
Sera diam mematung merasakan tubuhnya tiba tiba saja membeku tak berdaya,kakinya seakan lemas,serta mulutnya sedikit menganga melihat pemandang didepan matanya yang begitu sangat menyakitkan.
Sera berharap semua ini hanyalah mimpi,tak pernah sebelumnya dia membayangkan jika akan mengalami hal yang sangat menyakitkan seperti ini sepanjang hidupnya.
Hari ini ,tepatnya malam ini Sera benar benar harus mendapati kenyataan pahit bahkan begitu menyakitkan untuk yang kedua kalinya di pernikahannya.
Tujuh tahun Lalu,dia dihadapkan dengan sebuah kenyataan di tinggal suami pertamanya usai sehari setelah pernikahannya.dan sekarang sera harus di hadapkan dengan kenyataan pahit lagi dan menurutnya justru lebih sangat menyakitkan.
Dengan jelas Sera menyaksikan Suaminya Berselingkuh dan tidur dengan wanita lain yang lebih menyakitkan lagi wanita itu adalah sahabat karibnya sendiri,orang yang selalu menampung keluh kesah cerita hidupnya.
" Mas Yudha,Liana..." Lirih sera dengan suara pelan namun tertahan.
Kedua bola matanya yang sudah mulai mengembun nampak tak bisa membendung lagi air matanya.ketika melihat dengan jelas dua orang yang sangat dekat dengannya tanpa rasa bersalah dan berdosa bercinta didepan mata kepalanya sendiri.
Yudha yang sempat menoleh kearah Istrinya langsung saja menunduk dan hanya bisa pasrah,dan tidak fokus karena Ada wanita sexy di atas tubuhnya.bagi yudha sudah kepalang basah akhirnya nyebur saja sekalian.toh ini juga yang dia mau,membuat wanita itu hancur sehingga dia bisa dengan mudah membuang dan menceraikan wanita itu.
Sedangkan Liana yang sebenarnya ada rasa malu dan panik ingin sekali turun dari atas tubuh Yudha dan menarik dari inti milik yudha,namun karena Yudha terlebih dulu menahannya maka Liana pun tetap berlanjut melakukan aktivitasnya.
" Kalian benar benar menjijikan." Sentak Sera dengan suara lirih namun penuh dengan penekanan.
Sedangkan nampak sekali Yudha malah menampilkan seriangai Penuh kemenangan,sedangkan Liana pun juga ikut tersenyum dan lebih membuat suasana menjadi panas dengan lebih Semangat menggoyang tubuh Yudha yang berada dibawahnya.
" Sekarang juga pergi kalian dari rumahku.!" Teriak Sera dengan suara yang sudah meledak ledak.kedua matanya sudah memerah padam menahan amarah,dia meras benar benar terhina dengan apa yang dilakukan suami dan juga sahabatnya itu.
Namun bukannya berhenti,kelakuan Yudha dan Liana semakin menjadi,seakan menulikan pendengarannya.
Yudha dengan sadar mencium bibir kekasihnya itu dengan sangat panas sehingga suara erangan dan ******* mereka pun terus saja bersautan diiringi dengan pergulatan dan penyatuan mereka diatas ranjang.
" Stop berhenti kataku.!" Teriak Sera dengan Frustasi dia benar benar bisa gila jika harus Melihat kelakukan bejat mereka berdua
" Jangan kotori rumahku dengan perbuatan bejat kalian..." teriaknya lagi dan menggeleng dengan cepat .
" Ra..kamu kenapa.?" Tanya Liana yang kini entah lebih tepatnya kapan wanita yang berstatus sahabatnya itu sudah berada didepannya.
Sera tersentak kaget membuyarkan lamunanya,yang ternyata hanya sebuah ilusi dari rasa ketakutannya saja.
__ADS_1
" Ra..sera..." Panggil Liana lagi dan hal itu membuat Sera seakan ditarik paksa dan tersadar dari lamunanya.
" Eh i iya .." Jawabnya dengan setengah kaget bukan main
" Kamu kenapa diam saja Ra?ada apa?kenapa malam malam diluar.?"
Ah ya saking terkejutnya Sera sampai dia lupa dengan tujuan awalnya,gara gara suara aneh itu dia jadi mempunyai pikiran yang tidak tidak pada sahabatnya,sehingga membayang hal yang buruk terjadi pada sahabat dan juga suaminya itu.
Sera masih terdiam mencoba menarik penuh kesadaranya hingga dia terheyak dari lamunannya.dipandanginya tubuh Liana dari atas sampai bawah yang kini memakai baju piyama tidur gambar Frozen warna pink muda.serta senyum kecil yang terukir dibalik bibir itu,bibir yang tadi dia bayangkan sedang bercumbu dan menciumi bibir milik suaminya yanh sampai saat ini dia belum pernah lakukan dengan suaminya itu.
" Sera kamu kenapa?kok diam saja,kamu sakit?"
" A akuu...hanya...----" jawaban sera seakan menggantung dan itu malah menguntungkan bagi Liana
" Kamu cari apa malam malam begini Ra,nanti dicariin suamimu lhoh." Ujar Liana disertai dengan senyum kecil
" Justru aku sedang mencari mas yudha Li." Jawab Sera dengan tatapan yang sulit diartikan
" Hah? Malam malam begini?memangnya suami kemana Ra?kamu ini aneh aneh saja." Ucapnya sambil diiringi dengan kekehan geli
" Tapi kenapa.?"
" Aku tidak menemukan siapapun diluar rumah dan malah mendengar suara aneh."jawab Sera dengan terus menatap penuh curiga pada sahabatnya itu
" Suara aneh.?" tanya Liana sambil mengeryitkan dahinya
" Suara aneh seperti suara ******* orang yang sedang bercinta.!" jawab Sera dengan tegas dan penuh penekanan.
Dan hal tersebut membuat tawa liana pun langsung pecah.
" Hahaha..."
Sera tidak suka sahabatnya itu seakan menganggap ucapannya itu sebuah lelucon.
" Kenapa tertawa Li?apa ada yang lucu dari ucapankku ?" tanya sera dengan raut wajah tak suka
__ADS_1
tawa Liana langsung menyurut diiringi dengan kedua matanya yang sedikit berakhir karena sangking girangnya menertawakan ucapan Sera.
" Ya Ampun sera kayaknya kamu ini sedang mengigau ya,mana ada suara orang bercinta di kamar ini?memangnya iya aku,itu mana mungkin sera,kamu jangan ngaco deh." Ujar Liana disela tawanya yang tergelak
" Kamu tidak sedangkan membohongiku kan Li?" tanya sera menatap penuh curiga
Wajah Liana yang tadinya tenang kini berubah muram dan nampak tidak suka.
" Jadi kamu menuduhku main gila sama suamimu.?" tanya Liana dengan wajah tak suka
" Aku bukan menuduhmu Li,cuma sekedar bertanya.!"
" Tapi aku merasa kamu memojokanku Ra,seakan akan aku maling,Ya maling suami orang.!" Ketusnya
" Lhoh kok kamu nyolot sih Li,kan aku tanya baik baik kenapa jadi kamu yang marah marah." Kini suara sera sudah tidak seramah tadi
" Ya karena kamu keterlaluan Ra,mentang mentang aku belum nikah dan aku hanya seorang tamu disini kamu dengan seenaknya menuduhku melakukan hal keji itu.!" Ketus Liana dengan wajah yang sudah memerah menahan kesal.
" Kalau kamu merasa tidak melakukan apa yang aku tanyakan,kamu tidak perlu semarah itu padaku.!" Sera tetap keukeh pada pendirianya dan perdebatan panas antara dua sahabat itu tak bisa di hindarkan lagi
" Tapi aku sangat tersinggung dengan ucapau itu.!" Sentak Liana dengan suara penuh penekanan
" Dan Aku pun juga Tidak suka dengan sikapmu ini Liana.!" Balas Sera dengan tatapan sengit juga
" Aku menyesal telah menampungmu untuk menginap malam ini.!" Sambung sera lagi dengan tatapan sengitnya
" Kalian sedang Apa..?"
Dan betapa terkejutnya sera saat mendengar suara yang sangat dia kenali tepat dari arah belakang dirinya kini yang masih berdiri diambang pintu kamar Liana
_ Bersambung._
Up satunya lagi nanti malam ya kalau Luang.
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka
__ADS_1
Happy reading