
Baru saja ingin beranjak dari tempat duduknya,Yudha pun mengurungkan niatnya ketika melihat gerak gerik Sera yang tampak tidak tenang.
" Sera kamu kenapa.?" tanya yudha yang terlihat cemas
" Entahlah mas,aku juga nggak ngerti kenapa tiba tiba aku menjadi gerah dan akhhh panas sekali mas..." Seru Sera dengan nafas memburu karena gusar merasakan sekujur badanya serasa seperti orang kepanasan.
Senyum licik dari bibir yudha mulai terukir meski hanya nampak terlihat sama saja.dan dia merasa kalau obat perangsang yang di taburkan di makanan milik istrinya itu kini baru nampak menunjukan reaksinya.
" Panas gimana maksud kamu sayang.?" tanya yudha pura pura ikut cemas
" Huhh hahhh panas mas,gerahh.rasanya aku ingin sekali mencopot bajuku mas." Ujar sera dengan cepat mulai mengangkat tangannya untuk bersiap siap membuka reseleting belakang gaunnya.
Namun dengan cepat Yudha menahannya,dan berdiri dibelakang sera yang masih duduk dan mengeliat bak seperti cacing kepanasan.
lalu membisikan sesuatu tepat di telinga sera." Tahan sayang jangan disini,aku pesankan kamar dulu ya." ucapnya dengan disertai seringai licik
Sera yang sudah setengah sadar,tidak menanggapi ucapan Yudha,dia masih asyik mengeliat karena merasakan hawa panas disekitar area tubuh sensitivnya.
" Ayo aku bantu berdiri sayang." ucap yudha yang sudah mengambil ancang ancang untuk membantu sera berdiri dari tempat duduknya.
Namun baru saja Yudha ingin membopong tubuh sera,tiba tiba saja terurung,karena ada sosok laki laki berpawakan tinggi tegap dan bertubuh atletis langsung saja menyerobot dan mengangkat tubuh sera seperti ala brydal style.
" Akhhhh." Pekik sera tertahan,kedua matanya sempat melotot melihat siapa laki laki yang saat ini tengah menggendongnya.sebelum akhirnya dia jatuh pingsan di dalam dekapan pria itu
" Hei siapa Kau..!" teriak Yudha dengan kesal karena pria berkaos putih dengan memakai topi itu tak menghiraukan teriakannya.
Pria tersebut langsung saja nyelonong membawa sera pergi dengan langkah cepat.membuat Yudha yang sempat shock kini menjadi kehilangan jejak mengejar langkah pria yang tengah membawa istrinya pergi itu.
" Bangsadt.! Kurang ajar sekali dia membawa istri orang." Umpatnya." Aku tidak boleh kehilangan jejak pria itu." sambungnya lagi dan dengan langkah cepat menyusul kemana perginya pria itu.
Dan beruntung yudha masih sempat melihat pria itu masuk kedalam sebuah mobil mewah lalu langsung melesatkan kendaraan tersebut.
Tak ingin kehilangan jejak,Yudha pun langsung masuk kedalam mobilnya dan langsung menancapkan gas mobil nya untuk mengikuti kemana mobil itu pergi.
" Brengsek.siapa laki laki itu.kurang ajar sekali.awas saja kalau sampai gue berhasil menangkapnya,kubunuh itu orang." Umpat Yudha dengan segala sumpah serapahnya,dan tetap fokus mengikuti kemana perginya mobil yang ada didepannya tersebut.
Sedangkan disisi lain sosok pria berkaos putih yang kini masih fokus menyetir itu sesekali melirik kearah samping,dimana sera duduk dalam keadaan tidak sadarkan diri.
" Bertahanlah sera aku tidak akan membiarkanmu terluka." Batinya.terlihat jelas sorot matanya penuh dengan kekhawatiran
" Meskipun aku sangat membencimu saat ini,terutama ayahmu,aku tidak akan pernah membiarkan ada orang berbuat jahat padamu." Sambungnya lagi dengan gumaman yang terdengar pelan namun penuh penekanan.
__ADS_1
Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi Pria tersebut sudah berhenti didepan pelataran rumah sakit swasta.
RUMAH SAKIT MEDIKA WIJAYA
Dengan langkah cepat Pria tersebut keluar dari dalam mobil,lalu memutar badan dan membuka pintu penumpang.Pria tersebut begitu sigap menggendong tubuh sera.dan melangkah cepat masuk kedalam rumah sakit tersebut.
" Selamat siang tuan,ada yang bisa kami bantu.?" tanya salah satu orang perawat.
" Cepat panggil dokter Melika segera.cepat." jawab pria tersebut dengan nada mendesak.
Dengan sigap dua orang perawat pun membawa brankar dan tubuh sera pun di baringkan diatas brankar.
" Pelan pelan." Seru Pria tersebut dengan suara penuh kekhawatiran.
" Baik tuan."
Kedua perawat pun langsung mendorong brankar tersebut masui ke dalam ruangan supaya bisa segera mendapatkan penanganan.
" Ya Tuhan.... Sera, ini kedua kalinya kamu menempatkanku dalam keadaan panik dan kalut seperti tujuh tahun silam yang lalu." Gumam Pria tersebut sambil mengusap wajahnya dengan kasar,tampak sekali wajah pria tersebut terlihat frustasi.
Puk
Tiba tiba saja ada sebuah tepukan pelan diatas pundak kekarnya.
" Tenang mas,wanita itu sudah berhasil kami tangani.kami sudah memberi penawar cairan yang masuk kedalam tubuh pasien.dan mungkin sejam lagi pasien sudah bisa siuman." Jawab seorang wanita cantik berambut panjang dan memakai jas berwarna putih.wanita tersebut adalah dokter Melika Azzalea.atau biasa disapa dokter melika
" Syukurlah." Ucap pria tersebut sambil memgusap wajahnya dengan merasa lega." Makasih mel." Sambungnya lagi
Dokter melika tersenyum sambil berkata." Kalau boleh tau siapa wanita yang baru saja kamu bawa kesini barusan mas.?"
" Dia....." Terlihat pria tersebut nampak berfikir sebelum akhirnya menjawab." Dia saudaraku." Sambungnya sedikit ragu
Dokter cantik tersebut mengeryitkan dahinya atas jawaban dari pria itu." Saudara?bukannya kamu dan ibu pernah bilang kalau tidak punya saudara mas.?" tanya nya penuh dengan penasaran
" Maksud saya,saudara sepupu..ya sepupu jauh.." jawabnya sambil menahan supaya tidak terlihat gugup dan tetap terlihat tenang.
" Oh..." Dokter cantik itu hanya berucap Oh saja sambil manggut manggut tanda dia mengerti
" Kalau begitu apa aku sudah bisa melihat keadaanya mel.?" tanyanya lagi kemudian
" Oh i iya mas bisa,silahkan saja mas." balasnya sambil tersenyum kaku
__ADS_1
Tanpa basa basi lagi,pria tersebut langsung masuk kedalam ruangan sera dirawat setelah membuka pintu ruangan tersebut.
Perlahan langkahnya mulai mendekati kearah brankar dimana sera berbaring disana,dengan kondisi masih tidak sadarkan diri,dan kini pria tersebut benar sudah berdiri tepat di samping brankar.sejenak dia mulai mengamati setiap inci wajah wanita yang saat ini masih bertahta dihatinya.dan bahkan juga saat ini wanita itu sudah berhasil membuat hatinya hancur.
Dia merutuki pertemuannya kali ini dengan wanita tersebut setelah sekian lama tak jumpa.pertemuan yang sangat dia dambakan selama bertahun tahun,dan berjuang mati matian untuk menemukan wanita tersebut.namun takdir seakan tak berpihak padanya.karena kenyataannya dia dipertemukan dalam keadaan yang sama sekali tidak dia inginkan.
Masih teringat jelas saat dia mengingat betapa Sera terlihat sangat bahagia ketika sedang berbicara dengan pria yang tadi bersama sera.kilatan amarah dan api cemburu tergambar jelas di balik wajah sosok pria bertubuh tegap tersebut.
Namun dia tidak bisa menampik jika ada kerinduan yang mendalam pada sosok wanita yang kini masih terbaring lemah itu.
Perlahan tangannya terulur ingin mengusap kepala wanita tersebut namun dia mengurungkan niatnya,ketika melihat kedua mata sera perlahan terbuka.
" Di mana aku..." Lirih sera setelah kedua matanya terbuka dan kembali sadar.
Hal itu sontak saja membuat pria tersebut kelimpungan dan langsung membalikan tubuhnya,dan membelakangi sera.
Sera yang merasa sedikit pusing sambil memegangi kepalanya pun terlihat heran dengan sosok pria yang ada dihadapannya,karena dia yakin sosok tersebut bukanlah yudha suaminya, melainkan orang lain dan entah mengapa sera pun merasa jika dirinya tidak terlalu asing dengan perawakan tubuh tegap pria tersebut yang kini berdiri membelakanginya.
" Hei si siapa kamu.?" tanya sera dengan nada bingung,namun pria tersebut tak membuka suara sepatah katapun membuat sera semakin penasaran bercampur kesal
" Ka kamu siapa? Dan aku ada dimana ini.?" ucapnya yang terus memberondong pertanyaan
" Jawab! Kamu siapa? Dan dimana aku sekarang.?" Tanya sera lagi dengan nada menuntut.
" Kamu sekarang berada di rumah sakit."
Deg
Hal itu sontak saja membuat bibir sera terbungkam,kaget sekaligus tercengang dengan suara milik pria tersebut barusan,dia merasa tidak asing dengan suara berat milik pria tersebut,sejenak dia membungkam mulutnya dengan telapak tangannya,sambil menggelengkan kepala.
" Tidak ini tidak mungkin." Gumam sera dengan suara lirih
" Tidak mungkin apanya Nona Sera Amariliz..." Suara berat pria tersebut mampu mengintrupsi sera yang kali ini sudah membelalakan kedua matanya.
Dan betul saja seperti dugaannya,sosok pria itu pun membalikan tubuhnya dan menatap tepat manik mata sera yang kini sudah tercengang melihat kehadiran sosok yang yang tak pernah dia duga kehadirannya kembali.
" Apa kabar Sera...............Mantan istriku..." Ucap pria tersebut yang masih menatap Lekat sera
" Massss ib ibra...." Lirih sera di sela sela keterkejutannya
_Bersambung_
__ADS_1
Happy reading
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka