
Disisi Lain Ibra membawa pergi dari tempat terkutuk yang hampir akan Membuat nyawa sera melayang begitu saja.sera yang duduk dikursi penumpang bagian depan,kini hanya diam saja,pandangannya menatap keluar jendela,sedangkan Ibra masih fokus dengan menyetir di balik kemudinya membelah jalanan kota di bawah dinginnya malam ini.
Dan...lagi dan lagi Ibra selalu menjadi penyelamat disaat sera sedang dalam keterpurukannya.
Kedua nya pun terlihat saling diam satu sama lain,berkutat dengan pikiran mereka masing masing.namun sesekali Ibra melirik kearah wanita yang berada disampingnya itu lewat ekor matanya.
Sedangkan Sera,wanita itu memalingkan muka dia bahkan tak berani sedikitpun menoleh kearah samping dimana pria yang pernah menjadi pusat dunianya dulu berada disampingnya,dia sadar kalau Ibra sedari tadi memperhatikannya,namun sera berpura pura bodoh dengan cara terus memalingkan wajahnya.
Sera tak habis pikir kenapa disaat dirinya di buang suaminya,layaknya sampah yang tak berguna disaat itu pula sang mantan suami dialah yang memungut dirinya,sedangkan dirinya sendiri selalu menjaga jarak dan bersikap ketus agar pria itu tak terus menerus mendekatinya,karena sakit yang pernah diberika itu dulu masih sangatlah berbekas,meski saat ini dia kembali mendapatkan sakit dan luka yang lebih dalam lagi dari pria lain yang berstatus suami dari pilihan kedua orang tuanya.
Sungguh sera benar benar tidak menyangka jika dia harus mengalami nasib yang begitu tragis seperti saat ini.
" Aku antar kamu pulang ya?...dimana tempat tinggalmu sekarang..?" Tanya Ibra membuka suara terlebih dulu,dan memecah keheningan
" Turunin aku didepan saja."
Ibra menghela nafasnya,mendapat sikap dingin dari sera,bahkan wanita itu menjawab pertanyaannya pun tan menoleh ke arahnya.
" Ini sudah malam,tidak baik buat kamu,aku akan tetap mengatarkanmu pulang.!" Sahut Ibra dengan suara tegas
Hal itu sontak saja membuat sera mengalihkan pandangannya pada dirinya.
" Terimakasih atas tawarannya tapi itu nggak perlu mas,karena aku masih sanggup pulang sendiri.!" Ketus sera dan menatap nanar wajah tampan milik mantan suaminya itu.
Srakkkkkkkk
Ibra pun langsung spontan mengerem gas mobilnya lalu menepikan mobil itu di pinggir jalan raya.
Pria itu beralih menatap sera dengan tatapan yang tak bisa terbaca.terpancar jelas tatapan sangat mendalam di balik wajah teduh milik seorang Ibra.Bahkan jantung sera tiba tiba berdegub kencang karena mendapat tatapan dari seorang ibra yang menghujam sampai menembus hatinya.
" Mau sampai kapan kamu terus menerus dengan keras kepalamu.?"
__ADS_1
" Apa aku perlu menjawab pertanyanmu.?" bukannya menjawan Sera malah balik tanya.
" Ya Harus.!"
" Ku rasa itu tidak akan penting bagimu."
" Apa aku perlu memaksamu?" Kali ini pertanyaan ibra berubah lebih menuntut
Sera tertawa sumbang ,sesekali membuang mukannya dan kembali menatap Ibra dengan diiringi ulasan senyum getirnya.
" Aku tidak suka di paksa.! Anda tau itu kan Tuan muda Ibraksa yang terhormat.?!" Cetus Sera seolah menyindiri pria itu
Ibra sudah tidak bisa menahan lagi,kali ini dia benar benar tak bisa membendung lagi perasaannya dengan Cepat Ibra menari tubuh sera untuk lebih merapat,diangkatnya tubuh ramping itu dan dia dudukan diatas kedua pahannya,membuat wanita itu memekik kaget .
"Akhhh..apa yang kamu lakukan.!" Pekik sera dengan wajah paniknya sedangkan Ibra seakan menulikan pendengarannya.
" Lepas turunkan aku.!" Sentak sera sambil berontak yang justru membuat pria itu semakin mengeratkan rengkuhannya.
Sera semakin melotot dan menatap tajam Ibra,sedangkan Pria malah melayangkan senyum penuh arti yang membuat wanita kesal bukan main.
" Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi Ra.! Sudah cukup selama ini aku menanggung beban ini sendirian.!" Tegas Ibra
Deg
Mendengar Perkataan Ibra barusab,membuat Sera tertegun bukan main,dia tidak mengerti apa maksud dari ucapan mantan suaminya barusan,beban yang bagaimana yang di maksud pria yang menurutnya bertindak kurang ajar pada dirinya saat ini
" Hentikan omong kosongmu mas ! Dan cepat lepaskan aku.!" Sentak sera tubuhnya terus memberontak diatas pangkuan Ibra
Namun agaknya pria itu tak mengindahkan dan tak bergeming sekalipun,bahkan di matanya Istri orang itu terlihat sangat menggemaskan,dan membuatnya Tidak sabar untuk merebut wanitanya itu dari tangan laki laki bajingand seperti Yudha.
Ibra menatap Lekat lekat manik mata sera,membuat pandangan mereka saling bertemu satu sama lain.bahkan deru nafas mereka saling beradu menerpa kulit wajah mereka masing masing.
__ADS_1
" Kamu tahu selama tujuh tahun lebih aku menantikan pertemuan ini Ra,dan aku sangat sangat menantikan saat saat seperti ini,dimana jarak kita sangat dekat tanpa terkikis jarak apapun seperti ini." Lirih Ibra dengan tatapan yang meneduhakan.
Hal itu sontak saja membuat Getaran getaran aneh di jantung sera berdetak cepat seperti orang yang lagi lari maratoon.
" Kamu jangan Gila mas,aku ini masih istri Orang.!" Cetus Sera
" Dan sebentar lagi kamu akan jadi Istriku kembali.!"
" Hah...?"
Mulut sera menganga begitu saja mendengar jawaban ibra yang membuatnya kalah telak,pria itu benar benar tidak tau adab lancang sekali dia mengeklaim dirinya akan menjadi istrinya kembali.
Dasar pria tak berperasaan batin sera meski jauh di lubuh hatinya memang masih tersebat nama pria itu,namun sera sudah bertekad tidak akan pernah mudah lagi dengan tipuan muslihat oleh orang orang yang pernah menabur luka dihatinya meski sekalipun orang itu masih menjadi sebagian penghuni relung hatinya.namun bagi sera tidak semudah itu forguso.....
Sera yang dulu dan yang sekarang sudah berubah.sera yang lemah dan mudah takluk dengan gombalan para buaya jantan tak punya akhlak yang bisa menabur luka tidak akan mudah lagi ditipu.Sera yang sekarang akan tetap pada pendirian yaitu tak akan pernah mudah lagi membuka hati dan memberi ruang pada orang orang seperti itu.
Sera menyunggingkan bibirnya dengan tatapan sinis,entahlah saat ini dia rasanya ingin menumpahkan rasa kekesalannya pada semua orang yang telah menyakitinya,dan ternyata Pria yang ada didepannya ini datang dengan sendiri menawarkan diri untuk menerima segala pelampiasan sera.
" Percaya diri sekalian anda Tuan muda ibraksa yang terhormat." Sindir Sera namun tak juga membuat pria itu jera dengan kata kata pedas yang di lontarkan oleh wanitanya itu.
" Tentu aku sangat percaya diri Nona Sera amariliz yang cantik..." Bahkan Ibra seakan akan menanggapi sindiran Sera dan dia pun ingin mengajak sera bermain main dulu
" Cuiiihhh...bualanmu sungguh receh Pak Ibra..." Sera berdecih dan menatap sengit pada ibra membuat pria itu tergelak
" Baiklah akan ku buktikan jika bualanku bukan hanya sekedar bualan receh semata" Ujar Ibra dengan lugas
Sera pun memicingkan mata menatap penuh curiga dan bertanya lewat sorot matanya,membuat ibra kembali mengulas senyum penuh arti sebelum akhirnya berkata
" Baiklah Akan Ku Rebut Kamu darinya..." Ucap Ibra dengan suara lugas dengan tatapan penuh keseriusan.
Membuat Sera tertegun dan kembali kalah telak dengan perkataan seorang Ibraksa Narendra wijaya yang tak lain sekarang menjadi Bosnya sendiri tempat dimana dia bekerja.
__ADS_1
Bersambung
Happy reading