Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Bukan Selera saya


__ADS_3

Menyadari siapa sosok yang kini tengah di hadapannya sambil mengusap pipinya,sera pun tergelonjak kaget dan mengundurkan langkahnya untuk menjaga jarak,dengan pria yang memang niat akan dia temui malam ini,sesuai permintaan pria yang menjabat sebagai bosnya itu tadi siang.


" Mas ibra..." Pekik Sera dengan suara nyaris tidak terdengar karena diselimuti oleh isakan tangisnya.


Bahkan Sera tak mengira jika kedatangannya ke restoran ini malah mengundang banyak luka,saat dirinya tak sengaja melihat Yudha tengah makan malam dan tak malu mengumbar kemesraan mereka di depan umum.


Rasa sakit sebelumnya belum sepenuhnya mengering,kini ditambah lagi sakit yang ditorehkan oleh sepasang kekasih luknut itu.tapi sebisa mungkin sera tak ingin menunjukan dirinya terlihat lemah didepan mereka termasuk pria yang baru saja mengusap buliran bening dari sudut matanya itu.


" Kamu lihat kan pria seperti apa yang barusan kamu tangisi.?"Seru Ibra membuat Sera mendengkus kesal


" Bukan Urusanmu.!" Ketus Sera dan ingin melangkahkan kakinya pergi namun berhasil dicekal oleh ibra


" Mau kemana?"


" Pergi.!"


" Kita bahkan belum sempat bicara " Seru ibra


" Nggal jadi.!"


" Kenapa.?" Lagi lagi ibra berusaha memancing emosi sera,dan entah mengapa dia malah menyukai sikap sera yang begitu judes dan ketus padanya,hal itu membuat Ibra sangat gemas dengan wanita di depannya itu.


" Lain kali aja." Ketus sera


" Nggak bisa.!"


" apaan sih,lepasin mas.!" sentak sera saat ibra kembali mencekal pergelangan tangannya.


Bahkan tak tak tanggung tanggung pria yang masih memakai setelan baju kerjanya itu malah mencondongkan tubuhnya supaya lebih dekat dengan sera,sontak saja membuar sera langsung membulatkan kedua matanya,lalu membisikan sesuatu di telinga sera.


" Jangan tunjukan kelemahanmu didepan mereka,mari kita balas perbuatan mereka." Bisik Ibra tepat di daun telinga sera dengan suara serak namun begitu sensual terdengar telinga sera.


Sera tersentak kaget mendengar suara Ibra yang begitu lembut diindera pendengarannya.seketika saja langsung membuat detak jantungnya berdegub tak beraturan.bahkan detak jantung keduanya terdengar saling bersautan satu sama lain


Deg


Deg


Deg


Tatapan mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain,tak lama kemudian tangan ibra kembali terulur mengusap lembut pipi sera yang entah sudah berubah seperti apa saat ini yang jelas sera sampai tergugu hingga tubuuhnya serasa tak bisa digerakan sama sekali.perlakuan ibra kali ini benar benar tak pernah terbesit sebelumnya didalam benak nya.


Tanpa mereka sadari Ada sosok pria yang sudah berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya dan bersiap menghampiri mereka.

__ADS_1


" Sayang kamu mau kemana.?" tanya Liana yang merasa heran dengan perubahan sikap yudha


" Tunggu sebentar aku mau menghampiri mereka." Ucap yudha dingin lalu beranjak dari tempat duduknya membuat liana kelimpungan dan juga ikut beranjak mengekori yudha dari belakang


Disaat Yudha berjalan menghampiri mereka,terlihat Ibra tersenyum samar lalu malah merengkuh pinggang ramping sera supaya lebih mendekat dengan tubuhnya.sontak saja hal itu membuat wajah Sera memerah bukan main antara marah dan juga tersipu malu.


" Mas..!" Pekik Sera sambil melotot kearah Ibra,sedangkan Ibra hanya menampilkan seringai lalu melirik kembali yudha lewat ekor matanya yang tengah berjalan tergesa gesa menghampirinya.


" Sorry Aku reflek...takut nanti kamu jatuh." Ucapnya dengan santai lalu kembali menegak tubuhnya dan melepaskan rengkuhannya pada pinggang ramping sera.


Sera di buat terkejut dengan ucapan Ibra yang tak masuk akal,belum sempat membalas ucapan Ibra tiba tiba saja ada tangan kokoh yang menarik tubuhnya dengan kasar.


" Sera.! Sedang apa Kau disini.!" Bentak Yudha usai menarik Tangan sera dengan kasar


" Mas yudha.!" Pekik Sera dengan marah


" Hei..jangan terlalu kasar sama wanita." Seru Ibra memperingati Yudha.


" Diam Kau.!" Bentak Yudha sambil menunjuk nunjuk wajah Ibra dengan penuh emosi.sedangkan Liana hanya berdiri mematung dibelakang mereka dan mengambil beberapa jarak oleh ketiga orang tersebut.


" Saya tidak bisa diam jika ada seorang pria bermain kasar pada perempuan,itu sama saja menjatuhkan harga diri sesama pria karena beraninya main fisik sama perempuan.!" Ibra tak kalah memberi tanggapan menohok pada yudha membuat pria itu semakin murka.


" Jangan ikut campur urusan gue sama dia,karena dia istri gue.!" Bentak Yudha


" Bangsadt ! Lo.!" Sentak Yudha sambil menarik kerah kemeja Ibra.


Namun dengan cepat itu menyentaknya dengan kasar,setelah cengkraman Yudha lepas Ibra menepuk nepuk bajunya seakan ada kotoran yang menempel padahal tidak ada satupun kotoran yang menempel.


Lalu Ibra beralih menatap Yudha dengan tatapan Remeh.


" Yang Bangsadt itu kamu,karena sudah tidak punya malu menyakiti istrimu bersama wanita lain.dan lihatlah disaat ada seseorang yang ingin menenangkan istrimu,kamu malah marah marah tidak jelas." Ucap Ibra memberi sindiran pada Yudha." Lalu apa namanya kalau bukan pria bangsad?!" Kelakar Ibra sambil terkekeh pelan


Sedangkan Sera berusaha berontak untuk lepas dari cekalan tangan Yudha,hingga tak sengaja membuatnya sedikit terjungkal kebelakang saat berhasil menghempaskan cekalan tangan Yudha,beruntung ada Ibra dibelakangnya sehingga membuat pria itu menahan tubuh Sera sehingga tidak benar benar jatuh.


" Sera..kamu nggak apa apa.?" Tanya Ibra menatapa khawatir pada sera ketika berhasil menangkap tubuh sera


Sera menggeleng lemah,dan sempat tergugu karena berada ditengah tengah dua pria yang sama sama pernah memberinya luka.


" Sialan.!Lepaskan istriku.!" Bentak Yudha


Yudha pun terlihat bergerak maju sambil mengepalkan tangannya untuk memberi sebuah bogeman mentah bagi pria yang baginya kurang ajar itu.namun kalah cepat karena Ibra terlebih dulu Menghadiahi bogeman mentah di wajah tampannya.


Sedangkan Sera bersembunyi dibelakang tubuh tegap milik Ibra.

__ADS_1


BUGH


" Akhhh..bangsadt.! Erang Yudha sambil mengusap sudut bibirnya yang sudah mengeluarkan darah segar dan terhuyung ke belakang,namun tatapan penuh kebencian.


tetap tertuju pada ibra.


Tiba tiba saja petugas keamanan pun datang dan melerai mereka berdua,saat yudha berusaha mengambil ancang ancang akan balik menyerang Ibra.


" Hentikan ada apa ini." Seru dua security melerai dua pria tersebut.


Terlihat salah satu pria tersebut memberi Hormat sejenak saat melihat sosok Ibra di hadapannya.


" Ada apa ini .?" Tanya nya sambil menurunkan suaranya


" Pria ini sudah mengganggu istri saya pak." Ujar Yudha berapi api.sedangkan Ibra terlihat hanya menghela nafas dan memijit keningnya saja


Kedua security itu saling tatap sebelum akhirnya berkata." Maaf kalau bisa urusan rumah tangga diselesaikan di rumah jangan di tempat umum,dan jangan membuat kegaduhan disini." Ujar salah satu security tersebut


" Maaf atas tindakan kami yang kurang menyenangkan ini." Tutur Ibra dengan ramah dan kedua security itu mengangguk pelan


Sedangkan Yudha hanya mendekus kesal dan melongos begitu saja sambil menarik Sera keluar dari restoran tersebut dan membawa sera masuk kedalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempat tersebut.


" Ikut aku." Seru Yudha membawa Sera pergi sambil langkah sera setengah menyeret.


Sedangkan dua petugas keamanan pun pamit undur diri,Lalu Ibra berniat untuk menyusul Sera namun langkahnya terurung saat tiba tiba saja Liana menghadang jalannya.


" Hai masih ingat aku nggak.?" tanya Liana basa basi sambil memperhatikan penampilan Ibra yang begitu rapi dan sangat terlihat tampan,tampak seperti seorang pengusaha berkelas.


Ibra hanya melirik sekilas wanita didepannya itu,namun Liana malah mengulurkan Tangannya." Aku Liana...sahabatnya....Sera..masih inget kan sama aku?" tanya Liana sok akrab karena dia yakin kalau pria yang ada di hadapannya ini adalah mantan suami pertama sera,karena dulu Liana sempat dikenalkan oleh sera sebelum mereka menikah.


Liana akui dulu Ibra adalah laki laki biasa yang mungkin baginya tidak ada artinya dimatanya,namun sekarang lihatlah sosok pria itu sudah menjelma seperti seorang pangeran,yang justru kini menarik pusat perhatiannya.


Liana terus mengembangkan senyuman manisnya sambil terus mengulurkan tangannya,namun bukannya di sambut balik oleh Ibra itu malah melongos tanpa melirik sedikitpun padanya,dan terakhir sebelum pria itu pergi meninggalkan Liana malah melontarkan kata pedas dan tatapan remeh pada Liana.


" Maaf Kamu bukan selera saya..." Ucap Ibra dengan Tegas dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Liana yang masih mematung dan tergugu dengan perlakuan ibra.


" Astaga baru kali ini ada Pria yang tak melirikku sama sekali...Apa hebatnya juga sisera yang jelek dan kuper itu..." Celetuk Liana dengan wajah ditekuk berkali kali lipat sambil menghentak hentakan kakinya.


_Bersambung_


Happy reading


Jangan lupa kasih dukungannya jika suka

__ADS_1


__ADS_2