
Perlahan sera melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar,setelah itu dia pun perlahan menuruni anak tangga untuk mencari keberadaan suaminya yang tadi pamit ingib cari udara di luar rumah.
Sera pun melewati beberapa ruangan rumahnya yang nampak gelap,karena lampu utama dan tengan sudah dipadam tinggal menyisakan cahaya lampu di ruang dapur menambah kesan temaram diarea ruang tamu dan ruang tengah.
" Pintu utama masih terbuka,itu berarti mas yudha masih diluar." Gumamnya sambil bergegas melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah.
Sesampaianya di pelataran rumah,sera tak mendapati sosok yang dia cari,sementara nampak post satpam depan juga terlihat sepi mungkin Pak Harun sedang keliling diarea belakang atau mengecek area lainnya.
Udara angin malam yang sesekali menghembus begitu kencang malam ini membuat sera sedikit kedinginan,karena menusuk sampai ke kulitnya.dengan langkah pelan dia pun berjalan menyusuri area pelataran rumah sambil terus mencari keberadaan suaminya.
Namun ketika sedang melintas area samping rumah,tiba tiba saja dia mendengar suara sesuatu.
Ya sayup sayup Sera mendengar suara ******* dan juga erangan yang saling bersahutan.sontak saja membuat bulu kuduk Sera merinding.
" Astagfirullahaldzim,suara apa itu." Gumamnya itu sambil menajamkan indera pendengarannya dan berjalan pelan mendekat kearah sumber suara tersebut.
" Auhhh ahhhh ahhhh Yes baby uhhh..."
__ADS_1
Sera mengedikan bahunya ketika mendengar suara perempuan merancau tak jelas,diiringi dengah suara *******.
" Ya Allah kenapa malam malam begini ada suara aneh,suara manusia atau bukan." Gumamnya dengan rasa penuh penasaran.
" Ahhh Ahhhh Ahhh Yess terusss sayang..."
Dan kini terdengar suara pria yang mendesah,Entah kenapa jantung sera serasa berdegub kencang,rasa rasanya dia tidak asing dengan pemilik suara itu.
" Ya Allah kenapa tiba tiba saja kepikiran dengan mas yudha.dan dimana mas yudha.?" Gumanya dengan bertanya tanya dalam hati
Dan semakin langkahnya mendekat ke sumber suara itu,sera semakin yakin jika suara itu berasal dari kamar tamu,yang kini sedang di tempatin oleh sahabatnya,Liana.
" Astagfirullah,kenapa tiba tiba aku kepikiran sama Liana,jangan jangan...terjadi sesuatu sama Liana." Ucapnya disertai dengan gelengan kepala." Tidak, aku harus segera ke kamar liana sekarang." sambungnya lalu dan langsung memutar langkah kembali masuk ke dalam rumah dan bergegas menuju kamar tamu.
Tok tok tok
Dan kini sera sudah berada didepan kamar tamu yang ditempati sahabatnya itu,tanpa pikir panjang lagi dia langsung mengetuk pintu kamar tersebut dengan wajah yang sudah begitu sangat panik,sera benar benar begitu naif dia tidak bisa menerka atau menebak suara itu adalah suara apa.
__ADS_1
" Li,buka pintunya Li..." Dengan wajah gusar Sera mulai panik karena tak mendapat sautan dari dalam,sedangkan suara erangan dan ******* masih terus saja bersautan membuat sera semakin penasaran dan tidak sabar.
Ceklek
Dan akhirnya Sera bisa bernafas sedikit lega karena pintu kamar tersebut ternyata tidak terkunci
" Maaf Li,aku harus masuk ke kamarmu tanpa izin.." Gumamnya dan langsung membuka pintu kamar tersebut Lebar lebar
Brakk
Dan Sera terbelalak saat mendapati pemandangan yang tersaji didepannya,terlihat dia nampak tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
_Bersambung_
Happy reading
Nanti malam kalau nggak ada kendala othor Update satu atau dua bab lagi.
__ADS_1
Kasih dukungannya jika suka.