Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Hamil....?


__ADS_3

Tangan Sera seakan Lemas,menatap beberap berkas Copy-an yang kini perlahan mengurai dari genggaman tangannya.


Ingatan Sera mulai berputar pada beberapa bulan belakangan Usai Meninggalnya kedua orang tuanya.Waktu itu Yudha menemuinanya di kamar,yang kebetulan saja dia sedang membersihkan wajahnya usai mencuci mukanya setiap akan menjalani rutinitasnya sebelum tidur.


Dengan semua kata kata dan janji manis yang di ucapkan oleh Yudha,membuat Sera terlena akan perlakuan manis pria tersebut,yang menjanjikan akan menjaganya dan menjalankan amanat dari kedua orang tuanya yang sebelumnya pernah berpesan menyuruh yudha untuk menjaga dirinya.


Sera yang waktu itu pikirannya masih kalau dan kacau selepas kepergian kedua orang tuanya,langsung saja mempercai ucapan yudha.bahkan saat yudha memintanya untuk membubuhkan tanda tangannya di beberapa berkas,sera langsung menandatangani tanpa ragu dan tak membaca lembaran lembaran berkas penting tersebut.


Hal itu membuat Yudha tersenyum penuh kemenangan,karena tujuannya selama ini tercapai semuanya,dan sudah berada didalam genggamannya.beberapa aset seperti mobil,rumah,bahkan perusahaan pun sudah berpindah tangan kuasanya pada seorang Yudha mahendra.


" Ternyata dia sudah menipuk.." Astagfirullah kenapa tega sekali dia." Gumam Sera sambil memegangi kepalanya yang tiba tiba saja berdenyut nyeri.dia benar benar tidak menyangka jika suami yang selama ini dia anggap baik bahkan pria itu sudah memiliki tubuh dia seutuhnya itu,tega sekali berbuat jahat dan merampas seluruh harta peninggalan kedua orang tuanya,tanpa menyisakan sepeserpun.


Sera segera merogoh Toot bag untuk mencari ponselnya lalu menekan nomor Yudha untuk di hubungi.


Tutt tuutt tuutt


Panggilan tersambung namun sekali tidak ada jawaban.Sera yang merasa geram pun akhirnya memutuskan untuk pergi dan mencarinya diruma Liana,sahabat makan pagar tanaman itu.


Dengan langkah yang tergesa gesa,sera masuk kedalam lift untuk menuju Lobi.setelah sampai dilobi bawah sera kembali bergegas keluar dari gedung kantor milik mendiang ayahnya yang sekarang hak kepemilikannya sudah berhasil dikuasai suami lucknutnya itu.


Namun langkah tiba tiba berhenti saat merasakan ada yang bergejolak di dalam perutnya karena mual,ditambah lagi kepalanya mulai pusing dan pandangan matanya pun berkunang kunang.


Brukk


Tubuh sera langsug saja merosot dan jatuh diatas tanah yang beraspal,karena akan mencegat Taksi Online yang tak jauh dari gedung perkantoran milik suaminya itu.


Beruntung saja ada sebuah mobil Sedan berwarna merah berhenti tepat disamping tubuhnya yang sudah tergeletak.


" Astaga..sera..." Dan ternyata dibalik mobil tersebut muncul seorang wanita cantik yang ternyata adalah seorang dokter yang pernah menangani mama mertuanya akibat inseden betie mama mertuanya Lecet karena dipatok ikan lele jumbo.


****


Perlahan sera mulai mengerjabkan kedua matanya ,hal yang pertama dia lihat adalah Langit langit ruangan berwarna putih .sera memicingkan kedua matanya akibat cahaya Lampu ruangan yang didominasi warna serba putih perlahan menembus kornea matanya.

__ADS_1


" Dimana aku .." Gumam Sera sambil memegangi kedua kepalanya usai kedua matanya terbuka karena sudah tersadar dari pingsannya.


Tiba tiba sosok wanita cantik memakai Jas berwarna putih itu mendekat kearahnya diikuti oleh seorang suster yang berjalsn dibelakangnya.


" Hai Sera Gimana udah enakan belum.?" tanya Dokter berwajah cantik dengan senyum ramahnya itu


" Dokter melika.." Lirih Sera yang agaknya nampak terkejut,sebelum akhirnya dia mulai menyadari jika dirinya saat ini tengah berada di Rumah sakit.


" Saya kenapa dok?kenapa tiba tiba saya berada dirumah sakit ?" tanyanya dengan wajah bingung


" Tenanglah dulu sera,kamu baik baik saja ." Tutur dokter melika dengan lembut


" Lalu Apa yang sudah terjadi sama saya dok.?"


" Kebetulan tadi aku sedang melintas didepan gedung perkantoran,lalu tiba tiba saja saya menemukan kamu sudah pingsan dipinggir jalan ,aku yang langsung panik gegas meminta bantuan warga setempat untuk mengangkatmu masuk kedalam mobilku,setelah itu aku membawamu kesini." Ucap Dokter Melika menjelaskan kronologi awal mulanya.


Sera menghela nafasnya mendengar ucapan dokter melika yang katanya dia pingsan dipinggir jalan,dia jadi kepikiran tentang sebelum kejadian dia merasa kepalanya pusing dan berkunang,sedangkan perutnya pun mendadak mual yang begitu hebat.


" Kalau begitu saya ucapkan terimakasih banyak dok,karena sudah membantu saya." Ucap melika dengan tulus


" Ada yang ingin saya sampai kan padamu." tambah dokter melika lagi


" Soal apa itu dok.?" Sera mendongakan kepalanya


" Seharusnya kabar bahagia ini di bicarakan bareng bareng sama suami kamu sera,berhubung hanya kamu saja yang disini,maka aku akan langsung mengatakannya langsung padamu."


" Ka kabar bahagia ? Ma maksudnya dokter.?" Tanya sera dengan tergagap membuatnya mendadak terbata bata


Dokter melika tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya dan disambut oleh tangan sera yang sedikit gemetaran,entah kenapa mendadak perasaanya jadi berdebar debar tidak karuan seperti ini


" Selamat ya sera Atas kehamilanmu saat ini."


" A apa dok Ha hamil.?" Pekik Sera yang terbelalak bukan main

__ADS_1


" Iya kamu hamil dan usia kehamilanmu sudah memasuki usia dua minggu."


Jdarrrrr


Bagai disambar petir bak disiang bolong,entahlah Sera harus merasa bahagia atau sebaliknya sedih mendengar kabar yang mengejutkan ini,bagaimana tidak membuatnya terkejut baru tadi pagi dia menemui pengacara keluarga ayahnya untuk mengajukan gugatan perceraiannya dengan suaminya itu.kini dia malah mendapat kabar berita jika sedang mengandung benih dari suami lucknutnya itu.


Tanpa terasa Air mata Milik Sera luruh seketika membanjiri sudut mata beningnya.


Melika yang nampak terkejut dengan perubahan wajah sera pun mulai cemas dan panik takut wanita hamil muda terganggu pikirannya hingga mengalami stress.


" Sera kamu kenapa.?" tanya dokter Melika dengan wajah paniknya sedangkan sera hanya membalas dengan gelengan kepala sambil terisak


" Sera tenang ya oke,kamu bisa ceritakan apa yang kamu rasakan saat ini oke.kamu tenang ya...." Dokter melika terlihat panik bukan main saat sera hanya membungkam mulutnya dan menangis dalam pelukannya.


" Hiks hikss hiks kenapa semuanya ini harus terjadi sama aku.." Lirih Sera dan dokter Melika mengusap usap punggung wanita yang ada dipelukannya itu berharap tenang dan berhenti menangis.


" Tenang ya sera jangan nangis terus kasian janin yang ada didalam perutmu." Tutur Melika


Sera menarik tubuhnya dan kini menatap dokter melika dengan mata nanarnya.


" Bagaimana saya bisa tenang mendapat kabar mengejutkan ini dokter melika." Lirih sera dengan nada suara bergetar hebat


Membuat dokter melika bingung kedua alisnya menyatu.


" Maksudmu apa bicara seperti itu sera.?"


" Bagaimana saya bisa menerima kabar kehamilan saya dok,sedangkan sa saya sebentar lagi akan bercerai dengan suami saya...."


" Apa?Bercerai.?"


_Bersambung_


Happy reading

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungannya jika suka.


__ADS_2