
Usai berpamitan pada melika,Rendy,Ibra dan Juga Sera pun bergegas masuk kedalam mobil,dan langsung menuju di pengadilan Agama.
Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai disana,ketiganya pun langsung keluar dari dalam mobil setelah sampai di tempat persidangan.
Di persidangan perdananya ini sera kembali menguatkan hati dan memantapkan dirinya supaya bisa mengambil antisipasi jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Sera pun melangkahkan kakinya untuk segera masuk ke dalam ruang persidangan diikuti oleh Ibra dan juga Rendy yang juga ikut masuk dan memilih duduk di belakang bersama beberapa saksi yang ikut menyaksikan jalannya persidangan ini.
Ternyata Di depan sana Yudha sudah duduk terlebih dulu menghadap ke arah Hakim.atau petugas pengadilan.
tak lama kemudian sera pun dipersilahkan untuk duduk di samping Yudha.
Sesaat kemudian Yudha dan sera saling melirik satu sama lain,hingga akhirnya sera kembali membuang muka meski sera tau Yudha masih tetap pada posisinya tapi sebisa mungkin sera tak menghiraukannya,dia mulai fokus dengan acara sidang di mulai
" Saudara Sera Amariliz apa anda benar benar sudah memutuskan secara matang untuk berpisah dengan suami anda..?" Tanya salah seorang petugas pengadilan yang mengawal agenda mediasi kami.
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut,sera pun sempat menoleh kearah yudha yang ternyata tak melepaskan pandangannya dari dirinya.pria itu terlihat sedikit menyunggingkan bibirnya seolah menyematkan senyuman penuh arti.
Setelah itu sera pun kembali mengalihkan pandangannya ke depan menatap sang petugas pengadilan,terlihat sera pun sedikit menghela nafasnya sejenak lalu berkata." Benar pak saya sudah setuju dan menerima gugatan cerai darinya ,karena saya rasa kami memang sudah tidak ada kecocokan dan berkumpul kembali.!" Jawab sera dengan mantap dan lugas.
" Tapi maaf pak,setelah saya pikir pikir ternyata saya berubah pikiran." Potong Yudha membuat semua orang disana melongo bukan main.bahkan sera sampai spontan menoleh kearah pria itu
" Apa maksud dia,kenapa bicara seperti itu." .Kata sera membatin
" Apa alasan anda berubah pikiran.?" tanya pak petugas pengadilan,dengan serius
" Setelah saya mempertimbangkan semuanya saya kira saya masih ingin mempertahankan rumah tangga saya pak,karena saya baru tahu kalau ternyata...." Yudha menjeda ucapannya dan kembali melirik kearah sera yang wajahnya terlihat tegang." Istri saya saat ini dalam keadaan mengandung." Imbuhnya kemudian
Jujur saja langsung membuat sera geram bukan main,bahkan dibelakang sana terlihat Ibra sampai melepaskan kacamata hitamnya,tangannya pun terlihat mengepal kuat rahang kokohnya pun terlihat mengeras menahan amarah
Kelima petugas pun saling melempar pandang ,terlihat nampak bingung saling bercakap cakap seperti mempertimbangkan sesuatu.
" Maaf tapi disini tercatat bahwa anda sudah menjatuhkan talak 3 pada istri anda.."
" Waktu itu saya sedang dalam keadan khilaf bercampur emosi pak,namun dalam hati dan benak saya tak sedikitpun berpikiran sampai sejauh itu ." Jawab Yudha menyangkal petugas tersebut.
" Begini Pak Yudha,kami akan menjelaskan sedikit tentang Talak tiga.berdasarkan AlQuran surat Al Baqarah ayat 230,kalau misalkan seorang suami sudah menjatuhkan talak tiga pada seorang istrinya,maka perempuan itu sudah tidak halal lagi baginya,apalagi untuk mengawininya lagi,sebelum perempuan itu menikah lagi dengan laki laki lain.intinya si istri harus menikah terlebih dahulu menikah dengan pria lain dan melakukan persetubuhan dengan suaminya sebagai wujud inti perkawinan tersebut.setelah itu pasangan suami istri itu bercerai pula,dan melewati massa Iddah barulah anda bisa rujuk dan menikah dengan istri anda pak,kurang lebihnya seperti ini prosesnya."
"Jadi anda tidak bisa membatalkan atau menarik tuntutan gugatan cerai anda dengan alasan apapun meskipun dengan keadaan si istri saat mengandung sekalipun,karena memang talak tiga ini hukumnya lebih berat dari pada talak satu atau tiga." Imbuh petugas pengadilan tersebut
Terlihat wajah yudha kembali memerah mungkin karena menahan kesal dan amarah,apalagi tadi mendengar penjelasan dari petugas tersebut jika ingin rujuk kembali pada sera dan membatalkan gugatan cerainya,maka sera harus menikah terlebih dulu dengan pria lain dan melakukan hubungan suami istri terlebih lalu cerai kembali,baru dia bisa menikahi sera kembali.
Tapi yang jadi pertanyaan siapa laki laki yang akan mau menerima proses seperti itu,kalaupun sera menikah lagi dengan pria lain belum tentu si pria lain mau menceraikan sera kembali dan sera pasti tidak akan mau rujuk dan kembali menikah dengannya lagi,melihat dari sorot mata sera saat ini terlihat menyimpan sebuah sorot mata penuh kebencian pada dirinya.
Hal itu membuat pikiran yudha saat ini benar benar kacau,disisi lain dia merasa ada rasa sesal kenapa tidak memikirkan terlebih dulu hal kedepannya,kenapa dia waktu itu buru buru menjatuhkan talak tiga langsung,kenapa tak menjatuhkan talak satu saja atau talak dua sehingga prosesnya tidak akan serumit ini jika ingin melayangkan rujuk kembali
" Sial..." Batin Yudha mengumpat sendiru kebodohannya.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain Ibra terlihat sangat tersenyum puas penuh kemenangan melihat wajah rivalnya kini terlihat sangat frustasi dan dalam keadaan terdesak seperti ini.
" Tapi pak apa tidak ada pertimbangan lain selain dengan cara seperti itu?maksud saya supaya saya bisa rujuk kembali dengan istri saya tanpa harus membiarkan istri saya menikah lagi?" Yudha mencoba menawar untuk bernegosiasi
Namun kelima petugas tersebut kompak menggelengkan kepalanya,dan itu menjadi tanda bahwa keputasan sudah tidak bisa diganggu gugat oleh pihak manapun.
Terlihat disana Sera nampak menghela nafasnya dengan lega,sedangkan Yudha kembalo bermuram durja karena kali ini dia sudah kalah telak.
" Memang dasar laki laki bodoh,otak udang dia benar benar tidak waras." diseberang sana Ibra mengumpati Yudha dengan cara bebisik bisik pada rendy
" Maklum tuan muda,pria itu sebenarnya masih labil,dia tidak sadar jika sebenarnya sudah jatuh cinta pada istrinya setelah berhasil mendapatkan nona sera sepenuhnya,cuma karenw tertutup ego tinggi dan ambisi kedua orang tuanya,jadinya pria itu menutup mata dan lebih mengutamakan egonya dari pada akalnya." Rendy menimpali juga dengan berbisik
" Bagaimana kau tau itu semua.?" Cetus Ibra,entah kenapa sebenarnya ada rasa tidak rela mendengar penuturan rendy jika yudha sudah mendapatkan wanitanya sudah dimiliki oleh yudha secara utuh sampai wanita itu akhirnya hamil dan mengandung benih pria breengsek itu.
" Saya sudah mencari tau semua informasi lengkap tentang pemuda itu tuan muda."
" Pemuda?" Tanya Ibra sambil menaikan alisnya
" Iya tuan muda,pria itu usianya kurang lebih baru menginjak dua puluh lima tahunan tuan muda."
" Waoow pantas dia nampak seperti laki laki Labil dan juga bajingand." Cetus Ibra disertai serangai ejeknya.
" Baiklah pak yudha sampai disini apa sudah dapat dipahami dan dimengerti.?" tanya petugas tersebut.
" Tapi pak bagaimana dengan hak asuh anak saya yang ada di dalam perutnya?" Yudha terus saja kekeh dengan pendirinya
" Untuk masalah itu nanti musyawarahkan kembali setelah bayi itu lahir pak yudha." jawab salah satu petugas yang sebenarnya sudah mulai agak geram dengan tingkah Yudha
" Baik lah kalau begitu sidang kali ini saya tutup,dan kita lanjut besok untuk menerima sidang putusan.terimakasih.selamat siang." Seru salah satu petugas mengakhiri sidang hari ini karena dilanjut besok.
Akhirnya semuanya bubar,Sera dan yang lainnya pun keluar dari ruang persidangan.
" Tunggu sera.." Yudha berhasil mencekal tangan sera usai keluar dari ruang persidangan
" Apaan sih kamu mas,lepasin." Sentak sera yang tak juga membuat cekalan tangan yudha terlepas
Tak lama kemudian ada tangan kokoh yang menghempas tangan yudha sehingga cekalannya pun terlepas dari tangan sera,lalu sera pun ditarik mundur kebelakang oleh pria yang tak lain adalah Ibra.
" Jangan Ikut campur urusan kami.!" Hardik Yudha tak terima menatap tajam kearah Ibra yang terlihat sangat tenang.
" Jangan berani sentuh dia lagi,karena dia sudah bukan istrimu lagi.!" Tegas Ibra
" Apa Anda tidak mendengar jika hasil putusan sidang masih berlanjut besok,itu artinya sera masih sah istriku.!" Balas Yudha tak terima
" Secara agama dia sudah tidak halal bagimu,karena kamu sudah menjatuhkan talak tiga padanya.! Jadi jangan sembarangan menyentuh dia " Ujar Ibra tak mau kalah
" Hei...lalu apa bedanya dengan dirimu pria pecundang,Lo sendiri seharusnya juga sadar diri Lo itu cuma seorang mantan suami,seharusnya Lo juga sudah tau lah kalau Lo pun tidak halal bagi dia,bangun woi woi."
__ADS_1
Jlebbbb
Ucapan Yudha kali ini benar benar membuat Ibra mati kutu,hal itu membuat Ibra tak bisa menjawab untuk menyangkal perkataan Yudha,namun sebisa mungkin Ibra terlihat tenang dan menguasai dirinya supaya tak juga ikut terpancing emosi,sedangkan Yudha terlihat menyunggingkan senyum remehnya tanda merasa kali ini dia bisa menang.
Ibra pun kembali mengulas senyum manisnya sebelum memberi jawaban balasan dari ucapan yudha,bukan Ibraksa namanya jika tak pandai menyusun sebuah alasan
" Tapi setidaknya saya tak pernah menjatuhkan talak tiga pada sera,sehingga kapanpun dan dimanapun saya mudah sekali rujuk padanya,tidak sepertimu yang harus melewati proses yang begitu rumit dan panjang bukan...?"
Yudha mengepalkan tangannya karena merasa tertampar dengan ucapan ibra barusan,terlihat rahangnya pun mulai mengeras,pria itu kali ini yang di bikin mati kutu oleh Ibra,hal itu membuat Ibra tampak puas melihat wajah yudha yang berubah pias dan bermuram durja saat ini.
" Meskipun anda sendiri pun bisa rujuk dengan sera dengan serangkaian proses yang dijabarkan petugas lagi,tapi jangan kira aku akan dengan mudah melepaskan sera dan kembali menyerahkanmu saat sera sudah kembali padaku,ku harap anda jangan sampai bermimpi jauh sampai sana ya Pak Yudha Mahendra yang budiman..." Cetus Ibra disertai senyum penuh kemenangan
" Cuihhh.apa kau yakin sera akan mudah menerima pria pecundang sepertimu?aku jamin kau tak akan semudah itu mendapatkannya kembali.!" Hardik Yudha namun Ibra tetap tenang dan santai menghadapi lawan yang menurutnya tak sebanding itu
" Kenapa aku tidak harus yakin?apapun juga akan aku lakukan untuk mendapatkan wanitaku kembali dan aku yakin seratus persen jika dalam hati sera masih tetap ada namaku didalamnya.!" Ucap Ibra dengan Yakin
Deg
Hal itu sontak saja membuat sera langsung mengangkat wajahnya,menatap punggung lebar milik pria yang mungkin benar apa yang dikatakan pria itu tadi,bahwa jauh dalam lubuk hatinya masih tersemat nama seorang Ibraksa di dalam hatinya,meski berulang kali sera menyangkan dan mencoba menghapus nama itu,namun tetap sama saja sera tidak bisa.
" Wushhhhh percaya diri sekali kau ini hahaha,dasar mulut sampah.!" Cetus Yudha tak terima dan mengumpat
Lalu tiba tiba saja melayangkan bogeman mentahnya kearah Ibra,namun dengan cepat Ibra menepis tangan Yudha lalu dengan gerakan cepat memelintir pergelengan tangan yudha.
Krekk
Krekkk
" Arggggggghhhh..bangsadt.!" Umpat Yudha mengerang kesakitan kala Ibra memelintir pria tersebut.
" Mas lepasin dia.." Pinta sera
" Aku akan memberinya pelajaran sebentar sama pemuda labil ini." Seru Ibra dengan santai namun tak mengubah posisinya
" Lepaskan dia mas,nanti dis bisa terluka." Desak sera sedikit ada rasa kasihan melihat ayah dari calon bayi yang dikandungnya itu
Namun agaknya Ibra tak mengindahkan ucapan sera dan tetap tak bergeming,kini giliran sang asisten yang mendekat.untuk memberi alasan yang masuk akal supaya ibra melepaskan yudha.
" Lepasin pemuda ini tuan muda,jangan merusak citra anda sebagai seorang direktur Wijaya group di depan umum seperti ini,jangan sampai anda ikut terpancing emosi." Bisik Rendy dsn mulai diterima di akal Ibra
Pria itu pun mengendurkan cekalannya dan akhirnya melepaskan yudha dari cekalannya.sehingga pria itu jatuh tersungkur di lantai
Bruk
Setelah itu Ibra pun mengajak sera pergi dari tempat itu.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka.
Happy reading