Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Terjawab sudah


__ADS_3

Meski di dalam Mobil sera sama sekali tidak bisa tenang,dia berulang kali menghela nafas kasarnya,pandangan matanya terus lurus kedepan yang hanya fokus mengikuti kemana pun gerak mobil suaminya melaju.


" Ayo dong pak lebih cepat sedikit." Seru Sera dengan posisinya yang gusar.sorot matanya terlihat sendu meratapi apa yang kali ini akan menimpa dirinya,lebih tepatnya menimpa rumah tangganya yang baru berjalan kurang lebih Enam bulan itu.


Sedangkan Sosok bertubuh tinggi tegap dengan pahatan wajah yang sempurna,Rahang yang tegas sorot mata yang tajam di balik kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung bak seperti prosotan itu tak sedikit pun mengalihkan pandangannya kedepan.


Sesekali dia akan membuang mukanya atau menunduk jika Sesekali Sera melirik kearahnya lewat pantulan kaca spion yang menggantung di depan.


Sementara pria yang sedang duduk di kemudi,yang juga punya wajah sebelas dua belas dengan pria yang duduk dibelakang itu,sesekali mengulum senyumnya melihat tingkah menggemaskan tuan muda nya itu.


Namun pria itu kembali bersikap biasa biasa saja layaknya seorang Supir taksi Online.


Yang profesional ketika mendapat celotehan celotehan penumpang seperti sera yang terus saja mendesaknya supaya lebih menambah kecepatan gas mobilnya.


" Agak sedikit di pepet ya pak,supaya tidak ketinggalan jauh." Ujar Sera dan hanya mendapat anggukan kepala.


Sedangkan Pria berpakaian jas rapi yang duduk dibelakang sesekali ikut mengulum senyumnya,melihat asisten pribadinya yang dikira Mantan istrinya itu seorang Supir taksi online.


" Gila bener..nih cewek masa' dia nggak bisa bedain mana supir taksi online sama cowok cakep kayak gue.. penampailan keren dan wajah ganteng begini malah manggilnya Pak,apa iya sebegitu borosnya wajah gue ini ya " Batin Pria berwajah oriental yang duduk dibalik kemudi


" Hahaha..Rasain kamu ren,emang enak dikira Tukang Supir Online." Batin Pria berwajah tampan yang wajahnya sangat enak dipandang lama lama itu.


Tak lama kemudian mobil yang ditumpangi Sera pun berhenti,ketika mobil Yudha yang ada didepan juga ikut berhenti disebuah kawasan Perumahan yang cukup elite.


" Eh pak pak stop berhenti disini saja." Ucap Sera yang menyuruh Si pria yang duduk dibalik kemudi itu menghentikan mobilnya dengan posisi yang tidak jauh dari Mobil suaminya yang sudah berhenti didepan bangunan Rumah minimalis namun berlantai Dua.


Kedua bola mata Sera langsung membulat saat melihat pemandangan didepannya.


" Mas Yudha...Liana..." Pekik Sera dengan segala keterkejutannya,bahkan dia sampai menegapkan tubuhnya sambil menggelengkan kepalanya.


Dia juga tidak habis pikir,ternyata kecurigaan kecurigaannya selama ini terhadap suami dan sahabatnya itu benar adanya,ternyata mereka mempunyai hubungan khusus dibelakangnya.


dilihat dari cara Yudha yang terlihat perhatian dengan Liana,seperti yang dia lihat saat ini suaminya itu begitu sigap membuka kan pintu mobil untuk sahabatnya itu,lalu mereka berdua masuk kedalam rumah sambil bergantengan dan Liana yang bergelayut mesra di lengan milik suaminya itu.


Dengan ini terjawab sudah rasa penasaran sera terhadap dua manusia yang tidak punya perasaan itu,dan tega menusuknya dari belakang.


" Tega kamu mas,tega kamu berkhianat dengan sahabat istrimu sendiri." Lirih sera diiringi dengan Luruhnya buliran bening dari sudut kedua matanya yang langsung saja jatuh lolos di pipi putihnya.


Setelah mengatakan itu Sera langsung melepaskan Selbeatnya dan bergegas akan keluar namun sebelum keluar dari mobil,sera terlebih dulu berpesan pada pria yang dia duga supir taksi online tersebut.


" Emm tunggu sebentar ya pak ,saya mau masuk dulu ke rumah itu,nggak lama kok." Ucap sera sambil menyeka air matanya dengan kasar dan dibalas anggukan kepala saja oleh pria si pengemudi itu


Setelah Sera keluar dari dari dalam mobil Pria yang berada duduk didepan itu bertanya pada majikannya,yang tengah duduk di kursi belakang sambil mengepalkan tangannya erat erat menatap punggung Sera yang sudah mulai perlahan lenyap dari pandangannya,karena sera sudah masuk kedalam rumah itu.


" Bagaimana tuan muda?menurut anda tetap menunggu dia keluar dari rumah itu.?"


" Hmm..!"


Sedangkan di sisi lain sera yang sudah berjalan terburu buru karena di liputi amarah dan rasa kecewa itu,tanpa pikir panjang langsung saja masuk kedalam rumah itu yang beruntungnya tidak terkunci.


Setelah berhasil masuk kedalam rumah tersebut,sera pun mengedarkan pandangannya ke segala sudut ruangan rumah minimalis bergaya klasik modern tersebut.


" Dimana mereka." Gumam sera yang tidak mendapati pasangan penghianat tersebut.

__ADS_1


sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menaik anak tangga untuk menuju ke lantai atas.


Dengan perasaan yang berdebar debar sera akhirnya memberanikan diri serta memantapkan dirinya untuk memergoki perbuatan bejat suami dan juga suaminya itu.


Dengan langkah sedikit pelan,sayup sayup sera mendengar suara aneh yang sama persis dengan malam itu,malam yang dimana dia mendengar suara erangan dan juga ******* suara laki laki dan perempuan yang tengah memadu kasih.


Dan kini kaki sera sudah berdiri tegap diambang pintu kamar yang menjadi sumber suara tersebut.


" Ouchh akhh akhh..faster faster baby."


" Ohh Lia aku sudah tidak tahan...akhh.."


Deg


Jantung Sera berdegub kencang ketika mendengar suara yang tak asing baginya suara yang sama persis dengan suaminya.


Jantungnya mendadak berdebar debar,dan seakan bertalu talu,tangannya yang terlulur di ganggang pintu pun mulai termor namun dia tetap berusaha untuk bersikap tegar dan harus bisa menerima kenyataan ini.


Akhirnya setelah berhasilkan mengumpulkan keberaniannya,dia pun membuka pintu kamar tersebut.


Ceklek


Dan pintu pun terbuka karena ternyata tak terkunci dari dalam.betapa kaget dan terkejutnya sera dengan pemandangan yang dia lihat didepan mata kepalannya sendiri.


" Mas yudha..." Pekik Sera dengan suara lirih yang tertahan.


Sontak saja Membuat dua orang lawan jenis itu sama sama tergelonjak kaget dengan kehadiran sera yang kini sudah berdiri dan diam mematung diambang pintu.


Terlihat tubuh Yudha dan juga Liana sama sama polos tanpa mengenakan sehelai pakaian pun.diiringi dengan peluh keringat yang membanjiri tubuh mereka yang sedang melakukan adegan panasnya.


Wajah Yudha nampak panik dan langsung saja turun dari atas tubuh Liana,lalu dengan cepat menyambar celana Boxer yang tadi tercecer diatas lantai dan berjalan menghampiri Sera sambil bertelanjang dada


" Apa yang kamu lakukan disini sera.!" sentak Yudha yang langsung menarik tubuh istrinya itu untuk keluar dari kamar.


" Seharusnya aku yang bertanya sama kamu mas?apa yang sedang kamu lakukan bersama Liana barusan mas.!" Sera tak kalah meninggikan suaranya


Berulang kali Yudha mengusap wajahnya dengan kasar,sambil tetap menghindari tatapan langsung dari istrinya itu.


" Kenapa kamu tega melakukan ini mas kenapa.!" Teriak sera sambil memukul mukul dada bidang milik suaminya


" Apa salahku mas apa salahku?kenapa kamu tega sekali menyakitiku dengan cara seperti ini." Rancau sera dan terus memukuli dada bidang milik suaminya itu


" Diam.!" Bentak Yudha yang akhirnya mau menatap wajah istrinya dengan menatapnya tajam


" Kamu yang diam mas.!" Kali ini sera tidak mau kalah dengan yudha.


Sedangkan Liana yang baru saja menyusul keluar kamar dan hanya menggunakan baju lingerie merah yang terlihat kurang bahan itu menghampiri mereka,tepatnya mengambil posisi didekat yudha.


" Apa apa'an sih kamu Ra,datang malah marah marah dirumahku.!" Cetus Liana yang membuat sera tak habis pikir dan kehabisan kata kata


What


Mereka yang berbuat kesalahan dan mereka juga yang marah marah,apa mereka ini sudah tidak punya otak atau sudah putus urat malunya.

__ADS_1


" Apa kamu bilang?kamu tanya aku kenapa datang marah marah?Hallo mbak Liana sang model papan atas yang terhormat,kamu sadar tidak dengan apa yang kamu katakan barusan.?" tanya Sera dengan menahan kesal bukan main


" Kamu yang harusnya sadar sera,disini kamu hanya tamu dan ini rumahku !kenapa kamu malah marah marah tidak jelas.!" Ketus Liana dengan wajah songongnya


" Apa.?" Pekik sera sambil menggelengkan kepalanya.


" Gara gara kamu datang merusak kesenangan kita.!" Sentak Liana


" Kesenangan?" Ulang Sera tak percaya dengan ucapan sahabatnya yang mungkin lebih tepatnya disebut mantan sahabat baginya .dia pun beralih menatap wajah suaminya yang hanya diam saja didepannya.


" Mas yudha tolong kasih penjelasan ke aku,kesenangan yang bagaimana yang dimaksud Gundikmu ini mas.?!" Desak Sera yang sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya untuk tidak meninggikan suaranya."Ayo jawab mas kenapa kamu diam saja.!"


Plakkk


Bukannya mendapat jawaban dari suaminya,sera malah mendapatkan satu tamparan keras dari suaminya itu.


Sera memegangi pipinya yang terasa kebas hingga menimbulkan bekas merah karena tamparan dari yudha cukup kuat.


" Sekarang juga kamu pulang.!" hardik yudha


" Tapi mas.aku tidak mau pulang sebelum kamu menjelaskan semua ini !---"


" Ayo cepetan pulang kataku.!" bentak yudha yang langsung perlahan membuat langkah kaki sera mundur dan akhirnya turun dari lantai atas.


" Aku kecewa sama kamu mas." Ucap sera dengan suara lirihnya,sebelum akhirnya pergi dari rumah itu.


Dengan lutut kaki yang sedikit lemas dan lunglai sekuat tenaga berjalan gontai menuju mobil yang tadi mengantarkannya sendiri,beruntung mobil itu masih mau menunggunya sehingga dia tidak kebingungan lagi mencari kendaraan untuk segera pulang.


Dan tanpa pikir panjang lagi sera masuk kedalam mobil dan duduk di kursi penumpang bagian belakang,beruntung pria tampan yang tadi duduk di kursi belakang langsung menggeser tubuhnya ketika sebelumnya melihat sera yang berjalan menuju kearah mobil bagian belakang.


Brak


Setelah mendaratkan bokongnya dikursi penumpang,sera pun lekas menutup pintu mobil tersebut tanpa menoleh kearah sampingnya,karena sangking sibuknya dia bergelut dengan air matanya.


" Jalan pak..." Serunya dan mobil pun langsung melaju dengan kecepatan sedang


Dan disepanjang perjalanan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir wanita itu,hanya suara isakan tangis yang mengisi suasana didalam mobil itu.


Hingga akhirnya ada tangan kokoh yang mengulurkan sapu tangan tepat didepan wajahnya.


" Nih pakai."


Deg


Lagi lagi Sera dibuat terkejut dengan suara seseorang yang tak asing baginya.sontak saja dia langsung menoleh ke arah sampingnya,dan betapa terkejutnya sera melihat siapa sosok yang sedang duduk tepat disebelahnya itu.


" Mas ibra..." Pekik sera dengan kedua matanya yang terbelalak sempurna.


Pria itu hanya mengulas senyumnya lalu berkata.


" Hapus Air mata kesedihanmu itu sera."


_Bersambung_

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2