Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Bikin Rindu


__ADS_3

Tak Lama kemudian muncul sosok laki laki bernama Rendy itu muncul dari balik pintu,dengan wajah ditekuk dan masam juga langkah malas, Rendy sang Asisten pribadi Ibra itu berjalan menghampiri Ibra yang tengah duduk santai diatas sofa.yang masih menggunakan jubah mandi.


" Ini pesanan anda tuan muda..Hoammm." Ujar Rendy sambil sesekali menguap kecil mungkin karena mengantuk.


" Oke thanks." balas Ibra dan langsung membuka Paper bag yang baru saja dia terima.


" Gimana tuan muda.?" tanya rendy memastikan


" Oke sip." sambil mengacungkan jempolnya." Kamu memang selalu bisa diandalkan." Ucap ibra sambil tersenyum puas dengan kinerja asisten pribadinya.


" Kalau begitu apa saya boleh pulang.?" tanya rendy sesekali menahan rasa kantuk yang begitu mendera


" Ya.kamu sekarang boleh pergi."


" Kalau begitu saya pamit pulang dulu tuan muda.permisi." Ujar Rendy pamit untuk pergi meninggalkan apartemen Ibra tanpa banyak bertanya dan banyak bicara karena sungguh pria itu sebenarnya sangat malas untuk meladi ibra untuk datang datang ke apartemen hanya untuk membawakan beberapa baju untuk perempuan.Rendy menduga mungkin saja Tuan mudanya itu sudah mulai tertarik dengan wanita dan moveone dengan masalalunya sehingga membawa wanita kemari yang belum jelas dia lihat .


Ceklek


Pinti pun terbuka,Ibra masuk kedalam kamar sambil menenteng Paperbag yang didalamnya berisi beberapa potong baju ganti.sera yang sedari tadi melamun dan duduk diatas ranjang tempat tidur,sempat tergelonjak kaget saat pria yang berstatus mantan suaminya itu kembali dengan sudah membawa pesanannya.


" Ini ada beberapa potong baju ganti,kamu bisa pilih dan kamu pakai." Ujar Ibra sambil meletakan Paper bag tersebut diatas tempat tidur.


Sera mengikuti arah paper bag itu lalu mengambilnya dan dia pun bangkit dari tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi,untuk mengganti baju.


Kini sera sedang berdiri didepan cermin besar yang ada didalam kamar mandi,dia pub sudah mengganti kaos oblong kedodoran milik ibra dengan setelan baju piya berwarna hijau muda dan terdapat dua gambar anak panda yang menambah kesan Lucu penampilannya.


Sera pun menata rambutnya dengan diikat cepol keatas dengan asal.menambah kesan manis bagi siapa saja yang memandang.


Ceklek


Pintu pun terbuka dan kini Ibra sudah duduk di sofa dan sudah mengganti jubab mandinya dengan Baju rumahannya.yaitu memakai Tshirt warna hitam plus celana pendek denim menambah kesan ketampanannya nampak memukau.


Sera yang merasa canggung saat tatapan mereka bertemu lewat pantulan cermin yang berada tepat didepan ibra pun perlahan menunduk dan menurunkan pandangannya.


" Sudah selesai.?" tanya ibra sebisa mungkin menetralkan jantungnya.


Sera pun berjalan menghampiri ibra." Terimakasih atas pertolongannya,maaf sudah berpikiran yang macam macam sama anda."


Ujar Sera yang mulai bicara layaknya orang asing.


" Astaga kenapa kamu menggemaskan sekali." Batin ibra yang mendengar ucapan sera yang tiba tiba mendadak kaku tak selepas tadi

__ADS_1


" Sama sama." Jawab ibra


" Emm kalau begitu saya boleh pamit pergi?" tanya sera


Kening Ibra mengkerut mendengan perkataan sera." Kenapa harus buru buru pergi,ini sudah malam ,jadi lebih baik kamu menginap disini saja."


Ucapan Ibra sukses membuat kedua mata sera membola,sebelum akhirnya bisa normal lagi.


" Maaf,tapi saya tidak bisa,saya takut akan merepotkan anda."


" Justru aku merasa senang karena ada seseorang yang mau menempati apartemen ini."


Sera menggeleng cepat." Tidak.saya tetap akan pergi dari sini.!"


" Ayolah malam malam begini kamu akan pergi kemana.?" Ujar ibra setengah memaksa karena jujur dia bukanlah orang yang tak berperasaan membiarkan seorang wanita malam malam sendiri diluara rumah,apalagi wanita itu adalah wanita yang masih special dihatinya.


" Cari kontrakan.."


" Kontrakan." Sahut ibra di iringi dengan keterkejutannya." Ayolah untuk malam ini saja kamu tidur disini paling tidak sampai besok,takutnya terjadi apa apa lagi dijalan,apalagi kamu seorang wanita sendirian diluar. Sangatlah tidak aman untukmu." Ujar Ibra menatap serius sera.


Namun yang ditatap juga menatapnya tak kalah serius." Tapi bukannya kalau tinggal satu atap disini berdua sama kamu malah lebih tidak aman lagi? Mengingat kita bukanlah lagi sepasang suami istri." Ucap Sera yang saat ini langsung tepat sasaran.Ibra menelan salivanya dengan kasar,memang ada benarnya jika suatu pria dan wanita yang bukan muhrim berada dalam satu atap tanpa memiliki hubungan apapun akan rawat terjadinya hal yang tak diinginkan karena yang ada pasti yang menjadi pihak ketiganya adalah setan.


Sera malah .mengeryitkan dahinya." Memangnya mau tinggal dimana?"


" Ada kok,yang penting kamu malam ini tetap tinggal disini dan merasa nyaman."


Hening


Suasana kembali sepi,Sera dan Ibra sama terdiam dan saling tatap satu sama lain,sebelum akhirnya Sera membuka suara karena sudah tak sabar untuk menanyakan sesuatu yang membuat hatinya ganjal dan sangat penasaran.pun sama halnya dengan Ibra dia begitu penasaran sebenarnya terjadi mengapa Sera malam malam begini berada dipinggir jalan sambil membawa koper,ditengah tengah hujan yang lebat tadi.


" Boleh aku tanya sesuatu padamu mas ibra.?" Tanya sera membuat Ibra sedikit kaget namun pria itu pandai sekali membawa diri sehingga tetap terlihat tenang,dan cool.


" Boleh.memangnya ingin bertanya soal apa?"


" Jadi benar apartemen mewah ini milikmu?"


Pffpppffff


Sera menyepitkan matanya,ketika melihat pria didepannya tengah menahan tawanya.


" Apa ada yang salah dengan ucapanku mas ibra?" tanya sera dengan wajah bingung

__ADS_1


Ibra mengulas senyum manisnya menambah kadar ketampanannya bertambah berkali lipat dimata sera,namun sebisa mungkin sera mengelak untuk mengakui kalau memang wajah pria itu sangat tampan.bagi sera gensi dong masa' Kepincut sama wajah sang mantan yang udah matahin hatinya,ya walaupun dia sendiri tidak memungkiri jika memang wajah sang mantan memanglah mempesona


" Tidak ada yang salah dengan ucapanmu sera." Ucapnya ambigu membuat Sera semakin kesal karena pria dihadapannya itu terlalu bertele tele dan terkesan mempermainkan perasaan.


" Terus apaan sih?kenapa kamu malah kayak nahan tawa gitu?memangnya ada yang lucu?" Cetus sera sambil mencebikan bibirnya


Membuat Ibra semakin tersenyum puas melihat wajah sera yang memberengut kesal sambil mengerucutkan bibirnya yang membuatnya gemas ingin saja mengecup bibir yang memabukan itu,bibir yang dulu pernah dia rasakan,dan sempat ingin dia rasakan kembali kalau tadi tidak ingat dosa ckckckckck


" Apartemen ini milik temanku,dan aku disini hanya.......Kost." Ucap Ibra dan sempat menjedanya yang ternyata mampu membuat Wajah sera terkesiap mendengar Ibra berkata Kost


" Kost?maksudnya gimana ya...aku kok kurang paham?" Bukannya sera tidak paham arti tentang kost,cuman yang bisa dia tidak paham ,memangnya ada Apartemen mewah ada sistem Ngekost sangat diluar nalarnya pikirnya.


" Iya kost.memangnya kamu tidak tau istilah kost?" Seloroh ibra


" Ishhhh.kalau soal istilah Kost,aku paham cuma kan ya aneh saja menurutku,jaman modern kayak gini kok masih ada Apartemen semewah gini di jadiin tempat kost,apa temanmu itu tidak salah.?!"


" Ya buktinya ini ada..kalau kamu mau,kamu bisa Kost bareng aku dsini,gimana?" Goda Ibra sambil mengedipkan salah satu matanya yang hampir saja membuat hati sera meleyot...


" Ogah...sembarangan aja kalau ngomong,memangnya aku cewek apa'an Kost bareng satu atap sama kamu,jangan mikir yang berlebihan deh." Cetus sera sambil menahan kesal membuat Ibra semakin tambah semangat menggoda Sera


" hahaha gitu aja ngambek,kan aku cuma becanda."


" Nggak Lucu.!"


" Udah dong jangan ngambek gitu entar cantiknya Hilang Lhoh nona manis."


Blusssssssssssssss


Wajah Sera langsung saja merah merona seperti kepiting rebus mendengar kata kata pujian sederhana dari seorang Ibraksa narendra walau terdengat biasa tanpa entah mengapa membuat sistem kerja jantungnya berpacu lebih cepat


" Fokus sera fokus,pria ini hanya modus jangan gampang terbuai dengan bualannya." batinnya dalam hati


" Jujur aku tidak sedang membual sera,memang benar wajah kamu itu cantik,manis dan............." Ibra menjeda ucapannya lalu mencondongkan wajahnya tepat di telinga kanan sera." Bikin Rindu..." Bisiknya lagi dengan suara berat namun terdengar begitu lembut dan memambukan.


" Hah?!"


_Bersambung_


Jangan lupa kasih dukungannya jika suka


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2