Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Hasutan Liana


__ADS_3

Ibra masih mematung tanpa membuka suara sepatah katapun.sedangkan sera mengukir senyum tipis setipis benang menatap wajah pria tampan yang sudah berstatus menjadi mantan suaminya.


Sera sengaja memberi sindiran keras pada Ibra karena dalam hati kecilnya,jujur dia masih memendam rasa kecewa yang teramat dalam pada mantan suaminya tersebut.meski tak sekecewa dan sesakit saat ini karena ada orang yang lebih menorehkan luka begitu dalam lagi yaitu penghianatan yang dilakukan Suami dan juga sahabatnya.dan dalam beberapa hari lagi pria bernama yudha juga akan menyandang status sebagai mantan suaminya juga.


Sera tersenyum getir meratapi nasibnya yang begitu miris dan setragis ini.dua kali menikah dan dua kali juga dia harus menjadi janda,bahkan di usia pernikahan dua duanya baru seumur jagung.


Pernikahan pertama hanya bertahan sehari saja,dan sekarang hanya berumur kurang lebih enam bulan saja.itupun dia diceraikan dalam keadaan mengandung benar benar sangat berat sekali ujian hidupnya kali ini.mungkinkah Tuhan membencinya sehingga selalu menguji dirinya.padahal jarak antara pernikahan sebelumnya dengan pernikahannya sekarangpun lumayan cukup jauh.antara enam sampai tujuh tahun baru menikah lagi.dan lagi lagi pernikahannya kandas kembali.


" Kasih aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya kejadian waktu Itu ra..." Ujar Ibra dengan suara lirih dan serak


Sera tersenyum miring lalu berkata." Penjelasan seperti apa yang anda ingin katakan pada saya pak ibra?sedangkan tujuh tahun itu waktu yang cukup lama kamu menghilang tanpa kejelasan,kenapa tidak dari dulu saja jika berniat menjelaskan.?" Pertanyaan skakmat dari sera membuat Ibra begitu tercekat dan menelan ludahnya sendiri.


" Kalau sudah tidak ada yang perlu dibicarakan,saya permisi kembali ke ruangan saya dulu pak,karena masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan." Ucap Sera dengan penuh hormat layaknya atasan dan bawahan.padahal dalam hati kecilnya ingin segera pergi dari hadapan pria yang sudah menorehkan luka padanya itu.


Ibra masih terdiam saat sera berjalan melewatinya dan menuju pintu,namun saat akan keluar tiba tiba suara ibra mengintrupsi dirinya.


" Nanti jam tujuh malam aku tunggu kamu,di Restoran Harmony squere kita ketemu disana." Ucap Ibra dingin sedangkan sera yang berdiri didepannya itu tanpa menoleh kearah Ibra langsung saja melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ibra.


*


*


Terlihat Liana sedang bergelayut manja usai turun dari mobil bersama Yudha,ya malam ini mereka akan dinner di sebuah restoran ternama disalah satu hotel bintang lima.

__ADS_1


Terlihat wajah Yudha akhir akhir sedikit lesu,entah apa yang sedang mengganggu fikirannya saat ini hingga nampak tak begitu semangat padahal sedang menghabiskan makan malam dengan kekasih yang dicintainya itu.


Setelah memesan tempat duduk,Liana pun mengambil duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Yudha.


Terlihat Liana membaca buku menu dengan tampak semangat dan antusias.dengan gayanya yang terlihat glamour karena berhasil memperdaya yudha beberapa hari ini untuk menuruti segala keinginannya,dengan dalih bayi yang dikandungnya mengidam.


Hal itu lantas membuat Yudha tak bisa menolak dan menuruti semua keinginan Liana,termasuk mendesak yudha untuk segera menikahinya usai resmi bercerai dari sera karena perceraian mereka masih dalam proses dan dua minggu lagi akan menjalani sidang terakhir kali sebagai penetapan berakhirnya proses perceraian antara yudha dan sera yang tinggal menunggu ketuk palu saja dari pengadilan.


" Sayang kamu kenapa sih kok diam saja?kamu mau pesan apa.?" tanya Liana


" Terserah kamu saja." Jawab yudha dengan singkat sambil memainkan ponselnya,membuat Wanita itu sedikit kesal karena yudha mengabaikan dirinya.


" Kenapa sih kamu yudh,beberapa hari belakangan ini sikapmu itu aneh tau nggak." Celetuk Liana sambil mencebikan bibirnya.


Yudha akui semenjak kepergian Sera dari rumah,dirinya merasa tidak tenang dan perasaannya pun mulai gelisah,tidur jadi tidak pulas dan sering begadang malam karena memikirkan kemana wanita yang baru saja dia talak itu pergi.apalagi ponsel Sera pun juga sudah tidak aktiv.hal itu membuat pikiran Yudha menjadi kacau.


" Aneh gimana maksud kamu?perasaan aku biasa biasa saja,nggak ada yang aneh." Jawab Yudha dengan wajah cuek perhatiannya masih betah tertuju pada ponsel pintarnya dan memainkannya.


" Jangan bilang kamu nyesel karena udah usir Sera dari rumah dan menceraikan wanita itu.?" tuduh Liana sambil menatap penuh curiga pada yudha


Pertanyaan Liana yang terdengar begitu menuntut jawaban itu membuat Yudha beralih menatap wanita itu dengan tatapan kesal.


" Sudahlah lia nggak usah bahas yang aneh aneh,jangan memicu bibit pertengkaran.ingat kamu itu sedang hamil." Protes Yudha

__ADS_1


" Ya makannya kalau kamu tau aku sedang hamil kamunya jangan bikin aku stress lah yudh."


" Membuatmu stres gimana maksud kamu,aku itu udah turutin semua kemauan kamu,dan sekarang kamu malah menuntut lebih! Maumu itu apa sih Lia.!" Ucap Yudha dengan suara yang sudah naik satu oktav namun kemudian menurunkam emosinya melihat kedua mata Liana berkaca kaca dan menampilkan wajah sedih.


" Maaf aku kelepasan..." Ucapnya lirih lalu menepuk pelan pipi Liana


" Bagaiman aku nggak sedih kalau akhir akhir ini sikapmu itu berubah,kamu lebih sering berubah bahkan kamu sering tidur di rumah mama kamu di banding tidur dirumah,kan aku jado sedih yudh..."


" Iya sayang maaf ya...aku janji tidak akan begitu lagi ." Ucap yudha sambil mengulas senyumnya lalu mengelus pucuk kepala liana dengan lembut .


Tanpa dia sadari ada sosok perempuan yang tengah berdiri tak jauh darinya sambil meneteskan air mata.


Liana yang terlebih dulu melihat Sera itu pun berseru hingga membuat yudha menoleh kebelakang.dan disaat yudha menoleh kebelakang sudah ada sosok pria yang tengah mengusap Air mata sera yang jatuh di pipi wanita itu.


" Lhoh itu bukannya sera ya..." Celetuk Liana sambil tersenyum penuh arti membuat yudha menoleh kebelakang.


Namun Tiba tiba saja Rahang Yudha mengetat hingga menampilkan semburat warnah merah di wajahnyw dan tanpa dia sadari tangannya mengepal di atas meja ketika melihat sera yang saat ini tengah menangis ditenangkan oleh sosok pria yang selama ini membuatnya cemburu buta.siapa lagi kalau bukan ibra mantan suami pertama sera yang kini terlihat menenangkan sera sambil mengusap air mata sera.


" Ternyata calon mantan istrimu cepet sekali ya move one dari kamu yudh,dan lihatlah tanpa ada rasa malu dia kembali mengumbar kemesraan dengan pria lain." Ucap Liana yang seolah memanas manasi Yudha supaya terbakar Amarah


" Dasar ****** murahan.!" Geram Yudha sambil mengepal erat tangannya diatas meja sedangkan Liana tersenyum puas melihat yudha mulai terhasut dengan ucapannya.


_Bersambung_

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungannya jika suka


Happy reading.


__ADS_2