
Setelah sekian lama bergelut dengan pikirannya,Sera mulai menata dirinya kembali dia memutuskan untuk mengambil wudhu dan mengerjakan sholat wajib dan sholat sunnah dua raka'at supaya merasa hatinya lebih tenang.
Meski Sera bukan wanita yang religius dalam beribadah namun setidaknya dia tetap masih punya iman,ketika sedih dan merasa tak tau arah dia lebih memilih untuk mengadukan segala keluh kesahnya pada sang pencipta,meminta jalan yang terbaik pada maha pengatur kehidupan dengan memasrahkan semua takdir hidupnya.
Usai mengerjakan ibadah,Sera merasakan sedikit rasa lega dan rasa sakit hatinya tadi jadi sedikit berkurang,setidaknya rasa sesak di dadanya mulai reda,meskipun setidaknya tidak sepenuhnya.
Akhirnya Sera memutuskan untuk menghubungi pengacara keluarga mendiang ayahnya,untuk membicarakan soal ajukan perceraian serta masalah harta warisan gono gini.
" Hallo selamat siang pak Irfan.." Sapa sera usai panggilannya tersambung dengan seseorang disana yang tak lain adalah pengacara mendiang ayahnya
" Ya Hallo selamat siang mbak sera,ada yang bisa dibantu.?"
" Bisa minta waktunya sebentar untuk bertemu pak irfan?karena ada hal penting yang harus saya bicarakan pada anda."
" Bisa mbak sera,tempatnya dimana?dirumah atau dimana.?"
" kita ketemu diluae saja pak,nanti saya sharlok,setelah aku sampai disana."
" Baiklah kalau begitu keinginan mbak sera."
tutttttttttt
Rencananya hari ini sera akan menemui pengacaranya dikantor untuk membicarakan soal dirinya yang akan segera mengajukan surat gugatan perceraian,setelah beberapa waktu tadi menimbang nimbang keputusan apa yang dia ambil.dan ternyatu pilihan keputusannys jatuh pada perceraian.
Ya Akhirnya Sera memilih untuk mengakhiri pernikahannya dengan satu satunya jalan yaitu perceraian.setelah pertemuannya beres dengan pengacara alm ayahnya itu,rencana sera akan datang ke kantor perusahaan.untuk mengambil alih kembali perusahaan tersebut yang beberapa bulan lalu dia limpahkan semuanya untuk dikelola oleh suaminya itu.
Meskipun Sera sama sekali tidak mengerti bagaimana caranya mengelola bisnis ,namun dia punya seseorang yang masih bisa dipercaya untuk mengelola perusahaan tersebut.
Sera berjalan menuruni anak tangga bergegas akan menemui pengacara ayahnya di luar.tiba tiba ada notifikasi pesan dari sang pengacara tersebut
Pak Irfan : Maaf mbak sera tiba tiba saya ada keperluan mendadak yang tidak bisa di tunda,tapi saya menyuruh putra saya untuk menggantikan saya sementara,mbak sera bisa tanya tanya dulu sama putra saya mbak,selebihnya biar nanti saya yang tangani.
Begitulah pesan dari pak irfan,pengacara dari ayah sera dan juga salah satu orang kepercayaan sera.
Sera mulai mengetik untuk membalas pesan tersebut.
Sera : Oke..saya tunggu sekarang di Caffe shop dekat jalan Pemuda. ( Plus sharloke)
Setelah membalas pesan whatsup sekaligus mengirim sharlok,sera pun bergegas keluar rumah.
" Selamat pagi nona sera." sapa satpam petugas keamanan rumahnya dan juga tukang kebun
" Pagi juga mang toyib pak samsul." Balasnya setelah pak samsul petugas keamanan itu membukakan pintu gerbang
" Mau kemana non.?"
" Saya mau ada urusan sebentar duluan."
" Nggak minta di anterin sama supir aja non?" tanya pak samsul.
__ADS_1
Sere menggeleng pelan sambil tersenyum ramah." Tidak usah pak saya sudah pesan taksi online bentar lagi nyampek kok."
" Taksi Online yang mobil mewah kemarin ya non.?" tanya mang toyib yang mendapat senggolan dari pak samsul
" nggak usah di dengerin omongan si toyib non,orangnya emang sukak nyablak." sahut pak samsul ketika mendapati mimik wajah sera mulai berubah keruh
" Nggak apa apa kok pak samsul mang toyib,kalau begitu saya pergi dulu ya taksinya sudah datang.mari.." Pamitnya ketika mobil taksi online pesanannya sudah tiba dan dia lekas segera masuk kedalam mobil itu,sebelum akhirnya mobil itu pergi dari depan rumahnya.
" Iya non hati hati non." Dua orang paruh baya beda usia itu saling senggol menyenggol
" Kau ini yib kalau ngomong selalu saja nggak bisa di rem mulutmu." Protes pak samsul
" Ya maap sul ,mulutku itu memang susah di rem.apalagi kemarin aku iki yakin kalau mobil yang di bilang taksi online itu bukan orang sembarang pemiliknya." Cicit nang toyib
" Hust jangan sembarang kau ini kalau ngomong yib,nggak lihat tadi ekspresi muka non sera berubah sedih gitu." Sembur pak samsul membuat mang toyib terlihat berpikir sambil manggut manggut.
Sesampaianya di depan caffe shop tempat dimana membuat janji dengan anak pengacara ayahnya itu sera gegas menghubungi pengacaranya itu
" Hallo iya nona sera.." sapa seseorang dari seberang
" Saya sudah ada di Caffe shop pak."
" Putra saya sudah menunggu anda didalam nona sera,saya akan segera suruh putra saya untuk menjemput anda di depan "
Sera segera melangkahkan kakinya masuk kedalam caffe tersebut,kedua matanya mengedarkan pandangannya,lalu tak lama ada seorang pemuda tak jauh darinya sedang berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampirinya.
" Selamat pagi Nona Sera.." Sapa seorang pemuda yang mempunyai wajah cukup tampan yang kini sedang berada didepan sera dan menyapa sambil mengulurkan tangannya
" Pagi juga..." jawab sera
" Perkenalkan saya Gery Himawan ,panggil saja gery nona,saya kesini di suruh menggantikan ayah saya untuk bertemu dengan anda." Ucap pemuda itu sambil tersenyum ramah menatap wajah perempuan cantik didepannya itu
" Sera..." Balas sera sambil membalas uluran tangan pemuda bernama Gery itu.
" Kalau begitu mari ikut dengan saya nona,saya tadi sudah memesankan tempat untuk anda." ajaknya dan di balas dengan anggukan kepala oleh sera
Pemuda itu menuntun sera menuju tempat yang sudah dia pesan sebelumnya.
" Silahkan duduk nona "
" Terimakasih." jawab sera
" Anda mau pesen minuman apa dulu.?"
" Samakan dengan anda saja ya." ucap sera
" Oke kalau begitu." jawab pemuda itu lalu memanggil pelayan cafe itu untuk memesan minuman
__ADS_1
" Saya pesan Coffe late nya dua ya."
" Ada lagi pak.?" tanya pelayan
" Sementara itu saja dulu."
" Mohon di tunggu." Ucap sang pelayan lalu pergi dari hadapan sera dan juga gery
" Gimana nona sera ada yang ingin di sampaikan.?" tanya pemuda bernama Gery itu membuka awal percakapan mereka
" Saya langsung pada intinya saja .saya mau mengajukan surat gugatan cerai pada suami saya." Jawab Sera dengan mantap tanpa keraguan suatu apapun
Membuat pemuda bernama Gery terkejut sampai menegakan tubuh tegapnya.
" Bercerai.?" tanya nya sambil menautkan kedua alisnya
" Ya.saya pikir anda dan juga ayah anda bisa mengurus semua berkas berkas pengajuan gugutan cerai saya."
" Apa anda yakin.?" tanya Gery menatap serius wajah bening milik sera
" Sangat serius.!" Tegas sera
" Tapi setahu saya pernikahan anda baru saja berjalan kurang lebih enam bulan nona,kalau boleh tau apa alasan nona mengajukan gugatan cerai pada suami anda?supaya nanti bisa menjadi pelangkal diberkas berkas pengajuan anda." Seru Gery
" Karena Suami saya berselingkuh dibelakang saya dengan sahabat saya sendiri,dan saya tidak mau mentolerir perbuatan bejat mereka." Jawab sera dengan tegas dan hal itu membuat Gery sedetik tertegun sebelum akhirnya bertanya lagi.
" Anda benar benar yakin akan melakukan hal itu?"
" Tentu saja saya yakin ! " Ucapnya dengan mantap lalu menyeruput Kopi pesanan yang sudah datang sebelum akhirnya pamit pergi terlebih dulu
" Kalau begitu saya pamit pergu dulu karena ada urusan penting lagi,dan tolong siapkan semuanya berkas berkas gugatan cerai saya.permisi.." Ucap sera sambil berdiri lalu kemudian beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan pemuda itu yang hanya diam terpaku meratapi kepergian sera.
------
Usai Pamit pergi terlebih dulu,kini tujuan Sera selanjutnya datang kekantor,untuk mengambil berkas berkas penting perusahaan di ruangan Yudha.
Setibanya di kantor,sera pun langsung memasuki ruangan Yudha,yang kebetulan hari ini kosong,Sera juga tak menanyakan keberadaam suaminya itu pada sekretaris suaminya.buat dia kehadiran yudha tidak penting,malah menguntungkan baginya.
Namun perkiraan Sera meleset.apa yang ditemukan sera di atas meja kerja suaminya seketika langsung saja membuat Emosi sera naik sampai ke ubun ubun.Sera mengambil sebuah berkas copy-an pengalihan seluruh aset perusahaan hingga rumah atas nama Yudha mahendra,suaminya itu.yang ternyata mendapat persetujuan langsung dari sera karena didalam copy-an berkas itu sera sendirilah yang menandatanginya.
" Keterlaluan kamu mas yudha..." Lirih Sera dengan sangat kecewa.
_Bersambung_
Oke aku udah up tiga bab ya hari ini meskipun agak telat sedikit.
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka
Happy reading.
__ADS_1