
" Kak ibra..tunggu..."
Sera berusaha mengejar langkah Ibra yang lebar keluar dari rumahnya.
" Kak..." Sera berhasil menahan lengan pemuda tampan itu.tanpa sedikitpun ibra menoleh kearah kekasihnya dengan tatapan mengiba.
" Jangan tinggalin aku kak,aku mohon." Pinta Sera dengan suara lirih.
Ibra yang tak tega mendengar wanita yang dicintainya memohon dia oun lantas mengalihkan pandangannya pada Sera.menatap dalam gadis cantik itu.
" Maaf sera..aku tidak bisa jika ayahmu tak merestui hubungan kita." Lirihnya sambil menangkup pipi putih sera yang sudah berleleran air mata
Sera menggeleng cepat." Kak ibra jangan ngomong kayak gitu,aku yakin kita bisa lewati ini semua,kita sama sama berjuang buat dapaten restu ayah bundaku ya kak,ku mohon.." Ucap Sera yang langsung menghambur ke pelukan pemuda berpostur tinggi itu.
Degub jantung ibra berdetak kencang,dia tak bisa memungkiri jika dia sangat mencintaj gadis yang selama ini dia kencani bertahun tahun.sejenak dia berpikir sebelum akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan dengan hubungan rumit ini.baginya jika menyerah dengan keadaan sia sia sekali apa yang dilakukan saat ini,bertahan selama enam tahun bukankah waktu yang singkat,akan sangat menyesal jika dia menyerah begitu saja.
" Baiklah kita berjuang bersama aku akan perjuangkan cinta kita .." ucapnya lirih sambil menciumi pucuk kepala Sera.
" Ibu ibu kenapa...bu ..." teriak ibra yang baru saja pulang dari mengurus berkas berkas pernikahan dikantor KUA terdekat,bersama sera karena minggu depan akan melangsungkan pernikahannya dengan sera.
Ya setelah kurang lebih dua bulan berjuang dan berusaha meluluhkan hati orang tua kekasihnya itu ternyata membuahkan hasil.orang tua sera pun menyetujui dan memberi restu tapi dengan syarat tidak mau mengeluarkan biaya sepeserpun untuk biaya pernikahan putri semata wayangnya.
Memang terdengar sangat sadis dan tega namun orang tua egois itu tidak peduli.dan masih berharap dua sejoli yang saling mencintai itu menyerah.namun bukannya menyerah Ibra maupun sera malah menerima dengan sangat legowo dan berusaha mengumpulkan uang dari kerja keras mereka selama kurang lebih enam bulan.karena bagi mereka meski di laksanakan secara sederhana.yang penting mereka berdua sah dimata hukum dan negara dan tentunya dengan modal restu dari kedua orang tua sudah cukup bagi mereka.
Namun seminggu sebelum menjelang hari akad pernikahan.tiba tiba saja ibra dikejutkan dengan ibunya yang sudah terkapar didalam rumahnya.
" Ibu kenapa bu kenapa bisa begini.?" seru ibra
Bu saras dengan nafas tersengal sengal mencoba menghirup oksigen sebisanya sebelum akhirnya kedua matanya mulai terpejam.
Di Rumah Sakit Medika Wijaya.
" Bagaimana keadaan saya dok.?" tanya ibra dengan wajah panik usau sosok pria yang lebih dewasa darinya dan berkepala empat itu keluar dari ruang pemeriksaan.
" Ibu kamu terkena penyakit Asma dan juga COPD ( Chronic obstructive pulmonary Disease ) Ucap dokter berusia kepala empat itu.
" Penyakit apa itu dok.?" tanyanya dengan raut wajah bingung karena memang tidak tau istilah penyakit yang dokter itu sebutkan selain penyakit asma
" Itu adalah penyakit Emfisema dan bronkitis salah satu penyakit yang masuk kategori COPD dimana penyakit itu disebabkan karana intensitan munculnya polusi udara yang semakin tinggi atau mungkin karena faktor genetik lainnya."
Bagai petir di siang bolong Ibra mendengar penuturan dokter tersebut.lututnya seakan Lemas.wanita yang telah melahirkannya dan berjuang sendiri untuk membesarkan dirinya seorang diri,dan dia tau bagaimana wanita cantik yang sudah tidak muda lagi itu bekerja keras demi kelangsungan hidup mereka.
Ibunya itu harus berjualan Kue basah yang dia jual di pasar pasar tradisional.belum lagi pulangnya harus bekerja serabutan lagi seperti mencuci baju menyetrika para tetangga kompleks dan terkadang juga mengambil baju baju dari tempat loundry untuk dia setrika.pokoknya pekerjaan apapun akan dia lakukan demi mendapatkan uang meski nominalnya kecil tapi lumayan bisa memenuhi kebutuhan sehari hari dan juga juga biaya sekolahnya.
Sebelum akhirnya ibra memutuskan untuk sekolah nyambi kerja untuk membantu ibunya.
" Lalu apa ibu saya bisa di sembuhkan dok?" tanyanya dengan suara lirih
Dokter itu pun tersenyun dan menganggukan kepalanya." Salah satu cara untuk bisa menyelamatkan ibumu saat ini adalah dengan di oprasi." Terang dokter
" Oprasi dok.?" tanyanya terkejut
" Iya Oprasi."
__ADS_1
Kepala Ibra berdenyut.kenapa beban hidupnya separah ini,disaat dia akan segera menikahi gadis pujaannya ada saja masalahnya,namun dia harus bagaimana lagi,dia tidak boleh mengeluh karena itu memang kewajibannya sebagai seorang anak mengingat pengorbanan sang ibu pada dirinya juga sangatlah besar.mungkin dengan cara seperti ini memperjuangkan kesembuhan sang ibu sebagai salah satu balasan atas pengorbanan sang ibu.meski sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa membalas kasih sayang ibu yang sangatlah besar itu.
" Kira kira berapa dok biaya Oprasinya..?" Tanyanya dengan suara berat dan beberapa kali meneguk salivanya.
" Biaya nya bekisaran antara sepuluh sampai lima puluh juta Nak Yudha.." Tutur dokter Hasan
Glekk
Susah payah Yudha menelan ludahnya sendiri,lima puluh juta darimana dia mendapatkan uang sebanyak itu,sedangkan saat ini uang sepuluh juta pun tidak punya.uangnya juga sekitar dua atau tiga jutaan sisa dari mengurus biaya pernikahan di KUA belum lagi buat menyiapkan mahar pasti sangatlah tidak cukup.meski sera tak membebaninya soal mahar dan malah wanita muda itu hanya meminta mahar seperangkat sholat saja,namun tetap saja nalurianya sebagai seorang pria ingin membelikan emaa walau hanya sebatas cincin yang berukuran biasa biasa saja.
Tapi seakan semesta sedang mempermainkan dirinya,hingga Tuhan mengujinya seperti ini.
" Kalau begitu saya permisi dulu Ya nak yudha.." Ujar dokter hasan sambil menepuk pundaknya
" Eh iya dok silahkan." Jawab Yudha yang sadar dari lamunannya.
" Ya Allah darimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu." Gumamnya lirih sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Lututnya seakan lemas,dan luruh juga jatuh ke lantai.
" Saya bisa membantumu asal kamu menuruti keinginan saya.."
Ibra tersentak tiba tiba saat mendengar suara seseorang yang tak asing baginya.dia pun langsung mendongak kepalanya dan perlahan berdiri.
" Om seto..." Ucapnya terkejut,kedua matanya pun terbelalak.
Pria paruh baya dengan memakau setelan baju yang rapi itu,kini tersenyum penuh arti menatap wajah pria yang beberapa hari lagi akan menjadi menantunya itu.
" Kenapa?kaget.?" tanyanya dengan tatapan mengintimidasi
Ibra tertegun menatap wajah garang calon ayah mertuanya itu.namun sebisa mungkin menetralkan dirinya.
Pria paruh baya bernama seto itu menatap Ibra dari ujung kepala sampai ujung kaki,dalam hatinya berdecih geli meratapi keputusan putri semata wayangnya kenapa bisa jatuh cinta pada pria miskin dihadapannya.
" Saya kesini tidak akan bicara basa basi."
" Maksudnya Om.?" tanya Ibra yang seolah tak mengerti ucapan calon mertuanya itu
" Saya tau kamu saat ini lagi butuh uang untuk biaya oprasi ibumu bukan.?" selorohnya." Saya bisa bantu kamu untuk membayae biaya oprasi ibumu,asal kamu bisa memenuhi penawaran dari saya.!" Ucapnya dengan tegas.
" Penawaran apa maksud Om .?" tanya Ibra yang mulai menunjukan keberaniannya.
" Tinggalkan putri saya,sera.!maka seluruh biaya pengobatan ibu kamu saya tanggung sampai sembuh.!"
Deg
Jantung Ibra begetar hebat menahan amarah yang langsung saja menyelinap di dada bidangnya.tangannya perlahan mengepal erat sedangkan tatapan matanya tadi yang nampak biasa dan bersikap hormat kini berubah menjadi tatapan penuh kebencian pada pria paruh baya yang akan jadi ayah mertuanya itu.
" Apa anda ingin mengajak bercanda.?!" Tanyanya dengan wajah tak percaya
" Saya bukan tipe pria yang suka main main dalam berucap apalagi mengajak pria yang statusnya dikalangan bawah status sosialnya seperti kamu anak muda." Ucap Pria itu sembari memberi tatapan sinis pada calon menantunya
Entah sudah seperti apa wajah Ibra saat ini karena benar benar menahan kesal dan amarah karena mendapat penghianaan yang menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang laki laki.
" Saya baru tau ada orang tua seperti anda yang tega menyakiti Hati putri kandungnya sendiri,merampas dengan paksa sumber kebahagiaan putrinya,padahal figur anda adalah seorang ayah.." Cetus ibra di iiringi dengan senyum smirknya
__ADS_1
" Hahaha sayangnya saya tidak butuh bualanmu anak muda,karena saya yang lebih tau apa yang terbaik buat anak saya,bukankah semua orang tua akan melakukan berbagai cara demi membahagiakan anak anaknya salah satunya demi menyelamatkan putri nya dari kesialan hidup karena bersama dengan pria miskin yang sampai kapanpun tidak akan mampu menjamin kelayakan hidupnya." Ucap Seto dengan suara lantang dan penuh ejekan.
Dada Ibra bergemuruh hebat otot otot di rahang tegasnya berubah memerah seiring dengan luapan emosinya.
" Jadi jangan pernah menyianyiakan kesempatan ini,saya tahu betul kamu tidak akan pernah bisa sanggup membahagiakan putri saya karena putri saya sedari kecil sudah hidup dengan kemewahan.apa jadinya dia jika ku izinkan hidup dengan pria yang sama sekali tak bisa menjamin masa depannya." Ucap Seto berapi api
" Untuk itu saya datang kesini untuk memberi penawaran menarik untuk kamu,saya akan membayar Semua biaya pengobatan oprasi ibumu bahkan sampai sembuh tapi dengan syarat tinggalkan putri saya,Sera.!" Imbuhnya lagi dengan tegas dan suara penuh penekanan
Sejenak Ibra berfikir menimbang nimbang apa yang harus dia lakukan,sekelebatan bayangan wajah dua wanita yang amat dia cintai pun terlintas di depan matanya.mana mungkin Ibra bisa merelakan keduanya pergi.namun saat ini dia benar benar tidak ada pilihan dia harus dengan terpaksa merelakan diantara mereka berdua untuk melepaskan,setidaknya dia tidak kehilangan nyawa wanita yang sudah susah payah melahirkan dirinya.maka dengan sangat berat hati akhirnya dia harus tega melepas cintanya.
Perlahan Ibra menghela nafas kasarnya mencoba menetralkan gemuruh didadanya.
" Baiklah saya akan melepaskan putri anda,tapi saya minta waktu untuk mencari alasan pada putri anda untuk membatalkan pernikahan kami." Tutur Ibra diiringi dengan suara lirihnya
" Tidak perlu.!"
Ibra memicingkan matanya menatap curiga pada pria paruh baya tersebut." Apa maksud anda.?"
" Pernikahan itu akan tetap berjalan semestinya,namun tepat sehari setelah acara ijab Qabul kalian.kamu harus segera Pergi sejauh mungkin dari Putri saya ,Sera..!" Tegas Seto dengan suara penuh penekanan.
Kedua mata Ibra terbelalak dia tidak percaya ucapan seperti itu akan keluar dari mulut pria paruh baya itu.
" Apa anda ingin membuat perasaan putri anda terluka terlalu dalam.?" tanyanya dengan tatapan menusuk dan disambut dengan gelak tawa dari pria dihadapannya itu
" Saya lebih tau tentang putri saya,lebih baik dia tersakiti dengan cara seperti ini supaya bisa segera lepas dari jeratan pria sepertimu.!"
Rahang Ibra sudah mulai mengeras,benar benar pria ini membuat emosinya naik ke ubun ubun pikirnya untung saja dia masih bisa berpikir jernih mengingat pria itu lebih tua darinya plus ayah dari calon istrinya kalau tidak ingat itu mungkin ibra sudah menghajar habis habisan pria paruh baya bermulut pedaas itu.
" Cepat ambil keputusan karena saya tak punya waktu berdebat denganmu."
Tiba tiba bunyi suara darurat keluar dari ruang perawatab ibunya,dan dokter hasan dan para suster berlari berbondong bondong menuju ruangan dimana ibunya tersebut tergolek lemah tak berdaya disana.
" Dok apa yang terjadi dengan ibu saya.?" Tanya ibra dengan panik
" Ibumu kembali anfal,dan kami semua harus melakukan tindakan oprasi secepatnya kalau tidak nyawa ibumu jadi taruhannya.permisi." Ucap sang dokter yang langsung masuk kedalam ruang tersebut mengabaikan Ibra yang sudah terduduk lemah di lantai dengan wajah frustasi
" Bagaimana?kamu lebih memilih melihat ibumu meregang nyawa didepan matamu,atau memilih kehilangan cintamu.?" Tanya Seto sambil menundukan wajahnya di sertai dengan seringai liciknya
Perlahan Ibra mengangkat Wajahnya dan menatap nanar pria itu.
" Selamatkan Ibuku..!" Lirihnya dan mendapat balasan senyum penuh penekanan oleh pria paruh baya itu.
Flasback Off
Srakkkkkk
" Arghhhhhhhh...." Teriak Ibra tertahan dan langsung mendadak mengerem pedal gas mobilnya tepat didepan Sebuah bangunan tinggi yang menjadi Apartemen lama miliknya.
Dengan Menahan amarah yang meletup letup dan membuncah di dadanya,berulang kali Ibra menghembus nafas kasarnya.
" Kamu bisa ibra kamu bisa..ingat saat ini dia butuh bantuanmy,kesampingkan semua egomu." Gumamnya dengan nafas terengah engah menahan amarah sambil melirik kearah wanita cantik yang masih duduk disampingnya dengan tak sadarkan diri.
_ Bersambung_
Lanjut upnya nanti malam ya...
__ADS_1
Kasih dukungannya dengan cara tekan Tombol Like,komen dan suscribe nya jika suka
Happy reading