
" Bau parfum milik siapa ini?" tanya sera dalam hati
" Tapi kenapa aku merasa tidak asing dengan bau parfum ini." Tanyanya lagi mengulang ucapannya.
Dengan rasa penasaran dan penuh curiga,Sera pun berniat akan menyisihkan terlebih dulu kemeja milik suaminya itu,dan akan menanyakan bau parfum siapa yang menempel dibajunya.namun setelah dipikir pikir percuma saja toh suaminya malam ini tidak akan pulang,mengingat kemarin dia bilang akan keluar kota,toh suaminya pulang sebentar juga ingin menjenguk mamanya dan memastikan keadaan mamanya yang sebelumnya pasti sudah di kasih tentang hal yang menimpa mamanya oleh papanya.
Apalagi mengingat tadi suaminya membawa koper segala dan mengisi dengan beberapa potong baju yang mungkin dia pastikan laki laki itu tidak akan pulang malam ini.
" Apa aku simpan saja dulu ya bajunya,nanti setelah mas yudha pulang,baru aku tanyakan bau parfum siapa yang menempel di bajunya,supaya aku tidak dituduh mengarang dan membual saja." Gumam sera sambil berfikir." Tapi kalau di fikir fikir percuma saja sih karena mungkin mas yudha malam ini juga nggak bakal pulang,kan dia kemarin bilang bakal nginap diluar kota apalagi tadi dia bawa koper segala." Sera meralat ucapannya lagi dan akhirnya memutuskan untuk tetap mencuci kemeja milik suaminya itu dan berusaha membuang pikiran pikiran curiga pada suaminya.
Sedangkan di tempat Lain,Terlihat Ibra baru saja turun dari atas lalu menghampiri Kedua orang tua dan juga adik sambungnya.
" Selamat malam,semua" Sapa Ibra yang langsung saja ambil posisi duduk di kursi meja makan.
" Malam juga Son." Balas papa wijaya pada putra sambungnya itu
" Ayo sini nak kita makan bareng,ibu tadi masak makanan kesukaanmu lhoh.." Seru Bu Saras
" Wah ada Tumis Oseng ikan pindang kesukaanku ini." Gumam Ibra yang menatap salah satu hidangan makanan favoritenya
" Ini ibu ambilkan nasinya.." Ucap bu saras sambil menyodorkan piring yang sudah dia beri nasi itu pada putranya tak lupa beserta lauk kesukaannya.tumis oseng ikan pindang
Melika tersenyum dan menggelengkan kepalanya,menatap sang kakak yang dengan lahapnya memakan salah satu menu yang paling sederhana diantara menu yang lainnya.
" Aku heran deh sama kamu mas." Celetuk Melika sambil menyendokan makannanya ke dalam mulutnya.
Mulut Ibra yang terlihat sedikit penuh,beralih menatap sang adik sambil menautkan kedua alisnya." Heran kenapa mel.?"
" Ya Heran aja gitu lhoh mas,dari sekian banyak menu makanan yang ada dimeja makan, mulai dari Rendang,sup daging,Ikan gurame emmm terus apa lagi ya bu..." Celoteh Melika yang meminta masukan ibu sambungnya
" Pepes lapis daging sama Opor ayam Sayang." Sambung bu saras menatap penuh cinta sang putri sambungnya
" Iya itu maksudku kenapa Setiap kali makan pasti yang mas ibra pilih selalu Tumis Oseng pindang sih mas,baru kali ini deh aku melihat seorang CEO perusahaan ternama Wijaya Group yang doyan banget makan ikan pindang...hahaha udah kayak kucing tau nggak sih mas.." Goda Melika yang senang sekali menjahili kakak angkatnya
Ibra yang mendengar celotehan sang adik itu pun langsung mendelik dan memberi plototan pada adik sambungnya itu.
" Dasar adik durhaka kamu mel." Dengus Ibra yang berujung candaan yang begitu hangat.
" Hehehe bercanda mas..masa' gitu aja ngambek..nanti cakepnya ilang lhohh." Seru Melika diiringi dengan kekehannya.
" Memangnya kamu pernah lihat wajah tampan masmu ini luntur?tanya ibra dengan senyum jumawanya
" Huh dasar Sombong !.mulai keluar deh congkaknya." Balas melika sambil menyebikan bibirnya
Bu saras dan Papa wijaya hanya saling lempar pandang sambil menggelengkan kepala melihat tingkah anak anak nya.
Sedangkan yang di katain sombong malah terus mengulas senyum manisnya,yang sebenarnya tanpa disadari ada Hati yang terasa bergetar jika menatap senyuman yang begitu menawan itu dan sangat membuat kaum hawa manapun akan meleleh hatinya.termasuk sang adik tirinya sendiri.
" Duh Mas ibra,stoplah senyumnya,lama lama hati Melika bisa potek mas.aduh jantung aman jantung.." Gumam melika yang hanya bisa membatin saja.
Lain dengan pemikiran Melika,Ibra justru teringat dengan seseorang di massa lalu yang menjadi penyebab dia sangat menyukai menu makanan tumis oseng pindang ini.
Flasback On
__ADS_1
10 Tahun Yang Lalu
" Hai mas.." Sapa wanita cantik dengan rambut panjang yang tergerai indah.wanita itu adalah Sera Amariliz mantan istri dari Ibra Narendra.
Ibra terlihat melambaikan tangannya saat sang pujaan hati menghampirinya,ibra yang lebih dulu lulus tamat sekolah menengah atas itu,datang menjemput sang pujaan hatinya ke sekolah yang sebentar lagi juga ikut nyusul Lulus juga.
Dan karena keterbatasan Ekonomi Ibra tak bisa melanjutkan untuk kuliah,dan memilih untuk bekerja di pabrik sepatu untuk memenuhi kebutuhan sehari dirinya dan juga ibunya.
" Hai juga Bidadariku." Balas Ibra sambil tersenyum manis menatap sera penuh cinta
" Ih..Biasa deh selalu aja gitu berlebihan." Balas Sera malu malu yang wajahnya sudah merah seperti tomat
" Biarin kan memang kamu bidadari hatiku."
" Gombal sekali sih kamu mas." sahut Sera sambil membuang wajahnya yang dia yakini sudah memerah seperti kepiting rebus itu
Yudha pun terkekeh melihat wajah malu malu kekasihnya itu,lalu menyerahkan helm merek Bogoo berwarna pink pada sera.
" Ayo naik aku antar kamu pulang." Ajak ibra
Sera menganggukan kepala nya dan menerima helm tersebut,Ibra yang melihat Sera tampak kesulitan memakai helm dengan benar pun mulai membantu sera
Cetik
" Udah beres." Seru Ibra
" Makasih." balas Sera sambil tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi.
" Sama sama istriku..." Jawab ibra yang asal karena ingin menggoda sang kekasih
" Nggak gombal sayang,tapi ucapanku tadi serius Lhoh.." sahut Ibra sambil sesekali melirik kearah sera yang duduk dibelakangnya lewat kaca spion.
" Udah ah becanda mulu,lagian sera itu masih sekolah mas,dan belum juga lulus sekolah.belum lagi nglanjutin kuliah.pokonya masih lama perjalanannya.deh." celetuk Sera
" Tapi aku siap nunggu kamu sampai kapanpun lhoh sayang."
Deg
Tanpa sengaja pandangan mereka bertemu dan tak lama setelah itu sama sama saling mengakhiri.
" Ehmmm..ngomong ngomong makanan favoritemu apa mas?" tanya sera mencoba mencairkan suasana
" Kenapa?memangnya mau masakin aku?" tanya Ibra sambil mengulum senyumnya
" Hehehe iya,seperti yang mas ibra bilang tadi,katanya mau menungguku sampai lulus kuliah kan,apa salahnya kalau sekarang aku belajar jadi istri yang baik." Celetuk Sera tanpa sadar yang langsung membuat tawa ibra pecah.
" Buahahahaha.."
" Ih ngeselin kok malah diketawain sih.." Gerutu sera sambil menampilkan wajah kesalnya.
Hal itu justru dimata Ibra terlihat menggemaskan,Ibra langsung menarik kedua tangan sera untuk lebih erat lagi memeluknya dari belakang.
" Ehh.." Sera yang terlihat terkejut sedikit kaget.
" Pegangan yang bener calon istriku biar nggak jatuh." Ucap Ibra dengan lembut yang mampu membuat pipi sera memanas
__ADS_1
Hingga Tak lama kemudian motor ibra sudah berhenti di sebuah bangunan rumah yang terlihat megah sendiri diantara bangunan yang lain.rumah dengan lantai dua yang terlihat elegan dan mewah itu rumah milik kedua orang tua sera.
" Kenapa.?" Tanya ibra yang melihat wajah sera seperti menunggu sebuah jawaban usai turun dari atas motornya.
" Itu lhoh pertanyaanku nggak dijawab." ucap sera malu malu
" Yang mana?"
" Makanan favorite."
" Oh itu...emmm apa ya,emm makanan favoritku berhubungan dengan ikan pindang,soalnya ibuku sejak kecil suka masakin aku tumis oseng ikan pindang." jawab ibra tanpa malu malu.
Sera mengangguk mengerti sambil bergumam." oh tumis ikan pindang..emm oke deh." Jawabya sambil mengacungkan jempol.
Ibra pun sampai menggelengkan kepalanya melihat tingkah menggemaskan kekasihnya itu.
" Memang bisa bikinnya.?"
" Itu pekara kecil..bahkan kalau mas ibra mau besok aku bisa langsung buatin makanan kesukaanmu."
" Boleh juga.." Balas ibra sambil tersenyum membayangkan tumis oseng ikan pindang buatan sera
" Yaudah kalau begitu aku balik dulu ya,kamu buruan gih masuk rumah." Kata ibra
" Iya mas,kalau begitu aku masuk dulu ya.kamu juga hati hati di jalan."
" Iya sayang."
Dan setelah itu setiap Sera bertemu ibra pasti wanita itu membawakan bekal makanan dengan lauk pauk yang seperti ibra sebutin waktu itu.
Tumis Oseng ikan pindang plus dengan makanannya.
Flasback off
****
Sudah dua hari kepergian Yudha, membuat Sera terus saja dihinggapi rasa khawatir juga berpikiran yang macam macam,apalagi suaminya itu sama sekali tidak meninggalkan pesan apapun sebelum pergi,bahkan untuk sekedar mengiriminya pesan atau menelpon pun tidak,hal itu sontak saja membuat sera merasa khawatir takut terjadi apa apa sama suaminya
Meski sebenarnya dia masih sangat kesal sama suaminya karena selalu saja menyakiti hatinya baik fisik maupun perbuatan,nyatanya sera masih saja merasa khawatir jika tidak mendapat kabar suaminya.
Klinting....
Tiba tiba saja sera mendengar ada sebuah benda yang jatuh kelantai,dan ternyata yang jatuh adalah sebuah Kalung dengan Liontin kecil yang ternyata dilapisan luar liontin itu tertera sebuah nama orang yang membuatnya sangat terkejut bukan main
" Liontin siapa ini." gumam sera yang baru saja memungut kalung yang ada liontinnya itu lalu membalikan liontin dan...
" Liana..." Gumam sera dengan segala keterkejutannya ketika melihat tertera nama seseorang di lapisan luar liontin tersebut.
Dan apakah kali ini rahasia antara yudha dan Liana mulai terbongkar
_Bersambung_
Jangan Lupa kasih dukungannya ya jika suka.
Like ,komen,vote juga klik suscribenya ya.
__ADS_1
Happyr reading