
" Apa apaan sih kamu mas.lepas.!" Sera menyentak tangan Yudha dengan kasar saat mereka sudah berada di pelataran gedung perkantoran.
Wanita yang tengah hamil muda itu menatap marah pada pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.
" Kamu yang apa apaan sera.untuk apa kamu kerja disini bersama mantan suamimu yang bajingand itu hah?!"
Sera tersenyum sinis menatap pria yang masih berstatus suaminya itu." Lalu apa masalahnya buat kamu mas?toh aku juga nggak ngerugiin kamu kan?"
Yudha berdecak kesal sambil berkacak pinggang.
" Nggak bikin rugi katamu hah? Dengan bekerja di bawah perusahaan pria brengsek itu sama saja membuatku malu sera ! Mau taruh dimana mukaku hah?" Bentak Yudha dengan emosi yang mulai meletup letup.
Namun Sera mencoba untuk tetap tegar dan tak menampakan wajah sedih maupun ketakutan supaya yudha tak kembali meremehkan dia dan bertindak sesuka hati,lagian mereka masih berada dilingkungan kantor jadi kecil kemungkinan yudha kembali bertindak kasar,meski sejujurnya dia sendiri memang sangat ketakutan jika yudha sudah mulai bertingkah kasar padanya.
" Kenapa kamu mesti malu?bukankah kamu sendiri yang memutuskan membuangku mas yudha!" Ucap Sera dengan menekan nada suaranya." Lagian aku disini niat kerja supaya aku bisa tetap bisa bertahan hidup,karena aku sadar bahwa ada sosok kehidupan baru yang harus ku perjuangkan hidupnya,kamu tahu siapa dia adalah benihmu benih yang sudah kau sia siakan hidupnya dan aku berhak melindungi dan membahagiakannya nanti ,tidak seperti kamu laki laki pecundang yang tak mau bertanggung jawab.!" Imbuh sera dengan suara bergetar dan penuh berapi api ,dan tanpa sadar cairan bening pun sudah lolos jatuh ke pipinya.
Yudha Tergugu mendengar ucapan Sera barusan,namun bukannya membuka mata hatinya,pria itu malah semakin di liputi emosi dan amarah entah apa yang ada dalam pikiran Yudha saat ini,dia sendiri sebenarnya tidak mengerti kenapa dia harus bersikap kasar dan marah seperti ini pada sera.
" Rupanya kamu sudah mulai melawan hah?! Dasar istri pembangkang.!" Hardiknya
" Kamu yang durhaka mas,kamu suami durhaka ! Kejam.!" Balas sera tak mau kalah
" Diam !" Bentak Yudha sambil kembali mencengkram pergelangan tangan sera
" Apa'an sih mas lepasin.!" Sera kembali menyentak tangan Yudha,setelah yudha kembali mencengkram pergelangan tangannya.
" ayo ikut aku,wanita sepertimu pantas dikasih hukuman.!"
" Aku tidak mau mas,lepaskan aku brengsek..!" Umpat Sera sambil terus berusaha memberontak,membuat yudha kembali tersulut emosi karena mendapat sikap perlawanan dari sera
" Apa kamu bilang?dasar wanita murahan ! ******* sialan ,aku yakin kamu kerja di sini pasti sedang menjual dirimu kan?"
Plakkkkkkk
Tanpa sadar salah satu tangan sera sudah mendarat di wajah yudha hingga meninggalkan bekas merah di rahang kokoh pria tersebut,bahkan sangking merasa panasnya,pipi yudha serasa kebas,dia pun mengelus pipinya sambil menyorot tajam kearah sera.
" Rupanya kau Sudah mulai berani melawan sama aku hah?udah merasa hebat kerja disini?!"
" Stop menyakitiku lagi mas,karena kamu sudah tidak berhak atas diriku lagi."
Yudha menyeringai dan menelisik penampilan sera dari atas sampai bawah yang menurutnya dandan sera kali ini beda dari biasanya.
" Jangan Menatapnya seperti itu.!"
Tiba tiba saja suara Ibra yang baru saja datang pun mengintrupsi ,memberi peringatan pada yudha dengan cara yudha menatap sera seolah olah ingin menelenjangi wanita itu.
" Mas ibra.." Pekik sera tertahan,saat ibra tiba tiba muncul di hadapannya dan menarik sera untuk mundur dan berdiri dibelakang pria itu.
" Wushhhh anda rupanya ..Presdir...Pebinor...punya hak apa anda melarangku menatap Istriku sendiri.?" Seloroh Yudha sambil menekan bagian akhir kalimatnya.
Tentu saja membuat rahang kokoh ibra mengeras lalu mengepalkan tangannya.
" Ingat dia bukan istrimu lagi.! Kenapa Anda masih disini?bukankah anda sudah tidak ada urusan lagi?" Tanya Ibra dengan Menatap sengit pada yudha
" Jangan khawatir saya akan segera pergi dari sini,tapi serahkan sera padaku.!" Seru Yudha tak kalah sengit menatap Ibra.
" Aku tidak mengizinkan.!" Tegas Ibra
" Heii...memangnya kau ini siapa?punya hak apa kau melarangnya pergi bersamaku.?" Sentak Yudha tak terima
__ADS_1
" Dia disini bekerja sebagai karyawanku,sebagai bosnya aku berhak melindunginya dari pria brengsek sepertimu.!"
" Kau sadar apa yang kau katakan barusan?"
" Tentu saja.!" Cetus Ibra tak mau kalah.
" Bangsadt.!"
BUG
Satu bogeman mentah pun mendarat tepat di rahang kokoh ibra,darah segar berwarna merah itu pun keluar di sudut bibir Ibra.
Ibra pun mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar tersebut,dan kembali menatap Lawannya dengan tatapan Sengit dan membunuh.
Dengan pergerakan cepat Ibra pun balik menyerang Yudha dan berhasil mendaratkan bogeman mentahnya tepat di hidung Yudha hingga pria itu terjerembab di tanah dan hidungnya pun langsung mengeluarkan darah segar karena tak menjaga keseimbangan tubuhnya.
BUG
" Mas Yudha...!" Pekik Sera ketika melihat pria yang sebentar lagi resmi menjadi mantan suami keduanya terjerembab ke tanah.
Sera segera menahan tubuh Ibra ketika pria itu akan maju dan menyerang Yudha kembali.
" Mas Ibra sudah mas." Cegah Sera yang berada tepat di depan tubuh Ibra
" Minggir Ra,aku mau kasih pelajaran pada pria brengsek itu.!" Sungut Ibra
" Ku mohon Hentikan mas,jangan berkelahi lagi ini tempat umum."
" Aku tidak peduli.!" Berang Ibra sambil menatap Yudha dengan tatapan tajam.
Tak lama kemudian Papa Wirya datang bersamaan dengan Rendy dan beberapa tugas keamanan.
" Yudh,apa yang terjadi yudh? Kamu nggak apa apa?" Tanya papa wirya pada putranya yang masih menatap balik tajam kearah Ibra dan Sera
" Yudha nggak apa apa pah."
" Tapi hidungmu berdarah?"
Yudha tak menjawab pertanyaan papanya,membuat papa wirya beralih menatap kearah Ibra dan Sera yang masih berada tak jauh darinya
" Maaf Pak Ibra,sebenarnya apa yang terjadi?kenapa kalian sama sama terluka seperti ini?" Tanya papa wirya yang juga ikut bingung ternyata bukan putranya saja yang terluka melainkan rekan bisnisnya itu juga
" Tanyakan sendiri pada putra anda.!" Balas Ibra
" Apa maksud anda?"
" Ku peringatkan sekali lagi pada anda,bilang sama putra anda jangan pernah lagi Mengganggu apalagi sampai menyakiti Sera,kalau tidak ingin perusahaan yang baru saja kalian rampas dari pemiliknya hancur di tanganku.karena bagiku bukan hal yang sulit untuk membuat kalian Hancur di tanganku sendiri.Camkan Itu.!"
Setelah berucap seperti itu,Ibra pun menarik tangan sera dan mengajaknya pergi dari tempat itu meninggalkan dua pria beda generasi itu,yang masih diam mematung karena perkataan dari Ibra tadi.
*
*
*
Di Ruangan Presdir.
" Au au auh...." Ibra menggaduh kesakitan saat Sera dengan Telaten mengompres bibir Ibra yang terluka tadi.pria itu terlihat meringis menahan rasa perih di sudut bibirnya itu.
__ADS_1
" Sakit?" Tanya Sera dengan penuh hati hati
Ibra tak lekas menjawab pertanyaan dari Sera,pria itu malah balik menatap dalam manik mata milik sera.
" Mas.?"
" Hmm.?"
" Sakit nggak?kok malah diam ?" Tanya Sera dengan wajah sedikit menunduk karena dengan posisi seperti ini yang duduk berdekatan dengan Ibra sungguh membuatnya Canggung,apalagi Ibra terus saja menatap dirinya.
" Kapan Sidang perceraianmu digelar.?"
Bukannya menjawab malah pria itu balik bertanya,membuat sera sedikit heran.
lalu kembali mendongakan wajahnya.
" Kenapa bertanya seperti itu ?" tanya Sera dengan penasaran
" Katakan saja.!"
Sera menghela nafas sebelum akhirnya membuka suaranya kembali
" Kapan....?" Tanya Ulang Ibra membuat sera akhirnya membuka suara dan memberitahu kapan sidang perceraiannya digelar.
" Kamis Lusa..."
Ibra tersenyum penuh arti." Baiklah berarti kurang dua hari lagi ." Ujarnya santai membuat sera mengeryit heran
" Memangnya ada apa...?"
Ibra kembali menatap Sera dengan dalam,membuat tatapan mereka saling bertemu dan beradu pandang.
" Begitu kamu resmi bercerai darinya,aku akan langsung melamarmu.!" Ucap Ibra dengan Lugas penuh dengan kemantapan
" Apa..?!" Pekik Sera disela keterkejutannya
" Nggak usah keras keras." Ibra memperingati
" Apa yang kamu katakan barusan mas?kamu jangan ngelantur."
" Aku nggak ngelantur aku serius." Balas Ibra
" Tapi ini nggak lucu.!"
Ibra menghela nafas dalam lalu tangan kokohnya memegang kedua bahu Sera,membuat wanita itu terkejut.
" Mas.." Protes sera lewat tatapan matanya
" Dengarkan Aku sera,aku tahu aku mungkin pernah berbuat kesalahan yang fatal padamu,tapi aku mohon izinkan aku menebusnya. " Ucap Ibra dengan tatapan lembut
" Ta tapi mas..---"
" Ssst...Setelah kamu resmi menyandang status janda ,aku akan melamarmu,tapi tenang saja aku akan menikahimu setelah kamu melahirkan bayimu,aku akan bertanggung jawab atas bayimu,mari kita merawatnya bersama sama...Hmm? "
Tanpa sadar Air mata sera kembali menetes dan jatuh di pipinya,wanita itu masih bergeming tak mengucapkan satu kata pun,saat ini dia benar benar masih syock dan harus berbuat seperti apa,entahlah apa yang ada dipikiran wanita itu sekarang
Bersambung
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka
__ADS_1
Happy reading