Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Bau Parfum siapa ini ?


__ADS_3

" Mas kamu mau kemana?"tanya sera yang kini juga ikut mengekori suaminya itu masuk ke dalam kamar mereka.


" Balik lagi lah." Jawab acuh Yudha,sambil melepaskan kemeja kerjanya dan melempar dengan asal


" Maksud kamu balik kemana mas?kamu kan baru saja pulang." tanya Sera dengan wajah bingungnya mengekori kemana pun suaminya melangkah.


" Bukan urusan Lo..!"


" Tapi aku ini istrimu mas,kamu harus ingat itu.!" Sentak sera dengan suara pelan namun sedikit menekan di akhir kalimat,Mulai saat ini sera harus bersikap tegas dia sudah tidak mau di bilang istri lemah,menye menye dan gampang tertindas.


" Ckkkk Bawel amat sih Lo.nggak usah cerewet.!"


" Tapi aku berhak tanya mas.!"


Yudha tersenyum miring sambil menatap istrinya sekilas lalu berkacak pinggang menatap tajam istrinya.


" Memangnya Lo siapa hah?udah mulai sok ngatur ngatur jadi istri gue Lo.!"


" Bukan Sok,tapi lebih tepatnya harus.!" Tegas sera tak mau kalah balik menantang


" Ckk...!" Yudha berdecak kesal mendengar penuturan istrinya barusan.


Namun Dia kembali mengabaikan Celotehan istrinya itu,lalu mengambil sebuah koper kecil yang ada di Walk in closed.


" Mas ! Kamu itu mau kemana lagi ?" Tanya sera sambil menyentak tangan suaminya yang sedang memasukan beberapa potong baju ke dalam kopernya


Yudha Menatap tajam istrinya itu,lalu mencengkram rahang indah milik sera." Jangan ikut campur urusan gue.!"


" Tapi aku berhak tau kamu pergi kemana mas,dan sama siapa.karena aku ini istrimu istri sahmu.!" Ucap sera dengan tegas sambil menyingkirkan cengkraman dari tangan suaminya itu.


" Diam..!" Bentak Yudha yang langsung membuat Mulut sera terbungkam.


Keduanya saling menatap dalam diam,pandangan mereka saling bertemu sebelum akhirnya Yudha terlebih dulu mengakhiri dan langsung pergi begitu saja,sambil menyeret koper yang ada di genggaman tangannya.


Air mata Sera Luruh seketika,sambil menatap nanar punggung suaminya yang kini sudah mulai lenyap dari pandangannya,setelah pintu kamar tertutup kembali dengan keras,karena pria itu membanting pintu hingga menimbulkan suara yang amat keras memekakan gendang telinga.


Sera memejamkan matanya sejenak,diiringi dengan buliran krystal bening yang turun dari kedua netra miliknya.

__ADS_1


" Sabar Sera,kamu harus sabar...ingat disini sepenuhnya juga bukan salah kamu,jadi kamu harus bisa sabar menghadapinya." batin Sera menyemangati dirinya sendiri yang merasa saat ini benar benar berada di titik terendahnya.


-----


Sementara Itu Yudha nampak kesal sekali dengan sikap Sera berusan,tapi entah kenapa tiba tiba saja perasaannya jadi tidak menentu,tanda dia sadari ada rasa iba menginggap dihatinya,saat tadi menatap bola mata milik istrinya itu.


" Sial...!" Umpatnya sambil memukur stir,wajahnya nampak kacau,berulang kali membuang nafasnya dengan kasar dan juga mengusap wajahnya.


Bayang bayang wajah Nelangsa sera tadi terus saja terbayang bayang di matanya.


" Tidak.Aku nggak boleh Lemah menghadapi wanita sialan itu,aku harus tetap pada tujuan utamaku menikahinya.! Pernikahan yang sama sekali tidak pernah aku inginkan." Ucapnya menggumam meyakinkan diri sendiri


" Ingat Yudh Hanya Liana satu satunya wanita yang ada dihati kamu,bukan wanita lain apalagi wanita seperti itu itu." Sambungnya Lagi sambil mengukir senyum palsu yang jauh dilubuk hatinya saat ini sangatlah berbanding terbalik hanya saja dia tetap tidak mau mengakui perasaan yang kini mulai menghinggapi hatinya itu.


-----------


" Sera..." Teriak mama ranti yang terus saja memanggil nama menantunya itu.


Sera yang baru saja turun dari tangga sambil membawa ranjang pakaian kotor itu mempercepat langkahnya menuruni anak tangga.


" I iya ma.." Jawab Sera sambil kedua tangannya menggamit keranjang kontor


" Maaf ma tadi sera nggak denger soalnya lagi milihin baju baju kotornya mas yudha." Ujar sera membela diri


" Kan bisa kamu tinggal dulu bodoh.!" Ketus Mama ranti sambi menonyor kepala sera.


Sera yang Mood nya sudah Hancur kini sudah tidak membendung emosi dan kekesalannya.dengan tekat berani Wanita itu mulai membalas sorot mata mertuannya dengan menantang.


Keranjang pakaian yang dia gamit pun perlahan mulai dia lepas,berganti dengan tangannya yang bersidekap dada


Membuat wanita paruh baya itu mendelik tak menyangka jika menantunya kini sudah mulai melawannya.


" Hei kenapa menatap mama seperti itu?udah mulai berani melawan sama mama hah?!" Sembur mama ranti


Sera mengulas senyum miringnya." Bukankah dirumah ini yang lebih berhak dan berkuasa adalah saya mama ranti Mareta yang terhormat." Seru sera dengan menampilkan senyum meremehkan


" Heh dasar menantu kurang ajar,udah mulai berani tidak sopan kamu ya sama mama mertua kamu.!" Bentak mama ranti tak terima

__ADS_1


" Sera bakalan sopan dan segan sama mama,kalau mama juga bisa berlaku baik sama sera,bukan malah seperti ini." Cetus Sera tak mau kalah dan malah balik menantang mama mertuanya itu.


Tangan mama ranti sudah terangkat keatas dan akan mendarat dipipi putih sera,namun dengan sigap menahannya dan mencekal lengan wanita paruh baya itu.


" Berani sekali kamu ya.!" Hardik Mama ranti dengan wajah sudah merah padam


Sera mengulas seringai kecil menatap wajah kesal mama mertuanya itu.dia sadar saat ini sudah tidak mempunyai siapa siapa. Tidak akan ada orang yang akan peduli dan membelanya.bahkan suaminya sendiri yang dia harapkan untuk melindunginya pun nyatanya kini malah tega menyakitinya.


Jadi mulai sekarang dia harus bisa berdiri diatas kakinya sendiri tanpa bantuan dari orang lain.


" Lepasin tangan mama sera!" Hardik mama ranti yang merasa menantunya itu tak kunjung melepaskan cengkaraman tangannya


Sera pun perlahan mengendurkan tangannya lalu melepaskan tangan mama mertuanya itu dari cengkramannya.


" Kalau mama masih ingin tinggal dirumah ini lebih lama lagi,mulai sekarang mama harus bisa bersikap baik sama sera.karena aku bisa saja mengusir mama kapanpun sera mau.!" Ucap sera diiringi dengan senyum smirknya.


Sebelum akhirnya memungut kembali ranjang pakaian kotor,yang sempat dia tarus dilantai dan pergi begitu saja melewati mama mertuanya yang sudah dongkol bukan main


" Dasar Menantu kurang ajar sudah berani sekali diam mengancamku,lihat saja nanti siapa yang bakal keluar duluan dan ditendang dari rumah ini,tunggu saja tanggal mainnya wanita bodoh." Gumam mama ranti sepeninggal menantunya yang pergi kearah belakang,tepatnya di dapur.


-------


Sera yang kini sudah berdiri didepan mesin cuci pun mulai memasukan beberapa potong baju kotor kedalam mesin cuci yang sebelumnya sudah dia isi terlebih dahulu dengan air dan juga detergen pencuci pakaian.


Dengan gaya santai dan senyum mengembang yang terus mengukir di bibir tipisnya itu perlahan mulai memasukan beberapa potong baju kotor miliknya dan juga milik suaminya.


Namun saat akan memasukan salah satu potong baju kemeja Yang kemarin dipakai suaminya itu tiba tiba mengurungkan niatnya,saat menyadari ada aroma bau parfum yang bukan seperti biasanya suaminya pakai.


Sera mencium aroma parfum yang menempel dikemeja itu,mengendus endus memastikan bau parfum siapa yang menempel di baju suaminya itu.


Dan dia baru menyadari jika bau parfum tersebut adalah bau parfum khas yang biasa dipakai wanita pada umumnya.


Kedua alisnya terangkat keatas sambil menatap penuh curiga pada baju suaminya.


" Bau parfum milik siapa ini.?!" Tanyanya dalam hati


_Bersambung_

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungnnya jika suka


Happy reading


__ADS_2