
Tak lama kemudian wanita bertubuh tinggi gemuk itu pun keluar dari Lift,atau lebih tepatnya dari ruangan CEO.
Wajahnya terlihat di tekuk,sambil melirik sekilas kearah meja kubikel sera dan juga della dengan tatapan sinis,setelah itu pergi begitu saja.
" Kira kira kenapa ya bu tamara tadi?kenapa wajahnya kelihatan kesel gitu,padahal kan habis dari ruangan pak ibra,biasanya wajahnya merah merona eh ini malah ditekuk berlipat lipat." Ujar Della
" Hust..udah yuk ah balik kerja .entar dapat teguran lagi." Balas sera memperingati dan dibalas oleh cengiran Della
" Hehehe sorry..." Balas della sambil cengengesan
*
*
Waktu menunjukan pukul dua belas siang,tanda waktu istirahat telah tiba.Della yang terlebih dulu mengakhiri pekerjaannya pun mengajak sera untuk makan siang di kantin.
" Ra..."
" Iya dell?"
" Kantin yuk..udah laper perutku." Seru della sambil mengelus perut ratanya
" Iya kamu duluan aja dell,entar aku nyusul."sahut sera,entahlah akhir akhir ini nafsu makannya agak berkurang ,dia bahkan sering sekali melawati makan siang ataupun makan malam.
Bahkan setiap mencium aroma bau masakan,rasanya perutnya pun mual dan ingin muntah,yang bisa masuk ke dalam mulutnya hanya susu khusus untuk ibu hamil dan buah buahan saja.
setelah dia mencari tahu tentang mbah google ternyata dia sedang mengalami Morning Sickness merupakan pertanda bahwa hormon kehamilan dalam tubuh bumil cukup mendukung untui proses kehamilan.bahkan ibu hamil yang mengalami mual diawal masa kehamilan memiliki resiko lebih rendah mengalami keguguran,dari pada ibu hamil yang sama sekali tidak mengalami mual.
" Ya udah kalau gitu aku duluan ya,kamu minta di pesenin apa dulu biar aku pesenin sekalian,nanti kamu dateng tinggal makan.?" Tanya Della yang kini sudah berdiri didepan meja kubikel sera
Sera mendongakan wajahnya menatap rekan kerjanya itu dengan tersenyum." Emmm apa ya.?" Sera sedikit berfikir mengingat beberapa hari ini perutnya sering mendadak mual jika berhadapan dengan makanan." Salad buah saja deh.." Imbuhnya lagi membuat Della mengeryitkan dahinya
" Salah buah?nggak salah?ini jam makan sial lhoh ra." Ujar Della
" Ya aku nya cuma pengen makan itu." keukeh sera
" Yaudah deh,ada menu lain.?"tanya della lagi
Sera menggeleng cepat." Enggak itu aja."
Della menghela nafas." terus minumnya?"
" Es Kelapa muda.!ada?"
__ADS_1
Sontak saja membuat della tersedak ludahnya." kamu nggak lagi nyidam kan ra?" Tanya Della dengan penasaran
Sera menggigit bibir bawahnya,sambil menoleh kekanan dan kekiri lagi berdiri dan membisikan sesuatu ke arah telinga della.
" Nanti pulang kerja aja aku ceritain." Lirih sera sambil mengedipkan mata membuat mata della membulat.
" Ya udah aku ke kantin dulu." pamit della dan mendapat anggukan kepala dari sera
" Beneran ya nanti ceritain.." imbuh della lagi sebelum akhirnya lenyap dari pandangan sera.
" Iya...."
*
*
Saat ini Sera maupun della sedang duduk menikmati makanan mereka di bangku kantin yang tempatnya memang masih berada di dalam lingkungan gedung kantor.
Sera terus mengaduk aduk salad buah miliknya,sedangkan Della dengan lahap menyantap nasi goreng mawut kesukaannya.
" Kok cuma di liatin doang Ra,nggak dimakan.?"tanya della sambil mengunyah makanannya.
Sedangkan Sera malah diam saja sambil menopang dagu dan mengaduk aduk salat buah dengan sendok yang ada di tangannya.
Karena jujur rasanya sera beluk siap untuk menyandang status janda untuk kedua kali.meski dia yakin mungkin di persidangan nanti akan lebih di sarankan untuk bercerai setelah dia melahirkan,tapi bagi sera sama saja dia akan benar benar dalam masa masa tersulit kedepannya.
" Heiii...kok malah bengong." Tegur della sambil mengibaskan tangannya di depan wajah sera,membuat wanita itu tersadar dari lamunannya.
" Della..bikin kaget aja kamu." protes sera dengan wajah gelanggapan
" Lagian di tanya malah bengong !.mikirin apaan sih kamu ra?" tanya della penasaran
" Nggak mikirin apa apa kok."
" Yang bener?jangan bohong deh kamu,kan kita sekarang teman,kalau kamu butuh teman curhat aku siap kok jadi pendengar setiamu." Ucap Della dengan senyum yang terlihat tulus.
Mendengar ucapan della barusan,seketika membuat hati sera terenyuh sekaligus bimbang,mungkinkah dia harus cerita masalah rumah tangganya pada orang yang baru dia kenal,meski orang itu kini adalah teman rekan kerjanya sendiri,mengingat apa yang di lakukan mantan sahabatnya yang menusuknya dari belakang,membuatnya sedikit trauma dan harus pandai memilah milah dalam memilih teman,meski kelihatannya gadis yang nampak seumuran dengannya itu gadis yang periang dan juga baik.tapi dalam hatinya dia harus tetap waspada,tak ingin kejadian hal yang sama terulang kembali.
" Kamu pasti ragu ya sama aku?tenang aja ra aku tipe orang yang bisa jaga rahasia kok.beneran aku nggak bohong." Kata Della meyakinkan supaya apa yang ada didalam pikiran sera padanya itu memikirkan hal buruk tentangnya.
Sera mengulas senyumnya dan mengangguk pelan." Iya del aku percaya kok sama kamu,tapi nggak disini ya aku ceritain ke kamu,nanti aja kalau udah pulang kerja." jawab sera
" Oke kalau gitu nanti sekalian aku antar kamu pulang ya,biar aku tau dimana tempat tinggalmu.gimana.?" Tanya della.
__ADS_1
Sera berfikir sejenak sebelum akhirnya menganggukan kepalanya." Oke.."
*
*
Usai jam istirahat kini sera dan della bergegas kembali ke ruangannya.mereka pun berjalan menuju lift khusus para karyawan.namun saat akan masuk kedalam lift,tiba tiba saja pintu lift tertahan dan betapa terkejutnya sera mau pun della melihat siapa yang kini ada di depan mereka.
" Pa pak ibra..." pekik della di sela keterkejutannya
" Mas ibra.." Lirih sera dengan suara pelan.
Dan Pintu lift pun tertutup kembali setelah ibra menekan tombol lift tersebut.
" Bisa bicara sebentar.?" tanya ibra dengan wajah serius membuat della yang berdiri mematung disamping sera menelan ludahnya,sedangkan sera menatap ibra dengan tatapan yang tak bisa terbaca.
Merasa Sera hanya diam saja,della pun menyenggol lengan sera." Ra..."
" Hmmm." balas sera dengan berdehem tanpa menoleh kearah della
" Di tanya pak ibra tuh,kok malah diem." bisik della sambil sesekali melempar senyum kikuk di hadapan dua pria berwajah rupawan itu.terutama sang presdir.
" Bicara soal apa pak.?" sera balik tanya pada sosok pria dihadapannya dengan bahasa formal layaknya atasan dan bawahan.
Terlihat Ibra mengangkat sudut bibirnya mendengar sera memanggil dirinya dengan sebuatan 'Pak.'
" Ikut ke ruangan saya sebentar,saya ingin bicara empat mata sama kamu." Balas Ibra dengan logat tegas lalu melangkahkan kakinya terlebih dulu masuk kedalam lift khusus para petinggi perusahaan.
" Mari silahkan masuk nona." Ujar Rendy mempersilahkan Sera ikut menyusul Ibra yang sudah terlebih dulu masuk.
Sedangkan Della terbelalak mendengar asisten pribadi CEO nya tersebut memanggil temannya dengan sebutan nona.
" Aku pergi duluan ya dell." pamit Sera
" I i iya sera.." Jawab della dengan terbata bata
Sedangkan Sera kini sudah mulai lenyap dari pandangannya karena sudah masuk ke dalam lift bersama orang orang penting diperusahaan tersebut.
" Wahhh kira kira ada hubungan apa ya sera sama big bos big bos itu." Batin della bertanya tanya
Bersambung
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka
__ADS_1
Happy reading