukan fitting lagi karena pakaiannya sudah pas dan nyaman dipakainya pada waktu fitting pertama kali.


Setelah selesai dengan fitting bajunya Kenzou dan Lovy berpamitan ke Tante Silvia.


Dara yang masih berada di butik melihat Kenzou dan Lovy yang berjalan dengan mesra membuat hatinya merasakan sakit.


Dara menyukai Kenzou sejak SMA, Kenzou yang banyak disukai cewek-cewek di sekolahnya tidak pernah meladeni, Kenzou sangat cuek dan pendiam. Kenzou yang misterius begitu teman-teman sekolah nya menyebutnya.


"Sayang kita lanjut ke rumah sakit ya." ucap Kenzou.


Lovy hanya mengangguk.


Mereka berdua sudah berada di dalam mobil. Kenzou seperti biasa memasang lagu favorit mereka di mobil MLTR.


"Mas, kan kita belum sempat memeriksa kelamin baby twins. Bagaimana kalau kita tidak usah tau aja kelamin baby nya biar surprise, Mas." jelas Lovy.


"Sayang yakin?" tanya Kenzou.


Lovy menatap suaminya, Kenzou menoleh.


Lovy mengangguk. "Lovy yakin Mas."


"Kalau begitu kita harus buat nama nya cewek 2 nama, cowok juga 2 nama." ucap Kenzou.


"Kenapa begitu, Mas?" tanya Lovy bingung.


"Iya sayang, itu untuk mengantisipasi jika twins nya cowok-cowok atau cewek-cewek, bener kan?" Kenzou menatap Lovy lekat-lekat.


Lovy segera paham. "Iya juga ya Mas."

__ADS_1


"Baiklah Mas, kita buat nama-namanya dua cowok dan dua cewek. Mas aja yang buat namanya ya."


"Loh kok Mas sendiri, sayang emang gak mau memberi nama buat twins?" tanya Kenzou.


"Lovy percaya Mas pasti jago membuat nama anak, secara Mas kan cerdas tu." ucap Lovy sambil tersenyum.


"Kamu mengejek Mas ya? Mau Mas hukum ya?"


Lovy tergelak ia suka menggoda suaminya.


Mereka sampai juga di halaman parkir rumah sakit Ibu dan Anak. Kenzou membukakan seatbelt istrinya. Tak lupa ia mencium sekilas bibir istrinya.


"Maaasss..!" Lovy berteriak kencang dari dalam mobil. Kenzou terseyum lebar.


"Satu sama sayang." Kenzou keluar mobil dan berputar untuk membuka pintu mobil istrinya.


Banyak pasang mata memandang ke arah mereka seakan-akan mereka iri dengan pasangan serasi di depan mereka. Pasangan yang prianya ganteng dan wanitanya cantik.


Kenzou dan Lovy melangkah memasuki lorong rumah sakit dan mencari ruangan praktek dokter kandungan langganan mereka dr. Revania.


Mereka sudah membuat jadwal pertemuan dengan dokter untuk memeriksakan kandungan Lovy.


Kenzou dan Lovy menunggu perawat yang akan memanggil untuk masuk ke ruangan dokter. Meski sudah membuat janji tetap saja mereka harus mengikuti prosedur di rumah sakit ini.


"Selamat sore Dok." sapa Lovy ke dokter.


Dokter yang tadinya sedang membaca berkas riwayat pasien di meja mengangkat kepalanya.


"Sore Bapak Ibu." jawab dokter Revania.


"Silahkan duduk Bapak Ibu." dokter Revania mempersilahkan Kenzou dan Lovy untuk duduk.


''Apa ada keluhan Ibu?" tanya dokter.


"Saya rasa hal yang wajar kok dok, jika nafsu makan saya bertambah, keluhan yang serius belum saya rasakan Dok." jawab Lovy.


"Baik Ibu dan Bapak, mari kita lihat di USG perkembangan twins bapak dan ibu."


Dokter memanggil asisten perawat yang membantu di ruangan prakteknya.


"Berbaring dulu Ibu, sebentar lagi Bapak dan Ibu akan melihat perkembangan twins pasti rasanya senang ya Bapak Ibu." dokter tersenyum ramah."


"Apa mau sekalian mengetahui kelamin twins Bapak Ibu?"

__ADS_1


"Oohh.. tidak usah dok, biarkan surprise buat kami pas lahirnya nanti."


"Baik lah Bapak Ibu, saya periksa dulu ya perut ibu."


Dokter dibantu perawat membuka baju di perut Lovy untuk di oles gel dingin di perut Lovy. Perawat menutupi kaki Lovy dengan selimut. Dokter memulai periksa dengan memakai alat transducer.


"Nah Bapak Ibu coba perhatikan di layar depan, baby twins Bapak Ibu sedang tertidur, itu kelaminnya sudah kelihatan.Yakin tidak mau tau sekarang?" tanya dokter Revania mencoba mempengaruhi suami istri tersebut.


"Yakin tidak berubah Dok." jawab Lovy.


"Baiklah Bapak Ibu, ini detak jantung baby sangat baik. Cairan amnion juga cukup, semuanya bagus perkembangannya." jelas dokter.


Setelah USG Kenzou dan Lovy duduk di depan dokter.


"Kondisi baby twins sangat bagus, ini sudah berjalan 6 bulan ya, tinggal menunggu 3 bulan lagi, Bapak dan Ibu akan melihat baby twins nya." ucap dokter.


"Terimakasih Dok, doakan saja semua lancar dan dimudahkan Dok." Lovy yang selalu menjawab pertanyaan dokter. Lovy tau suaminya bukan suami yang kepo yang banyak bicara dan menyebalkan.


"Baik Bapak dan Ibu ini saya berikan vitamin dan juga mineral harus diminum, jangan lupa dengan minum susu hamilnya ya Ibu." ucap dokter Revania.


"Baik Bu dokter, terimakasih sekali lagi. Kalau begitu kami undur diri." Lovy dan Kenzou beranjak dari duduknya.


Kenzou dan Lovy akan langsung pulang dan beristirahat di rumah. Setelah seharian mereka berada diluar, Lovy pasti kelelahan. Kenzou tidak ingin istrinya merasakan kelelahan dan akan mempengaruhi baby twins nya.


Kenzou sangat menyanyangi istri dan baby twins nya. Kenzou yang hanya anak tunggal dan tidak pernah berbagi di rumah dengan adik atau kakaknya karena ia tidak punya. Ia selalu merasa kesepian. Kenzou kecil sampai remaja seakan mempunyai dunianya sendiri.


"Sayang capek?" tanya Kenzou.


Lovy menggelengkan kepalanya.


Mereka tiba di rumah hari sudah mulai gelap. Kenzou bergegas membawa istrinya masuk ke dalam rumah. Mereka disambut oleh bibi di dalam rumah.


Kenzou memeluk bahu Lovy membawanya ke kamar.


"Istirahat lagi sayang. Mas mandi dulu ya." Kenzou segera masuk ke kamar mandi, tubuhnya terasa gerah berada diluar dari pagi.


Lovy membaringkan tubuhnya di sofa.


"Sayang, kenapa gak di kasur tidur nya? Nanti badannya sakit kalau tidur di situ." ucap Kenzou yang baru keluar dari kamar mandi.


Lovy belum melihat ke arah Kenzou, begitu matanya terbuka dan melihat tubuh Kenzou yang naked sedang berdiri di depan lemari mencari baju dan celananya. Lovy langsung berteriak kencang.


"Maassss Kenzou! Jangan mesum yaaa!" Lovy melemparkan bantal sofa ke arah suaminya.

__ADS_1


Kenzou terkekeh geli dengan tingkah istrinya. Kenzou sangat suka jika melihat wajah istrinya yang memerah.


__ADS_2