Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Rindu yang terlarang


__ADS_3

Dengan Langkah Lebar Yudha menghampiri Sera dan juga ibra,yang tidak jauh dari jangkaunnya itu.


Yudha langsung menarik lengan Sera dengan kasar,lalu menyembunyikan tubuh wanitanya itu di belakangnya.


" Mas.." Pekik Sera tertahan


" Jangan berbuat kasar pada wanita.!" Sentak ibra dengan suara penuh ketegasan.


Yudha tersenyum miring melihat sikap ibra dihadapannya itu." Lo pikir Lo siapa bisa nasehatin gue hah?! Lo lupa dia istri gue jadi gue berhak lakukain apapun sesuka hati gue.!" Ketus Yudha


Ibra menghela nafas kasar,sorot matanya tertuju pada sera yang terlihat ketakutan dibalik punggung pria yang ada dihadapannya.


" Saya tau dia istrimu,tapi setidaknya kamu tidak berbuat kasar pada istrimu."


" Hahahaha,gila baru kali ini gue diperingatin seorang pria pengecut dan pecundang seperti Lo.!" ucap Yudha sambil menampilkan seringai liciknya


" Bajingand!"


BUG


Dan satu bogeman mentah kini mendarat lagi di wajah tampan milik Yudha,membuat pria tersebut ikut tersulut emosi dan balik menyerang Ibra.


BUG


" Mampus Lo bangsadt.!"


Dan Akhirnya dua pria tersebut saling adu kekuatan dengan saling balik menyerang satu sama lain,dan menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya.


Hingga tak lama kemudian,datanglah pihak keamanan datang,lalu melerai mereka berdua.sedangkan sera kini entah pergi kemana,melihat suami dan mantan suaminya saling adu jotos dia pun memilih untuk kabur melarikan diri saja.


 


Sera berlari tunggang langgang dengan langkah tak beraturan menuruni anak tangga yang ada di pusat perbelanjaan itu,hingga akhirnya berhenti di depan halte yang tak jauh dari Mall tersebut.


Sera mengatur nafasnya yang mulai naik turun karena sedari tadi terus berlari.


" Hahhh capek juga." Runtuknya sambil menyeka keringat yang keluar dari dahinya.


Namun betapa terkejutnya dia ketika tiba tiba saja ada Tangan kokoh yang tiba tiba saja menarik dirinya untuk bersumbunyi balik dinding yang tak jauh dari Halte.


" Mas....Ibra..!" Pekiknya di balik keterkejutannya.


Pria itu tersenyum sejenak lalu memberi isyarat untuk diam,sambil menempelkan satu jemarinya di atas bibirnya.


Glek


Dada Sera seakan naik turun,deguban jantungnya malah semakin tak beraturan.nafasnya terdengar kembali tak beraturan.


" Lep,------"

__ADS_1


" Sera.....Di mana Kamu !,keluar..."


Tiba tiba saja Suara teriakan dari seseorang yang dia yakini milik suaminya itu menggelegar memanggil namanya,spontan saja sera langsung membungkam mulutnya sendiri.


Dadanya semakin naik turun,kedua Netra cantiknya begitu awas,ya sekarang posisi sera serba salah karena bersembunyi di balik dinding bersama orang yang sebenarnya ingin dia benci mati matian,namun nyatanya bukan rasa benci yang timbul begitu saja saat ini malah sebaliknya sebuah Rindu,ya rasa rindu terlarang yang seharusnya tak hadir begitu saja.


Aroma tubuh Ibra yang begitu maskulin ditambah bau parfum yang begitu memabukan namun memberi rasa nyaman masih saja tak pernah berubah dari dulu.


Kini dengan sedikit mengusir rasa ketakutan dan kekalutannya,sera pelan pelan berani mengangkat wajahnya


Deg


Dan pandangan mereka pun kembali bertemu,tubuh tinggi tegap Ibra, mampu melindungi Sera dari kejaran Suami toxic nya itu.


Setelah lama saling terdiam dan membisu satu sama Lain,Sera sudah tak lagi mendengar suara teriakan suaminya yang memanggil manggil namanya.


Bruk


" Lepasin.....!" Sentak sera yang begitu terkejut saat Ibra malah menarik tubuhnya kedalam pelukan dada bidang milik pria itu,saat dia akan melangkah kan kakinya.


" Biarkan tetap seperti ini dulu Ra." Suara serak nan berak milik ibra mampu membuat Sera sejenak mematung dan tak bergeming


Tes


Tanpa terasa air mata sera lolos begitu saja,ada rasa sesak didalam dada yang membuatnya tak bisa berkata apa apa.


Dan nyatanya pria itu tetap tak menggubris ucapan sera,sengaja menulikan pendengarannya malah semakin mendekap erat tubuh mungil milik wanita yang sempat menjadi istrinya tujuh tahun yang lalu meski hanya dalam waktu yang sangat begitu singkat.


" Jangan Bergerak,aku hanya ingin memeluk sebentar." balas Ibra dengan suara serak dan beratnya


Sera memejamkan kedua matanya,mencoba untuk mengontrol perasaannya saat ini,sera bisa merasakan aroma mint di setiap nafas yang berhembus dari mulut pria itu.


" Mas...!"


" Aku Merindukanmu Sera..."


Bulsyit


Bagi sera ucapan Ibra barusan bukanlah sebuah ungkapan,melainkan sebuah bualan semata,kalau memang rindu kenapa baru sekarang,kenapa tidak dari dulu.


Tujuh tahun bukan waktu yang sebentar bagi sera menyandang gelar janda muda,yang ditinggalkan Suaminya bagai sampah yang tak berguna begitu saja,dan sampai kapanpun sera tidak akan pernah bisa melupakan itu.


Melupakan rasa sakit,pedih kecewa ,marah semua melebur jadi satu meski ada rasa rindu yang setiap sewaktu waktu yang terkadang menyelip di balik rasa itu.namun sebisa mungkin Sera tetap berusaha berpikir Waras supaya tidak jatuh kembali kedalam kubangan rasa sakit itu.


" Lepaskan aku sekarang juga mas.!"


" Sera..."


" Ingat ! Aku ini bukan istrimu Lagi.!" Sentak Sera

__ADS_1


Jleb


Dan tentu saja membuat pria itu tersentak bukan main,perlahan mulai mengendurkan dekapannya,lalu mengurai pelukannya dari tubuh wanita yang ada di hadapannya itu.


Ibra menatap lekat lekat wanita yang masih menjadi pemilik hatinya itu,paras Ayu sera masih sama seperti dulu ,Cantik dan sampai kapanpun akan tetap seperti itu.


Sedangkan Sera malah sebaliknya,menatap pemilik wajah teduh yang memilik garis wajah tegas dan tampan itu dengan tatapan penuh kebencian.


" Apa yang kamu inginkan dariku mas..?" tanya Sera dengan suara lirih namun penuh dengan penekanan


" Aku hanya melihatmu walau sebentar saja."


" Hanya itu ?" Alis Sera terangkat mendengar ucapan Ibra


Ibra mengangguk pelan,perlahan tangannya terulur menangkup kedua pipi sera,sontak saja membuat sera terkejut dan langsung melayangkan protes tidak suka lewat sorot matanya.


" Jangan sembarangan kamu menyentuhku mas.!" Protes sera tak suka


Bukannya menanggapi gertakan sera,Ibra malah mengelus senyum yang begitu menawan dan memabukan,hal itu saja membuat hati sera hampir saja goyah kalau saja dia tidak membuang muka.


" Ternyata kamu masih saja judes,dan galak ya." Ujar Ibra sambi terkekeh kecil melihat wajah Sera yang langsung saja berubah merah.


Sera kembali melotot melihat kekehan pria itu.


" Nggak Lucu.! " Dengusnya " Lepasin tanganmu mas.!" Sambungnya Lagi


Namun bukannya melepaskan Justru kali ini tindakan Ibra membuat seru terkejut dua kali lipat.


Kedua bola mata sera hampir saja keluar,Ketika tiba tiba pria yang masih menangkup kedua pipinya itu malah memajuka wajahnya sehingga begitu dekat dan mengikis jarak diantara mereka.


Cup


Satu kecupan sudah mendarat di kening Sera,Hal itu sontak saja membuat sera membelalakan kedua bola matanya.


Satu detik


Dua detik


Tiga detik


Bibir milik pria itu masih menempel di keningnya hingga detik berikutnya,dengan keras sera mendorong tubuh pria itu dengan sisa tenaganya,lalu


PLAK......


Bersambung


Jangan Lupa tinggalkan jejak dan dukungannya jika suka.


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2