
Kenzou keluar dari kamar Oma, wajahnya yang biasanya dingin dan datar, begitu keluar dari kamar Oma, menarik ujung bibirnya tipis, Lovy langsung berdiri menyambut suaminya.
Terlihat ketegangan di wajah Mama Siska dan Lovy, Daddy Matthew seperti biasa tanpa ekspresi melihat Kenzou keluar dari kamar Oma.
"Sayang." Kenzou merengkuh pinggang istrinya.
"Sayang jumpai Oma ya sekarang." ucap Kenzou sambil berjalan menuju sofa.
"Lovy sendiri? Mas gak ikut masuk?" tanya Lovy sambil mengerutkan keningnya.
"Gak papa, Mas udah jelasin ke Oma." Kenzou meyakinkan istrinya.
Lovy mengangguk. Mama Siska menghampiri Lovy mengangguk dan menyerahkan baki piring makan malam Oma ke Lovy.
"Suapin Oma ya, sayang." ucap Mama Siska sambil tersenyum.
"Iya Ma" jawab Lovy.
Dengan perasaan deg-degan Lovy sedikit gugup masuk ke kamar Oma. Kenzou membukakan pintu dan ikut masuk sebentar ke kamar Oma.
"Oma, ini Lovy datang. Zou tinggal ya Oma." Kenzou mengelus lengan Lovy memberikan ketenangan.
Tinggallah Oma dan Lovy berdua di kamar. Suasana terasa hening dan canggung. Lovy yang sudah meletakkan baki yang dibawanya ke meja nakas disamping ranjang Oma, mendekati Oma.
Oma masih memalingkan wajahnya ke samping tidak menoleh ke Lovy.
"Assalamu'alaikum, Oma." salam Lovy lembut.
Oma menoleh, "Waalaikumsalam" jawab Oma.
Lovy sedikit lega Oma mau membalas salamnya.
"Oma makan ya, Lovy suapi." Lovy mengambil piring dari atas nakas.
Oma masih diam saja.
"Oma, buka mulutnya." Lovy mengangkat sendok makan untuk menyuapi Oma. Oma masih tidak bergerak. Diam saja.
"Oma makan dulu ya. Oma masih marah sama Lovy?" tanya Lovy.
Oma menoleh menatap wajah cantik Lovy. Diamatinya wajah Lovy, ia seperti melihat wajah seseorang yang pernah di kenalnya.
Oma terus mengamati, Oma belum mengenal Lovy, siapa orangtuanya, tetapi Oma seperti melihat wajah seseorang di wajah Lovy.
"Oma, ini makan dulu." Lovy masih kekeh menyuruh Oma makan.
"Kalau Oma gak mau makan nanti tubuh Oma lemah." Lovy masih membujuk Oma.
Oma membuka mulutnya. Lovy kaget, segera ia menyuapkan nasi ke Oma, ujung bibirnya ketarik sedikit, Lovy tersenyum samar. Dalam hatinya Lovy merasa lega Oma tidak marah lagi. Meski Oma belum mengeluarkan suaranya.
Selesai menyuapi Oma, Lovy menyuapkan dessert favorit dicafenya, sengaja Lovy membawanya ke rumah Kenzou.
__ADS_1
Selesai makan malam, Lovy dan Oma sama-sama terdiam.
"Oma" panggil Lovy.
Oma yang tadi tidak merespon Lovy menolehkan kepalanya.
"Sebelumnya Lovy minta maaf, Lovy tidak bermaksud membuat Oma marah." Lovy yang biasanya tak pernah cengeng kali ini tiba-tiba saja matanya berkaca-kaca. Airmatanya mau menetes tetapi Lovy sekuat tenaga menahannya agar tidak jatuh.
Suara Lovy mulai serak.
"Kalau Oma masih marah sama Lovy, Lovy akan menunggu sampai Oma tidak marah lagi ke Lovy." ucap Lovy.
"Lovy akan lakukan apapun keinginan Oma jika itu membuat Oma tidak marah lagi." lanjut Lovy.
"Termasuk jika Oma minta kamu harus meninggalkan Kenzou?" Oma mulai terpancing kata-kata Lovy.
Lovy kaget, ia terdiam sejenak.
"Kalau itu bisa membuat Oma bahagia Lovy akan lakukan Oma." jawab Lovy.
"Kamu yakin?" tanya Oma.
Lovy mengangguk meski di dalam hatinya terasa sesak dan hancur. Baginya kesehatan Oma dan kebahagiaan Oma lebih diutamakan.
Oma terdiam sejenak, ia sedang berpikir. Dari ketulusan bicara Lovy dan sikapnya yang ramah, sopan dan lembut dan rela berkorban untuk dirinya Oma tersanjung.
Oma perlahan meraih telapak tangan Lovy, Lovy kaget. Tubuhnya menegang, Oma mengelus telapak tangannya.
Lovy terkesiap dengan ucapan Oma. Ia seperti sedang bermimpi.
"Oma tidak marah sama Lovy?" Lovy bertanya.
Oma menggeleng, mengedipkan matanya pelan dan tersenyum.
Lovy langsung memeluk tubuh Oma. Airmatanya berderai ia terharu. Hatinya membuncah. Lama ia memeluk Oma sampai suara pintu terdengar dibuka.
"Sayang.." ucap Kenzou sembari berjalan ke arah Lovy.
"Sayang, kenapa menangis?" Kenzou melihat ke Omanya.
Oma yang sedang menepuk-nepuk punggung Lovy tersenyum samar ke Kenzou.
Kenzou tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi di kamar Oma.
Ia memutuskan membuka pintu kamar Oma setelah menunggu lama Lovy tidak keluar kamar.
Lovy melepaskan pelukannya di tubuh Oma. Ia menghapus sisa air mata di ujung matanya.
"Sayang, gak papa?" tanya Kenzou meraih tubuh istrinya.
Lovy mengangguk.
__ADS_1
Oma yang melihat perlakuan lembut Kenzou ke istrinya, tersenyum senang.
"Apa semua baik-baik saja? Oma? Lovy?" tanya Kenzou.
Oma dan Lovy tersenyum, Kenzou lega. Oma tidak salah paham lagi. Kenzou memeluk erat tubuh Lovy di depan Oma. Diciumnya puncak kepala Lovy.
"Terimakasih, Oma." ucap Kenzou dan Lovy.
Oma tersenyum.
"Kenzou sama Lovy ke tempat Mama dulu ya Oma." ucap Kenzou.
Oma mengangguk.
"Oma istirahat aja." Lovy memeluk Oma sekali lagi diciumnya pipi Oma.
Akan banyak hal yang akan Lovy ceritakan ke Kenzou. Hati Lovy merasa sangat lega.
Bagi Lovy cinta sejati akan merelakan apa yang di cintai meski harus melepaskannya dan merasakan sakit di hatinya. Lovy akan menjelaskan ke Kenzou jika memang Oma tidak menerima dirinya. Ia rela melepaskan Kenzou jika membuat Oma sembuh dan bahagia. Lovy percaya cinta sejati tau dimana ia berlabuh.
Kenzou merangkul bahu Lovy keluar dari kamar Oma, tampak wajah kelegaan di wajah mereka.
Daddy Matthew dan Mama Siska masih terlihat tegang.
"Bagaimana, sayang?" tanya Mama Siska sambil berdiri menghampiri Kenzou dan Lovy.
"Alhamdulillah Ma." jawab Lovy.
Kenzou dan Lovy saling bertatapan, menatap penuh cinta pasangannya. Bagi mereka berdua yang baru saja menjalani pernikahan ini. Pasti merasa sulit jika tanpa saling menghargai dan memahami, saling mendukung dan saling melindungi.
Daddy Matthew menarik napas lega. Malam yang bersejarah bagi mereka.
"Malam ini tidur disini aja Zou dan Lovy sayang." ucap Mama Siska.
"Masih banyak hal yang harus dibicarakan. Terutama tentang pernikahan kalian yang belum diketahui publik." ucap Mama Siska lagi.
"Baik Ma." ucap Kenzou.
"Ya udah kalian bisa istirahat di kamar." ucap Mama Siska.
Daddy Matthew dan Mama Siska bergerak melangkah ke kamarnya. Begitu juga dengan Kenzou.
Sampai di kamarnya Kenzou dan Lovy duduk berdua di sofa di balkon kamar.
Mereka memandangi malam yang cerah terlihat bintang berkelap-kelip dengan indahnya.
Kenzou merengkuh tubuh istrinya, mereka berdua menyalurkan rasa yang sedang mereka rasakan. Tanpa kata hanya dekapan erat, mereka menikmati malam ini.
Kenzou memandangi wajah cantik istrinya, wajah lembut dan kalem yang selalu membuatnya rindu. Kenzou mendekatkan wajahnya ke wajah Lovy, kening mereka menempel, hembusan napas keduanya terasa di kulit wajah pasangannya. Kenzou menempelkan bibirnya ke bibir merah istrinya. Menciumnya lembut dan dalam.
Malam yang tenang dan syahdu bagi pasangan pengantin baru, menikmati malam ini dengan perasaan membuncah.
__ADS_1
Kenzou menggendong tubuh istrinya ke kamar. Mereka akan mengulangi lagi percintaan panas mereka setelah melewati hari yang melelahkan.