
Hari ini Sera terlihat sudah rapi dengan pakaian kerjanya.memakai blouse warna navy kancing depan yang dia padukan dengan celana kulot berwarna putih,lalu memakai sepatu sneakers warna putih satu satu barang miliknya yang masih dia sempat bawa keluar dari rumshnya.sedangkan surai hitam lurus panjang miliknya yang dia biarkan tergerai indah.
Tak lupa dia menambahkan Make up tipis di wajah putih bersihnya,bibirnya yang tipis sedikit dia poles dengan Liptin warna baby pink.sehingga membuat wajah nya tampak fress dan enak di pandang.hari ini penampilan Sera terlihat Modis dibanding dengan penampilan penampilan sebelumnya.
Entahlah kenapa hari mood dari calon ibu muda itu ingin sekali berdandan supaya tampil cantik padahal jauh sebelum dia hamil,wanita itu sama sekali tidak doyan make up,dan terlalu cuek dengan penampilannya.
Sejenak Sera terdiam dan berpikir didepan cermin berukuran sedang yang tertempel di dinding kamar minimaliznya.
" Kenapa aku seperti melihat bukan diriku sendiri saat ini.kenapa wajahku benar benar berbeda." Gumamnya sambil
Tak lupa Amplop cokelat yang berisi surat pengunduran diri untuk perusahaan wijaya group itu sudah berada di tangannya.usai memastikan penampilannya rapi,sers pun langsung bergegas keluar dari rumah kontrakan.
Tak lupa dia memesan taksi online sebelumnya,sehingga tak memerlukan waktu lama taksi online tersebut sudah berada didepan rumah kontrakannya.
" Gedung perkantoran wijaya group ya pak." Ucap sera setelah mendaratkan bokongnya di kursi penumpang bagian belakang.
" Baik nona." Balas pak sopir sambil menganggukan kepala lalu melesatkan kendaraannya.
*
*
Hanya butuh waktu beberapa menit mobil taksi online yang di tumpangi sera sudah berada didepan Bangunan tinggi yaitu gedung perkantoran milik perusahaan wijaya group.
Sera pun langsung bergegas keluar dari dalam mobil tersebut usai memberi upah pada sang sopir,setelah itu wanita bumil itu berjalan memasuki pelataran gedung perkantoran tersebut.
Tak lama kemudian sera pun keluar dari dalam lift lalu menuju ruangan kerjanya.dan disana sudah ada della yang sudah menunggu dan menyambut kedatangannya,karena tidak seperti biasannya sera datang sedikit terlambat dari biasanya.
Terlihat Della sesaat terpaku menatap sera yang kini sedang berjalan ke arahnya,tak hanya della semua rekan kerjanya yang lain pun ikut terpaku melihat penampilan sera yang saat ini beda dari seperti biasanya.
Wajah sera yang semula terlihat biasa tanpa ada sentuhan make up apapun,tapi kini lihatlah hanya dengan sentuhan make up tipis membuat wajah si bumil itu terlihat fress dan tentunya cantik terutama di mata para kaum adam.
__ADS_1
" Astaga sera ini kamu....?" seloroh della sambil memindahi sera tanpa berkedip
Sera tersenyum sambil menoel hidung mancung della." Nggak usah berlebihan gitu napa dell.memangnya kamu pikir siapa lagi wanita teman sebangku kerjamu." Celetuk sera ,terlihat wanita itu juga ikut gugup dia takut ada yang salah dengan penampilannya saat ini yang bakal menimbulkan bullyan untuknya.
" Kamu cantik banget ra hari ini,sumpah demi apa pun aku sampai pangling lhoh melihatnya." Seru della dengan mata berbinar binar menatap takjub wanita hamil itu
" Jadi benar ya apa yang dibilang mas yudha selama ini hidup bersamaku bahwa aku terlihat jelek sehari harinya..." Tiba tiba saja wajah cantik sera berubah sendu membuat della sedikit panik membuat mood bumil itu kembali bersedih.
" Bukan begitu ra maksudku,itu mah emang dasar suamimu saja yang matanya buta nggak bisa lihat mana wanita cantik alami sama cantik buatan." Cetus della dengan suara sedikit pelan supaya tak di dengar oleh yang lain.
Sera mengulas senyumnya dan kembali menatap rekan kerjanya itu." Aku boleh titip ini nggak sama kamu?" tanya nya kemudian membuat della sedikit bingung saat sera menyerahkan amplop berwarna coklat pada della
" Apa ini ra.?" tanya della dengan penasaran
" Surat pengunduran diri."
" Apa..?!"pekik della terkejut.
" Ya hari ini juga aku mau mengajukan resign del."
Tiba tiba terdengar suara lantang dan tegas mengintrupsi dua wanita tersebut dari arah belakang.ya siapa lagi pemilik suara tegas tersebut kalau bukan seorang Ibraksa Narendra CEO di perusahaan ini.
" Pak Ibra..." Seru della dan sera bersamaan,sambil menoleh ke belakang ,yang ternyata sudah ada dua sosok tampan sedang berdiri tegak didepan mereka
Namun Kali ini bukan sera dan della saja yang dibuat terkejut oleh kedua pria tampan tersebut,bahkan dua pria tampan tersebut jauh lebih terkejut melihat penampilan salah satu wanita didepan sana yang penampilannya berbeda jauh dari biasanya diq benar benar di buat takjub dengan Pesona Sera Amariliz kali ini,terlebih ibra sampai sampai matanya tak berkedip menatap wanita yang pernah menjadi bagian masa lalunya itu.
" Cantik..." Gumam Ibra tanpa dia sadari,meski terdengar pelan namun masih bisa di dengar oleh siapa pun termasuk sera dan juga della.
" Maaf pak ibra tapi keputasan saya sudah bulat,hari ini saya ingin mengajukan resign semoga bapak bisa menyetujui keputusan saya." Ucap sera dengan suara sesopan mungkin
Ibra menarik sudut bibirnya ,tiba tiba saja pria itu mendadak mengulas senyum penuh arti,menatap wajah sera yang saat in berdiri dengan tegas di hadapannya itu.
__ADS_1
" Baiklah aku terima pengajuan surat pengunduran dirimu." Cetus Ibra membuat senyum sera mengembang,namun sayangnya senyum itu hanya sebentar saja dan kembali menyurut ketika mendengar ucapan Ibra yang langsung saja membuat dirinya terkejut bukan main.
" Rendy..." Panggil Ibra pada pria yang memilik wajah tampan sebelas dua belas dengannya itu
" Saya tuan muda." Rendy menjawab sambil maju selangkah mengambil jarak lebih dekat dengan tuan mudanya itu
"Segera kamu urus surat pengunduran diri darinya,setelah itu segera kamu tempatkan posisi dia menjadi sekretaris pribadi saya.! Kamu paham.?!" Titah Ibra dengan tegas dan Lugas.
Sontak saja membuat Sera kembali di buat terbelalak dengan keputusan sepihak atasannya tersebut,benar benar pria angkuh dan Arogan sekali pikir wanita itu.
" Siap Tuan muda.!" Jawab Rendy mengangguk mantap,karena sejatinya setiap apapun kata kata yang keluar dari tuan muda nya itu adalah sebuah keharusan yang tak bisa di ganggu gugat jadi pria tersebut pun mengiyakan permintaan tuan mudanya itu tanpa harus bertanya terlebih dulu pada yang bersangkutan
" Tidak bisa ! anda tiba bisa memberi keputusan sepihak dari persetujuan saya Pak ibraksa yang terhormat,saya tetap pada pendirian saya.!" Ucap sera dengan tegas dan menantang.
Ibra mengulas senyum kemenangan,pasalnya kali ini Ibra akan mengambil jurus andalan terakhirnya untuk menjerat wanita itu lebih dalam lagi,beruntung sekali sebelum wanita itu diterima kerja di kantor ini Ibra membuat surat perjanjian yang dia sengaja diselipkan pada Saat Sera menandatangani surat kontrak kerja,disana terdapat tulisan jika dalam waktu kurun enam bulan dari jumlah kontrak kerja yang telah di tentukan,jika sera mengundurkan diri sebelum masa kontrak kerjanya berakhir apapun alasannya,sera harua bersedia membayar denda pinalty pada perusahaan sebesar seratus juta rupiah.
Dan Ibra berhasil dengan misinya saat itu,tanpa di duga sera yang waktu itu sangat terburu buru tanpa membaca isi surat perjanjian kontrak kerja dengan teliti,membuat sera tanpa berpikir panjang dan langsung menandatangani surat kontrak kerja tersebut.
" Baiklah kalau kamu masih tetap keras kepala,kamu harus bersedia membayar denda pinalty dari perusahaan sebesar dua ratus juta,apa kamu sanggup nona sera amariliz...?" Cetus Ibra sambil menyeringai penuh kemenangan menatap raut wajah pias sera
" A apa?dua ratus juta..?" Pekik Sera terkejut sekaligus tak terima." Bagaimana bisa seperti itu?anda jangan coba coba menjebak dan mempermainkan saya tuan muda yang terhormat?" Pekik sera
Ibra tersenyum senang melihat ekspresi kesal wajah wanita nya itu." Terserah kamu,mau pilih tetap bekerja disini sebagai sekretaris pribadiku atau...segera membayar uang denda pinalty tersebut.." Seru Ibra sambil mengendikan bahunya.
Nafas sera mulai naik turun dan memburu antara kesal dan marah,merasa dirinya telah di jebak mantan suaminya itu,dan bodohnya dia terlalu ceroboh tanpa mengantisipasi semuanya terlebih dahulu.
Ibra mendekat kearah sera lalu mencondongkan wajahnya tepat di telinga sera,sesaat Ibra mencium aroma bau shampoo Yang menempel di rambut hitam lurus sera yang tergerai indah itu,sebelum akhirnya kesadarannya kembali pulih lalu berkata." Pilihannya ada ditanganmu,jadi pikirkan baik baik wahai calon istriku..." Bisik Ibra dengan suara berat namun terdengar sangat sensual di indera pendengaran sera.
Sera yang masih tertegun tak sepatah katapun membuka suaranya,sebelum akhirnya pria arogan yang dulu pernah menjadi suaminya itu lenyap dari pandangannya ketika pria tersebut masuk ke dalam lift beserta asisten pribadinya itu.
_ Bersambung_
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka
Happy reading