
Ibra kembali menegakkan tubuhnya sambil menarik sudut bibirnya ketika melihat wajah gugup Sera yang nampak tegang sekali.
" Ya sudah kamu istirahat gih udah malam,aku pergi dulu." Lirih Ibra dengan suara beratnya
DUARRRR
Tiba tiba saja suara petir dari Luar terdengar menggelegar ,hal itu sontak saja membuat Sera spontan langsung menarik ujung kaos milik Ibra hingga pria terduduk kembali diatas Ranjang.
" Jangan pergi..." Sera langsung memeluk punggung ibra dari belakang sambil ketakutan." ku mohon jangan pergi aku takut..."imbuhnya lagi dengan suara sedikit bergetar
Ibra yang di merasakan tangan hangat mengeratkan pelukan tubuhnya dari belakang,membuat pria itu seakan sulit untuk bernafas.bukan karena pelukan sera yang begitu erat menganggu pernafasannya,namun dia yang tidak bisa mengontrol debaran jantungnya yang berpacu sangat kencang seperti orang yang lari maraton.
" Sera..." Lirihnya tanpa melepaskan tangan sera yang tengah memeluknya.
" Beneran mas aku benar benar takut." bukannya sadar atas tindakannya saat ini,namun sera malah mengencangkan pelukannya.hal itu membuat Ibra berulang laki menelan salivanya dengan kasar.
" Maaf " Cicit sera diiringi dengan pelukannya mulai mengendur,lalu kembali menundukan pandangannya .
Ibra tersenyum lalu berkata." Tidurlah,malam aku akan menjagamu dari luar." ucapnya lalu langsung berdiri dan meninggalkan Sera yang masih mematung menatap kepergiannya.
Keesokan Harinya Sera bangun pukul 06.30 pagi.badanya merasa letih dan lelah,setelah melewati hari kemarin yang cukup melelahkan,lelah batin lelah fisik ketika suaminya memilih wanita lain dan mengusir dirinya dari rumah dalam keadaan hamil.bukankah Ibu seorang ibu hamil akan merasa mudah lelah dan kecapekan,apalagi ini masih dalam keadaan hamil muda.
Tiba tiba saja sera merasakan perutnya seperti diaduk aduk karena mual,dengan langkah cepat sera bangun dari tempat tidurnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi,untuk memuntahkan apapun yang ada didalam perutnya.
" Huweeek Huweeekkkk.."
Merasa lega setelah memuntahkan isi dari perutnya,sera pun mengelap mulutnya dengan tissu basah lalu membasuh mukanya yang saat ini sedang berada didepan cermin berukuran besar.
" Ternyata begini rasanya orang hamil muda ya." Gumam sera diiringi dengan tersenyum kecil
*
*
*
Ibra yang baru saja bangun dari tidurnya tiba tiba dia bisa merasakan aroma bau masakan yang begitu menggugah selera.
" Hmmm bau apa ini wangi banget." Seru ibra yang baru saja membuka matanya sambil mengerjab ngerjab dan memicingkan ekor matanya menyesuaikan cahaya mentari pagi menembus kornea matanya.
Setelah nyawanya sudah terkupul semua,kedua mata ibra menangkap sebuah selimut tebal yang sudah membungkus tubuhnya,yang memang tadi malam Ibra tidur di sofa yang tak jauh dari kamar tidur yang ditempati sera.
Ibra menarik sudut bibirnya mengingat perlakuan manis mantan istrinya yang dirasa perhatian karena telah menyelimuti dia dengan selimut tebal tersebut.
__ADS_1
" Dia masih perhatian seperti dulu.sama sekali tidak berubah." Gumamnya sambil tersenyum kecil lalu berdiri untuk melihat keadaan sera yang sudah baikan atau belum keadaannya.
Ceklek
Hening
Kening Ibra mengkerut saat mendapati kamarnya dalam keadaan sepi seperti tak berpenghuni,pikirannya bertanya dimana wanita itu kenapa didalam kamar tidak ada.
Dia pun segera menuju ke kamar mandi,memastikan wanita itu sedang didalam kamar mandi atau tidak.dan ternyata pintu kamar mandi pun terbuka,tapi didalamnya tidak ada siapa siapa disana.membuatnya setengah panik.
" Sera dimana kamu.." Ucapnya setengah berteriak dan berjalan kesana kemari mencari keberadaan wanita yang beberapa jam lalu membuat hatinya sempat menghampirinya.
" Sera.."
" Sera..kamu dimana ra?"
" Jangan buat aku cemas."
Ibra terus merancau memanggil mangiil nama wanita tersebut,membuatnya hampir saja frustasi.kenapa dia bisa kecolongan untuk yang kedua kalinya dia harus merasa kehilangan wanita itu.
Hanya karena melewati semalam bersama wanita itu saja membuatnya sudah hampir gila seperti anak ayam kehilangan induknya.dia bahkan lupa kalau wanita itu statusnya adalah istri orang.benar benar cinta telah membutakan mata batinnya.
Dengan nafas sedikit memburu,akhirnya Ibra kini menuju ke Pantry,dan dia malah mendapatkan pemandangan yang benar benar membuat hatinya terenyuh
Ada dua menu makanan yang tersaji di sana,salah satu menu makanan tersebut termasuk makanan favoritenya. Sayur asam,ikan goreng ,tempe goreng,tahu goreng sambal terasi,Dan Tumis oseng ikan pindang favoritenya plum nasi yang masing hangat di Rice cooker.
" Ternyata kamu masih ingat dengan Makanan Favoriteku Ra.." Lirih Ibra sambil mengulas senyumnya
" Tapi dimana dia.." Ucap Ibra yang kemudia tersadar jika tidak mendapati sosok sera tersebut.
Namun kedua matanya tak sengaja tertuju pada secarik kertas yang dilipat rapi diatas meja makan tersebut.ibra pun mengambilnya lalu membuka lembaran kertas tersebut dan mambaca isinya.
...Mas Ibra...Sebelumnya saya ucapkan terimakasih karena sudah menolong saya dan menampung saya semalam di kost kamu,maaf juga karena sudah mengacak acak dapurmu,dan hanya bisa menghidangkan makanan sederhana ini untukmu.dan mungkin setelah kamu bangun,aku sudah pergi dari sini.maaf tidak berpamitan terlebih dulu.semoga kamu suka makanan aku... ( Sera)...
Ibra meremas kertas tersebut seiring dengan Rasa sesak yang tiba tiba menyelimutu hatinya,berulang kali menghela nafas kasar sambil memejamkan matanya,bayangan wajah serq terus saja berputar putar didalam ingatannya.sungguh dia tidak tahu kenapa bisa serapuh ini jika berhadapan langsung dengan wanita yang menjadi masalalunya itu
" Kenapa kamu harus pergi lagi Ra...aku benar benar bisa gila jika kamu pergi lagi dariku."
*
*
Langkah sera berhenti tepat disebuah toko emas yang terbilang cukup terkenal karena banyak dikunjungi oleg para pembeli.
__ADS_1
Sera gegas mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang. berwarna merah bludru.yang ternyata satu set perhiasan emas mahar pemberian dari suaminya Yudha.
Satu set perhiasan emas tersebut terdiri dari dari satu set kalung emas putih lengkap dengan liontinnya dan juga satu gelang,plus cincin yang kini masih tersemat di jari manisnya.
Serq menghela nafasnya sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pada toko emas tersebut.tak lupa dia masukan kembali kotak emas tersebut kedalam Toot bag miliknya sambil menyeret kopernya.
" Selamat pagi kakak ada yang bisa dibantu.?: tanya seorang wanita muda yang menjadi pelayan toko tersebut
" Ini..saya mau menjual emas perhiasan saya." Jawab sera sambil menyerahkan kotak beludru berwarna merah tersebut
" Baik tunggu sebentar ya." Ucap si pelayan dengan tersenyum ramah
" Tunggu mbak."
" Iya ada yang bisa dibantu lagi?"
Sera pun melepas cincib putih yang melingkar di jari manisnya lalu menyerahkan pada si pelayan toko tersebut
" Sekalian sama yang ini ya mbak." Pelayan terssbut mengangguk lalu menerima cincin emas tersebut
" Ditunggu sebentar."
" Duduk dulu kak " Imbuhnya lagi dan di balas dengan anggukan kepala oleh sera.
Tak lama kemudian pelayan itu pun kembali menghampiri sera.
" Total semua uangnya lima juta enam ratus ribu rupiah.bagaimana kak.?" tanya si pelayan
" Itu sudah total semuanya mbak.?"
" Sudah mbak." jawab si pelayan dengan tersenyum
Setelah berpikir sejenak akhirnya memutuskan untuk mengambil harga jual tersebut.
" Iya mbak nggak apa apa."
" Sebentar ya saya ambil uangnya." Ucap si pelayan dan kembali ke belakang.
" maaf mas,aku terpaksa menjual Cincin pernikahan kita untuk sementara ku buat biaya hidupku dan juga calon anakmu." gumam sera dalam hatinya
_Bersambung_
Happy reading
__ADS_1