
Usai melalui perdebatan yang lumayan cukup alot,akhirnya Sera mau menyerah,dan Ibra kembali mendudukan wanitanya itu ke tempatnya semula,yaitu duduk di kursi penumpang bagian depan,tepat sebelah di mengemudi.
Sesekali Ibra melirik sera yang hanya terdiam saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun usai kejadian yang membuat mereka panas dingin yang disebabkan oleh kecanggungan dan ketegangan tadi.
Tak lama kemudian mobil mewah yudha sudah berhenti didepan sebuah rumah kontrakan berukuran 3x6,atau rumah berukuran kecil karena memang rumah itu rumah kontrakan.yang bisa di huni 2 sampai 3 orang saja.
Tak lama kemudian Mereka berdua pun turun dari mobil,sebelum Turun Ibra lebih turun dari mobilnya lalu memutar langkahnya terlebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk sera.
" Terimakasih." Ujar Sera sambil menundukan pandangannya dan di balas senyuman manis oleh Ibra.
Keduanya pun berjalan beriringan menuju rumah kontrakan milik sera.
" Jadi kamu sekarang tinggal disini Ra...?" Tanya Ibra sambil mengamati Isi dalam rumah kontrak sera.
" Iya mas." Jawab sera sambil menunduk dan mengangguk pelan.
Ibra menatap sekeliling rumah kontrakan itu yang bagi dia jauh dari kata layak itu.dari tempatnya berdiri dia bisa melihat sebagian isi dalam rumah tersebut.hanya ada satu kamar kecil dan juga dapur yang ukurannya sangat sempit.bahkan di ruang tamu yang berukuran kecil itu sama sekali tidak ada kursi untuk duduk.sehingga Ibra memilih untuk tetap berdiri didepan teras rumah .lagi pula Sera pun tak mempersilahkan dirinya untuk masuk.
Setelah keduanya saling terdiam,sera pun membuka suaranya kembali.
" Emm terimakasih sudah mau menolong dan mengantarkan saya pulang,sekarang kamu boleh segera pulang mas ibra,mengingat hari juga sudah larut malam." Ucap Sera dengan ekspresi wajah datarnya
Ibra menghela nafas menghadapi sikap Wanitanya yang dingin ini,memang sih ibra akui kalau sudah larut malam,tapi seenggaknya sedikit basa basilah menawari masuk sebentar dulu walaupun Ibra pun akan menolak secara halus karena ibra juga mengerti dengan batasannya ,kalau tidak baik bertamu malam malam di rumah wanita yang hanya tinggal sendiri,apalagi wanita tersebut statusnya masih istri orang,namun seenggaknya keberadaannya sedikit di hargai.
Hal itu sontak membuat Ibra tersenyum kecut,namun sebisa mungkin dia tetap mengerti dan menghargai keputusan wanitanya itu.
" Astaga sera..ini sama saja di usir secara halus..bahkan di tawari kopi saja tidak..hmm benar benar menggemaskan " batin Ibra
Pria tampan itu terlihat mengulas senyum tipis,dia dapat melihat Sikap sera yang begitu kaku dan gesturnya terlihat gugup dan sungkan.wanita itu ternyata sangat sangat membatasi diri dengan kedekatan mereka,buktinya sera tetap mengambil jarak yang tak begitu dekat darinya.
" Jujur sebenarnya ada yang mau bicarakan sebentar..."
" Soal apa.?" potong sera
" Soal apa yang kita bahas sebelumnya tadi siang di kantor,sebelum akhirnya acara kita bertemu jadi kacau dengan kejadian tadi bersama mantan suamimu."
" Dia masih suamiku." Ralat sera membuat pria itu mendengus kesal
" Aku tidak peduli itu." Sahut Ibra." Yang jelas aku hanya ingin kamu tahu apa penyebab sebenarnya kita berpisah." Imbuh Ibra lagi
__ADS_1
Membuat Sera tersenyum getir." Sudahlah mas kalau soal itu rasanya aku tidak perlu tahu kejelasannya."
" Kamu benar benar tak ingin tahu penyebab kita berpisah.?" tanya Ibra dengan penasaran
Sera mengangguk mantap." Iya..karena aku tidak ingin mengingat luka di masalaluku lagi." jawab Sera tanpa ekspresi
Ibra menghela nafas dan kembali menekan Egonya supaya tak terlihat memaksa wanita itu,bukankah wanita itu tidak suka dipaksa,dan dia pun juga ingin mengambil hati wanita itu supaya bisa dia raih kembali.
" Tapi Lukamu gimana ra?Lukamu itu perlu di obati." Desak ibra
" Luka seperti ini tidak seberapa buatku,bagiku ini hanya luka kecil dibanding dengan Luka di hatiku,dan aku bisa mengobatinya sendiri." Ucap sera dengan nada sedikit ketus
Glek
Ibra terlihat susah payah meneguk salivinya,kata kata sera barusan bagaikan sebuah sindiran pedas baginya,dia sadar luka yang pernah di torehkannya dulu masih sangat berbekas di ingatan sera,untuk itu dia tidak ingin bertindak terlalu jauh memaksa Sera dan menekan egonya supaya wanita itu tidak semakin membencinya.
"Baiklah kalau begitu,aku paham maksud kamu..emm tapi kapan kapan boleh kan aku antar kamu pulang dari kantor dan main main ke rumahmu..?" Tanya Ibra dengan Lembut sambil menatap lamat lamat wanita di depannya itu.
Sera pun mendongakan wajahnya dan balas menatap Ibra,lalu perlahan menganggukan kepalanya,sebelum akhirnya dia menutup pintu rumahnya kembali.
" Iya...sekarang anda bisa pergi,karena saya mau masuk ke dalam.permisi." Ucap Sera lalu segera masuk ke dalam dan menutup pintu rumah kembali menyisakan Ibra yang masih berdiri mematung di depan teras rumah kontrakan yang sudah terlihat seperti rumah tua itu.
Dibalik jendela pintu sera masih bisa melihat dengan jelas ,mantan suaminya terlihat berjalan gontai menuju mobilnya,setelah pria itu masuk kedalam mobil,tak lama kemudian Mobil Ibra pun lenyap dari pandangannya.
" Maafkan aku mas ibra,aku bersikap seperti ini hanya untuk menutupi Luka dihatiku..." Lirih Sera
*
*
Keesokan Harinya Sera sudah berada di dalam kantor untuk melakukan aktivitasnya dikantor.kali ini sera memakai baju lengan panjang berwarna navy yang dia padukan dengan celana kulot berwarna Putih,tak lupa sepatu pantofel berwarna hitam dia pakai untuk menunjang penampilannya,meski dimata orang lain penampilan sera terlihat biasa biasa saja,namun di mata bos Sera punya daya taril sendiri yang tidak orang miliki,sera menurut ibra tetaplah cantik seperti saat pertama kali dia kenal dulu.meski terlihat ada setiap perubahan di diri sera.
" Bagaimana keadaan kamu.?"
Pertanyaan Ibra membuat sera tergelonjak kaget saat tiba tiba pria itu sudah berada tepat dihadapannya.
" Pak ibra?sedang apa anda disini.?" tanya sera sambil celingukan mengedarkan pandangan yang memang masih terlalu sepi suasana di kantor tersebut,mengingat belum ada satu pun karywan atau rekan kerja sedivisinya datang,mengingat waktu masih terlalu pagi.
Sera memang sengaja datang lebih pagi karena ingin mengusir kejenuhan didalam rumah kontrakannya tersebut,dan lagi pula dia ingin mengalihkan pikirannya supaya tak mengingat ingat kejadian kemarin malam yang membuat hatinya semakin sesak dan sedih.namum alangkah terkejutnya sera mendapati sosok bosnya yang pagi pagi buta seperti ini juga sudah berada disini,sera tak habis pikir untuk apa pria itu datang ke kantor pagi buta seperti ini padahal dia kan bos disini.
__ADS_1
Seakan Mengerti apa yang dipikirkan sera,ibra pun membuka suaranya." Jangan heran,ini memang sudah jadi kebiasaanku datang lebih awal dibanding karyawanku."
Sera tersenyum tipis dan mengangguk paham.entahlah tiba tiba saja ada rasa bangga sekaligus takjub pada sosok pria yang berdiri didepannya itu.
" Gimana bekas Lukamu apa sudah di obat---"
" Hai Ra..." Sapa Della yang baru saja tiba di ruangan tersebut
Della sedikit mematung dan terkejut melihat atasannya pagi pagi begini sudah berada di ruang karyawan sepagi ini.apalagi diruangan ini hanya ada Bos dan rekan kerjannya saja.
Sera terlihat panik saat temannya itu baru saja datang,sedangkan Ibra malah bersikap biasa saja dan terlihat tenang.
" Ehh...ada pak ibra.selamat pagi pak ibra." Sapa Della dengan menebar senyum termanisnya yang sedikit kaku karena canggung dalam situasi seperti ini.
Ibra tersenyum ramah membalas sapa'an salah satu karyawannya itu.
" Selamat pagi juga." Balas ibra
Della melayangkan sorot mata penuh tanda tanya pada sera,namun ibra yang peka seakan mengerti arti tatapan dari rekan kerja mantan istrinya tersebut.
" Kamu jangan berpikiran yang macam macam pada sera....dia kekasihku..." Seru ibra dengan enteng
Mendengar pernyataan ibra yang mengklaim dirinya sebagai kekasi.sontak saja sera membulatkan kedua bola matanya dan melotot tajam kearah ibra yang justru di balas ibra dengan senyuman menggoda hal itu justru membuat perut sera seakan mual.
" Hah kekasih?maksudnya gimana pak?" tanya Della dengan tatapan selidik
Sedangkan Sera melayangkan protes kearah pria tampan tersebut yang terlihat sedang mengulum tawanya.
" Sera.....dia...kekasihku.."Ujar Ibra sambil melirik kearah sera yang wajahnya sudah merah.perlahan Ibra menarik sudut bibirnya ingin lebih lagi melihat reaksi wanita yang kini sedang menatapnya dengan kesal itu
" Ke ke kasih..?" ulang della dengan terbata bata ,tatapannya kini tertuju pada sera seakan meminta sebuah jawaban disana,namun sera yang terlanjur terpaku pun tak memberi jawaban apapun
" Kalau begitu saya pamit permisi dulu.." Ujar Ibra bersiap siap melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu." Oh ya della titp kekasihku ya tolong jaga dia..dan..saya minta tolong obati Lukanya ya saat ini kekasihku sedang mengalami luka di area kedua lengannya.." Imbuh ibra sebelum akhirnya benar benar pergi dari kedua wanita cantik yang masih diam mematung disana.
_Bersambung_
Jangan Lupa kasih dukungannya jika suka
Happy reading
__ADS_1