
Usai menjual perhiasannya,sera pun bergegas pergi dan kembali menyeret kopernya.namun saat sedang menunggu taksi online yang dia tunggu di depan halte,tiba tiba saja sebuah mobil Pajerro yang dia rasa tak asing itu mendadak menepi dan berhenti tepat disampingnya.
Tak lama kemudian muncul seorang wanita berambut pirang sepundak keluar dari balik mobil lalu berjalan menghampirinya.
Dan tepat dugaanya wanita yang tak asing baginya itu adalah Liana,sahabat sekaligus wanita yang sudah merusak rumah tangganya.
" Hai Tuan putri turun kasta?gimana rasanya jadi gembel?Enak nggak.?" tanyanya dengan seloroh diiringi dengan tawa ejeknya.
Wajah sera langsung berubah tegang sambil menatap penuh kebencian kearah mantan sahabatnya itu.
" Maaf aku tidak punya waktu untuk meladenimu." Ketus sera sambil membuang muka lalu berniat melangkahkan kakinya namun dengan cepat Liana Mencekal lengannya.
" Lepaas..." Sera menyentak Liana dengan kasar.sambil menatap tajah kearah wanita itu.
" Wuihhh belagu banget Lo,udah jadi Gembel aja gaya Lo selangit." Cetus Liana mengejek sera
" Terserah kamu mau ngomong apa,yang jelas stop menggangguku.!karena aku sudah tidak sudi berurusan denganmu kembali." Ketus sera dengan suara tegasnya.
" Hahaha..Lo pikir gue juga sudi melihat muka Lo yang jelek itu,gue kesini cuma mau kasih ini ke Lo." Cetus Liana sambil menarik tangan sera lalu meletakan sebuah amplop coklat berukuran sedang yang tadi dibawa Liana
Sera melirik amplop coklat yang ada di tangannya itu." Apa ini.?"
" Itu surat gugatan perceraian Lo sama Yudha! gue harap Lo segera tanda tangani surat perceraian itu.!" Ketus Liana
" Kenapa nggak dia sendiri yang kasih ke aku.?"
Pertanyaan sera lantas langsung membuat tertawa terbahak bahak.
" Jadi Lo masih berharap bertemu sama dia.?" Cetusnya dengan tatapan mengejek
" Bukan berharap tapi memang bukannya kami tidak bisa bercerai karena aku sedang hamil anak dia.!" Tegas sera
__ADS_1
" Huh jangan mimpi Lo.!" Dengus Liana." Lagian Yudha itu sudah nggak mau lihat muka Lo yang jelek itu,makanya di nyuruh gue buat kasih surat ini sama Lo.lagian Yudha juga nggak mengakui kalau anak yang Lo kandung itu anak dia,karena bagi yudha anak yang juga sedang gue kandung ini sudah cukup,jadi dia tidak perlu anak dari orang Lo apalagi dari wanita sok suci kayak Lo.!"
Plakkkkkk
Satu tamparan keras kini sudah mendarat di wajah cantik Liana,membuat wanita itu kembali meradang.
" Heh beraninya Lo tampar gue sialan.!" Seru Liana sambil mengangkat tangannya untuk membalas perlakuan sera,namun dengan cepat sera menahan pergelangan tangan Liana hingga wanita itu menggaduh kesakitan karena sera begitu erat mencengkramnya.
" Kamu pikir aku bakal ngijinin tangan kotormu itu menampar wajah saya.! Jangan mimpi kamu.!" Ketus sera sambil menghempas tangan liana dengan kasar.
" Karena bagiku Hina'an dari seorang pelakor dari kamu,tak akan sedikitpun menjadikanku wanita lemah didepan pelakor rendahan sepertimu.!" Tegas sera
" Brengsek kamu *****..." Umpat Liana tak terima
" Kamu yang *****,perempuan rendahan ,pelakor.!" Bantah Sera tak kalah ngototnya
" Hahaha dasar Lo itu emang benar benar wanita bodoh sera sera." Kelakar Liana yang malah memberi ejekan pada sera
" Dengar ya sera Lo itu nggak lebih dari wanita bodoh dan tolol karena udah mau maunya di bohongin sama suamimu Yudha." Ujarnya membuat kening sera mengeryit heran
" Asal Lo tau ya kalau gue dan suami Lo Yudha-----"
" Liana..cukup..!"
Tiba tiba saja suara seseorang dari arah lain memotong ucapan Liana,seseorang itu ternyata adalah Yudha,yang tiba tiba datang dan keluar dari sebuah mobil avansa warna hitam
" Yudh kamu kenapa sih?kenapa tiba tiba malah nyamperin kesini.?!" Kesal Liana sambil mengerucutkan bibirnya.
Yudha tak menghiraukan perkataan Liana dan balik menatap sera yang kini tengah mematung di hadapannya.
" Buruan Lo tanda tangani surat perceraian itu,karena gue nggak punya banyak waktu ,jadi jangan buang buang waktu berharga gue.!" Ketus Yudha sambil menatap tajam kearah sera
__ADS_1
Mata Sera terlihat berkaca kaca berhadapan langsung kembali dengan pria yang masih berstatus suami sahnya itu.
" Apa harus disini kita selesaikan urusan kita mas?paling tidak bisa bicara dulu dan membahas masalah calon anak kita." Lirih sera yang berusaha bernegoisiasi pada pria tersebut
" Sudah gue bilang kalau gue nggak peduli dengan bayi itu,setelah Lo pilih keluar dari rumah itu artinya gue udah nggak mau tau tentang anak Lo dan juga Lo,paham.!" Sentak Yudha sambil sedikit memelankan suaranya karena menyadari bahwa mereka saat ini sedang berada didepan tempat umum
Air mata sera langsung luruh seketika,namun dengan kasar dia kembali menyerka air matanya,karena dia tidak ingin terlihat lemah didepan orang orang jahat seperti mereka.
" Baiklah kalau itu memang mau kamu mas.aku akan segera tanda tangani surat perceraian ini." Cetus sera lalu membuka isi amplop warna coklat yang juga sudah ada lengkap dengan bolpoinya
Lalu tanpa ada keraguan Lagi,sera langsung membubuhkan tanda tangannya pada lembar surat perceraian tersebut,lalu menyerahkan kembali pada Yudha.
" Sudah aku tanda tangani,puas kamu mas.!"
Yudha tersenyum miring menatap sera." Tentu saja." jawabnya acuh
Dada sera seakan diremat remat hebat,bagaimana dia bisa tertipu mentah mentah dengan pria bajingan seperti yudha.
" Mulai sekarang jangan pernah ganggu Hidupku lagian,sekarang kalian bisa pergi dari hadapanku.!" Sentak sera dengan suara tertahan menahan amarah.
Tanpa sepatah katapun Yudha langsung saja melengos dan pergi sambil membawa amplop coklat tersebut.lalu kembali masuk ke dalam mobilnya menyalakan klakson sebagai tanda bahwa Liana harus segera menyusulnya
Liana tersenyum puas dan menampilkan seringainya menatap sinis kearah sera yang masih mematung meratapi kepergian pria yang sebentar lagi akan resmi menjadi mantan suaminya itu.
" Thanks buanget Lhor ra akhirnya Lo mengalah juga demu gue.oke gue cabut dulu mau ngadain party buat hari kemenangan gue..bye sera" Ujar Liana dengan suara mengejek Sera melenggang pergi kembali masuk ke dalam mobil.
Dua mobil milik dua orang penghianat itu berlalu saja dari hadapan sera,kini hanya tinggal dirinya seorang meratapi akan nasibnya yang entah seperti apa sekarang setelah dibuang suami,di usir dari rumah dan di ceraikan dengan cara rendahan seperti ini.
" Sabar ya nak,suatu saat mama akan balas perbuatan mereka." Monolog sera sambil mengelus perutnya yang masih rata sambil tersenyum getir dengan perasaan yang penuh dengan kebencian yang menyelimuti sanubarinya.
_Bersambung_
__ADS_1
jangan Lupa kasih dukungannya jika suka
Happy Reading