
Pintu Ruangan Ibra terbuka,tak lama kemudian sosok pria paruh baya bertubuh tinggi gemuk namun kharisma dari pria itu terus saja memancarkan kewiba'annya muncul dari balik pintu.
Pria paruh baya itu bernama ' Arta Wijaya ' atau biasa di panggil papa wijaya oleh Ibra.karena tiga tahun yang lalu pria berpawakan tinggi gemuk itu,berhasil mempersunting Bu saraswati ibu dari Ibra Narendra.
" Selamat pagi Pah.." Sapa ibra yang langsung memeluk papa sambungnya itu
" Pagi juga putraku,bagaimana pekerjaanmu hari ini?Lancar?." Tanya papa wijaya setelah menguraikan pelukan putranya itu.
Ibra menganggukan kepala sambil mengulas senyum ramahnya." Alhmdulilah lancar pah."
Papa wijaya pun juga ikut tersenyum,lalu menepuk punggung lebar milik Ibra.
" Papa sangat senang mendengarnya Ibra.papa memang tidak salah pilih memilihmu untuk menempati Jabatan CEO Perusahaan ini." Ujar sang papa dengan bangga
Ibra tersenyum lalu menganggukan kepala nya penuh hormat." Terimakasih atas pujiannya pah,dan terimakasih juga sudah mempercayai Ibra untuk menduduki jabatan penting di perusahaan ini." Kata ibra Merendah hati
" Emm tapi kalau Ibra tau,ada kepentingan apa sampai papa memutuskan datang kesini sendiri?apa ada hal yang sangat penting ,sehingga papa langsung datang ke kantor pah.?" Tanya ibra lagi dengan wajah penasaran
Papa Wijaya pun tersenyum hangat sambil merangkul pundak putra sambungnya itu. Dan berkata." Begini Ibra maksud kedatangan papa kesini juga ada yang ingin papa sampaikan padamu." kata papa wijaya dengan tenang
" Apa itu pah.?" tanya ibra dengan penasaran
" Papa sekarang mau tanya sama kamu."
" Soal apa pah.?"
" Soal Usia.!"
" Usia...?!" Ulang Ibra sambil menautkan alis tebalnya.
" Sekarang usiamu sudah berapa tahun Nak.?" tanya papa wijaya sambil tersenyum hangat menatap wajah putra sambungnya itu.
Ibra sedikit mengulum ketawa,sebelum akhirnya lagi kembali bersikap tenang dan serius." Usia ibra berapa ya em...." Ibra nampak berfikir biar di nilai memang ibra sedikit lupa dengan usianya,padahal dia sudah tahu arah pembicaraan papanya itu akan kemana mana.
" Emm Kurang lebihnya Tiga puluh tahun pah.Memangnya kenapa pa?kenapa tanya seperti itu.?" tanya Ibra dengan selidik
" Papa rasa usiamu sudah cukup matang untuk menikah lagi Yudha,lagi pula papa dan juga ibumu sudah kepengen cepat cepat menimang cucu."
" Uhuk uhuk ubukk.."
Mendengar hal itu,ibra sampai terbatuk batuk,mungkin karena tersedak ludahnya sendiri.
"Apa pa? menikah.?" Tanya Ulang ibra di Tengah tengah keterkejutannya.
" Ya. Menikah..memangnya harus apa lagi" Jawab Papa wijaya dengan ekspresi datarnya.
Ibra mengusap tengkuknya yang tak gatal itu.terlihat ada semburat di wajah tampannya karena mungkin efek malu malu atau salting.
" Tapi pah,maaf untuk sampai saat ini Ibra belum siap untuk menikah lagi pah." jawab Ibra dengan Serius
" Astaga Ibra...." Seru papa wijaya sambil menggelengkan kepalanya." belum siap katamu?"
" I iya pah." jawab ibra dengan gugup
__ADS_1
" Apa yang membuatmu belum siap untuk menikah lagi?" tanya papa wijaya dengan Memicing penuh curiga.
Sedangkan yang di tanya hanya diam dan menundukan kepalanya.
" Apa benar yang dikatakan ibumu sapa papa tentang kamu itu.?"
" Maksud papa apa?memangnya apa yang dikatakan ibu sama papa?" tanya ibra yang langsung mendongakan kepalanya.menatap papa itu dengan raut wajah bingung.
" Tentang wanita masa lalumu."
" Maksudnya wanita masa lalu.?" tanya Ibra di iringi dengan senyum getirnya
" Jujur saja Nak ,apa benar kamu belum bisa melupakan mantan istri kamu.?" Tanya sang papa sambil menatap tajam kearah putranya yang kini sudah terlihat salah tingkah dan tak bisa menjawab pertanyaannya.
******
" Yudha...Sera....Mama sama papa datang ini." Teriak mama ranti usai saja masuk kedalam Rumah anak dan menantunya itu
Terlihat Nurti datang dari arah belakang dengan langkah tergopoh gopoh menghampiri besan dari mendiang majikannya itu.
" Selamat datang nyonya ranti,tuan wirya.." Sapa bi nurti dengan hormat
" Mana yudha sama sera....?" tanya Mama ranti dengan wajah ketusnya
" Tuan Yudha dari semalem tidak pulang ke rumah nyonya,tapi kalau nona sera ada dikamarnya beliau sedang istirahat." Jawab bi nurti dengan hati hati
" Apa?jadi jam segini sera belum bangun juga.!" Teriak Bu ranti sambil melotot ke arah bi nurti
" Be beb beb betul nyonya.." Jawab bi nurti terbata bata
Padahal Waktu baru menunjukan pukul 06.00 pagi.
Lihat dua orang itu merasa sudah seperti nyonya dan tuan saja datang ke rumah ini,karena merasa rumah ini juga bagian dari usaha Yudha untuk mengambil alih harta warisan yang ditinggalkan oleh orang tua sera ,untuk putri semata wayangnya.
" Mama mau kemana?" tanya papa wirya,yang langsung spontan membuat Langkah kaki wanita itu berhenti sejenak setelah menaiki beberapa anak tangga
" Mama mau bangunin Wanita pemalas itu pah,enak saja jam segini masih molor juga.memangnya dia pikir dia siapa sekarang,berani sekali berbuat enak enakan dirumah ini." Cetus mama ranti,yang mendapat gelengan dari suaminya.
" Memangnya mama mau apa sama sera.?" tanya papa wirya dengan santai
" Ya mama akan seret dia turunlah pah,enak saja mau ongkang ongkang kaki dirumah ini." Cetus mama Ranti
" Ya sudahlah ma,papa serahkan semua urusan soal mantu kita sama mama." Ucap Om wirya yang langsung duduk di single soffa.
Setelah itu mama ranti pun bergegas menuju ke kamar utama Yudha dan juga sera.dengan langkah cepat mama ranti membuka pintu kamar,lalu membantingnya dengan keras ,namun ternyata tak juga membangunkan sera dari mimpi indahnya di pulau kapuk.
Dengan langkah cepat Mama ranti mengambil gayung yang sudah terisi penuh dari dalam kamar mandi. dan langsung saja menyiramkan air didalam gayung itu tepat ke Wajah Menantunya itu.
Byurrrrrrr
" Akhhhhhh.happ ahappp...." Teriak sera yang kemudian langsung terperanjat dan langsung duduk diatas tempat tidurnya,sambil menatap mama mertuanya yang kini sudah berdiri didepannya dengan wajah yang sangar bin garang.wkwkwkwk
" Ma mama..." Seru sera terbata bata
__ADS_1
" Dasar perempuan pemalas ! Bisa bisanya jam segini belum bangun,dasar kamu ini ya. Wanita tidak tau di untung.!" Omel mama ranti yang langsung saja menarik dan menjambak rambut panjang milik sera.
" Auuuhhh..Sakit mama.." Sera mengaduh kesakitan ketika Mama ranti menyeret dirinya untuk turun dari ranjang tempat tidur,sambil menjambak rambut panjang sera yang masih tergelung dengan rapi
" Rasain kamu,makanya jadi perempuan itu jangan pemalas!,sekarang juga ayo cepetan turun kamu.!" Ketus mama ranti sambil melotot kearah sera yang kini masih sangat bingung dengan kehadirannya yang tiba tiba saja marah marah dan tanpa satu kejelasan yang pasti.
" Ma maaf ma,tadi malam sera sangat kecapekan ma,makanya baru saja bangun..." Jawab Liana dengan wajah takut takut.
Plakkkk
" Akhhh..sakit mah." Pekik sera ketika mendapat tamparan keras dan mama mertuanya itu,tangan kanannya mengusap pipi kanannya yang terasa kebas.
" Alah alasan saja kan kamu hah?!"
Sera menggeleng cepat sambil tetap terisak dan meringis karena mama ranti masih belum melepaskan jambakan tangannya dari rambut Sera,belum lagi mama ranti sudah menampar pipinya dengan cukup keras.
" Aduh mah sakit..." Pekik sera.." Ku mohon mah lepasin rambut sera..ma." Sera memohon dan mengiba,namun bukannya kasihan, mama ranti malah semakin menjadi jadi menyiksa sera.
" Ayo buruan cepet bangun Kamu,enak saja mau tidur tiduran di kamar.buruan turun kataku.!"
" U untuk apa mah.?" ucap sera sambil berusaha melepaskan tangan mama ranti yang terus akan lari lagi supaya pertengkaran antara sahabat ayah dan juga ibunya itu berhenti
" Apa katamu?untuk apa kamu bilang hah?! Dasar wanita murahan,janda tidak diuntung kamu ya " Ketus mama ranti sambil menonyor kepala sera dengan cukup keras.
" Apa untungnya putraku yang statusnya masih lajang menikahi janda karatan kayak kamu,kalau bukan untuk dijadikan istri yang berguna,bukan malah jadi istri yang malas malasam bodoh.!" Hardik mama ranti sambil berulang kali menonyor kepala sera
Dengan kasar mama ranti mencengkeram rahang wajah milik sera,sambil melotot ke arah sera yang sudah sangat ketakutan mendapati sifat asli mama mertuanya yang baru sekarang menampakan sifat aslinya.
" Dengar ya sera,sekarang ini kamu sudah tidak punya siapa siapa,kedua orang tua kamu sudah terkubur di liang lahat,jadi sekarang yang berkuasa disini adalah mama,mama yang akan mengatur semua kebutuhan rumah ini,dan mama juga akan sering sering datang ke rumah ini untuk memastikan supaya kamu tidak malas malasan saja kerjaannya.!" Sentak mama ranti memberi wejangan pada menantunya
" A apa ma.?" Cicit sera tak percaya
" Budek kamu?.ayo cepetan sekarang juga kamu turun ke bawah,dan sebagai hukumannya kamu harus menguras seluruh kolam renang yang ada di rumah ini."
" Apa......?!" Pekik sera yang langsung mengangkat kepalanya.. dan menatap wajah mertuanya yang sudah menampilkan wajah garangnya.
" Satu lagi mulai sekarang kamu harus ikut beres beres dirumah,seperti nurti.jangan sampai putraku rugi karena sudah memberimu makan dan tempat layak,tapi kamu malah tidak tau diri seperti ini.! Ngerti kamu.!" Bentak mama ranti sambil menonyor kepala sera lagi
" Ta tapi mah..."
" Nggak usah bantah.! Cepetan kerjakan Kataku sera.!" Dengan kasar Mama ranti mendorong tubuh sera ke arah Pintu kamar
Dan hinaan demi hinaan keluar begitu saja dari bibir wanita yang kini berstatus ibu mertua,padahal selama ini kedua orang tua memperlakukannya dengan sangat baik,sera yanh di manja dan sangat mendapatkan kasih sayang penuh kini nasibnya berakhir dengan mendapatkan siksaan demi siksaan oleh orang orang yang seharusnya menyanyangi dirinya.
Nb: Hai hai malam semua,maaf ya readers karena hari inib Othor nggak bisa double up lebih dari tiga bab dan dikarenaka kondisi Othor yang tidak memungkinkan.
Tapi Othor akan tetap berusaha Update sehari minimal 2/3 bab dalam sehari.dan Othor juga minta maaf dan mohon di maklumi jika masih banyak Typo yang bertebaran.Othor juga akan Berusaha merevisi bab bab yang tulisannya masih ada typo typo nya.
Hari ini Othor Up nya mungkin agak siang atau mungkin Malam.karena memang kesibukan Othor di dunia nyata hanyalah seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak balita.jadi mohon di maklumi ya temen temen.🙏🙏🙏
Terimakasih
Happy reading
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungannya ya jika suka.