Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Kilas balik masa Lalu 1


__ADS_3

Beberapa kali Ibra terus menoleh kearah samping,menatap iba sang pemilik hati yang masih bertahta di hatinya saat.rasa sesak tiba tiba memenuhi dadanya,berulang kali dia menghela nafas kasar sambil mencengkram erat erat stir mobilnya.


Namun tiba tiba saja bayang bayang kisah balik masa lalu nya tiba tiba muncul seakan masih segar dalam ingatannya.


Flaaback. . .


Waktu itu Ibra yang baru saja naik kelas ke kelas tiga SMA sedang melihat beberapa anak baru yang mengikut MOS ( Masa orientasi siswa) yang diselanggarakan oleh pihak sekolahan.


Radit,Arga dan juga Ibra mereka bertiga bersahabat.dan ketiganya saat ini sedang menikmati pemandangan para siswa baru sedang menjalan Masa orientasi siswa yang dilakukan para teman teman setingkatnya yang menjabat jadi anggota OSIS.bahkan Ibra yang notabene nya salah satu siswa pintar pun tidak mau ikut gabung dengan anggota OSIS tersebut dengan alasan tidak punya waktu,karena memang saat itu Ibra sekolah sambil nyambi kerja disebuah kedai makanan setelah pulang sekolah dan mengambil sistem kerja part time.


" Sut sut sut.." Radit orang yang memang suka slengekan itu memberi intruksi untuk kedua sahabatnya itu menatap ke arah lapangan


" Apa'an..?" tanya Arga sambil mengerutkan keningnya


" Noh liat tuh cewek siswa baru gemoy banget coy,cantik lagi." Seru Radit menatap kearah cewek berambut hitam panjang dan Lurus yang masih memakai seragam putih biru sedang mengikuti latihan MOS di lapangan


Arga pun segera menoleh kearah radit memberi intruksi tadi,tapi tidak dengan ibra yang masih betah menyeruput kopi hitam yang ada didalam cangkir tersebut.namun sebenarnya sesekali dia pun diam diam melirik kearah cewek yang di maksud dua sahabatnya itu lewat ekor matanya.


" Iya Coy..santapan baru nih kayaknya." Sahut Arga yang langsung dibalas dengan Jitakan kepala dari ibra


Pletakk


" Huasem.enak bener main jitak kepala orang." Gerutu Arga sambil mengusap kepalanya yang tiba tiba di jitak oleh ibra


Radit hanya terkekeh melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


" Lagian Lo juga sembarangan aja ga kalau ngomong,anak orang di bilang santapan baru,memangnya ikan." Seru Radit dengan wajah senangnya


" Memang Sohib Lo parah dit." kini ganti ibra yang menimpalai


" Etts sohib Lo juga " yang diiringi dengan gelak tawa ke tiganya tanpa mereka sadari bahwa tiba tiba saja sosok yang mereka bicarakan sudah berdiri tepat dihadapan mereka.


" Ma maaf kak boleh minta waktunya sebentar."


Deg


Suara lembut dan merdu milik gadis yang dia bicarakan itu terdengar tiba tiba di hadapan mereka,sontak saja membuat ketiganya beberapa detik mematung tak percaya,Radit dan Arga yang terlebih dulu menoleh dan menatap kearah gadis tersebut pun terpaku dengan kecantikan gadis tersebut.


" Waooow beautiful." Seru Radit dan Arga bersamaan,sedangkan Ibra masih terdiam sambil menatap lurus kedepan ke arah gadis yang kini tengah berdiri dihadapan mereka.


" Ma maaf kak,saya disini Siswa baru sedang mengikutI MOS di minta untuk para senior saya untuk meminta tanda tangan kakak kakak semua.." Cicit gadis berseragam putih biru dengan badge nama baju bertuliskan dengan Nama Sera Amariliz .sejenak Ekor mata ibra pun menangkap nama gadis cantik berrwajah polos tersebut.


" Wah boleh buanget dek..oiya siapa nama kamu.?" tanya Radit sok kenal sok akram sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


" Woy..mata Lo buta,itu di bajunya udah ada namanya,masih tanya bae." Sahut Arga berbisik ke telinga Radit yang hanya dibalas dengan cengirannya.


" Diem aja napa sih bego.gue Lagi usaha nih."Sahud radit berbisiik lalu melemparkan cengiran kuda menatap gadis bernama sera itu.


" Ckkkk.dasar buaya cap buntung." Gerutu Arga setengah berbisik


" Nama saya sera kak,boleh sera minta tanda tangannya,?soalnya sudah di tunggu tunggu sama kakak senior di depan sana." Ujar sera dengan wajah ragu ragu.


" Boleh boleh...mana sini gue kasih tanda tangan,dengan suka rela abang Arga kasih tanda tangan ke gadis cantik kayak kamu." sahut Arga sambil tersenyum menggoda.


" Ckkkk Ngatain Orang buaya buntung dia aja buaya cap kadal." Gumam Radit dengan berdecih geli dengan tingkah sahabatnya


Terlihat sera menyerahkan lembaran kertas putih yang masih kosong tersebut kearah Arga,yang juga udah cekatan langsung menerima dan membubuhi dengan Nama plus tanda tangannya.


" Eh buruan Kasih tanda tangan Lo." Arga menyenggol lengan radit sambil menyodorkan lembaran kertas kosong itu plus bolpoinnya.


" Eh iya.." Radit tergagap dan langsung spontan meraih benda tersebut dan langsung membubuhi kertas tersebut dengan tanda tangannya plus namanya.


" Nih." ujar radit sambil menyerahkan dua benda tersebut kembali pada Sera.


" Terimakasih kak." Balas sera lalu beralih menatap Pria yang duduk ditengah yang mempunyai wajah lebih tampan dari salah satu ketiganya.


" Maaf kalau kakak yang ini boleh minta tanda tangan sama nama terangnya." Cicit Sera ragu ragu.


" Hmmm.?" Ibra hanya berdehem sambil terus tatapannya menatap kearah sera yang tengah menundukan kepalanya,cowok berwajah tampan itu menatap sera begitu dalam dan mengandung penuh arti sendiri


" Buruan gih kasih nama terang sama tanda tangan Lo,kasihan.." Seru Radit dan Arga setengah berbisik.


Tiba tiba saja Ibra menyunggingkan bibirnya dan tersenyum penuh Arti sebelum akhirnya membuka suara.


" Cium pipiku dulu,baru kukasih tanda tanganku.!"


Gubrakkkkkkkkkkk


" Ehhh buset si rajanya buaya udah nyambar duluan.gila gercep banget..." Sahut Arga sambil terkejut bukan main.


" Wah mundur alon alon gaes." Radit menimpali


Sedangkan gadis bernama sera itu langsung mengangkar wajahnya dan beralih menatap kearah cowok yang kini didepannya itu dengan membulatkan kedua mata indahnya.


" Sera...buruan minta tanda tangannya kakak senior udah nunggu.cepetan.."


Sera tersentak dari lamunannya ketika ada sayup sayup sera mendengar teriakan salah satu temannya untuk segera balik ke lapangan sambil membawa tanda tangan ketiga cowok tersebut.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang lagi karena panik.langsung saja sera mendaratkan kecupanya di pipi kanan Ibra.


Cup


" Fiks Hari ini kamu resmi jadi pacarku.!" Cetus Ibra yang membuat semuanya melongo seketika.


" Hah..?"


 


Dan semenjak itulah Ibra resmi menjadi kekasih Sera,lambat laun benih benih cinta diantara mereka pun hadir dengan seiring berjalanya waktu.


Bahkan sampai Ibra Lulua sekolah pun dia masih rutin mengunjungi Sera untuk antar jemput ke sekolag jika ada waktu luang,karena setelah Lulus pria itu tak melanjutkan kuliah dan memilih untuk kerja di pabril karena saat itu memang lagi butuh banyak uang untuk biaya berobat ibunya yang waktu itu memang sakit sakitan


Menjalin hubungan berjalan selama kurang lebih enam tahun.sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah muda waktu itu usai Sera Lulus dan menyandang gelar Sarjana.


" Hari ini aku akan ke rumahmu untuk melamarmu sayang.." Ucap Ibra dengan tatapan penuh cinta


Sedangkan Sera tersenyum malu malu,sambil menganggukan kepalanya.


" Iya kak.." jawab sera yang waktu itu belum merubah panggilannya dan tetap memanggil kakak.


" Ayok antar aku masuk kedalam dan menemui ayahmu." Ajak Ibra sambil menekatkan diri untuk berani menemui orang tua sera


Sera pun menganggukan kepalanya sambil menggengam tangan Ibra yang sebenarnya sudah diselimuti keringat dingin itu mungkin karena nervous sambil mengucapkan bismilah sebelum akhirnya masuk ke kediaman rumah Mewah kedua orang tua sera.


" Keputusan Ayah Sudah bulat sera,sampai kapanpun ayah tidak akan merestui hubungan kalian.!" Seru Ayah Seto dengan suara lantang dan memberi tatapan menusuk kearah Pemuda bernama lengkap Ibraksa Narendra.


" Ayah..." Protes Sera dengan diiringi tangisan pecahnya


" Kamu hanya pantas mendapatkan laki laki yang sederajat dengan kasta keluarga kita.!"


" Ayah cukup... " Teriak sera histeris sedangkan Ibra sudah mengepalkan tangannya erat erat sambil menundukan kepalanya menahan gejolak amarah di dada yang membakar emosinya.


" Dengar Sera sampai kapanpun Ayah tidak akan merestui hubungan kalian apalagi sampai menikah dengan pria miskin ini...!" Tegas ayah seto dengan lantang.


" Ayah jahat !....." Jerit Histeris sera


_ Bersambung _


Untuk part 2 sambungan kilas balik masalalu nya,aku update besok ya...


Semoga suka

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2