
Kini Kereta besi yang di tumpangi oleh,Ibra ,sera dan juga Rendy pun sudah mendarat sempurna didepan sebuah Klinik Milik Adik sambung Ibra.
" Kok pada diam saja,ayo turun." Ujar Sera menatap Ibra dan juga Rendy secara bergantian,karena masih tetap membeku di tempat tanpa ada salah satu yang terlebih dulu mengawali keluar dari dalam mobil
Ibra pun menganggukan kepala nya dengan ragu ragu,dia berharap semoga hari Ini meilika ada jadwal praktek di rumah sakit,supaya tidak berjumpa dengan adik sambungnya itu saat ini.
Mereka bertiga pun keluar dalam mobil,Ibra terlebih dulu melangkahkan kakinya di depan dan di ekori oleh Rendy dan juga Sera yang jalan di belakangnya.
Tak Lupa Dia menyematkan kaca mata hitam miliknya yang menambah kadar ketampanan Ibra semakin bertambah,dan tentu saja membuat para perawat cantik cantik disana pada berdecak kagum hal itu tak luput dari pandangan sera.
" Selamat Pagi Pak Ibra, Pak Rendy ,selamat datang." Sapa salah satu dokter yang ada jadwal praktek di klinik tersebut,karena klinik milik melika ini lumayan cukup besar dan juga ramai pasien.
" Pagi." Balas Ibra singkat namun tetap mengulas senyum ramahnya
" Pagi juga dokter Very,oiya apa dokter melika ada?" tanya Rendy memastikan keberadaan Wanita yang diam diam saat ini masih dia kagumi itu,selain ingin memastikan keberadaan melika untuk sang bos,tapi dia sendiri sebenarnya hanya ingin sekedar melihat wajah melika,meskipun melika sendiri tak pernah merespon kehadirannya.
" Kebetulan dokter melika lagi ada urusan sebentar diluar,mungkin tidak lama lagi kembali." Balas dokter Very pria yang juga memilik wajah yang lumayan cukup tampan
" Kira kira masih lama nggak ya dokter melika kembali La-----?"
" Kebanyakan nanyak kamu ren" Potong ibra tiba tiba lalu kembali beralih menatap dokter Very." Bisa obatin Luka saya.?"
" Tentu saja pak ibra,ayo mari ikut ke ruang pemeriksaan." Ajak Dokter Very dan langsung mendapat anggukan kepala oleh Ibra.
Ibra dan Dokter Very terlebih dulu melangkah masuk kedalam ruangan yang biasa di pakai untuk memeriksa pasien,sedangkan Rendy dan juga sera masih berdiri ditempat.
Lain halnya dengan Rendy yang merasa sedikit kesal karena Ibra terlebih dulu memotong pertanyaannya yang menanyakan keberadaan Melika,sedangkan Sera masih diam saja mencoba mencerna nama yang baru disebut sebut oleh Rendy dan juga dokter Very,nama yang menurut sera tak asing baginya.
" Melika..namanya tidak asing bagiku,apa Melika yang dimaksud itu melika yang beberapa hari ini ku kenal,dokter yang pernah memeriksa mama ranti." Gumam sera disela sela lamunannya.
" Nona sera,apa anda baik baik saja.?" tanya Rendy ketika melihat sera hanya diam saja dan seperti sedang melamun.
" Oh Ya.saya baik baik saja pak rendy." Jawab sera sambil mengulas senyum tipisnya.
" Kalau begitu lebih baik kita tunggu saja tuan muda disana." Tunjuk Rendy pada sebuah Taman kecil tak jauh dari klinik tersebut yang letaknya masih diarea halaman klinik.
" Baik pak." Jawab Sera sambil menganggukan kepala nya.
Mereka berdua pun berjalan menuju taman kecil yang disana terdapat dua buah bangku panjang yang saling berhadapan.
Sera dan Rendy pun langsung mendaratkan bokongnya dan duduk saling berhadapan,terlihat beberapa kali Rendy melirik kearah sera yang terus menundukan wajahnya sambil meremas ponsel miliknya,rendy yakin wanita itu mungkin merasa tidak nyaman sehingga membuat keduanya merasa canggung.
" Nona sera." Panggil Rendy membuat wanita itu langsung mendongakan wajahnya
" Ya...?"
" Kenapa anda terlihat tegang seperti itu?apa ada sesuatu yang ingin anda katakan..?" Tanya Rendy
Sejenak sera berfikir namun sepertinya dia harus menanyakan tentang siapa dokter melika yang di maksud pria itu,apa dokter melika itu dokter yang beberapa hari belakangan ini dia kenal dokter yang pernah memperkenalkan nama lengkapnya 'Melika Azalea' pikir sera,jika benar itu artinya Melika Azalea adalah dokter melika yang ternyata adalah adik tiri dari mantan suaminya itu.karena setahu dia Ibra tidak punya saudara,pria itu terlahir sebagai anak tunggal.
__ADS_1
" Boleh saya tanya sesuatu..?" tanyanya kemudian yang terlihat sedikit ragu
" Silahkan,tanya soal apa..?"
" Maaf kalau boleh tau dokter melika itu nama lengkapnya siapa ya...?dan apa hubungannya dengan pak ibra?"tanya sera memastikan meski dia sudah mendengar ucapan rendy jika klinik ini adalah milik dari adik bosnya itu
" Kenapa anda bertanya seperti itu?" bukannya menjawab pria itu malah balik bertanya.
" Ah tidak apa apa,saya hanya ingin tau saja." Ucap sera berkilah
" Namanya Melika Azale.----"
" Kak Rendy...."
Belum sempat Rendy melanjutkan ucapannya tiba tiba sosok wanita yang dia bicarakan ternyata sudah terlebih dulu muncul dihadapan mereka,sontak saja Rendy menoleh kearah Wanita yang baru saja keluar dari mobil mewahnya itu,terlihat Sosok wanita itu berjalan mendekat kearah Rendy dan juga Sera.
" Hai Mel..." Sapa Sera kemudian usai wanita bernama melika itu kini sudah berhadapan didepan sera dan juga rendy
" Lhoh sera,kamu di sini juga..?" Balas Melika menyapa balik sera dengan senyuman ramahnya,terlihat raut wajah melika sedikit bingung melihat kehadiran sera bersama Asisten pribadi kakak tirinya itu.
" Iya Mel,saya disini menemani bos saya berobat." Balas sera diiringi dengan senyum kecil
" Bos?" Melika terlihat bingung dan beralih menatap sekilas Rendy kemudian kembali menatap Sera." Siapa bos kamu sera.?" tanya Melika kemudian
" Bos saya namanya Pak-----"
" Hah?Kak rendy bosnya?bukannya kak rendy juga ada bosnya lagi.?" Seloroh Melika seolah menyindir pria itu dengan tatapan mengejek.
" Saya memang seorang asisten pribadi nona,tapi saya juga berhak kan punya sekretaris pribadi sendiri." Seru Rendy tak mau kalah ,Pria itu memang menyukai melika namun bukan berarti dia harus diam saja mendapat kata kata sindirian dari perempuan itu bukan.
" Oh ya...?duh sombong sekali sih kamu kak,aku yakin deh kalau sampai kakakku lihat kelakuan mu yang arogan pada adik kesayangannya ini,palingan kamu bakal di mutasi ke perusahaan lain,atauuu..bisa saja langsung di suruh membuat surat pengunduran diri...." Seloroh Melika terlihat wajah gadis itu sedikit menahan kesal,namun dia harus tetap bisa menjaga sikap supaya tak meninggalkan Image buruk didepan orang lain yang tak lain adalah sera.
Mungkin Melika masih bisa bersikap ramah dan baik pada sosok pria bernama rendy itu jika sedang berhadapan dengan sang kakak tercintanya,namun jika hanya saling berhadapan begini,yakinlah gadis itu selalu ingin mengajak berdebat dengan pria itu.
Rendy tersenyum kecut mendengar penuturan sosok wanita yang diam diam dia kagumi itu,dia sendiri tak berhenti merutuki dirinya sendiri,kenapa dia tetap saja tak bisa berpaling ke lain hati,meski gadis itu beberapa kalo bersikap ketus dan kurang sopan padanya,memang cinta benar benar buta adanya,hingga sudah menutup akal pikiran pria itu.
" Astaga,bisa bisanya aku suka sama gadis jutek dan judes seperti dia,untung saja cinta,kalau tidak mungkin sudah ku sumpal mulutnya dengan bibirku..opss baiklah dengan senang hati akan meladenimu nona manis." Batin Rendy yang terlihat berulang kali mengulum senyumnya
Hal itu sontak saja membuat Melika sedikit Heran dengan tingkah pria itu.
" Kenapa senyum senyum begitu?ada yang Lucu?"Ketus Melika terlihat wajahnya mulai judes menatap rendy yang hanya bersikap tenang dan sok Cool itu.
" Kata kata anda terlalu manis nona muda,semanis senyum anda jika sedikit saja mengulas senyum."
" Whatt?"
" Aku nggak salah dengar kau ini sedang memujiku atau gimana?" Sembur melika terlihat gadis itu mulai berkacak pinggang menatap kesal kearah Rendy
" Lhoh bukannya saya memang sedang memuji anda nona muda?kurasa dokter pintar seperti anda pun bisa mengerti dari ucapan saya..." Jawab Rendy dengan santai
__ADS_1
Hal itu rupanya memancing Gadis itu geram dan hampir saja memukul dada bidang Rendy,namun panggilan Ibra membuyarkan perdebatan sengit mereka berdua.
" Re...Mel..apa yang sedang kalian lakukan.?"
" Kak ibra..." Seru melika yang langsung menghambur menghampiri Ibra yang baru saja keluar dari klinik
" Kak Ibra,asisten pribadimu ini sudah mulai tidak sopan dan kurang ajar padaku,ayo beri dia pelajaran..." Rengek Melika sambil bergelayut manja dilengan kekar Ibra.
Namun Pandangan Ibra tiba tiba saja beralih kearah dimana sosok wanita yang berdiri tak jauh dari rendy sedang memperhatikan kedekatannya dengan adik tirinya itu.
Terlihat wajah Ibra sedikit pucat dan membeku ketika pandangannya bertemu dengan pandangan sera,sedangkan melika gadis itu nampak terlihat nyaman dengan posisinya saat ini.
" Sera...." Gumam Ibra dan hal itu membuat melika spontan menatap sang kakak,lalu menarik tangan Ibra untuk mendekat kearah Rendy dan juga sera yang masih diam mematung.
" Oiya kak Ibra kenal sama sera?apa benar asisten pribadimu ini memiliki sekretaris baru kak?" Tanya Melika menatap Ibra dan sera bergantian
Ibra sekilas melirik tajam kearah Rendy yang terlihat mengedarkan pandangannya.
" Siapa yang bilang..?" Tanya Ibra,terdengar suaranya sedikit berat
" Kak Rendy kak yang bilang,katanya sera ini sekretaris barunya dia,tapi aku rasa tidak yakin kalau sera memang sekretarisnya,kecuali...." Melika menggantung ucapannya sambil melirik kearah sera yang masih membungkam mulutnya
" Kecuali apa.?" Tanya Ibra yang beralih menatap melika
" Kecuali kalau sera itu sekretaris pribadi kakak baru aku percaya...."
" Apa kamu juga akan percaya mel jika sera itu juga mantan istriku yang sekarang juga sedang ku perjuangkan cintanya,apa kamu nanti akan menerima dia sebagai kakak iparmu." Ibra membatin dengan kegelisahannya,sebenarnya Ibra pun sudah tau kalau selama ini adik sambungnya diam diam menaruh perasaan padanya,namun sebisa mungkin dia menyangkal karena dia tidak mau membuat hubungan keluarganya menjadi kacau,terlebih hubungannya dengan sang papa tirinya,yang terbilang sangat baik dengannya.
" Dia memang sekretarisku mel." Ucap Ibra yang langsung membuat Melika tersenyum penuh dengan kemenangan.
Terlihat Rendy menghela nafas berat,ketika Mendapat tatapan mengejek dari Melika.
" Maka nya kak rendy yang budiman,jangan main asal mengklaim sesuatu yang bukan punyamu,sekarang kalah telak kan....hahaha." Ujar Melika diiringi dengan gelak tawanya
Setelah itu gadis itu mendekat kearah Sera lalu mengulurkan tangannya.
" Selamat ya ra,kamu sudah dapat pekerjaan juga,jujur aku nggak nyangka lho kalau kamu bekerja di perusahaan papaku dan menjadi sekretaris kakak kesayanganku ini." Ucapnya dan disambut sera dengan uluran tangan.
" Makasih mel." balas Sera dengan mengulas sedikit senyum getirnya,usai membalas uluran tangan melika
" Oiya kak,sera ini baik Lhoh orang nya,jadi saya harap kak ibra jangan galak galak ya sama dia,nanti aku akan kasih satu rahasia tentang dia." Bisik Melika pada Ibra membuat pria itu menaikan sedikit alis tebalnya
" Rahasia?rahasia apa?" balas ibra juga berbisik ditelinga Melika,terlihat sekali pria itu juga penasaran rahasia apa yang dimaksud oleh adil tirinya itu.
Bersambung
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka
Happy reading
__ADS_1