
Ibra yang terus di hujane serangan sera yang bertubi tubi menimpuk ibra dengan Bantal guling,membuat pria itu seakan pasrah apa yang sedang dilakukan oleh sera
Puk
Puk
Puk
" Dasar pria mesum,kurang ajar.tidak punya perasaan ! Rasakan ini.!" Ujar sera berapi api entahlah emosi wanita itu seakan tidak stabil mungkin saja efek kehamilan atau juga bisa jadi sedang ingin meluapkan kekesalannya pada suami yang telah berhianat dan melampiaskan pada mantan suami yang sama sekali tidak tau akar permasalahan rumah tangganya.
Yang Jelas sebagai laki laki gantlemen Ibra mendadak pasrah saja dengan apa yang kini diperbuat oleh mantan istrinya itu.
Dada sera seakan naik turun seiring dengan nafasnya yang tersengal sengal,rasa lelah ,kesal,marah sedih semua seakan menjadi satu.
Puk
Puk
Belum puas sera menimpuk wajah ibra dengan bantal,kini berganti dengan memukul mukul dada bidang ibra dengan tangan kosongnya.hingga akhirnya terjadi sesuatu yang akhirnya membuat mereka menjadi Canggung dan Kikuk satu sama lain.
Bruk
Tubuh Ibra dan sera jatuh diatas lantai bersamaan,ketika tanpa sengaja ibra yang sebenarnya ingin menahan tangan sera untuk berhenti memukulinya malah menarik tangan sera hingga tubuh itu jatuh tepat diatas dada bidangnya.
Deg
Deg
Deg
Suara deguban jantung mereka saling bersautan satu sama lain.pun pandangan mereka pun saling bertemu.Bahkan sera maupun ibra saling merasakan deru nafas mereka satu sama lain yang saling berhembus di wajah mereka masing masing.
Berulang kali Ibra meneguk salivanya dengan susah payah,ketika tanpa sengaja tatapannya kini beralih pada bibir alami yang berwarna merah merah jambu milik sera.bibir yang dulu sempat dia kecup pertama kali karena sera pernah berkata ibra lah yang mengambil ciuman pertamanya dan sekaligus cinta pertamanya.
Perlahan Ibra menekan tengkuk sera untuk lebih mendeka ,kepalanya pun sudah dia condongkan layaknya seseorang yang berada diposisi akan saling berciuman,dan semakin lama jarak diantara mereka mulai terkikis.
Berbeda dengan sera,tubuhnya seakan meremang ketika wajah ibra semakin mendekat bahkan dia bisa merasakan deru nafas ibra yang hangat berhembut di wajahnya.
__ADS_1
Kedua matanya berulang kali mengerjab seakan mengumpulkan kesadarannya.
Dan akhirnya Sera bisa merasakan ada benda kenyal menempel dibibirnya.betapa terkejut sera sampai kedua matanya membulat penuh.
Namun agaknya kedua bibir saling bertemu itu hanya menempel karena sama sekali tidak ada pergerakan.dan tatapan mereka kembali bertemu lagi.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Gubrakkkkk
Sekuat tenaga sera mendorong tubuh ibra sampai punggungnya kini membentur ke lantai lalu dia pun segera bangkit dan berdiri.
Tapi saat menyadari ada yang salah pada tubuhnya saat ini perlahan pandangan sera turun kebawah lalu kembali berteriak karena sadar dia saat ini sedang tidak menggunakan pakaian apapun diarea tubuh bagian bawahnya,beruntung kaos oblong yang dipakaiannya kedodoran hingga mampu menutupi tubuhnya sampai selutut,seketika suasana pun menjadi gaduh lagi karena suara teriakan Sera yang begitu melingking di telinga.
" Aaaaaaaaaaaaa.apa yang kau lihat tutup matamu..." teriak sera sambil berjingkrak jingkrak bak cacing kepanasan dan langsung meraih benda apapun yang bis menutupi tubuhnya.
Sedangkan Ibra Hanya bisa mengulum senyumnya sambil bergidik geli dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat tingkah absurd wanita yang pernah menjadi Istrinya itu.
" Sera sera kamu tenang dulu,aku bisa jelaskan.kamu jangan salah paham dulu."Ibra beberapa kali menelan salivannya dengan bersusah payah
" Salah paham gimana,?! kamu hampir saja menciumku.! Kalau nggak ku dorong pasti sudah pasti kamu menciumku!" Ketus sera sambil menatap nyalang pria yang berstatus mantan suaminya itu.sebenarnya dibalik tatapan nyalangnya dia hanya berusaha menyembunyikan debaran degub jantungnya yang sudah berlari lari seperti orang maratoon.
Glek
Ibra lagi lagi menelan ludahnya sangat kasar,entah kenapa tiba tiba saja tenggorokannya langsung mendadak kering
" I i itu kan..."
" Itukan itukan gimana.?" sungut sera
" Yach kan cuma hampir saja ra, belum juga kesampaian.." Cicitnya tanpa dosa membuatnya langsung mengatupkan bibirnya ketika mendapat tatapan tajam oleh sera.
" Mas ibra ..! " Teriaknya lagi ." dasar pria mesum..." Umpatnya lagi
__ADS_1
" Astaga kenapa juga aku biarin si arga sama susternya pulang duluan,kenapa juga tidak ku tahan sebentar seenggaknya sampai sera sadar biar tadi salah paham gini." Gerutunya dalam hati menyesal membiarkan sahabatnya pergi terlebih dulu dan sekarang menambah kesalahpahaman antara dia dan sera.
" Tenang dulu sera sungguh aku tidak berniat berbuat macam macam sama kamu."
" Terus kenapa aku tiba tiba ada disini,dan ini dimana aku sekarang?" tanya sera
" Di apartemenku."
" Apa?jadi kamu menculikku dan sekarang menyandraku di apartemenmu?benar benar keterlaluan kamu mas.!"
Astaga kenapa jadi begini,sial ! niat nolong malah apes.
" Bukan gitu juga."
" Lalu kenapa aku bisa disini pasti kamu ingin berbuat macam macam sama aku kan.?" tuduh Sera menatap curiga membuat Ibra semakin gugup karena salah tingkah
" Demi Tuhan Ra aku tidak punya maksud seperti itu ,tadi aku menemukan mu dipinggir jalan sedang pingsan.aku yang panik langsung saja membawamu kemari."
Sera merasa sedikit lega mendengar penuturan mantan suaminya baru saja.masuk akal juga menurutnya karena seingat dia memang lagi di jalan usai di usir suaminya dari rumahnya sendiri.
" Terus kemana bajuku?kenapa aku sudah memakai pakaianmu?"Cetusnya dengan tatapan penuh waspada
" Tadi aku minta suster perempuannya si arga buat ganti pakaianmu yang kotor dan karena basah sera." Ucap Ibra mencoba sebisa mungkin menerangkan kejadian yang sebenarnya
Sera diam sejenak namun terlihat sekali sedang mengatur nafasnya yang terlihat naik turun.sedangkan ibra mencoba perlahan mendekati tubuh sera
" Stop jangan dekat dekat." Ucap sera sambil merentangkan salah satu tangannya ke depan.
Spontan saja Ibra pun menghentikan langkahnya." Astaga.." ibra menghela nafas,rasanya benar frustasi." Oke kamu yang tenang dulu ya.aku akan keluar,kamu tunggu disini,aku akan meminta temanku untuk membawakanmu baju ganti oke." Ujar Ibra dengan gerak langkah yang sangat hati hati
Sedangkan sera masih menatap waspada terhadap pria yang berjalan mundur lalu akhirnya pergi dan lenyap dari pandangannya.
Sela menghela nafas lega sejak kepergian Ibra yang entah kemana,meninggalkan dirinya berada didalam Kamar tidur yang ukurannya cukup besar dan Luas.bahkan jika dibandingkan dengan kamar tidurnya dirumah masih luas kamar ini.
Tiba tiba saja Pertanyaan apa benar apartemen mewah ini milik Ibra,pria yang sempat menjadi suaminya dulu,meski hanya berlangsung kurang lebih 24 jam itu.
" Ehh tunggu tadi dia bilang kalau tempat ini apartemen milik dia..apa sekarang mas ibra nasibnya sudah berubah?Emmm sesukses itukah dia sekarang." Gumam Sera yang diliputi rasa penasaran pada soaok mantan suaminya itu.
__ADS_1
Bersambung.
Happy reading